Relawan SAR ”Galodo” di Agam, Tinggalkan Pekerjaan dan Keluarga demi Temukan Korban

Puluhan sukarelawan dari berbagai daerah datang membantu operasi SAR di Palembayan, Agam. Mereka meninggalkan pekerjaan dan keluarga demi tugas kemanusiaan.

04 Des 2025 09:00 WIB · Lingkungan

KOMPAS/YOLA SASTRA

Oleh Yola Sastra

Bersama tiga anggota tim lainnya, Delpin Saprianto (21) menyusuri aliran Batang Layang. Mereka menusuk-nusukkan besi sepanjang 2 meter ke dalam lumpur dan tumpukan kayu di sempadan sungai. Sesekali, mereka mencium ujung besi jika ada indikasi temuan.

”Kami menyusuri sungai arah ke hulu sekitar 1 kilometer. Hingga siang, belum ada temuan. Sebelumnya, sejak Minggu (30/12/2025), tim kami menemukan tujuh jenazah,” kata Delpin ketika dijumpai di sela-sela istirahat di Jorong Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Rabu (3/12/2025) siang.

Delpin dan kawan-kawan merupakan sukarelawan operasi SAR pada bencana banjir bandang atau galodo yang terjadi pada Kamis (27/11/2025) di Kecamatan Palembayan. Rabu ini merupakan hari kelima keterlibatan mereka dalam operasi pencarian dan pertolongan.

Menurut Delpin, ia dan belasan temannya dari berbagai komunitas tiba di Salareh Aia pada Sabtu (29/11/2025). Sebelumnya, mereka juga membantu operasi SAR dalam banjir bandang di Kota Padang. Begitu situasi mereda, anak-anak muda ini bergeser ke Salareh Aia. 

Delpin Saprianto (21), sukarelawan operasi SAR, ketika ditemui di sekitar lokasi banjir bandang di Jorong Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Rabu (3/12/2025).

Di bawah komando Basarnas, belasan pemuda itu dibagi menjadi tiga tim. Tim yang berisi Delpin ditugaskan mencari korban di kawasan Jorong Kayu Pasak.

Pemuda asal Padang ini datang ke lokasi bencana di Palembayan secara sukarela dengan sepeda motor dan biaya pribadi. Apa yang ia lakukan merupakan panggilan hati nurani. Urusan pribadi pun ditinggalkan demi tugas kemanusiaan di Palembayan.

”Saya semestinya berangkat ke Batam untuk wawancarai kerja tahap dua Minggu kemarin. Namun, saya tunda keberangkatan untuk membantu pencarian korban,” ujar pemuda yang baru wisuda dari program studi D4 teknologi rekayasa instalasi listrik di Politeknik Negeri Padang ini.

Delpin tak khawatir kehilangan kesempatan emas bekerja di perusahaan semikonduktor asal Jerman itu. Rezeki, katanya, sudah ada yang mengatur.

Anggota tim SAR gabungan menyisir aliran Batang Layang untuk mencari korban banjir bandang di Jorong Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Rabu (3/12/2025).

Menurut Delpin, ia tidak bisa mengabaikan suara para penyintas yang butuh bantuan untuk mencari anggota keluarga mereka yang hilang. Ia pun lega melihat penyintas dapat bertemu kembali dengan jenazah korban untuk terakhir kali.

”Apa yang kami lakukan, meski sedikit, semoga dapat membantu,” kata pemuda yang tergabung dalam komunitas Siswa Teknik Pecinta Alam SMKN 1 Padang itu.

Langkah serupa dilakukan oleh Freji Guntara (36) dan kawan-kawannya dari Bukittinggi Rescue Team (BRT). Begitu mendapat informasi banyaknya korban bencana di Palembayan, Freji segera mempelajari medan dan akses yang bakal ditempuh.

Akan tetapi, karena banyaknya akses jalan dari Bukittinggi yang terputus. Freji dan tujuh anggota BRT lainnya baru dapat menembus Palembayan pada Sabtu pagi. Ia termasuk ke dalam tim yang bertugas di dua titik galodo di Nagari Salareh Aia Timur.

”Saya bergerak ke lokasi bencana karena panggilan hati. Ketika mendengar ada bencana, apalagi ini banyak korban, hati saya tergerak. Meski tidak kenal, mereka saudara saya sebagai sesama umat manusia,” katanya.

Freji Guntara (36), sukarelawan operasi SAR dari Bukittinggi Rescue Team (BRT), ketika ditemui di sela-sela istirahat pencarian korban banjir bandang di Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Selasa (2/12/2025).

Demi tugas kemanusiaan, Freji meninggalkan pekerjaannya sebagai pengusaha kafe di Bukittinggi. Selain itu, Freji juga meninggalkan anaknya berusia tiga tahun dan istri yang tengah hamil tiga bulan. Sang istri mengizinkan asalkan paham dengan lokasi bencana yang dituju.

”Kegiatan ini sifatnya sukarela. Ibaratnya, kalau tidak bisa membantu dengan materi, saya membantu lewat tenaga,” ungkap pria yang memulai jadi sukarelawan saat bergabung dengan PMI tahun 2014 ini.

Tidak hanya dari Sumbar, para sukarelawan pada banjir bandang di Palembayan juga berdatangan dari provinsi lain. Salah satunya Edi Saputra (45), yang datang dari Kabupaten Kerinci, Jambi.

Edi datang bersama empat rekan lainnya dari Kerinci yang tergabung dalam tim SAR Majelis Tafsir Alquran (MTA), Minggu malam. Selain itu, ada pula 19 personel lainnya dari berbagai cabang MTA, termasuk dari pusatnya di Surakarta, Jawa Tengah.

Anggota tim SAR gabungan menyisir sempadan Sungai Alahan Anggang untuk mencari korban banjir bandang di Jorong Koto Alam, Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Rabu (3/12/2025).

Edi dan kawan-kawan pun membaur dengan tim yang dibagi oleh Basarnas. Pria yang terlibat dalam kegiatan sosial sejak 2013 ini mendapat tugas menyisir aliran sungai di Salareh Aia Timur untuk mencari korban galodo.

Menurut Edi, anggota MTA memang dibimbing untuk mengamalkan kajian Alquran dan Sunnah. Membantu pencarian korban galodo ini adalah salah satu praktiknya. ”Itulah panggilan kami,” katanya.

Demi panggilan itu, dengan seizin istri, Edi meninggalkan istri dan tiga anaknya di rumah. Begitu pula dengan kebun kentang dan cabai yang ia garap demi menafkahi keluarga. ”Ketika ada panggilan, kapan pun, di mana pun, insya Allah pasti berangkat,” ujarnya. 

Edi Saputra (45), sukarelawan dari tim SAR Majelis Tafsir Alquran (MTA), ketika ditemui di sela-sela istirahat pencarian korban banjir bandang di Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Senin (1/12/2025).

Kehadiran puluhan sukarelawan menjadi bantuan berharga dalam operasi SAR. Hatta Priono, koordinator lapangan posko SAR di Palembayan, menyebut, potensi-potensi SAR dari organisasi dan komunitas dari berbagai daerah itu sangat membantu dengan terbatasnya jumlah personel Basarnas. 

”Kehadiran mereka secara nyata berkontribusi dalam upaya pencarian korban karena areal pencarian sangat luas,” kata Hatta.

Banjir bandang dari Sungai Alahan Anggang (disebut juga Nanggang) menghantam permukiman di Palembayan pada Kamis sekitar pukul 17.00. Dua nagari terparah disapu galodo yaitu Salareh Aia dan Salareh Aia Timur.

Posko Basarnas di Palembayan mencatat, hingga Selasa (2/12/2025), jumlah korban dalam pencarian sebanyak 60 orang. Angka itu tersebar di tiga nagari, yaitu 19 orang di Salareh Aia, 39 orang di Salareh Aia Timur, dan 2 orang di Tigo Koto Silungkang.

Anggot tim SAR mendampingi operator alat berat untuk mencari korban banjir bandang di Jorong Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Selasa (2/12/2025). Dalamnya lumpur dan luasnya areal bencana menyulitkan tim SAR gabungan mencari korban. Hingga 1 Desember 21.00, jumlah korban dalam banjir bandang dan longsor di Sumbar mencapai 166 korban jiwa dan 111 korban hilang. Lebih dari separuh korban jiwa dan hilang berasal dari bencana di Agam.

Sementara itu, posko Tanggap Darurat Bencana Kabupaten Agam mencatat, hingga 2 Desember 2025 pukul 20.00, jumlah korban jiwa dalam banjir bandang dan longsor di Agam mencapai 139 orang dan korban hilang 86 orang.

Dari total korban jiwa dan korban hilang itu, korban terbanyak berasal dari banjir bandang di Palembayan dengan jumlah 115 korban jiwa dan 76 korban hilang.

Kemudian, di Malalak ada 12 korban jiwa dan 6 korban hilang, Tanjung Raya 9 korban hilang dan 3 korban hilang, Matur 1 korban jiwa, Palupuh 1 korban jiwa, Ampek Nagari 1 korban jiwa, dan Lubuk Basung 1 korban hilang. 

Adapun di Sumbar, hingga 2 Desember 21.00, jumlah korban mencapai 194 korban jiwa dan 116 korban hilang. Lebih dari separuh korban jiwa dan hilang berasal dari bencana di Agam.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yola Sastra
 | 

Editor:

Rini Kustiasih
 | 

Penyelaras Bahasa:

FX Sukoto