Miliano Jonathans bisa jadi alternatif ketika penyerang andalan timnas, Ole Romeny, masih belum pulih dari cedera saat FIFA Matchday September 2025.
03 Sep 2025 17:11 WIB · Politik & Hukum
JAKARTA, KOMPAS — Pemain sepak bola Miliano Jonathans resmi menjadi warga negara Indonesia setelah diambil sumpah setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, Pancasila, dan Undang-Undang Dasar 1945 di Kementerian Hukum, Jakarta, Rabu (3/9/2025). Kehadiran Miliano diharapkan dapat memperkuat tim nasional dalam menghadapi tim negara lain dan sekaligus menjadikan tim lebih kompetitif.
Pengambilan sumpah kewarganegaraan Indonesia itu dilakukan oleh Menteri Hukum Supratman Andi Agtas. Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir, Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum Widodo, dan jajaran kementerian lainnya ikut menyaksikan prosesi tersebut.
”Demi Tuhan Yang Maha Esa, saya berjanji melepaskan seluruh kesetiaan saya kepada kekuasaan asing, mengaku, tunduk, dan setia kepada NKRI, Pancasila, dan UUD 1945 serta akan bersungguh-sungguh menjalankan kewajiban yang dibebankan negara kepada saya sebagai WNI dengan tulus ikhlas,” ujar Supratman yang ditirukan oleh Miliano saat pengambilan sumpah setia kepada NKRI.
Naturalisasi kewarganegaraan merupakan mekanisme negara dalam memberikan kesempatan kepada warga negara asing (WNA) untuk mendapatkan status WNI. Hal itu diatur dalam Pasal 20 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan yang mengatur pemberian WNI dapat dilakukan melalui naturalisasi bagi orang asing yang telah berjasa atau karena kepentingan negara.
Seusai pengambilan sumpah tersebut, Supratman menekankan bahwa momentum naturalisasi tak sebatas pemberian kewarganegaraan.
”Mekanisme naturalisasi merupakan langkah yang bijak untuk memajukan prestasi tim nasional RI. Ada beberapa hal positif yang bisa diambil, salah satunya, yaitu naturalisasi dapat membuka peluang bagi pemain keturunan RI yang lahir dan berkarir saat ini di luar negeri untuk membela timnas RI,” kata Supratman.
Khusus timnas sepak bola, ada sejumlah agenda besar dan strategis yang akan dihadapi ke depan. Dalam jangka pendek yakni FIFA World Cup 2026, ASEAN 2025, AFC Asian Cup, dan jangka panjang mencapai 100 besar rangking FIFA, dan 10 besar FIFA tingkat Asia.
”Dalam mencapai agenda besar tersebut kita perlu menjadikan momen ini sebagai titik tolak untuk membangun tim yang solid dan berdaya saing. Dengan kehadiran para atlet yang baru dinaturalisasi, kami yakin timnas akan lebih kuat dan kompetitif,” jelasnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/03/a4051ea79de347876c97a5038642ecb5-IMG_20250903_WA0060.jpg)
Visi Indonesia untuk menjadi salah satu kekuatan sepak bola di Asia bahkan dunia, menurut dia, tidaklah mustahil. Dengan kerja keras, Supratman optimistis Indonesia dapat meraih cita-cita yang diharapkan.
”Saya titipkan naturalisasi ini, semoga mampu memenuhi harapan seluruh rakyat Indonesia termasuk harapan presiden agar timnas kami bisa lolos Piala Dunia 2026,” ujarnya.
Ia juga berterima kasih kepada PSSI atas upaya memajukan sepak bola di Indonesia. Ia juga berterima kasih kepada DPR yang sudah memberi pertimbangan sehingga proses hari tersebut bisa berjalan dengan baik. Pihaknya mendukung sepenuhnya apa pun yang dilakukan oleh PSSI untuk mewujudkan mimpi bersama.
”Mimpi Bapak Presiden untuk melihat timnas kita bisa ke tingkat yang paling tinggi, ya. Terutama ke Piala Dunia tahun 2026. Mohon doa restu seluruh masyarakat Indonesia untuk kita men-support teman-teman di PSSI,” ucapnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/03/54bd8f621cc465850b3fb68b6db20f46-IMG_20250903_WA0057.jpg)
Erick Thohir mengatakan bahwa proses naturalisasi tidak akan terjadi tanpa adanya dukungan dari pemerintah langsung, terutama Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Hukum. Erick menyebutkan, ia sering berkonsultasi bagaimana agar percepatan itu bisa berjalan dengan baik. PSSI pun berharap agar terus mendorong peluang-peluang untuk mewujudkan mimpi bersama masuk ke Piala Dunia.
”Karena itu, kami coba mempersiapkan dengan baik. Baik kesiapan pemain maupun kesiapan tentu uji cobanya yang sedang berjalan hari ini. Dan, insya Allah tadi apa yang ditugaskan oleh pemerintah, kami dari PSSI akan menjaga marwah bangsa. Dan, tadi, kami bisa saksikan bagaimana Miliano juga punya komitmen,” ujar Erick.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu menyebutkan bahwa pemberian kewarganegaraan RI kepada Miliano adalah hasil diskusi panjang dengan pemerintah. PSSI mendorong agar diaspora Indonesia di luar negeri bisa kembali mengibarkan bendera Merah Putih.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/11/213534b0-bed2-45ac-abbc-26e02f769d16_jpg.jpg)
Naturalisasi Miliano yang merupakan keturunan orang Depok, Jawa Barat, dilakukan salah satunya agar pemain itu bisa bermain di FIFA Matchday pada September 2025 yang akan menjadi bagian dari rangkaian persiapan menuju babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Timnas akan melawan timnas China Taipei dan Lebanon di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, pada September ini.
”Naturalisasi ini salah satu bagian mempermulus supaya Miliano ini bisa mulai kami aktifkan dalam uji coba ini. Kami tentu sedang proses dari FIFA dan AFC, insya Allah tidak ada masalah, saya pastikan. Jadi, untuk tanggal 5 September, kami akan lihat apakah tentu kondisi fisiknya, karena (Miliano) baru saja perjalanan jauh. Dan, tentu nanti kami lihat dengan coaching staff (staf pelatih)," katanya.
Bergabungnya Miliano, lanjut Erick, secara spesifik untuk memperkuat timnas dalam posisi penyerang yang memang sangat dibutuhkan saat ini.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/26/0f7386db-c3ed-48d6-bfd2-c1c8a22df2c4_jpg.jpg)
Kehadiran Miliano bisa menjadi solusi ketika penyerang andalan timnas, Ole Romeny, masih berkejaran dengan waktu untuk pemulihan cedera. Apalagi, Romeny dipastikan belum akan tampil hingga September.
Adapun Miliano sudah rutin mengisi skuad utama Utrecht pada musim 2024-2025 lalu. Sebanyak 15 pertandingan sudah dijalani pemain kelahiran Arnhem itu untuk Utrecht. Ia juga sudah dua kali tampil sebagai pemain utama Utrecht pada babak kualifikasi Liga Europa 2025-2026. Terakhir, Miliano bermain sejak menit ke-79 ketika Utrecht menumbangkan Excelsior 4-1 pada laga ketiga Liga Belanda musim ini, Minggu (24/8/2025).
Walaupun sudah berangsur mampu menembus tim utama Utrecht, Miliano belum memberikan dampak langsung dalam lini serang timnya berupa gol. Pemain setinggi 1,78 meter yang dominan tampil di pos penyerang sayap kanan itu masih gagal menyumbang gol dan asis.
Penulis:
Dian Dewi PurnamasariEditor:
A. Ponco AnggoroPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase