timur tengah

AS Kerahkan Ribuan Marinir ke Timur Tengah

Presiden Trump mengklaim menghancurkan fasilitas militer di Pulau Kharg, pusat industri minyak Iran. Trump juga mengancam akan menghabisi fasilitas minyak Iran.

14 Mar 2026 09:58 WIB · Internasional

AFP/Photo by 2026 Planet Labs PBC

Oleh Iwan Santosa

DUBAI, SABTU — Setelah mengerahkan dua gugus tempur kapal induk, kini Amerika Serikat mengerahkan kapal serbu amfibi, USS Tripoli (LHA-7), beserta 2.500 marinir ke Timur Tengah. Kapal tersebut telah meninggalkan pangkalannya di Camp Hansen di Okinawa, Jepang, pada Jumat (13/3/2026).

Saat ini kapal itu diperkirakan telah berada di perairan di timur Taiwan. Setidaknya kapal itu akan berada di sekitar perairan Arab pada seminggu ke depan. Langkah ini merupakan penambahan kekuatan pertama sesudah hampir dua pekan setelah AS-Israel memulai serangan atas Iran.

Pasukan marinir dari Unit Ekspedisi Marinir Ke-31 tersebut berukuran batalyon pendarat plus yang dibantu berbagai satuan pendukung. Adapun Pasukan Ekspedisi atau Brigade Marinir AS biasanya berkekuatan 4.000-16.000 prajurit. Kabar pengerahan Korps Marinir itu pertama kali diwartakan The Wall Street Journal.

Jika USS Tripoli bergabung, kapal itu menjadi kapal kedua terbesar setelah USS Abraham Lincoln dalam armada gabungan AS di Laut Arab. USS Tripoli memiliki ukuran panjang 257 meter. Tripoli dijuluki kapal induk serbu dari Kelas Iwo Jima dengan mengangkut jet tempur VTOL AV-8b Harrier, F-35B Lightning II, MV-22B Osprey, dan berbagai helikopter.

Beberapa jam setelah informasi mobilisasi Korps Marinir, Presiden AS Donald Trump mengklaim sudah menghancurkan fasilitas militer di Pulau Kharg, pusat pengiriman minyak terbesar Iran. Trump mengancam akan menghancurkan infrastruktur minyak di Kharg.

This handout satellite image taken by 2026 Planet Labs PBC shows a view of Iran's Kharg Island, which hosts the country�s main crude export terminal and is responsible for the overwhelming majority of its oil shipments to the world, about 25 kilometres south of the mainland in the north of the Gulf, on February 22, 2026. (Photo by 2026 Planet Labs PBC / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT "AFP PHOTO / � 2026 PLANET LABS PBC " - HANDOUT - NO MARKETING NO ADVERTISING CAMPAIGNS - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS

Dalam wawancara dengan FoxNews, Trump mengatakan perang akan segera berakhir jika dia merasa sudah waktunya tiba. Trump juga mengancam, jika Iran atau pihak lain mengganggu pelintasan kapal di Selat Hormuz, dia akan menghancurkan fasilitas minyak Iran.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibat mengatakan, serangan terhadap perbatasan selatan Iran, termasuk di Pulau Kharg, akan dibalas oleh Iran. ”Kami tidak akan membatasi diri jika Trump menyerang dan dia bertanggung jawab atas darah prajurit AS yang dikorbankan untuk menyerang Iran,” kata Qalibaf.

Seiring serangan atas Kharg, gempuran dan ledakan juga terdengar di alun-alun di pusat kota Teheran. Israel sudah mengeluarkan peringatan akan menyerang wilayah pusat Teheran. Tel Aviv mengingatkan mereka akan menyerang Lapangan Ferdowsi.

TOPSHOT - A screen displays a portrait of Iran's new supreme leader Mojtaba Khamenei during the funerals of Iran's Revolutionary Guards Corps (IRGC) commanders, army commanders and others killed in the early days of the United States and Israeli strikes on Iran, at Enghelab Square in Tehran on March 11, 2026. Washington launched strikes with Israel on Iran on February 28, sparking retaliatory strikes by Tehran against Israel and US bases across the Gulf region. (Photo by ATTA KENARE / AFP) / Attention editors: Photo taken with approval from the Ministry of Culture and Islamic Guidance (Ershad) --
AFP covers the war in the Middle East through its extensive regional network, including bureaus in Tehran, Jerusalem, and several neighboring countries. Since the start of the conflict, journalists have been working under increasingly restrictive conditions. Authorities in several countries have limited reporters' movements, photo and live video coverage from sensitive locations. Some governments and armed groups have banned images of missile or drone strikes and other security-related sites. /

Namun, warga Iran tidak risau terhadap ancaman itu. Pada Jumat, puluhan ribu warga Iran berkumpul di Lapangan Ferdowsi memperingati Hari Al-Quds, mengenang kota Jerusalem, dan menuntut kemerdekaan Palestina. Massa menyerukan yel-yel mengecam serangan AS dan Israel. ”Matilah Amerika. Matilah Israel,” demikian seruan massa.

Mereka bertahan di lapangan dan tetap menyerukan takbir setelah ledakan terjadi. Ketua Mahkamah Agung Iran Gholamhossein Mohseni Ejej hadir dalam aksi tersebut ketika serangan terjadi. Sesaat setelah ledakan, Ejej berdiri dan mengepalkan tangan. ”Kita tidak akan kalah,” katanya di depan puluhan ribu warga yang terus bertahan di alun-alun itu.

Selain ke Iran, Israel juga menggempur Lebanon. Sejauh ini serangan Israel ke Lebanon telah menyebabkan lebih dari 800 orang tewas dan memaksa lebih dari 850.000 orang mengungsi. Terakhir, serangan Israel ke Burj Al-Qalaouiyah di Lebanon selatan menewaskan 12 dokter, perawat, dan staf medis. Israel mengklaim menyerang 200 sasaran di Iran dalam 24 jam terakhir mengincar peluncur rudal, sistem pertahanan, dan pabrik senjata Iran.

Balasan Iran

Sebaliknya, Iran juga terus melancarkan serangan balasan dengan menembakkan rudal dan drone ke Israel dan negara Teluk yang wilayahnya digunakan sebagai pangkalan militer AS. Iran terus membalas meski AS-Israel terus mengebom dan menghancurkan beberapa wilayah Iran.

Menghadapi bombardir AS-Israel, Iran masih membalas dan menyasar berbagai fasilitas migas di kawasan Teluk. Di Oman dikabarkan dua orang tewas setelah dua pesawat nirawak jatuh di Sohar.

Kementerian Dalam Negeri Qatar, Sabtu (14/3/2026), mengumumkan evakuasi sejumlah wilayah karena serangan balasan Iran terhadap wilayah mereka. Qatar memberikan sejumlah lokasi yang digunakan sebagai pangkalan militer AS.

Di distrik Musheireb di kota Doha, warga menerima telepon peringatan untuk mengungsi segera.

(AP/AFP/Reuters)


Kerabat Kerja

Penulis:

Iwan Santosa
 | 

Editor:

Bonifasius Josie Susilo H
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji