Rob dan Hujan Deras Jadi Ancaman Ganda Jakarta Pekan Ini

Masyarakat Jakarta perlu mewaspadai potensi rob hingga 26 November 2025 dan hujan deras hingga 20 November.

19 Nov 2025 13:53 WIB · Metropolitan

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN

Oleh Atiek Ishlahiyah Al-Hamasy

JAKARTA, KOMPAS — Masyarakat Jakarta diminta mewaspadai potensi banjir pesisir hingga 26 November 2025 dan hujan deras hingga 20 November yang berisiko menimbulkan genangan. Semua fasilitas penanganan darurat pun disiapkan, mulai dari pompa air, rumah pompa, lokasi pengungsian, hingga posko pohon tumbang selama 24 jam.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Isnawa Adji menyebut, potensi rob pekan ini berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok. Rob dipicu oleh kondisi pasang maksimum air laut yang bertepatan dengan fase Bulan baru.

”Warga pesisir utara Jakarta diimbau mengantisipasi dampak pasang maksimum air laut yang berpotensi menimbulkan banjir pesisir pada 18–26 November 2025. Puncak pasang terjadi pada pukul 07.00-13.00 WIB,” ujar Isnawa, Rabu (19/11/2025).

Sejumlah wilayah pesisir yang berpotensi terdampak rob ialah Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Kalibaru, Muara Angke, Tanjung Priok, dan Kepulauan Seribu.

Isnawa menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk menghadapi potensi rob tersebut. Upaya yang dilakukan antara lain menyiagakan personel pasukan biru (Satgas SDA), mengoperasikan ratusan pompa mobile, serta memastikan semua rumah pompa di kawasan pesisir utara berfungsi optimal.

Pemprov Jakarta juga berkoordinasi dengan BMKG untuk memperoleh pembaruan informasi peringatan dini rob secara berkala. Selain itu, koordinasi dilakukan bersama Dinas Sumber Daya Air (SDA), Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), Dinas Bina Marga, Satpol PP, dan para lurah di wilayah pesisir untuk memastikan semua personel, peralatan, dan infrastruktur pendukung dalam kondisi siap.

Warga menyeberang jalan saat hujan di kawasan Slipi, Jakarta, Selasa (18/11/2025). Hujan deras mengguyur Jakarta sejak siang hingga sore hari. Hujan yang bertahan hingga sore hari ini menyebabkan banjir di sejumlah wilayah di Jakarta.

KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA)
18-11-2025

Kemudian, lokasi pengungsian dan fasilitas pendukung penanganan banjir, seperti perahu, pelampung, dan ring buoy, disiagakan di kelurahan-kelurahan rawan rob agar dapat digunakan sewaktu-waktu.

Isnawa juga mengimbau masyarakat di kawasan pesisir untuk mengantisipasi dampak pasang tinggi, termasuk menghindari aktivitas berisiko di tepi pantai pada jam puncak pasang. Warga juga diminta memastikan sistem drainase lingkungan berfungsi dengan baik untuk mencegah genangan.

Selain itu, masyarakat diharapkan selalu memperbarui informasi terkait dengan kondisi gelombang dan pasang air laut melalui laman bpbd.jakarta.go.id/gelombanglaut, serta mengikuti arahan resmi dari pemerintah setempat.

Jika menghadapi keadaan darurat, seperti genangan yang cepat meningkat atau membutuhkan pertolongan, warga diminta segera menghubungi Call Center Jakarta Siaga 112 agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan terkoordinasi.

Prakirawan BMKG, Abdillah, mengatakan, potensi rob akibat pasang maksimum air laut tidak hanya terjadi di wilayah utara Jakarta, tetapi juga di sejumlah pesisir Indonesia.

Kenaikan muka air laut ini perlu diwaspadai di pesisir Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Utara.

Petugas mengevakuasi dua taksi yang tertimpa pohon beringin tumbang saat hujan deras disertai angin kencang di Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo, Sawah Besar, Jakarta, Jumat (14/11/2025). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Hujan deras

Selain potensi rob, BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat/deras di Jakarta pada 18–20 November. Kombinasi antara pasang tinggi dan hujan lebat ini dinilai dapat meningkatkan risiko genangan ataupun banjir sehingga masyarakat diminta untuk lebih waspada.

Sebelumnya, hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak Selasa (18/11/2025) siang menyebabkan 42 rukun tetangga (RT) dan tiga ruas jalan tergenang hingga malam hari. Saat ini, seluruh genangan tersebut telah surut.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengatakan, hujan deras yang mengguyur Jakarta pada Selasa (18/11/2025) dipicu oleh kombinasi faktor global, regional, dan lokal.

Guswanto mengatakan, hujan deras terjadi karena daratan Jakarta memanas kuat pada siang hari, sementara udara lembab dari laut masuk ke wilayah kota. Perpaduan udara panas dan lembab ini memicu terbentuknya awan kumulonimbus, jenis awan besar yang bisa menghasilkan hujan deras, petir, dan angin kencang.

”Masuknya udara lembab dari laut memicu terbentuknya awan kumulonimbus yang kemudian menurunkan hujan deras,” katanya, Rabu.

Selain itu, hujan deras dipicu oleh konvergensi angin lokal, yaitu pertemuan angin dari Laut Jawa dengan angin dari daratan. Pertemuan ini menciptakan zona konsentrasi awan hujan sehingga intensitas curah hujan meningkat.

Pedagang rongsok menerobos hujan di kawasan Slipi, Jakarta, Selasa (18/11/2025). Hujan deras mengguyur Jakarta sejak siang hingga sore hari. Hujan yang bertahan hingga sore hari ini menyebabkan banjir di sejumlah wilayah di Jakarta.

KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA)
18-11-2025

Faktor global juga berperan, seperti La Nina lemah, yakni fase pendinginan permukaan Samudra Pasifik yang biasanya meningkatkan curah hujan di Indonesia, serta Indian Ocean Dipole (IOD) negatif yang membawa lebih banyak uap air ke wilayah Indonesia.

Fenomena regional, seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, dan gelombang Rossby, juga turut mendorong pembentukan awan hujan saat melintasi wilayah Indonesia.

”Gabungan faktor ini memicu hujan deras setelah beberapa hari di Jakarta relatif kering,” ujarnya.

Guswanto mengatakan, hujan deras ini bukan disebabkan oleh berakhirnya modifikasi cuaca (rekayasa hujan) yang beberapa waktu lalu dilakukan Pemprov Jakarta.

”Hujan deras kemarin terjadi secara alami, bukan karena modifikasi cuaca dihentikan. Kondisi atmosfer memang sangat mendukung terbentuknya hujan intens,” ujarnya.

BMKG pun mengimbau masyarakat untuk tetap mewaspadai potensi cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan, khususnya bagi warga yang tinggal di wilayah rawan banjir dan genangan. Masyarakat disarankan memantau informasi prakiraan cuaca secara rutin agar bisa mengantisipasi potensi risiko akibat hujan deras.

Warga berjalan melintasi genangan air rob di Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (6/11/2025). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta memprediksi sepuluh wilayah di Jakarta Utara berpotensi terkena banjir rob hingga 12 November 2025. Adapun 10 wilayah tersebut yakni, Kamal Muara, Kapuk Muara, Pluit, Ancol, Marunda, Cilincing, Priok, Kalibaru, Muara Angke, dan Penjaringan. Ancaman banjir rob itu disebabkan adanya fenomena supermoon dan bulan purnama yang meningkatkan ketinggian air laut.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
06-11-2025

Antisipasi warga

Warga Jakarta Selatan, Sintya (32), mengaku kini lebih memperhatikan kondisi lingkungan sekitar rumah setiap kali hujan diprediksi turun dengan intensitas tinggi. Setelah mengalami banjir beberapa waktu lalu, ia dan keluarganya mulai rutin membersihkan saluran air di sekitar rumah agar tidak tersumbat.

”Kami sekeluarga sekarang lebih siap. Begitu dapat info hujan lebat, langsung cek selokan dan pastikan air mengalir,” ujarnya.

Selain membersihkan drainase, Sintya juga menyiapkan perlengkapan darurat di rumah, seperti senter, obat-obatan, hingga tas berisi dokumen penting yang mudah dijangkau jika banjir datang mendadak.

”Dulu enggak kepikiran harus siapin tas darurat, tapi sekarang itu penting banget,” katanya.

Ia juga menambahkan, komunikasi antarwarga melalui grup pesan instan semakin aktif setiap kali hujan deras turun sehingga saling mengingatkan dan membantu satu sama lain lebih cepat.

Selain itu, Sintya menekankan pentingnya menjaga stamina agar tetap sehat selama musim cuaca ekstrem. Perubahan cuaca mendadak sering membuat tubuh mudah lelah atau terserang penyakit.

”Saya sekarang lebih rutin mengonsumsi vitamin, cukup tidur, dan menjaga pola makan agar tetap fit. Kalau badan drop, nanti malah susah bergerak saat perlu antisipasi banjir,” tuturnya.

Anak-anak berjalan melintasi genangan air rob di Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (6/11/2025). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta memprediksi sepuluh wilayah di Jakarta Utara berpotensi terkena banjir rob hingga 12 November 2025. Adapun 10 wilayah tersebut yakni, Kamal Muara, Kapuk Muara, Pluit, Ancol, Marunda, Cilincing, Priok, Kalibaru, Muara Angke, dan Penjaringan. Ancaman banjir rob itu disebabkan adanya fenomena supermoon dan bulan purnama yang meningkatkan ketinggian air laut.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
06-11-2025

Upaya pemerintah

Sebagai upaya pengendalian banjir, Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta tengah menyiapkan proyek normalisasi Kali Krukut di Jakarta Selatan sepanjang 1,3 kilometer (km). Proyek ini akan dilakukan secara bertahap dari segmen Tarakanita hingga Jembatan Tendean.

”Kami akan memprioritaskan 360 meter pertama, dari Tarakanita sampai segmen Petogogan,” kata Kepala Dinas SDA Jakarta Ika Agustin Ningrum.

Normalisasi Kali Krukut menurut rencana dimulai pada 2026, dengan tahap awal berupa penetapan lokasi (penlok) dan pembebasan lahan terdampak. Berdasarkan data Dinas SDA, lahan yang harus dibebaskan mencapai 1,52 hektar, mencakup 65 bidang tanah.

Dinas SDA kini tengah mendata warga terdampak normalisasi, khususnya di sisi Kelurahan Pela Mampang. Sementara itu, pendataan di Kelurahan Petogogan sudah dilakukan.

Kali Krukut merupakan saluran utama di Jakarta Selatan yang berfungsi menyalurkan air hujan dari kawasan tengah kota menuju hilir. Namun, di beberapa titik, terutama sekitar Kelurahan Petogogan, aliran sungai menyempit sehingga kerap memicu banjir, khususnya di wilayah Kemang dan sekitarnya.

Pemprov Jakarta mencatat, banyak bangunan berdiri di atas badan sungai sehingga menghambat aliran air saat hujan deras. Oleh sebab itu, normalisasi Kali Krukut sepanjang 1,3 kilometer menjadi salah satu fokus penanganan banjir di Jakarta Selatan.

Selain normalisasi, Dinas SDA juga berkoordinasi dengan DPRD Jakarta untuk membahas pembangunan 13 rumah pompa baru di sejumlah tempat rawan, seperti Bulak Cabe, Kali Cakung Lama, Cilincing KBN, Warung Jengkol, Rawa Terate, Ancol, IKIP, Cempaka Putih, Cengkareng, Manggaraya Greenfield, hingga Daan Mogot.

Petugas Dinas Sumber Daya Air Jakarta menyelesaikan penurapan sementara Tanggul Baswedan yang jebol di kawasan Jati Padang, Jakarta Selatan, Selasa (4/11/2025). Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta menangani tanggul Baswedan yang jebol sejak kamis (30/10) akibat hujan deras serta meluapnya aliran Kali Pulo. Gubernur Jakarta, Pramono Anung, mengatakan, berencana akan menata kawasan Jati Padang menjadi daerah resapan air seluar tujuh hektare dalam jangka menengah panjang. Dalam jangka pendek, tanggul yang jebol sepanjang 40 meter itu tengah dalam perbaikan untuk mencegah melubernya aliran kali ke pemukiman warga. Sebelumnya, banjir sempat menggenangi permukiman di tiga RT, yakni RT 03, RT 04, dan RT 14, dengan total sekitar 1.200-1.500 keluarga terdampak.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
04-11-2025

Tidak hanya mengandalkan infrastruktur fisik, Dinas SDA juga memanfaatkan teknologi pemantauan air secara real time. Teknologi ini memungkinkan deteksi dini perubahan ketinggian air sungai sehingga penanganan banjir bisa dilakukan lebih cepat dan tepat.

”Sejak 2020–2021, core project kami tidak hanya membangun dan merawat infrastruktur. Kami juga pakai AWLR (automatic water level recorder) sehingga ketinggian air bisa dipantau secara otomatis kapan saja,” ujar Ika.

AWLR adalah alat otomatis yang merekam ketinggian muka air dan mengirim data ke server online tanpa perlu inspeksi manual.

Sejak 2024, Dinas SDA juga mengembangkan pemodelan banjir menggunakan drone lidar (light detection and ranging). Teknologi ini memungkinkan pemetaan topografi, aliran sungai, dan kontur daratan secara detail sehingga area rawan banjir dapat diprediksi lebih akurat.

Ika menambahkan, Dinas SDA terbuka bagi masyarakat, akademisi, dan komunitas yang ingin berpartisipasi dalam pengendalian banjir berbasis data. Jakarta memiliki 13 sungai yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber riset untuk mengetahui daerah rawan banjir.

Terkait dengan potensi cuaca ekstrem di Jakarta, Pemprov Jakarta juga menyiagakan posko pohon tumbang selama 24 jam di seluruh wilayah kota. Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) Jakarta Fajar Sauri menyebut peningkatan curah hujan, angin kencang, dan potensi hujan ekstrem diperkirakan masih akan berlangsung hingga akhir Desember 2025.

Untuk itu, semua posko pohon tumbang disiagakan sebagai garda terdepan penanganan cepat ketika terjadi kondisi darurat. Petugas posko akan merespons laporan mengenai pohon miring, patah, ataupun tumbang yang berisiko membahayakan warga atau merusak fasilitas umum.

”Setiap laporan yang masuk melalui kanal pengaduan resmi langsung ditindaklanjuti oleh tim lapangan maksimal dalam 1 x 24 jam, terutama pohon-pohon dengan risiko tumbang di tengah cuaca ekstrem,” ujar Fajar.

Untuk layanan darurat terkait pohon tumbang, masyarakat dapat menghubungi Posko Distamhut melalui petugas Suriadih di nomor 0857-7388-5599.

Untuk wilayah Jakarta Pusat, masyarakat dapat menghubungi Hasan Sidik di 0857-1892-1759, Jakarta Utara melalui Kadir di 0852-8147-3023, dan Jakarta Barat melalui Adji Okta di 0896-7001-4107. Adapun warga Jakarta Selatan dapat menghubungi Syaiful di 0896-1607-5173, sementara warga Jakarta Timur dapat menghubungi Yudha di 0822-4974-5016.


Kerabat Kerja

Penulis:

Atiek Ishlahiyah Al-Hamasy
 | 

Editor:

Rini Kustiasih
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji