Robi Syianturi, Maestro Baru Maraton Indonesia

Dari keluarga yang serba kekurangan, Robi Syianturi menjelma maestro baru maraton Indonesia. Tidak banyak pelari yang mampu memecahkan dua rekornas dalam satu tahun.

03 Des 2024 19:00 WIB · Tokoh

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

Robi Syianturi bertransformasi dari remaja yang hidup dalam keterbatasan ekonomi menjadi harapan baru maraton Indonesia. Dia merupakan bukti nyata bahwa Tuhan tidak pernah menutup jalan hidup seseorang.

Sebagaimana anak keempat dari lima bersaudara yang tumbuh dalam keluarga yang serba kekurangan, Robi Syianturi tidak bermuluk-muluk dalam merancang masa depan. Mimpinya sangat sederhana, mendapatkan pekerjaan untuk meringankan beban orangtua setamat sekolah menengah kejuruan (SMK) di Bangka Belitung.

Semasa remaja, tidak jarang Robi harus berlari pergi-pulang dari rumahnya menuju sekolah yang berjarak 8 kilometer. Orangtua Robi merupakan nelayan kecil. Jangankan sepeda motor, Robi bahkan tidak memiliki sepeda untuk bepergian. Sehari-hari, berbagai tempat ia tempuh dengan berlari atau berjalan kaki.

Harinya dimulai dengan bangun pukul 04.00 dini hari. Lantaran tidak memiliki uang saku untuk membeli makanan di sekolah, Robi bangun lebih dini untuk menyiapkan bekal sendiri. Setelah berlari dari rumah ke sekolah, Robi menyempatkan diri membasuh badannya, yang penuh keringat seusai berlari, di kamar mandi sekolah.

Menjelang hari-hari terakhir di SMK, Robi terpikir untuk mencoba ujian tes masuk TNI Angkatan Darat di Palembang, Sumatera Selatan. Menjadi TNI, bagi Robi, adalah jalan keluar dari kemiskinan.

Pelari Bangka Belitung Robi Santuri (tengah), pelari Jabar Rikki Marthin (kiri), dan pelari Sulteng Nofeldi Petingko foto bersama pada upacara penyerahan penghargaan di cabor atletik nomor lari 10.000 meter putra di PON Aceh-Sumut 2024 di Stadion Madya Atletik Sumut Sport Center, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Minggu (15/9/2024). Pelari Bangka Belitung Robi Santuri keluar menjadi juara dengan catatan waktu 31:01.45 hanya selisih 0,01 detik dengan Rikki Marthin L Simbo. KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK) 15-09-2024

Ujian masuk tentara mensyaratkan kekuatan serta ketahanan fisik, salah satu alasan Robi mengikuti seleksi. Ia yakin fisiknya yang terbiasa berlari menuju sekolah dapat membantunya lolos.

Seusai menjalani serangkaian ujian, hasil akhir rupanya tidak sesuai kenyataan. Robi dinyatakan tidak lulus karena memiliki gangguan fungsi liver.

Kegagalan ini sempat membuatnya berkecil hati. Sirna sudah angan Robi untuk membela Tanah Air sekaligus mendapatkan penghasilan tetap setiap bulan. Siapa sangka, kegagalan itu justru membimbing Robi menapaki jalan yang jauh lebih besar, yakni menjadi maestro baru maraton Indonesia.

Semua berawal dari kegemaran Robi dalam bermain sepak bola. Di mata guru olahraga sekolahnya, Robi merupakan anak yang lincah dan tangkas. Kelebihan itu sering ia tunjukkan saat bermain sepak bola.

Quote

Waktu itu tidak ada latihan atau kategori khusus saat lari. Asal lari saja, yang penting keluar keringat. Olahraga. Kalau sudah capek, ya berhenti.

Berkat arahan serta bimbingan sang guru, Robi kemudian masuk perkumpulan olahraga di Bangka Belitung saat duduk di bangku kelas II SMK. Dari sana, Robi rutin berlatih lari di sebuah gelanggang olahraga. Perkumpulan ini tidak dikhususkan mendidik calon-calon pelari, tetapi hanyalah wadah bagi orang-orang untuk berolahraga bersama.

” Waktu itu tidak ada latihan atau kategori khusus saat lari. Asal lari saja, yang penting keluar keringat. Olahraga. Kalau sudah capek, ya berhenti,” kata Robi, Selasa (3/12/2024).

Dari sana, Robi mulai rutin mengikuti kejuaraan atletik antarsekolah. Prestasinya terus menanjak ke tingkat kabupaten, provinsi, dan mewakili Bangka Belitung di tingkat nasional. Puncaknya, Robi meraih perunggu pada nomor 10.000 meter.

Bakat Robi menarik perhatian pelatih tim atletik Indonesia, Wita Witarsa. Ia kemudian dipanggil untuk masuk pemusatan latihan nasional (pelatnas) atletik di Jakarta. Saat itu, Pengurus Besar Persatuan Atletik Indonesia (PB PASI) sedang mempersiapkan atlet untuk terjun pada Asian Games 2018 Jakarta-Palembang.

Pelari DKI Jakarta Wahyudi Putra (tengah), pelari Bangka Belitung Robi Syianturi (kiri), dan pelari Gorontalo Moh Hadrin berpose pada penyerahan medali cabor atletik nomor 1.500 meter putra di PON Aceh-Sumut 2024 di Stadion Madya Atletik Sumut Sport Center, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Sabtu (14/9/2024). Wahyudi memecahkan rekor PON dengan catatan waktu 3:50.20. KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK) 14-09-2024

Sejak ditempa di pelatnas pada 2018, Robi memiliki spesialisasi lari jarak menengah-jauh dan rutin diturunkan pada nomor 5.000 dan 10.000 meter. Pada awalnya, ia belum mampu bersinar dan tidak banyak podium juara yang ia raih.

Hasil latihannya mulai membuahkan hasil pada SEA Games Kamboja 2023. Kala itu, Robi meraih perunggu nomor 5.000 meter. Ia kian menunjukkan bakat besarnya saat merebut emas nomor 10.000 meter pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumatera Utara 2024.

Memecahkan rekornas

Meski lebih sering tampil pada nomor 5.000 dan 10.000 meter, Robi rutin menguji diri dengan mengikuti nomor maraton dan setengah maraton. Dari dua nomor itulah kemudian Robi mengukir namanya dalam buku sejarah setelah berhasil memecahkan rekor nasional (rekornas) maraton milik mendiang Eduardus Nabunome yang bertahan selama 27 tahun.

Nabunome berhasil finis nomor maraton pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Ke-14 di Jakarta, September 1997, dengan catatan waktu 2 jam 19 menit 18 detik. Bertahun-tahun lamanya rekornas itu tidak terpecahkan. Robi kemudian memecahkan rekor itu saat tampil pada Valencia Marathon 2024 dengan catatan waktu 2 jam 17 menit 16 detik.

Quote

Intinya, saya selalu tekankan ke diri sendiri bahwa pencapaian (memecahkan rekornas) itu tidak pernah saya lakukan. Dengan begitu, saya selalu menjadi rendah hati.

Momen itu menjadi kali kedua Robi memecahkan rekornas. Sebelumnya, pada Juli 2024, Robi telah lebih dulu memecahkan rekornas setengah maraton saat berlomba pada ajang bergengsi, Gold Coast Marathon, di Australia. Kala itu, Robi finis dengan catatan waktu 1 jam 4 menit 48 detik. Ia berhasil meruntuhkan rekornas setengah maraton yang sebelumnya juga dipegang oleh Nabunome dengan 1 jam 5 menit 43 detik pada 1997.

Pelari Bangka Belitung Robi Santuri (kiri) bersalaman dengan pelari Jabar Rikki Marthin pascapertandingan di cabor atletik nomor lari 10.000 meter putra di PON Aceh-Sumut 2024 di Stadion Madya Atletik Sumut Sport Center, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Minggu (15/9/2024). Pelari Bangka Belitung Robi Santuri keluar menjadi juara dengan catatan waktu 31:01.45 hanya selisih 0,01 detik dengan Rikki Marthin L Simbo. KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK) 15-09-2024

Memecahkan dua rekornas dalam satu tahun melejitkan nama Robi. Ia digadang-gadang menjadi maestro baru maraton Indonesia kendati selama ini tidak memfokuskan diri pada nomor tersebut. Robi pun mengaku tidak punya target memecahkan rekornas tiap kali berlomba. Ia hanya berusaha untuk terus memperbaiki catatan waktu pribadinya. Dia pun hanya mempersiapkan diri selama 1,5 bulan untuk mengikuti Valencia Marathon.

” Intinya, saya selalu tekankan ke diri sendiri bahwa pencapaian (memecahkan rekornas) itu tidak pernah saya lakukan. Dengan begitu, saya selalu menjadi rendah hati. Kalau saya sudah telanjur puas dan tinggi hati, tidak ada lagi motivasi untuk menjadi lebih cepat. Selain itu juga rekor, kan, ada untuk dipecahkan,” kata Robi saat disinggung mengenai kunci performanya memecahkan dua rekornas dalam satu tahun.

Untuk saat ini, Robi masih akan tetap memfokuskan diri pada nomor 5.000 dan 10.000 meter. Akan tetapi, dia menyatakan besar kemungkinan akan lebih berkonsentrasi tampil pada nomor maraton dua hingga tiga tahun mendatang.

Dengan pencapaiannya itu, Robi masih dipercaya mewakili Indonesia dalam berbagai ajang multicabang. Terdekat, ia sangat berpotensi tampil pada SEA Games Thailand 2025.

Impiannya membela negara sebagai tentara memang tidak tercapai. Garis nasib kemudian tetap mengizinkannya memenuhi impian tersebut, tetapi dengan cara sebagai atlet. Dari sini, Robi percaya bahwa Tuhan memang tidak pernah menutup jalan hidup seseorang. Apa yang perlu dilakukan oleh kita sebagai manusia hanya terus berusaha.

Robi Syianturi

Lahir: Bangka Belitung, 8 Januari 1998

Prestasi:

  • Medali Perunggu nomor 5000 meter SEA Games Kamboja 2023
  • Medali Emas nomor 10.000 meter PON Aceh-Sumut
  • Pemegang rekornas lari maraton dan setengah maraton

Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Moh. Hilmi Faiq