Gyeongju, kota yang menyimpan keindahan dan juga sejarah. Di kota ini pula akan digelar KTT APEC 2025 yang akan turut menyajikan BTS dan Rose.
27 Mei 2025 08:00 WIB · Politik & Hukum
Kota Gyeongju di Korea Selatan ini ibarat Yogyakarta. Kotanya tenang dan menyenangkan, tetapi juga menyimpan sejarah. Memasuki wilayah ini, rasanya seperti pulang.
Kendati baru pertama kali tiba di Gyeongju, Kompas merasakan nuansa teduh, kalem, dan bersahabat seperti pulang ke kampung halaman. Pemandangan hijau di mana-mana. Bukit-bukit asri mengelilingi bangunan-bangunan khas Korea yang mendominasi wilayah itu.
Selain asri, kota ini pun kaya akan sejarah. Gyeongju adalah ibu kota Kerajaan Silla, salah satu dinasti di Korea yang mampu menyatukan kerajaan Goguryeo (37 SM-668M), Baekje (18 SM-660M), dan Silla (57 SM-935 M).
Sebagai dinasti yang terpanjang dalam sejarah Korea, Silla memerintah lebih dari 900 tahun. Sebagian besar Semenanjung Korea sempat dipersatukan untuk pertama kali di masa pemerintahannya di abad ketujuh.
Dinasti ini juga mendorong pengembangan agama Buddha sehingga ada peninggalan seperti Kuil Bulguksa dan Gua Seokguram. Namun, di dinasti ini, justru awalnya Buddhisme hanya dianut para aristokrat. Sebab, ada sistem golpum atau sistem peringkat tulang yang menentukan kasta aristokrat berdasarkan keturunan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/25/0deaa990-e960-4091-b2a5-baa1da640663_jpg.jpg)
Sebagai wilayah yang pernah menjadi ibu kota Silla, Gyeongju juga banyak terdapat peninggalan seperti kompleks makam kuno Daereungwon yang menjadi situs warisan dunia UNESCO sejak tahun 2000. Kota Gyeongju yang berusia lebih dari seribu tahun itu pun disebut museum tanpa atap.
Sepintas, kompleks makam kuno Daereungwon ini seperti gundukan-gundukan tanah besar tanpa nisan dengan salah satu gundukan terlihat menyerupai bukit kecil.
”Diduga, gundukan terbesar ini makam raja atau bangsawan. Sebab, di dalamnya terdapat artefak seperti mahkota emas, perhiasan, dan lainnya,” tutur Choi Eun-ju, penerjemah yang menemani rombongan wartawan dari Seoul ke Gyeongju dan Busan, Kamis (22/5/2025).
Perjalanan ini dilakukan dalam program Indonesia Next Generation Journalist Network on Korea yang diselenggarakan Korea Foundation dan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI).
Gyeongju juga banyak terdapat peninggalan seperti kompleks makam kuno Daereungwon yang menjadi situs warisan dunia UNESCO sejak tahun 2000.
Di balik kekayaan sejarahnya, kini Gyeongju tengah bersiap menyambut para pemimpin negara APEC. Di akhir Oktober sampai awal November 2025, sebanyak 21 pemimpin negara APEC akan berkumpul dalam KTT APEC 2025 di kota ini.
Karena itu, Gyeongju tengah berhias dan berbenah. Papan iklan besar bertulisan ”2025 APEC Gyeongju” sudah langsung menyambut di Stasiun Gyeongju. Sementara itu, instalasi bertanda ”2025 APEC-Gyeongju” baik dalam alfabet Yunani maupun aksara Hangeul juga dihadirkan di halaman stasiun atau Gyeongjuyoen. Instalasi ini sekaligus berhadapan dengan tonggak-tonggak bergambar kepala binatang simbol 12 shio.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/25/302e3f89-d232-4de6-bbca-c606aca04574_jpg.jpg)
Selain stasiun, gedung yang akan menjadi lokasi KTT pun berbenah. Renovasi Gyeongju Hwabaek International Convention Center (HICO) dijadwalkan mulai Juni selama tiga bulan.
Executive Director Gyeongju Hwabaek Convention and Visitor Bureau Jo Deok-hyun, Kamis (22/5/2025), menjelaskan gedung lama ini sudah berusia 10 tahun dibangun secara temporer dengan bahan beton dan baja. Setelah renovasi, akan ada tiga ruang pertemuan utama dan delapan ruang untuk pertemuan bilateral. Selain itu, disiapkan pula ruang para kepala negara dan kepala pemerintahan menanti pertemuan, dan juga ruangan untuk para diplomat istirahat sembari minum kopi dan melakukan lobi.
Di salah satu sisi gedung HICO sedang dikerjakan pula pembangunan media center untuk para wartawan peliput. Menurut rencana, media center ini akan bisa menampung 4.000 orang.
Akomodasi sebanyak 4.463 ruang di sepuluh hotel dalam radius 4 kilometer dari lokasi acara bisa dimanfaatkan para tamu. Selain itu, masih ada 12.812 ruang hotel dalam radius 10 kilometer dari tempat acara yang bisa digunakan pada KTT APEC 2025 ini.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/05/25/8531ff44-093c-4940-9374-70440696bfc1_jpg.jpg)
Alokasi anggaran untuk pembenahan dan persiapan pun tak tanggung-tanggung. Director APEC Preparation and Support Office Park Jang-ho menyebutkan, biaya penyelenggaraan KTT termasuk renovasi HICO maupun pembangunan media centre akan berkisar 300 miliar won (sekitar Rp 3,6 triliun dengan asumsi 1 won setara Rp 12). Alokasi ini belum termasuk anggaran perbaikan jalan tol, bandara, dan fasilitas pendukung lain.
Selain itu, panitia akan menyiapkan beragam kegiatan istimewa sepanjang KTT APEC 2025 ini. Salah satunya adalah pameran khusus mahkota-mahkota emas yang ada di Korea Selatan. ”Semua mahkota emas yang pernah ada di Korea akan dipamerkan secara bersamaan. Ini akan menjadi pertama kali semua mahkota emas itu ditunjukkan secara bersama karena biasanya hanya diperlihatkan sendiri-sendiri di sejumlah museum di beberapa wilayah di Korea,” kata Park Jang-ho.
Panitia akan menyiapkan beragam kegiatan istimewa sepanjang KTT APEC 2025 ini. Salah satunya adalah pameran khusus mahkota-mahkota emas yang ada di Korea Selatan.
Saat ini, ada enam mahkota emas yang ada di Korea Selatan. Beberapa di antaranya adalah peninggalan Dinasti Silla seperti mahkota emas Silla yang bentuknya seperti cabang pohon berbentuk U dan dihiasi batu-batu giok.
Boyband Korea pun tak ketinggalan akan ditampilkan dalam KTT ASEAN 2025. PSY yang sangat terkenal dengan lagu ”Gangnam Style” (2012) akan hadir. Penyanyi dengan nama asli Park Jae-sang ini pada 2022 sempat kolaborasi dengan Suga BTS untuk lagu ”That That”. Selain itu, masih ada beberapa boyband seperti Hwasa dan G.O.D yang juga akan tampil. Park Jang-ho menambahkan, panitia saat ini sedang menjajaki kemungkinan BTS, AESPA, dan Rose untuk juga memeriahkan KTT APEC 2025.
Panitia, kata Park, bekerja sangat keras. Pemerintah Korea pun menyambut baik serta mendukung penuh. Sebab, setelah KTT APEC diselenggarakan di kota Busan pada 2005, baru 20 tahun kemudian Korea Selatan kembali mendapat kesempatan menjadi tuan rumah lagi.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2021/11/23/87fa2e47-065e-41fe-8519-54120733cf77_jpg.jpg)
Pertemuan APEC 2025 ini akan bertema ”Building a Sustainable Tomorrow” dengan topik utama connect, innovate, and prosper. Menurut Deputy Director Ministry of Foreign Affairs for Preparatory Office for APEC 2025 Public Relation Division Yi Seona, topik itu dipilih karena KTT diharap bisa mempromosikan kesejahteraan bersama bagi kawasan Asia Pasifik.
Konektivitas akan mendukung penguatan kesejahteraan ini. Korea Selatan dengan kemajuan teknologinya juga menawarkan untuk mengatasi kesenjangan digital di antara negara-negara APEC. Di sisi lain, dengan perubahan besar di demografi, semua negara perlu melihat peluang apa pun untuk menguatkan kerja sama.
Terkait siapa saja kepala negara dan kepala pemerintahan yang akan hadir, Director General for Protocol Affairs Ministry of Foreign Affairs Kwon Jae-hwan, saat bertemu wartawan peserta program Indonesia Next Generation Journalist Network on Korea yang diselenggarakan Korea Foundation dan Foreign Policy Community Indonesia, Selasa (20/5/2025) di Seoul, sempat mengatakan, 21 negara anggota sudah menyampaikan rencana kehadiran perwakilan masing-masing.
Meskipun demikian, Pemerintah Korea masih mengonfirmasi siapa saja kepala negara/kepala pemerintahan akan hadir sembari mempersiapkan Gyeongju yang romantis dan menimbulkan rasa pulang. Seperti lirik lagu Kla Project ”Yogyakarta”, Pulang ke kotamu ada setangkup haru dalam rindu…
Penulis:
Nina SusiloEditor:
Madina NusratPenyelaras Bahasa:
Rosdiana Sitompul