Ruang GTK Pengganti Platform Merdeka Mengajar Akan Mengurangi Beban Guru

Ruang GTK sebagai pengganti Platform Merdeka Mengajar hadir dengan fitur yang disebut lebih terintegrasi, sederhana, dan inklusif dalam dunia pendidikan.

14 Feb 2025 07:54 WIB · Humaniora

Oleh Stephanus Aranditio

JAKARTA, KOMPAS — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengklaim Ruang Guru dan Tenaga Kependidikan sebagai pengganti Platform Merdeka Mengajar atau PMM tak akan jadi beban administrasi bagi para guru. Guru bisa memanfaatkan sistem ini tanpa mengalihkan fokus dari muridnya.

Ruang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) itu termasuk dalam beberapa layanan yang ada di dalam aplikasi super Rumah Pendidikan yang diluncurkan sejak 21 Januari 2025.

Ruang GTK adalah hasil transformasi dari PMM yang dirancang sebagai ruang belajar dan inspirasi bagi guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, dan tenaga kependidikan. Hal ini untuk mendukung proses mengajar, belajar, berkarya, dan jadi teman penggerak yang inklusif dan sederhana.

Supri Riyadi (58), guru SDN Menteng 02 Jakarta Pusat, mengakses Platform Merdeka Mengajar melalui ponsel di Perpustakaan SDN Menteng 02 Jakarta Pusat, Kamis (23/11/2023). Platform Merdeka Mengajar mempermudah guru mengajar sesuai kemampuan murid, menyediakan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi, dan berkarya untuk menginspirasi rekan sejawat. NB: UNTUK TULISAN HARI GURU KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA) 23-11-2023

Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (GTKPK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikdasmen) Nunuk Suryani mengatakan hal itu, dalam keterangan pers, di Jakarta, pada Jumat (14/2/2025).

Menurut Nunuk, Ruang GTK hadir dengan fitur lebih terintegrasi dan lebih sederhana serta inklusif bagi seluruh pemangku kepentingan dalam dunia pendidikan. Tidak hanya untuk guru, tetapi juga untuk kepala sekolah, pengawas sekolah, dan tenaga kependidikan lainnya.

”Platform Ruang GTK ini memastikan semua pihak yang terlibat dalam pendidikan dapat mengakses fitur yang relevan dengan peran dan kebutuhan mereka,” tuturnya.

Ruang GTK terbagi jadi tiga kategori utama. Pertama, kategori layanan Belajar Berkelanjutan dengan beragam fitur yang bisa diakses kapan pun dan di mana pun untuk pengembangan kompetensi tenaga kependidikan. Fitur lainnya yakni pendidikan dan pelatihan, sertifikasi pendidik, pelatihan mandiri, dan komunitas.

Quote

Jangan sampai ada lagi jenis beban administrasi yang membuat guru mengerjakan di rumah dan begadang sampai larut malam.

Kedua, kategori layanan Karier dan Kinerja yang terdiri dari fitur pengelolahan kinerja, seleksi kepala sekolah, dan refleksi kompetensi. Ketiga, kategori layanan Inspirasi Pembelajaran.

Adapun kategori layanan Inspirasi Pembelajaran terdiri dari fitur perangkat ajar, Capaian Pembelajaran (CP)/Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), ide praktik, bukti karya, video inspirasi, dan asesmen murid. Semua kategori dan fitur itu terintegrasi jadi satu kesatuan di dalam Ruang GTK.

Ketika ingin mengakses Rumah Pendidikan, guru dan tendik dapat masuk (login) melalui laman rumah.pendidikan.go.id atau aplikasi Ruang GTK memakai akun belajar.id. Guru dan tenaga kependidikan dapat memanfaatkan berbagai fitur seperti pelatihan mandiri, dan webinar.

Guru SDN Menteng 02 Jakarta Pusat, Supri Riyadi (58) (kanan) dan Ervin Trisworo (41) (kiri), mendiskusikan materi pada Platform Merdeka Mengajar di Perpustakaan SDN Menteng 02 Jakarta Pusat, Kamis (23/11/2023). Platform Merdeka Mengajar mempermudah guru mengajar sesuai kemampuan murid, menyediakan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi, dan berkarya untuk menginspirasi rekan sejawat. NB: UNTUK TULISAN HARI GURU KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA) 23-11-2023

Pendidikan Profesi Guru (PPG) juga diakses melalui Ruang GTK dalam Rumah Pendidikan pada 2025. Selain itu, berbagai layanan seperti Sistem Informasi Manajemen Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (SIM PKB) dan Informasi GTK diintegrasikan dalam satu sistem demi meningkatkan efisiensi.

Ruang Murid

Kemendikdasmen juga membuat Ruang Murid yang merupakan transformasi dari Ruang Belajar. Melalui Ruang Murid, peserta didik dapat mengakses konten pembelajaran dalam bentuk kelas maya, animasi, gim, kuis, dan lain-lain.

Hal ini diharapkan dapat menciptakan proses belajar yang menyenangkan. Ruang Murid juga hadir untuk mendukung program Asta Cita, seperti bagaimana penguatan digitalisasi, saintek, dan lain sebagainya.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Haryomo Dwi Putranto dan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Nunuk Suryani seusai peluncuran pembaruan pengelolaan kinerja guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah di Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta, Senin (9/12/2024).

Nunuk berharap, Ruang GTK dapat menciptakan pendidikan yang bermutu untuk semua, memastikan setiap proses pembelajaran berjalan dengan baik, efektif, dan menyenangkan.

”Hal-hal baik yang sudah ada dalam platform sebelumnya akan dilanjutkan dan yang masih kurang akan terus disempurnakan,” ujar Nunuk.

Dalam survei oleh Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) kepada 211 guru di 27 provinsi tahun 2024 menunjukkan 79,1 persen responden melaporkan bahwa PMM menambah beban administrasi mereka.

PMM memaksa 51 persen guru mengerjakan tugas PMM di luar jam sekolah, mengerjakan di rumah 22,3 persen, sering hingga larut malam 14,7 persen, sebagian besar menggunakan biaya pribadi untuk internet 71,1 persen, dan listrik 67,3 persen.

Guru-guru di SD Negeri 9 Padangsambian, Denpasar, Bali, memanfaatkan platform Merdeka Mengajar untuk meningkatkan kompetensi. Pada Rabu (2/10/2024), terlihat guru mulai terbiasa memakai teknologi digital untuk membangun suasana belajar yang menyenangkan dan interaktif.

Kepala Bidang Advokasi Guru P2G Iman Zanatul Haeri mengapresiasi kebijakan ini. Sebab, PMM sangat membebani para guru. Walau secara aturan, Aksi Nyata tidak bersifat wajib, dalam kenyataannya, para guru ditekan untuk mendokumentasikan karyanya.

”Jangan sampai ada lagi jenis beban administrasi yang membuat guru mengerjakan di rumah dan begadang sampai larut malam,” kata Iman.

Integrasi program

Rumah Pendidikan terdiri dari delapan ruang. Selain Ruang GTK, ada Ruang Murid, Ruang Sekolah, Ruang Bahasa, Ruang Pemerintah, Ruang Mitra, Ruang Publik, dan Ruang Orang Tua. Rumah Pendidikan diklaim memberi pendidikan bermutu bagi semua secara RAMAH (responsif, akuntabel, melayani, adaptif, dan harmonis).

Zuli Setiyaningsih (37), guru SDN Menteng 02 Jakarta Pusat, mengakses Platform Merdeka Mengajar melalui laptop di Perpustakaan SDN Menteng 02 Jakarta Pusat, Kamis (23/11/2023). Platform Merdeka Mengajar mempermudah guru mengajar sesuai kemampuan murid, menyediakan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi, dan berkarya untuk menginspirasi rekan sejawat. NB: UNTUK TULISAN HARI GURU KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA) 23-11-2023

Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemendikdasmen Yudhistira Nugraha menjelaskan, Rumah Pendidikan menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor menciptakan ekosistem pendidikan holistik dan berkelanjutan. Inisiatif ini jadi prioritas dalam pengelolaan pendidikan dengan melibatkan pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta.

Menurut dia, Rumah Pendidikan tidak hanya fokus pada transformasi teknologi, tetapi juga menciptakan transformasi cara berpikir, berinteraksi, dan strategi baru dalam dunia pendidikan.

”Kami coba kembangkan dan kuatkan lagi supaya Rumah Pendidikan ini hadir benar-benar untuk memberikan sebuah layanan yang memang sesuai dengan pemangku kepentingan pendidikan,” tegas Yudhistira.

Pengembangan platform pendidikan di Indonesia dihadapkan dengan berbagai tantangan akses internet, terutama di wilayah terpencil. Menjawab tantangan itu, Kemendikdasmen mengembangkan fitur offline learning, di mana guru bisa mengunduh konten pembelajaran dan menggunakannya tanpa koneksi internet dalam bentuk plugin.

”Kami berupaya memastikan bahwa keterbatasan internet tidak menjadi penghalang dalam akses pendidikan berkualitas,” ujar Yudhistira.


Kerabat Kerja

Penulis:

Stephanus Aranditio
 | 

Editor:

Ichwan Susanto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .