Dalam 24 jam terakhir, kelompok Houthi meluncurkan tiga rudal hipersonik ke pangkalan militer Israel. Houthi mengklaim menghantam sasaran, Israel menyanggahnya.
03 Mei 2025 19:07 WIB · Internasional
KAIRO, SABTU — Militer Israel (Tzahal) mengklaim telah menjatuhkan sejumlah rudal yang ditembakkan kelompok Houthi dari Yaman, Sabtu (3/5/2025). Ini serangan ketiga Houthi ke arah sasaran Israel dalam 24 jam terakhir.
Kantor berita Yaman, Almayadeen, mengumumkan Houthi telah meluncurkan rudal hipersonik bernama Palestina-2 ke pangkalan militer Israel di dekat Tel Aviv. Salah satunya adalah Pangkalan Udara Ramat David di kota pelabuhan Haifa, sebelah timur Israel.
Houthi menyatakan akan terus mendukung perjuangan rakyat Palestina di Jalur Gaza yang saat ini masih mengalami gempuran militer Israel. Juru bicara Houthi, Yahya Saree, dalam pernyataan video pada Sabtu mengklaim, serangan udara berhasil menghantam sasaran di Israel dan sistem pertahanan udara Israel gagal mencegat rudal canggih tersebut.
”Seluruh Israel akan mengalami serangan kami jika perang di Jalur Gaza diteruskan Israel,” demikian keterangan Saree.
Menurut Houthi, mendukung rakyat Palestina di Jalur Gaza saat ini dengan menyerang Israel jauh lebih baik daripada menunggu Israel dan sekutunya menyerang negara-negara di kawasan yang mendukung kemerdekaan Palestina.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/03/68425ae6c1dc0498c8e636b7afe0fafd-YEMEN_US_ISRAEL_PALESTINIAN_CONFLICT_129436646.jpg)
Klaim Houthi disanggah Israel. Pernyataan militer Israel menyebutkan, ”rudal yang diluncurkan dari Yaman berhasil dicegat”.
Raungan suara sirene terdengar di banyak tempat di Israel sejak Jumat hingga Sabtu siang, terutama Jerusalem dan kota-kota di tepian Laut Mati. Harian Israel, Yedioth Ahronoth, melaporkan, para pemukim ilegal Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat terkejut dan terjaga akibat raungan sirene pada hari Sabbath, hari libur Yahudi.
Kepolisian Israel sedang menelusuri lokasi kemungkinan rudal-rudal tersebut jatuh di utara dan pesisir Laut Tengah Israel.
Sejak Jumat, Houthi mengumumkan melancarkan operasi militer terhadap sasaran strategis milik Israel di sekitar Haifa. Serangan tersebut menggunakan sejumlah rudal hipersonik yang dilakukan dalam jeda beberapa jam.
Saree mengklaim serangan-serangan tersebut mencapai sasaran dan mengakibatkan ratusan pemukim ilegal Yahudi bersembunyi di tempat perlindungan. Ia mengatakan, rudal-rudal itu mencapai sasarannya karena sistem pertahanan udara canggih milik Israel yang dibantu Amerika Serikat gagal mencegat rudal hipersonik Houthi.
Sejak Tzahal menyerang Gaza pada Oktober 2023, Houthi melancarkan serangan solidaritas ke Israel dan para pendukungnya. Rudal dan drone Houthi menyasar kota-kota Israel serta kapal-kapal Israel dan sekutunya dari Laut Merah sampai Selat Bab Al-Mandab. Kapal-kapal Israel dan sekutunya kini tidak berani lagi mendekati selat sempit di pesisir Yaman itu.
Houthi menghentikan serangannya selama dua bulan saat tercapai gencatan senjata di Gaza. Namun, pada Maret mereka mengancam untuk memulai lagi serangan terhadap kapal-kapal internasional.
Untuk menyikapi serangan Houthi, Amerika Serikat dan sekutunya telah berulang kali menyerang Yaman. Bahkan, di masa pemerintahan Presiden Donald Trump, AS telah menyerang Houthi lebih dari 1.000 kali menurut media Israel, The Jerusalem Post.
Rangkaian serangan AS era Trump dilancarkan sejak 15 Maret 2025 sampai sekarang, terutama menggunakan pesawat F/A-18 dari kapal induk USS Harry Truman. Selain itu, AS menggunakan jet tempur dari USS Carl Vinson yang didatangkan dari Laut China Selatan lalu ditempatkan di Laut Arab. Israel juga beberapa kali menyerang Yaman dan selalu membantu AS dan sekutunya dengan memberikan data intelijen soal Yaman.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/03/e3e4d55e355f634eba0d451ffb1a95d7-wires_photo_97_.jpg)
Serangan pada Sabtu pagi menunjukkan kemampuan Houthi terus meningkat dengan menembus pertahanan udara canggih gabungan kekuatan AS dan Israel. AS telah melindungi langit Israel dengan dua baterai sistem pertahanan udara THAAD. Selain itu, AS juga membantu mengembangkan berbagai sistem pertahanan udara Israel, seperti Iron Dome dan David Sling.
Dalam sebulan terakhir, AS melaporkan hilangnya tujuh drone canggih MQ-9 Reaper yang ditembakkan ke Yaman. Houthi mengklaim berhasil menjatuhkan drone-drone tersebut.
Serangan AS yang menyasar Houthi juga diarahkan ke ibu kota Yaman, Sana’a. Kantor berita yang dijalankan Houthi, Saba, melaporkan, serangan AS menghantam permukiman di Distrik Bani Hashish dan Khab al-Shaaf. Tidak ada detail lebih lanjut mengenai serangan itu.
Houthi menuding pengeboman AS dalam beberapa pekan terakhir telah menewaskan lebih dari 1.300 warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak. Salah satu insiden terakhir adalah penggunaan bom GBU-39 penghancur bunker yang dilarang, dipakai untuk menghancurkan sebuah lokasi penampungan warga migran.
Belum ada tanggapan dari AS atas tudingan tersebut.
(AFP/Reuters)
Penulis:
Iwan SantosaEditor:
Fransisca Romana Ninik WPenyelaras Bahasa:
Rosdiana Sitompul