Bukannya memberantas akar masalah, Real Madrid justru sibuk mencari tahu sosok pembocor informasi. Kondisi ini menyebabkan timbul saling curiga di internal klub.
10 Mei 2026 12:33 WIB · Olahraga
AFP
Suasana di internal Real Madrid sangat tidak kondusif menyusul bocornya keretakan yang melibatkan Aurelien Tchouameni dan Federico Valverde. Petinggi klub mulai menginvestigasi sosok yang bertanggung jawab terhadap kebocoran informasi sensitif klub hingga menjadi konsumsi media. Rasa saling curiga tumbuh. Tokoh senior klub, staf, hingga pemain tidak luput dari syak wasangka.
Informasi mengenai perkelahian Tchouameni dan Valverde dinilai sangat merugikan Real. Sebagai klub raksasa dunia, Real jauh dari prestasi pada dua musim belakangan. Bukannya prestasi, yang ada justru keretakan internal mereka menjadi konsumsi publik.
Media olahraga Spanyol, Diario AS, mengungkapkan, pengurus klub tengah melancarkan proses investigasi terhadap sosok yang menyebarkan informasi. Insiden perkelahian Valverde dan Tchouameni terjadi di kompleks latihan Real, Valdebebas, yang sangat tertutup. Maka dari itu, para petinggi Real meyakini informasi internal tim tidak akan meluas jika tidak ada yang membocorkan.
”Kadang-kadang mereka mempertimbangkan untuk memasang jebakan dalam upaya menghentikan kebocoran informasi yang menguntungkan diri sendiri. Kelompok tersebut menunjuk ke satu arah dalam pencarian pelaku kebocoran. Namun, terlepas dari keyakinan Valverde, itu (pembocor informasi) bukan Tchouameni. Mata-mata itu sedang buron,” kata jurnalis Diario AS yang meliput Real Madrid, Jose Felix Diaz, dikutip pada Minggu (10/5/2026).
Federico Valverde
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/14/e8443347710457e753f1557a5524af49-wires_photo_59_.jpg)
Aurelien Tchouameni
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/10/051d503c652c16c892d2ed27ffcc9643-cropped_image.jpg)
Tchouameni sempat dicurigai sebagai pembocor setelah muncul bukti percakapannya dengan akun gosip Perancis tersebar di media sosial. Namun, bukti itu dinilai tidak cukup kuat. Selain itu, pihak klub meyakini pembocor lebih dari satu orang. Dalam laporannya, Diaz mengilustrasikan pembocor itu sebagai ”tikus” yang sedang diincar petinggi Real.
Banyak faktor melatari insiden perkelahian antara Valverde dan Tchouameni. Selain kecurigaan terhadap pembocor informasi, paceklik trofi selama dua musim beruntun turut menjadi pemicu. Di sisi lain, suasana internal Real sedang tidak kondusif dengan munculnya masalah ego pemain. Beberapa pemain memiliki otoritas yang seakan melampaui pelatih.
Masih jelas ingatan pada kasus kemarahan Vinicius Junior kepada Xabi Alonso lantaran kerap diganti saat pertandingan. Selain itu, Kylian Mbappe yang seharusnya memulihkan cedera justru tertangkap kamera tengah berlibur di Sardinia, Italia, bersama kekasihnya. Mbappe baru kembali ke Madrid hanya beberapa jam sebelum pertandingan melawan Espanyol.
Pemain bintang selalu mendapatkan keistimewaan di Madrid. Perlakuan ini memicu terjadinya gejolak. Itu belum ditambah dengan persoalan sejumlah pemain senior, seperti Dani Ceballos dan Carvajal, yang mengeluhkan menit bermain yang minim.
Di Real Madrid, merupakan sebuah kemewahan melihat manajemen memberikan dukungan penuh kepada pelatih. Apa yang terjadi selama ini justru sebaliknya, saat beberapa pemain bintang mengeluh, pelatih yang akan menerima konsekuensi sebagaimana dialami Xabi Alonso.
Oleh karena itu, wajar jika situasi kurang ideal di internal Real selalu menjadi santapan empuk media massa yang terus berupaya menggali informasi menjual, termasuk mengandalkan sumber-sumber anonim.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/10/69cf78be6052929cd267c51eacc80459-Real_Madrid_Altercation_Soccer.jpeg)
Tchouameni bukan satu-satunya sosok yang dicurigai sebagai pembocor informasi. Vinicius pun sempat terseret.
Laporan dari Mundo Deportivo menyebut para pemain Real lainnya mencurigai Vinicius sebagai sumber anonim media. Selain staf kepelatihan dan pemain, pejabat tinggi Real juga tidak termasuk pihak yang dikecualikan.
Untuk kalangan petinggi klub, Santiago Solari ikut dicurigai sebagai pembocor. ”Di dalam klub, kecurigaan kini tertuju pada Solari, yang posisinya di Real Madrid semakin tidak jelas dalam beberapa bulan terakhir. Meskipun ia tetap terkait dengan klub dan terus tampil secara teratur di pertandingan-pertandingan penting, ia tidak lagi memegang peran harian yang jelas selain tanggung jawab sebagai duta klub,” tulis Sport dalam laporannya.
Operasi terhadap pembocor informasi ini berkaitan dengan masa lalu Real. Pada 2012, kiper Iker Casillas dicurigai kuat sebagai pusat kebocoran informasi. Kecurigaan padanya menguat karena Casillas beristrikan Sara Carbonero yang merupakan mantan jurnalis.
Tuduhan terhadap Casillas tidak pernah terbukti. Namun, banyak penggemar Real yang percaya hal itu benar mengingat perlakuan Real yang sangat buruk terhadap Casillas pada musim-musim terakhirnya bersama klub. Perpisahan Casillas bahkan berlangsung amat sunyi, seakan-akan dia bukanlah seorang legenda yang berjasa besar bagi klub.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2019/02/13/83bf7907-eb04-4935-84fb-6ca2df60fe9e.jpg)
Akibat peliknya situasi seiring munculnya rasa saling curiga, keputusan-keputusan strategis menyangkut sepak bola sekarang ditangani langsung oleh Presiden Real Florentino Perez bersama tokoh-tokoh tepercaya, seperti Jose Angel Sanchez (manajer umum) dan Juni Calafat (kepala pemantau bakat).
Dalam konferensi pers menjelang laga el clasico menghadapi Barcelona, Arbeloa dihunjam rentetan pertanyaan tajam mengenai kekacauan di timnya. Sebagaimana biasa, Arbeloa menyatakan diri bertanggung jawab atas situasi yang terjadi. Namun, dia juga menyinggung pembocor yang membuat situasi bertambah parah sebagai pengkhianat klub.
”Saya tidak bekerja untuk CIA atau semacamnya. Saya tidak menuduh para pemain atau siapa pun. Ada banyak orang di sekitar tim utama Real Madrid. Saya di sini bukan untuk menunjuk jari kepada siapa pun. Saya coba memberi contoh, dan apa yang terjadi dalam percakapan pribadi antara saya dan para pemain saya akan selalu tetap menjadi rahasia,” kata Arbeloa.
Operasi menemukan pembocor masih terus berlangsung. Hanya saja, tanpa kemauan untuk mengubah kultur dengan memberikan kepercayaan lebih besar kepada pelatih, rasa-rasanya pergolakan internal di ruang ganti Real akan terus berulang.
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan