Rupiah kembali melemah menyusul terpilihnya Thomas Djiwandono, keponakan Presiden Prabowo Subianto, sebagai Deputi Gubernur BI.
27 Jan 2026 12:32 WIB · Ekonomi & Bisnis
KOMPAS/SATRIO PANGARSO WISANGGENI
JAKARTA, KOMPAS — Setelah sempat menguat dalam sepekan terakhir, rupiah kembali tertekan pada sesi perdagangan Selasa (27/1/2026). Terpilihnya Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia ditengarai sebagai salah satu faktornya.
Mengutip data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot pada perdagangan pagi ini telah menyentuh level Rp 16.807 per dolar AS. Ini berarti rupiah melemah 0,14 persen dibandingkan dengan penutupan pasar sebelumnya.
Guru Besar Universitas Airlangga Rahma Gafmi menyatakan, tekanan rupiah tersebut tidak lepas dari sentimen pasar terhadap terpilihnya Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).
”Market (pasar) itu sensitif terhadap politik karena independensi bank sentral dipertaruhkan. Saya yakin investor akan semakin takut untuk datang ke Indonesia,” katanya saat dihubungi dari Jakarta, Selasa (27/1/2025).
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/01/26/a960a69b-6b11-4ea7-be85-479ff2bde718.jpg)
Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono terpilih sebagai Deputi Gubernur BI. Hal ini diputuskan dalam rapat internal Komisi XI DPR RI terkait uji kelayakan dan kepatutan atas tiga kandidat di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026).
Thomas mengalahkan dua kandidat lain yang berasal dari internal BI. Mereka adalah Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Dicky Kartikoyono dan Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial BI Solikin M Juhro.
Thomas akan mengisi posisi deputi gubernur BI yang kosong setelah Juda Agung mengundurkan diri pada pertengahan Januari 2026. Dewan gubernur BI terdiri atas satu gubernur BI dan lima dewan gubernur BI.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/07/02/da5e189f-7637-4dea-9b3d-023e7abc897d_jpg.jpg)
Rahma berpendapat, pengumuman terpilihnya Thomas tersebut tidak hanya mengganggu sistem meritokrasi di BI, tetapi juga menggerus independensi bank sentral sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang BI.
Alasannya, Thomas adalah keponakan dari Presiden Prabowo Subianto sekaligus pernah menjabat sebagai Bendahara Umum Partai Gerindra. Dari latar belakang, ia menilai Thomas masih belum cukup memiliki pengalaman, khususnya di bidang moneter dan sistem keuangan.
Ini membuat BI tidak kredibel. Legitimasi negara dipertaruhkan sehingga nilai tukar bisa terus tertekan.
”Ini membuat BI tidak kredibel. Legitimasi negara dipertaruhkan sehingga nilai tukar bisa terus tertekan,” ujarnya.
Padahal, nilai tukar rupiah pada Senin kemarin cenderung menguat seiring langkah intervensi pasar yang ditempuh oleh BI. Mengutip Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), rupiah pada perdagangan Senin ditutup di level Rp 16.779 per dolar AS atau menguat 1,18 persen dari titik terendahnya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/20/c599aaf395f90db1e09faa4b6f4f18c0-20260120_H09_KID_IHSG_Kurs_Rupiah_mumed.jpg)
Sebelumnya, nilai tukar rupiah sempat menyentuh Rp 16.981 per dolar AS atau terlemah sepanjang sejarah pada penutupan perdagangan Selasa (20/1/2026). Posisi rupiah tersebut berada di level yang sama saat terjadi krisis moneter pada 1998.
Berdasarkan data transaksi 19-22 Januari 2026, aliran modal portofolio asing mencatakan jual neto senilai Rp 5,96 triliun. Ini terdiri dari jual neto senilai Rp 2,67 triliun di pasar saham, Rp 1,44 triliun di pasar surat berharga negara (SBN), dan Rp 1,85 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).
Dalam uji kelayakan dan kepatutan, Thomas mengklaim sudah tidak lagi menjabat sebagai Bendahara Umum Partai Gerindra per Maret 2025. Selain itu, ia juga menunjukkan surat bukti pengunduran dirinya dari Gerindra per 31 Desember 2025.
Klarifikasi tersebut pun diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk meredam sentimen pasar. ”Tapi, poinnya, saya harus membuktikan. Saya tidak ada cara lain, selain membuktikan kerja saya,” ujarnya di Gedung Parlemen Senayan, Senin (27/1/2026).
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2026/01/26/d016a60e-062a-4acf-a031-2a46b0def3dc.jpg)
Ia menambahkan, situasi yang hampir mirip juga sempat dirasakannya ketika masuk ke dalam jajaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebagai Wakil Menteri pada Juni 2024. Menurut dia, sentimen pasar hanya bisa dihadapi dengan pembuktian melalui fakta.
”Jadi, pembuktian saya akan saya lakukan melalui fakta. Saya akan kerja sekuat tenaga seperti yang saya lakukan di Kemenkeu,” ucapnya.
Sentimen pasar hanya bisa dihadapi dengan pembuktian melalui fakta.
Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun menyampaikan, pimpinan dari delapan kelompok fraksi, yang mewakili setiap partai, memutuskan Thomas sebagai Deputi Gubernur BI pengganti Juda Agung untuk satu periode atau masa jabatan lima tahun.
Salah satu pertimbangan Komisi XI dalam rapat internal ialah Thomas merupakan figur yang dapat diterima oleh seluruh partai politik. Selain itu, ia juga dinilai memiliki gagasan yang tepat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Penulis:
Agustinus Yoga PrimantoroEditor:
FX Laksana Agung SaputraPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra