Setidaknya 200 pesawat nirawak diluncurkan Rusia-Ukraina. Ledakan terdengar selepas Trump-Putin membahas gencatan senjata.
19 Mar 2025 19:33 WIB · Internasional
KYIV, RABU — Lebih dari 100 rudal dan pesawat nirawak diluncurkan Rusia dan Ukraina pada Rabu dini hari. Saling serang berselang beberapa jam selepas Presiden Amerika Serikat Donald Trump membahas perdamaian dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan akan segera menelepon Trump. Dalam pernyataan di Helsinki, Rabu (19/3/2025), ia akan meminta penjelasan Trump soal perbincangan dengan Putin. ”Kami akan membahas perincian langkah selanjutnya,” kata Zelenskyy.
Trump dan Putin berbincang lewat telepon pada Rabu dini hari WIB. Pembahasan mereka, antara lain, gencatan senjata amat terbatas pada sektor energi.
Putin setuju serangan ke infrastruktur energi dihentikan selama 30 hari. Ia juga setuju membahas soal jalur aman untuk kapal niaga di Laut Hitam.
Di sisi lain, ia menuntut kejelasan soal tentara Ukraina yang kini terkepung di Kursk, Rusia. Mereka menyerbu provinsi perbatasan Rusia-Ukraina itu pada Juli 2024.
Putin juga menuntut AS dan sekutunya berhenti mempersenjatai Ukraina setidaknya sampai Rusia-Ukraina menyepakati perdamaian. Semua permintaan telah disampaikan selepas delegasi AS-Ukraina bertemu di Arab Saudi beberapa waktu lalu.
Selepas telepon Putin-Trump, memang belum ada kesepakatan apa pun tercapai. Rusia malah menyerang Ukraina dengan setidaknya 145 pesawat nirawak dan sejumlah rudal. ”Lihat. Sudah ada peringatan serangan udara. Jadi, gencatan senjata tidak ada,” kata Zelenskyy.
Ia menyebut, persetujuan Putin soal gencatan senjata sektor energi amat aneh dan berseberangan dengan kenyataan. Serangan pada Selasa malam sampai Rabu dini hari hanya sebagian dari keanehan itu.
”Serangan ini menunjukkan kita harus terus menekan Rusia demi perdamaian. Hanya tekanan sejati yang bisa menghentikan Rusia menyerang warga serta fasilitas sipil,” katanya.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/03/13/b1e13180-820d-42bf-b604-6b2fd15e522b_jpg.jpg)
Sejumlah provinsi di Ukraina dilaporkan diserang rudal dan pesawat nirawak Rusia. Militer Ukraina menyebut, 72 dari 145 pesawat nirawak Rusia dijatuhkan. Sementara 56 lain tidak bisa dilacak.
”Serangan Rusia menyasar Sumy, Odesa, Poltava, Dnipropetrovsk, Kyiv, dan Chernihiv,” demikian pernyataan Kemenhan Ukraina.
”Saya tak percaya sama sekali kepada Putin. Tidak sepatah kata pun,” kata warga Kyiv, Lev Sholudko.
Serangan udara pada Selasa malam sampai Rabu dini hari menunjukkan, Rusia tak akan berminat pada gencatan senjata, apalagi perdamaian. ”Rusia sudah berulang kali menunjukkan tidak akan mau mematuhi kesepakatan apa pun,” katanya.
Sementara itu, Kemenhan Rusia menuding, justru Ukraina yang mencoba menggagalkan perdamaian. Moskwa menuding Kyiv mengarahkan pesawat nirawak ke depo minyak Rusia di Krasnodar Krai pada Rabu dini hari. Fasilitas itu disebut salah satu stasiun distribusi minyak Rusia.
Total 57 pesawat nirawak Ukraina terpantau memasuki Rusia pada Selasa malam sampai Rabu dini hari. Moskwa mengaku memantau 35 di antara pesawat itu terbang di atas Kursk.
Rusia juga menghentikan penerbangan di sejumlah wilayah. Penghentian, antara lain, diberlakukan di Kazan, Nizhny Novgorod, dan Nizhnekamsk. (AP/AFP)
Penulis:
Kris MadaEditor:
Bonifasius Josie Susilo H