Saat Lookman Gembira, Gol Pun Tercipta

Ademola Lookman kembali mencetak gol setelah lima bulan, menyusul gonjang-ganjing bursa transfer lalu. Pemain Atalanta itu kini mulai gembira dan gol pun tercipta.

29 Okt 2025 13:51 WIB · Olahraga

LaPresse via AP

Oleh Agung Setyahadi

BERGAMO, SELASA — Ademola Lookman perlahan tetapi pasti kembali ke performa terbaiknya bersama Atalanta. Dia menandai awal kebangkitannya dengan mencetak gol balasan ke gawang AC Milan pada laga tengah pekan Serie A Italia yang berakhir 1-1 di New Balance Arena, Bergamo, Rabu (29/10/2025) dini hari WIB.

Musim ini, Lookman baru dua kali bermain 90 menit penuh, menyusul ketegangan akibat transfer yang gagal ke Inter Milan pada bursa transer musim panas lalu. Lookman mencetak gol penyama kedudukan 1-1 di menit ke-35, memaksimalkan asis Mario Pasalic.

Gol ini bukan hanya krusial sebagai penyelamat Atalanta, melainkan juga menampilkan semburat kecemerlangan pemain Nigeria itu, di mana dia menerima umpan di antara dua pemain bertahan Milan, kemudian dalam dua langkah melepaskan sepakan kaki kiri yang tak kuasa dihentikan oleh kiper Mike Maignan. 

Pemain serang berusia 28 tahun itu menjadi jawaban dari kebuntuan penyelesaian akhir Atalanta, di mana beberapa menit sebelumnya, memiliki peluang emas dari Ederson dan Honest Ahanor. Dalam dua kesempatan itu, posisi Lookman sebenarnya lebih bebas dan jika Ederson serta Ahanor melepaskan umpan ke Lookman, gol akan menjadi hasil akhirnya. Namun, otomatisasi permainan antara Lookman dan rekan-rekan setimnya memang kurang solid, menyusul minimnya jam bermain Lookman musim ini. 

Pemain berusia 28 tahun itu tidak tampil dalam tiga laga awal Serie A saat Atalanta melawan Pisa, Parma, dan Lecce. Dia kemudian bermain tiga menit di kandang Torino, dan menjadi cadangan yang tidak dimainkan dalam laga kontra Juventus.

Italy Soccer Serie A

Lookman kemudian tampil lebih lama, 73 menit di laga kontra Como, dan 82 menit melawan Lazio. Seiring kondisi fisiknya yang membaik, Lookman dimainkan 90 menit penuh dalam dua laga terakhir, melawan Cremonese dan AC Milan.

”Penting untuk bisa dimainkan bagi tim, untuk membantu tim. Saya belum bisa menemukan bentuk permainan, secara fisik ataupun di depan gawang, tetapi pada akhirnya saya ada di sana dan ini merupakan langkah maju di arah yang tepat. Semoga, dalam laga-laga berikutnya kami bisa meraih beberapa kemenangan,” ujar Lookman kepada DAZN Italia dikutip La Gazzetta dello Sport.

Lookman memang terlambat panas musim ini karena dia sempat mangkir dari latihan menjelang musim ini bergulir, sebagai protes atas penolakan pemilik Atalanta untuk melepas dirinya ke Inter Milan. Kondisi itu membuat kondisi fisiknya dan adaptasi permainan dengan rekan-rekan setimnya belum cukup solid.

Kini, setelah sembilan laga, pemain serang dengan kemampuan dribel serta penyelesaian akhir tajam itu mulai menunjukkan performa terbaiknya. Golnya ke gawang Milan merupakan gol pertama setelah laga kontra Roma musim lalu pada 12 Mei 2025. 

Setelah melewati ketegangan dengan manajemen klub, Lookman kini mulai bisa kembali menikmati permainan. Dia menggocek bola dengan gembira meskipun relasi dengan manajemen klub Atalanta kemungkinan belum sepenuhnya harmonis. 

Penyerang Atalanta Ademola Lookman (kiri) berebut bola dengan pemain Slavia Prague David Moses pada laga Liga Champions di Bergamo, 22 Oktober 2025. Lookman jarang diturunkan musim ini karena masalah transfer.

”Saya pikir ketika saya berada di lapangan, hal terpenting adalah berusaha membantu tim menang. Kami ingin terus memanjat ke atas klasemen dan itu hal yang paling penting untuk memenangi laga-laga sepak bola,” kata Lookman terkait relasinya dengan manajemen klub. 

Dalam laga kandang kontra Rossoneri itu, Lookman menjadi pemain kunci dengan golnya. Dia menjaga catatan Atalanta yang belum pernah kalah, satu-satunya di Serie A dalam sembilan laga musim ini. Gol itu juga membangkitkan kepercayaan diri para pemain Atalanta setelah kebobolan pada menit keempat menyusul gol Samuele Ricci. 

”Ketika itu terjadi, Anda berpikir semuanya salah, tetapi tim spektakuler, mentalitasnya terlihat. Kami memainkan permainan yang kami persiapkan dengan sangat baik,” ujar pelatih Atalanta Ivan Juric di laman resmi tim asal Bergamo itu.

”Saya sangat puas dengan Ademola, yang memberi kami dorongan besar dalam latihan dan pertandingan. Bukan hanya karena golnya, melainkan juga setelah itu, setelah mencetak gol dia seperti benar-benar terlepas dari kuncian, dalam hal dia berlari, membantu rekan setimnya, komunikasi. Saya sangat puas dengan dia,” kata Juric. 

Pelatih asal Kroasia itu menurunkan formasi dengan tiga pemain serang, di mana Pasalic berada di belakang Lookman dan Charles De Ketelaere. Pasalic memainkan perannya dengan brilian, di mana dia melepaskan umpan-umpan krusial yang menciptakan peluang gol.

Italy Soccer Serie A

Dalam laga ini, muncul harapan di mana relasi permainan Pasalic dan Lookman bisa menjadi pemecah kebuntuan Atalanta untuk meraih kemenangan. Saat ini, Atalanta memang tidak pernah kalah, tetapi dalam lima laga terakhir selalu bermain imbang, dengan gol tidak lebih dari satu. 

”Hari ini, bagi saya, benar-benar mengesankan bagaimana kami mengurung Milan, bermain tajam. Yang hilang dari kami adalah kemenangan, tetapi performa para pemain memberi saya kepercayaan diri yang tinggi untuk ke depan,” ujar Juric. 

Dalam laga itu, Atalanta juga memiliki peluang gol dari pemain sayap Davide Zappacosta. Namun, sepakan kaki kanannya ke arah sudut kiri atas gawang Milan masih bisa ditepis Maignan yang tampil brilian malam itu.

”Kami tidak memiliki skuad yang lengkap, kami memiliki beberapa pemain cedera, tetapi tim merespons itu dengan baik,” ujar Pelatih Milan Massimiliano Allegri. 

”Setelah mencetak gol, kami dipaksa bertahan karena kami melakukan terlalu banyak kesalahan teknis dalam umpan-umpan keluar wilayah sendiri. Kami perlu memperbaiki itu, kami perlu lebih percaya diri pada apa yang kami lakukan,” kata Allegri. 

Italy Soccer Serie A

Dalam laga ini, Allegri juga harus menarik pemain serang Rafael Leao pada menit ke-46 karena dia mengalami masalah pada otot pangkal paha. 

”Dia memiliki masalah pada pangkal paha, tidak merasa bugar, dan saya memilih menarik dia keluar. Dia tidak bisa melanjutkan. Kita lihat dalam laga melawan Roma, seharusnya tidak ada yang parah,” kata Allegri. 

Hasil ini menempatkan Milan di posisi kedua dengan 18 poin, sama dengan AS Roma di posisi kedua yang akan menjamu Parma pada Kamis (30/10/2025) dini hari WIB. Sedangkan puncak klasemen Serie A masih dipegang oleh Napoli dengan 21 poin menyusul kemenangan 1-0 atas Lecce pada laga kesembilan.


Kerabat Kerja

Penulis:

Agung Setyahadi
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari