TIMUR TENGAH

Saat Ramadhan Tiba di Gaza

Warga Palestina bergembira menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.

18 Feb 2026 09:09 WIB · Internasional

AP/EYAD BABA

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Ada pemandangan berbeda daripada hari-hari biasanya di Gaza. Jalan-jalan masih berantakan dan berdebu. Namun, di atas jalan banyak kabel lampu kelap-kelip beraneka warna. 

Sementara di sekitar tenda pengungsi yang dibangun di sela-sela bangunan yang runtuh akibat perang, anak-anak memasang hiasan sederhana berbentuk bulan dan bintang. Hiasan itu itu mereka tempelkan di tembok-tembok yang mulai miring.

Warga Palestina menggantung dekorasi di samping puing-puing rumah yang hancur untuk menyambut bulan suci Ramadhan di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, Minggu (15/2/2026).

Menjelang sore, kumpulan bocah terlihat bermain kembang api di antara reruntuhan bangunan sambil menunggu waktu shalat Tarawih pertama. Saat petang, ratusan pria melaksanakan shalat Tarawih pertama di dua masjid yang berdekatan.

Walaupun banyak kerusakan, Masjid Lakanz dan Masjid Omari di kota Gaza menjadi tujuan warga untuk melaksanakan shalat Tarawih perdana. Sebuah tenda besar dipasang menggantikan atap masjid yang telah runtuh.

Di tengah suasana yang tidak sepenuhnya aman, warga Palestina bergembira menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Di Gaza, hari pertama bulan suci Ramadan jatuh pada hari Rabu (18/2/2026). 

Jemaah Muslim melakukan shalat Tarawih pada malam pertama bulan suci Ramadhan di Masjid Agung Omari, kota Gaza, Selasa (17/2/2026).
Suasana shalat Tarawih di Masjid Agung Omari yang rusak selama perang Israel-Hamas, di kota Gaza, Selasa (17/2/2026).
Jemaah Muslim melakukan shalat Tarawih pada malam pertama bulan suci Ramadhan di Masjid Agung Omari di kota Gaza, Selasa (17/2/2026).
Warga Palestina merayakan dimulainya bulan suci Ramadhan di kota Gaza, Selasa (17/2/2026).

Selama Ramadhan, umat Islam yang taat akan berpuasa setiap hari dari subuh hingga matahari terbenam. Dalam keadaan normal, bulan ini sering kali menyatukan keluarga dan teman untuk berbuka puasa dalam pertemuan yang penuh sukacita. 

”Tidak ada kebahagiaan setelah kami kehilangan keluarga dan orang-orang terkasih,” kata Fedaa Ayyad, warga Kota Gaza. Situasi di Gaza saat ini jauh dari normal. Suasana ini telah mereka rasakan selama tiga tahun terakhir saat perang Israel dan Hamas berlangsung.

Suasana shalat Tarawih pada malam pertama bulan suci Ramadhan di Masjid Alkanz di kota Gaza, Selasa (17/2/2026).

Serangan militer Israel tidak saja  menewaskan lebih dari 72.000 warga Palestina, tetapi juga menyebabkan kerusakan yang meluas serta menggusur sebagian besar penduduk wilayah tersebut. Israel melancarkan serangan setelah Hamas membunuh sekitar 1.200 orang dan menyandera 251 orang lainnya dalam serangan mereka pada 7 Oktober 2023.

Saat warga Gaza mengunjungi pasar minggu ini, beberapa menyesalkan bahwa kesulitan ekonomi menyelimuti bulan ini. ”Tidak ada uang tunai di kalangan masyarakat. Tidak ada pekerjaan,” kata Waleed Zaqzouq, warga kota Gaza. 

Jemaah Muslim melakukan shalat Tarawih di Masjid Alkanz yang rusak selama perang Israel-Hamas, di kota Gaza, Selasa (17/2/2026).
Seorang wanita Palestina melihat dekorasi di samping puing-puing rumah yang hancur dalam persiapan untuk bulan suci Ramadhan di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, Minggu (15/2/2026).
Warga Palestina menyalakan kembang api saat merayakan pengumuman dimulainya bulan suci Ramadhan di kamp pengungsi Bureij, Jalur Gaza tengah, Selasa (17/2/2026).
Jemaah Muslim melakukan shalat Tarawih pada malam pertama bulan suci Ramadhan di Masjid Alkanz, kota Gaza, Selasa (17/2/2026).
Seniman Palestina, Yazeed Abu Jarad, dari Beit Lahia di Jalur Gaza utara membuat patung pasir dengan pesan ”Selamat datang, Ramadhan” di pantai di Khan Yunis,  selatan wilayah Palestina, Selasa (17/2/2026).

Warga lain, Raed Koheel, yang tinggal di Kota Gaza mengatakan bahwa banyak yang berubah dari Ramadhan kali ini dibandingkan sebelum perang. ”Dulu, suasananya lebih menyenangkan. Jalan-jalan diterangi dengan dekorasi. Semua jalan memiliki dekorasi. Anak-anak kami bahagia.”

Meskipun demikian, di tengah kesulitan, beberapa orang di Jalur Gaza telah berupaya menghadirkan sedikit nuansa perayaan Ramadhan. Seniman kaligrafi Hani Dahman melukis ucapan ”Selamat Datang, Ramadhan” di tembok-tembok yang tersisa.

Anak-anak melihat proses pembuatan ornamen bertuliskan ”Selamat Datang Ramadhan” di pantai di Khan Yunis,  selatan wilayah Palestina,  Selasa (17/2/2026), sehari sebelum dimulainya bulan suci Ramadhan.

Sementara Mohammed Taniri membuat dekorasi di antara reruntuhan tembok dengan memasang hiasan kertas dan plastik. Terlepas dari semua kesulitan yang ada, umat Islam di Gaza menyambut datangnya bulan suci Ramadhan dengan penuh syukur. (AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Yuniadhi Agung
 | 

Penyelaras Bahasa:

FX Sukoto