Saat UMKM Kuliner Ikut ”Berlari” Mendulang Rezeki di Borobudur Marathon

Sebanyak 18 UMKM kuliner meramaikan gelaran lomba lari Bank Jateng Borobudur Marathon 2024. Mereka pun turut mendulang rezeki dari perhelatan tahunan itu.

30 Nov 2024 14:10 WIB · ekonomi

Oleh Mohamad Final Daeng

Seusai mengambil race pack atau perlengkapan lomba Bank Jateng Borobudur Marathon 2024 di Grand Artos Hotel and Convention, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (30/11/2024) pagi, Fahrudin (27) merasa haus. Di ruangan Race Expo Borobudur Marathon, perhatiannya tertuju pada sebuah stan yang memasang nama unik: Bir Jawa.

Tentu saja, ini bukan minuman keras. Bir Jawa adalah minuman herbal kreasi salah satu usaha kuliner peserta program Bank Jateng Pawone. Tahun ini, terdapat 18 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner yang tergabung dalam program rangkaian Borobudur Marathon itu.

Penasaran dengan rasanya, Fahrudin langsung memesan satu gelas bir Jawa dingin. ”Enak. Terasa rempahnya. Ada manis-manisnya juga, jadi segar,” ujar peserta Borobudur Marathon kategori 10 kilometer asal Jakarta itu setelah menenggak minuman tersebut.

Kristiana (43), penjaga stan UMKM Bir Jawa, mengatakan, minuman ini terbuat dari berbagai bahan rempah, seperti jahe, sereh, kapulaga, bunga lawang, dan cengkeh. Satu gelas dijual Rp 12.000.

Minuman herbal bernama bir Jawa yang dijajakan salah satu stan pada Race Expo Borobudur Marathon 2024 di Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (30/11/2024).

Kristiana menjelaskan, UMKM tersebut sudah ketiga kalinya mengikuti program Bank Jateng Pawone di Borobudur Marathon. Dalam setiap kesempatan, produk yang dijual harus berbeda dengan tahun sebelumnya, sesuai ketentuan dari panitia.

”Tahun ini kami menyajikan bir Jawa karena minuman herbal cocok untuk menunjang kegiatan berlari,” ucapnya.

Dalam setiap perhelatan Borobudur Marathon yang diikuti, Kristiana mengatakan, penjualan selalu bagus. Karena itulah, pihaknya tak ragu untuk mendaftarkan diri lagi tahun ini.

Pada pembagian race pack hari kedua ini, Kristiana mengatakan, dia menyiapkan jualan 300 gelas. ”Nanti pas hari lomba Borobudur Marathon (Minggu, 1/12/2024) kemungkinan bisa dua kali lipat jumlah itu,” ujarnya.

Suasana stan kuliner di aula Race Expo Bank Jateng Borobudur Marathon 2024 di Mal Artos, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (30/11/2024).

UMKM lain yang mengejar rezeki dari perhelatan Borobudur Marathon adalah Keripik Gethuk Ridho. Keripik yang terbuat dari olahan ketela atau singkong itu dijual dalam kemasan berat bersih 65 gram seharga Rp 10.000 per bungkus.

Supini (50), pemilik usaha Keripik Gethuk Ridho, mengatakan, pada hari pertama pembagian race pack, Jumat (29/11/2024), produknya laku 36 bungkus. Hari ini, belum setengah jam buka, produknya sudah laku 7 bungkus. ”Hari ini saya bawa 150 bungkus. Semoga laris semua,” ujarnya.

Ini baru pertama kalinya Supini mengikuti program Bank Jateng Pawone. Sehari-hari, dia memproduksi keripik gethuk di rumahnya di Desa Wringinputih, Kecamatan Borobudur, Magelang, kemudian dipasarkan secara grosir kepada pedagang pengecer.

Quote

Kemarin bawa 50 porsi habis semua, bahkan kami sampai nambah masak di tempat.

Pada hari lomba nanti, Supini berencana membawa 200 bungkus keripik gethuk. Dia pun mengusung optimisme jualannya nanti bisa laris semua.

Hal senada juga diungkapkan Ristanti (40), pemilik UMKM Semego. Nama itu merupakan akronim dari produk jualannya, yakni sego (nasi) secang megono. ”Kemarin bawa 50 porsi habis semua, bahkan kami sampai nambah masak di tempat,” ucapnya.

Karena itu, pada hari kedua pembagian race pack ini, Ristanti menyiapkan 100 porsi nasi secang megono. Satu porsi nasi secang megono dengan lauk telur, tempe, dan ikan asin dijual Rp 20.000.

Nasi secang megono yang dijajakan UMKM Semego dalam program Pawone Bank Jateng Borobudur Marathon 2024 di Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (30/11/2024).

Ristanti mengatakan, selain kayu secang yang membuat nasi berwarna kemerahan, bumbu nasi ini juga mengombinasikan sejumlah rempah lain. Ini di antaranya sereh, daun salam, bawang merah, bawang putih, cabai, daun jeruk, kencur, dan kelapa parut.

Secara terpisah, Vice General Manager Event Kompas Budhi Sarwiadi menjelaskan, program Bank Jateng Pawone diperuntukkan bagi UMKM di 19 desa yang dilewati rute Borobudur Marathon. Program Bank Jateng Pawone tahun ini memasuki tahun keempat, yang dimulai sejak 2019, sempat terhenti saat pandemi Covid-19 (2020-2021), dan dimulai lagi sejak 2022.

Budhi menjelaskan, program ini menjadi bagian dari semangat memberdayakan masyarakat di sekitar lokasi lomba. ”Syaratnya adalah sudah memiliki usaha atau produk yang dijual setidaknya setahun,” katanya.

Secara umum, Budhi mengatakan, keikutsertaan dalam Bank Jateng Pawone diprioritaskan bagi UMKM yang belum pernah ikut sebelumnya. Namun, UMKM yang pernah ikut bisa tetap mendaftarkan diri asalkan produk yang dijual berbeda dari sebelumnya. ”Dari 18 UMKM tahun ini, ada 4 UMKM yang sebelumnya sudah pernah ikut,” ucapnya.

Infografik Rute Borobudur Marathon 2024

Tidak hanya difasilitasi tempat penjualan, para UMKM anggota Bank Jateng Pawone pun mendapat bimbingan untuk meningkatkan kapasitas. Pendampingan itu dilakukan oleh chef dari dua hotel terkemuka di Magelang, yakni Plataran Borobudur dan Puri Asri.

Para pelaku usaha mendapat pembekalan soal kualitas produk, gramasi produk, perhitungan harga pokok penjualan, transaksi digital, hingga promosi digital. Semua pengetahuan itu menjadi bekal dalam melanjutkan usaha setelah kegiatan Borobudur Marathon usai.

Harapannya, lari mereka akan lebih kencang dan jauh dalam mendulang rezeki....


Kerabat Kerja

Penulis:

Mohamad Final Daeng
 | 

Editor:

Haris Firdaus