Saatnya Indonesia U-23 Mengobati Duka Kegagalan Piala Dunia

Publik sepak bola Indonesia dirundung duka setelah timnas gagal menyalakan asa tampil di Piala Dunia. ”Garuda Muda” berkesempatan mengobati kenyataan pahit itu.

12 Okt 2025 13:06 WIB · Olahraga

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

JAKARTA, KOMPAS — Tidak dimungkiri kegagalan lolos ke Piala Dunia begitu menyayat hati para fans sepak bola Indonesia. Piala Dunia yang awalnya terasa begitu dekat nyatanya masih amat jauh untuk digapai. Di tengah duka, tim Indonesia U-23 bisa sedikit mengobati keadaan jika mampu tampil meyakinkan saat menantang India dalam laga pertemuan kedua laga uji coba di Stadion Madya, kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (13/10/2025) pukul 20.00 WIB.

Pantaslah kelabu menyelimuti sepak bola Indonesia setelah gagal melangkah lebih jauh di babak kualifikasi Piala Dunia. Sesuatu yang mulanya terasa hampir bisa diraih tetapi perlahan menjauh memang akan selalu memberikan luka mendalam. Sehari setelah kenyataan pahit terjadi, secara kebetulan Indonesia U-23 besutan Pelatih Indra Sjafri akan mencoba bangkit dari kekalahan dari India pada uji coba pertama.

Kedua hal itu memang tidak bisa disandingkan. Timnas senior gagal di ajang yang bergengsi, kualifikasi Piala Dunia. Adapun ”Garuda Muda” hanya sebatas menjalani laga percobaan untuk menyeleksi pemain yang akan dibawa ke SEA Games Thailand 2025. Meski demikian, jika tampil menjanjikan hingga mampu mengalahkan India, publik sepak bola Indonesia tentu akan mendapatkan kebanggaan baru sehingga tidak begitu larut dalam kekecewaan.

Secara kebetulan, para pemain yang telah bergabung pada pemusatan latihan di Jakarta merupakan mereka yang telah lama dididik di dalam ekosistem sepak bola nasional. Rasa bangga jika mampu mengalahkan India tentunya akan berlipat mengingat skuad Garuda Muda saat ini dipenuhi talenta-talenta lokal, hasil pembinaan dalam negeri.

Pemain tim India U-23 menarik jersey pemain Indonesia U-23 Rivaldo Enero Pakpahan pada laga persahabatan internasional di Stadion Madya, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Jumat (10/10/2025). Tim Indonesia U-23 mengakui keunggulan Tim India U-23 dengan skor 1-2.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
10-10-2025

Walau hanya bertajuk laga uji coba, kemenangan atas India penting untuk mengukur sejauh mana taktik Indra bisa diimplementasikan oleh para pemain. Kekalahan di laga pertama sangat bisa dimaklumi karena tim masih dalam proses adaptasi, di samping minimnya informasi mengenai cara main India.

Ceritanya berbeda pada pertemuan kedua. Indra tidak lagi bisa menggunakan dalih minimnya informasi serta keterkejutan dengan gaya bermain India yang sangat agresif dalam bertransisi. Segala informasi dan sumber daya yang dibutuhkan untuk meraih hasil lebih baik sudah dalam genggaman.

Proses adaptasi

Selain itu, proses adaptasi para pemain tentunya wajib menunjukkan kemajuan. Kembali kalah sama saja artinya tim ini tidak mengalami perkembangan yang signifikan.

”Pertandingan pertama melawan India ini tentu kami masih menyatukan chemistry. Setelah ini banyak evaluasi yang perlu kami lakukan untuk pertandingan kedua nanti,” ujar bek tengah Indonesia U-23, Kadek Arel, seusai laga Jumat (10/10/2025) malam.

Meski sepak bola bukanlah olahraga terpopuler di India, tim arahan Pelatih Naushad Moosa itu tampil lebih superior dibandingkan Indonesia. Kekuatan utama India terletak pada kecepatan dua pemain sayap mereka, Muhammed Suhail dan Thingujam Korou Singh. Serangan-serangan India mayoritas dimulai dari proses transisi dengan mengandalkan kecepatan kedua pemain sayap tersebut dalam bermanuver.

Tim sepak bola Indonesia U-23 memasuki lapangan sebelum bertanding melawan India U-23 pada laga persahabatan internasional di Stadion Madya, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Jumat (10/10/2025). Tim Indonesia U-23 mengakui keunggulan Tim India U-23 dengan skor 1-2.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
10-10-2025

Secara khusus, Moosa melempar pujian kepada Garuda Muda yang dia sebut sempat merepotkan India di babak kedua. Setelah tertinggal oleh dua gol penyerang Suhail Ahmad Bhat, Indonesia membalas jelang babak pertama usai melalui sepakan keras melengkung Donny Tri Pamungkas.

”Indonesia adalah tim bagus yang kuat dalam menahan bola. Kami datang ke sini dengan skuad yang masih muda. Uji coba ini memberi pelajaran berharga untuk tim kami,” kata Moosa.

Seusai kalah pada pertemuan pertama, Indra bersama jajaran kepelatihannya mengatakan akan menganalisis performa tim. Ia mengaku belum puas dengan hasil akhir laga dan performa para pemain.

”Analis kita akan melakukan (penilaian terhadap) apa-apa saja secara individual yang dilakukan pemain yang salah. Secara grup, taktikal apa yang salah dan secara tim taktikal juga apa yang salah,” ujar Indra.

Kegagalan Indonesia menembus Piala Dunia memang terasa menyesakkan. Situasi ini mau tidak mau harus ditebus Garuda Muda dengan tampil memukau melawan India. Hanya dengan itu duka publik sepak bola Indonesia bisa sedikit terobati. Bagaimanapun, mereka yang bermain di tim U-23 ini merupakan yang paling mungkin membela timnas senior dalam waktu dekat.


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan