Setelah mencapai semifinal All England, Sabar/Reza tak bisa mendapat hasil lebih baik di Swiss Terbuka. Mereka tersingkir di perempat final.
22 Mar 2025 04:12 WIB · Olahraga
BASEL, JUMAT — Tampil dalam pertandingan bukan hanya menghadapi tantangan dari lawan. Berbagai faktor lain turut mempengaruhi performa atlet seperti yang dialami pebulu tangkis ganda putra Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani.
Sabar/Reza tersingkir pada perempat final turnamen Swiss Terbuka, Jumat (21/3/2025), setelah menjadi semifinalis All England, sepekan sebelumnya. Mereka tampil di Swiss sebagai pasangan ranking ketujuh dunia (naik dari posisi kedelapan) setelah meraih pencapaian terbaik dalam BWF World Tour.
Pengalaman dalam debut di All England dan status sebagai unggulan kedua di Swiss membuka peluang bagi Sabar/Reza untuk mendapat hasil lebih baik. Apalagi, Swiss Terbuka Super 300 berlevel lebih rendah dibandingkan All England Super 1000.
Namun, faktor-faktor itu tak bisa menjadi jaminan bagi Sabar/Reza untuk bisa melangkah lebih jauh di Swiss. Mereka kalah dari pasangan Taiwan, Lee Fang Chih/Lee Fang Jen, dengan skor 19-21, 21-14, 13-21 di St Jakobshalle, Basel.
Sabar/Reza pun menjadi wakil kedua Indonesia yang disingkirkan duo Lee di Swiss setelah sebelumnya mengalahkan finalis All England, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, pada babak kedua. Sebagai perbandingan, Lee/Lee mendapat hasil buruk di All England, yaitu kalah pada babak pertama dari Leo/Bagas.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/14/d4a3990e967bc917e76bd74da4b74497-SabarReza5_R16_AllEngland2025_PBSI_20250313.jpg)
Seperti prinsip yang selalu dibawa atlet saat berkompetisi, situasi berbeda setiap turnamen harus diwaspadai, termasuk ketika memiliki banyak pengalaman bertanding dalam turnamen tertentu. Satu hal yang terasa sangat berbeda antara All England dan Swiss Terbuka adalah kok.
Kok di Swiss Terbuka memiliki laju lebih lambat dibandingkan yang digunakan di All England. Walaupun terdapat standar bobot tertentu agar kok bisa digunakan dalam turnamen internasional, lajunya bisa terasa berbeda di tempat berbeda. Salah satu yang berpengaruh adalah cuaca dan ketinggian tempat pertandingan.
Kok yang digunakan dipilih oleh wasit turnamen setelah dicoba oleh beberapa atlet sebelum turnamen dimulai. Peserta memiliki kesempatan mencobanya dalam latihan.
Maka, performa yang akhirnya bisa memengaruhi hasil pertandingan tergantung pada adaptasi atlet saat bertanding. Ketika menjalani perempat final Swiss Terbuka, cara bermain Lee/Lee dengan kok berlaju lambat lebih baik dibandingkan Sabar/Reza.
Oleh karena tak bisa mendapat poin dengan cepat, meski telah melancarkan smes bertubi-tubi, kedua pasangan cenderung menahan permainan reli. Mereka beradu kuat dalam bertahan, lalu menanti kesempatan menyerang.
Duet Lee/Lee berulang kali lebih tangguh dalam bertahan. Saat kesulitan mematikan lawan dari smes berulang-ulang, mereka melancarkan dropshot ketika melihat posisi Sabar/Reza yang bertahan mendekati area belakang lapangan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/09/600cfcfabe37d898cd3c34f123cfc0b6-SabarReza3_R16_MalaysiaOpen2025_PBSI_20240109.jpg)
Pertemuan kedua pasangan setelah babak pertama China Terbuka 2024 ini cenderung seperti permainan ganda putri yang didominasi reli panjang dengan lebih dari 50 kali adu pukulan. Pertandingan selesai ketika durasi menunjukkan satu jam 10 menit.
Laga ganda putra lainnya yang berlangsung lebih dari satu jam adalah pertemuan Ben Lane/Sean Vendy (Inggris) dan Dechapol Puavaranukroh/Kittinupong Kedren (Thailand). Puavaranukroh/Kedren menang 21-18, 20-22, 21-18 setelah bertanding selama satu jam 16 menit.
“Lawan bermain lebih baik. Kami sudah mencoba berbagai cara, dari menyerang hingga bertahan, tetapi mereka sangat konsisten, terutama pada poin-poin akhir gim ketiga,” komentar Sabar.
Dari penampilan dalam dua turnamen di Eropa, Reza menuturkan bahwa dia dan Sabar harus meningkatkan daya tahan fisik agar bisa menyerang dengan kekuatan penuh lebih lama. Hal serupa dikatakan Hendra Setiawan yang mendampingi Sabar/Reza di Eropa. Usai All England, Hendra mengatakan, Sabar/Reza memiliki banyak hal positif yang bisa membawa mereka pada posisi seperti saat ini, tetapi harus meningkatkan daya tahan otot.
Dengan tersingkirnya Sabar/Reza dan Leo/Bagas, ganda putra Indonesia tinggal bertumpu pada Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin yang akan mencoba menghentikan laju Lee/Lee pada semifinal. Fikri/Daniel mengalahkan pasangan Taiwan lainnya, Lee Jhe Huei/Yang Po Hsuan, 21-19, 21-17.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/12/b26ef688f399e0557581abf97db900b0-FikriDaniel2_R32_AllEngland2025_PBSI_20250311.jpg)
Tiket semifinal juga didapat dua wakil putri pada nomor tunggal dan ganda. Putri Kusuma Wardani akan berhadapan dengan Chen Yu Fei setelah mengalahkan pemain China lainnya, Han Qian Xi 21-7, 21-12.
Pertandingan melawan Chen, yang akan berlangsung Sabtu, menjadi kesempatan bagi Putri untuk bermain lebih baik dan membalas kekalahan saat mereka bertemu pada babak kedua All England. Saat itu, Putri sebenarnya tampil baik dan memaksa peraih emas Olimpiade Tokyo 2020 itu bermain tiga gim. Akan tetapi, Putri tertinggal jauh pada gim ketiga dan kalah 14-21, 24-22, 10-21.
Pada ganda putri, kemenangan didapat Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi atas Laksika Kanlaha/Phataimas Muenwong 21-13, 21-15. Amalia mengatakan, meski menang atas pasangan Thailand itu di All England, dia dan Febriana tetap waspada di Swiss. Apalagi, kok yang digunakan berkarakter berbeda sehingga berpengaruh pada taktik yang harus diterapkan.
“Hari ini melakukan banyak reli sambil mencari celah untuk mengambil poin. Apalagi, pertahanan lawan sulit ditembus,” tutur Amalia.
Tantangan berikutnya bagi ganda putri Indonesia ranking kedelapan dunia itu datang dari Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian (China). Walaupun baru berpasangan sejak November 2024, Jia dan Zhang bukan wajah baru dalam persaingan papan atas dunia.
Jia memiliki 19 gelar juara dari turnamen BWF World Tour dalam rentang 2019-2024 bersama Chen Qing Chen. Mereka empat kali menjadi juara dunia dan mencapai puncak prestasi ketika meraih medali emas Olimpiade Paris 2024.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/20/1322bea039cbe8e5c7661867dec7f63a-Putri8_R16_SwissOpen2025_PBSI_20250320.jpg)
Prestasi Zhang tak setinggi seniornya, tetapi dia menjadi finalis All England 2022 dan semifinalis Kejuaraan Dunia 2023 saat berduet dengan Zheng Yu. Performa Jia/Zhang pada 2025 terbilang konsisten dengan mencapai final Malaysia Terbuka, serta tiga kali semifinal sebelum mencapai tahap yang sama di Swiss. Salah satu semifnal itu diraih di All England.
Pada turnamen level international challenge, Polandia Terbuka, Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja memenangi babak pertama atas peman tuan rumah, Jakub Melaniuk/Julia Plawecka, dengan skor 21-12, 21-15. Pasangan yang bermain bersama sejak Thailand Masters, 28 Januari-2 Februari, itu menjadi satu-satunya wakil Indonesia pada turnamen yang kelasnya berada di bawah BWF World Tour.
Berbeda dengan turnamen bulu tangkis internasional pada umumnya, babak pertama Polandia Terbuka dimulai Jumat. Setelah itu, pada dua hari berikutnya diselenggarakan, masing-masing, dua babak, yaitu babak kedua dan perempat final pada Sabtu serta semifinal dan final, Minggu.
Polandia Terbuka menjadi turnamen keempat di Eropa dalam empat pekan beruntun bagi Rehan/Gloria. Sebelum tampil di Polandia, mereka mencapai final Orleans Masters dan Jerman Terbuka serta perempat final All England.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari