PELATIH SEPAK BOLA

Pelatih Tunisia Sabri Lamouchi Korban Kejamnya Piala Dunia

Lamouchi menjadi korban pertama dari kejamnya Piala Dunia. Ia menjadi pelatih pertama sepanjang sejarah yang dipecat setelah hanya memimpin satu laga.

16 Jun 2026 17:30 WIB · Olahraga

AFP/Julio Cesar AGUILAR

Oleh Yulvianus Harjono

Piala Dunia 2026—yang tengah bergulir—memperlihatkan sisi kejamnya. Di tengah ingar-bingar kegembiraan Tanjung Verde dan kiper heroiknya Vozinha, Sabri Lamouchi justru kehilangan pekerjaannya dalam sepi. Pelatih Tunisia itu dipecat setelah hanya memimpin satu laga di babak utama Piala Dunia.

Sabri Lamouchi, pelatih asal Perancis, harus angkat kaki dari Amerika Utara setelah timnya dipermalukan Swedia, 1-5, dalam penyisihan Grup F, Senin (15/6/2026). Ia masih sempat memimpin latihan timnya seusai kekalahan telak itu. Namun, kehadirannya itu ternyata menjadi yang terakhir kali sekaligus perpisahannya dengan para pemain.

Federasi Sepak Bola Tunisia (FTF), seperti dikutip BBC, menampik memecat Lamouchi. Mereka menggunakan istilah ”kesepakatan bersama” untuk membebastugaskan mantan pemain Inter Milan itu dari Piala Dunia.

Lamouchi pun mengukir sejarah sebagai pelatih pertama yang diberhentikan setelah hanya menangani satu laga di Piala Dunia. Rekor sebelumnya diukir Henryk Kasperczak yang dipecat setelah Tunisia gagal menang pada dua laga awal Piala Dunia 1998.

Pelatih lainnya, Julen Lopetegui, juga pernah diberhentikan setelah hanya memimpin dua laga awal untuk Spanyol di Piala Dunia 2018 di Rusia. Saat itu, Spanyol ditahan Portugal 3-3 dan menang 1-0 atas Iran. Lopetegui—yang kini menangani timnas Qatar—dipecat bukan karena tak berprestasi.

Tunisia's French head coach Sabri Lamouchi speaks to his players including Tunisia's midfielder #10 Hannibal Mejbri (R), Tunisia's midfielder #25 Anis Ben Slimane (C) and Tunisia's defender #03 Montassar Talbi (L) during the water break at the friendly football match between Austria and Tunisia in Vienna, Austria on June 1, 2026 ahead of the 2026 FIFA World Cup football tournament. (Photo by Joe Klamar / AFP)

Saat itu, ia diberhentikan karena dianggap bertindak tidak etis, yaitu menerima tawaran untuk melatih klub raksasa Spanyol, Real Madrid. Padahal, saat itu, Spanyol tengah fokus bersiap untuk Piala Dunia. Lopetegui lantas digantikan Fernando Hierro di Rusia. Spanyol pun lantas kandas di babak 16 besar setelah disingkirkan tuan rumah Rusia lewat adu penalti.

Lamouchi memimpin timnas Tunisia sejak Januari 2026. Mantan Pelatih Nottingham Forest itu menggantikan Sami Trabelsi yang diberhentikan setelah Tunisia kalah dari Mali pada babak 16 besar Piala Afrika 2025. Namun, kiprah Lamouchi di Tunisia tak terlalu mulus. Jabatannya sempat digoyang setelah Tunisia dihajar Belgia, 0-5, dalam laga uji coba pada 6 Juni lalu.

Lamouchi sebetulnya cukup berpengalaman di Piala Dunia. Ia pernah meloloskan Pantai Gading ke babak utama Piala Dunia 2014. Pada pekerjaan pertamanya sebagai pelatih saat itu, ia membawa tim itu lolos lewat kualifikasi dengan meyakinkan. Pantai Gading, saat itu, menempati peringkat ke-23 dunia, posisi tertinggi dibandingkan tim-tim Afrika lainnya.

Saat itu, Pantai Gading yang diperkuat generasi emasnya, seperti Yaya Toure, Didier Drogba, dan Gervinho, mampu mengalahkan Jepang, 2-1, pada laga awal penyisihan grup. Namun, setelah itu, mereka kalah bertubi-tubi dari Kolombia dan Yunani, masing-masing dengan skor 1-2. Pantai Gading gagal lolos ke fase gugur, Lamouchi pun mundur dari jabatannya.

”Memulai kompetisi dengan kekalahan buruk seperti ini jelas sangat sulit. Kami membuat terlalu banyak kesalahan. Kami melukai diri sendiri,” ujar Lamouchi seusai timnya kalah dari Swedia.

CORRECTION / Saudi Arabia's French coach Herve Renard shouts instructions to his players from the touchline during the Qatar 2022 World Cup Group C football match between Poland and Saudi Arabia at the Education City Stadium in Al-Rayyan, west of Doha on November 26, 2022. (Photo by Khaled DESOUKI / AFP) / “The erroneous mention[s] appearing in the metadata of this photo by Khaled DESOUKI has been modified in AFP systems in the following manner: [Saudi Arabia's French coach Herve Renard] instead of [ Poland's coach Czeslaw Michniewicz]. Please immediately remove the erroneous mention[s] from all your online services and delete it (them) from your servers. If you have been authorized by AFP to distribute it (them) to third parties, please ensure that the same actions are carried out by them. Failure to promptly comply with these instructions will entail liability on your part for any continued or post notification usage. Therefore we thank you very much for all your attention and prompt action. We are sorry for the inconvenience this notification may cause and remain at your disposal for any further information you may require.”

Digantikan Herve Renard

FTF telah menyiapkan pengganti Lamouchi. Awalnya, dikabarkan The Guardian, FTF akan merekrut Mondher Kebaie sebagai pelatih interim. Belakangan, dikabarkan bahwa posisi lowong itu akan ditempati Herve Renard, pelatih veteran asal Perancis.

Renard sangat berpengalaman di Piala Dunia. Ia pernah memimpin skuad Maroko di Piala Dunia 2018. Namun, mereka gagal lolos ke fase gugur setelah hanya menempati juru kunci di Grup B.

Renard lalu membawa Arab Saudi ke Piala Dunia 2022. Ia menjadi pelatih asing tersukses di negara itu dengan catatan 18 kemenangan. Pencapaian terhebatnya sekaligus menghebohkan adalah saat membawa Saudi menjungkalkan Argentina, 2-1, di penyisihan grup Piala Dunia edisi Qatar itu.

Satu-satunya pelatih yang mengoleksi dua trofi Piala Afrika dengan dua tim berbeda itu kini diandalkan untuk ”menyelamatkan” kiprah Tunisia yang tercoreng di Piala Dunia 2026. Mereka akan menghadapi jalan terjal, yaitu melawan Jepang dan Belanda, pada dua laga berikutnya di penyisihan grup. (BBC)


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulvianus Harjono
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Priskilia Bintang Cornelia Sitompul