PIALA DUNIA 2026

Swedia Menepis Keraguan, Hancurkan Benteng Kokoh Tunisia

Kemenangan 5-1 atas Tunisia jadi pembuktian Swedia pantas bermain di Piala Dunia. Hasil ini membuka jalan lolos fase grup di tengah ancaman Belanda dan Jepang.

15 Jun 2026 14:27 WIB · Olahraga

AP Photo/Matias Delacroix

Oleh Yola Sastra

MONTERREY, SENIN — Timnas Swedia membuktikan mereka pantas berlaga di Piala Dunia 2026 seusai menghancurkan timnas Tunisia dengan skor 5-1. Tendangan roket Ayari plus duet lini serang Isak-Gyokeres jadi senjata si ”Biru Kuning” dalam membongkar benteng pertahanan Tunisia yang terkenal solid saat babak kualifikasi.

Dalam pertandingan Grup F yang digelar di Stadion Monterrey, Meksiko, Senin (15/6/2026) WIB, Swedia menang melalui brace Yasin Ayari dan satu gol masing-masing dari Alexander Isak, Viktor Gyökeres, dan Mattias Svanberg. Adapun Tunisia sempat membalas melalui satu gol dari Omar Rekik.

Jalan berliku yang ditempuh Swedia untuk lolos ke Piala Dunia 2026 menyiratkan sedikit keraguan bahwa tim ini bakal melaju jauh di turnamen empat tahunan tersebut. Langkah itu terasa sulit karena di Grup F mereka tergabung dengan dua tim kuat, Belanda dan Jepang.

Akan tetapi, sebelum menghadapi dua tim unggulan itu, Swedia harus menghadapi tantangan pertama mereka menghadapi timnas Tunisia. Performa impresif tim asal Benua Afrika tersebut selama kampanye kualifikasi Piala Dunia tentu tak dapat diabaikan Swedia.

Pencapaian antara Tunisia dan Swedia selama masa kualifikasi bagaikan bumi dan langit. Tunisia menjalani babak kualifikasi zona Afrika dengan memukau. Dari sepuluh laga, mereka memenangi sembilan laga dan satu imbang serta mengumpulkan 28 dari 30 poin maksimal yang dapat diraih.

Pertahanan yang kokoh dan disiplin jadi keunggulan tim berjuluk ”Elang dari Carthage”. Mereka tak kebobolan sebiji gol pun dalam 10 kualifikasi zona Afrika. Tunisia pun digadang-gadang sebagai kuda hitam di Piala Dunia 2026.

APTOPIX Tunisia Sweden WCup Soccer
Quote

Fantastis. Gol-gol hebat, lima gol, solid dan kami bisa saja mencetak lebih banyak gol.

Sebaliknya, Swedia hancur lebur dalam babak kualifikasi zona Eropa. Mereka berada di dasar klasemen dari empat tim dengan hanya meraih dua hasil imbang dan empat kekalahan. Mimpi kembali ke Piala Dunia setelah absen di Piala Dunia 2022 nyaris tertutup.

Swedia beruntung mendapat kesempatan kedua melalui jalur playoff dari hasil Liga Nasional Eropa. Kesempatan itu tak disia-siakan pelatih Graham Potter yang mengambil alih kepemimpinan timnas Swedia. Potter pun membawa Swedia ke Piala Dunia seusai mengalahkan Ukraina 3-1 dan Polandia 3-2.

Keraguan tersebut kemudian ditepis Swedia dalam laga perdana mereka di Piala Dunia 2026. Mereka sukses mengacak-acak pertahanan Tunisia. Cerita ketangguhan benteng kokoh Tunisia seakan tak bersisa dalam kekalahan menyakitkan itu. 

”Fantastis. Gol-gol hebat, lima gol, solid dan kami bisa saja mencetak lebih banyak gol. Itu brilian, pujian penuh untuk para pemain. Mereka fantastis,” kata Graham Potter dikutip dari BBC Sport. 

Swedia tampil tajam sejak babak pertama dengan mencetak dua gol. Di sisi lain, Tunisia banyak membuat kesalahan dan tampil kurang tajam. Dominasi Swedia kemudian terhenti saat Tunisia berhasil membalas melalui sundulan Omar Rekik menjelang akhir babak pertama.

Gelandang Tunisia, Hannibal Mejbri (kiri), dilanggar oleh bek Swedia, Victor Lindelof, dalam pertandingan Grup F Piala Dunia 2026 antara Swedia dan Tunisia di Stadion Monterrey, Meksiko, Senin (15/6/2026) WIB.

Swedia kembali mendominasi setelah kapten Tunisia, Ellyes Skhiri, melakukan blunder di depan gawang. Isak berhasil mencuri bola dan mengirimkan asis untuk Gyokeres. Keunggulan dua gol itu membuat Swedia kembali percaya diri.

”Ini sepak bola, jadi Anda tahu apa pun bisa terjadi, terutama saat skor 2-1, tetapi saya pikir para pemain bermain dengan stabil dan tenang sepanjang pertandingan,” kata Pelatih Swedia Graham Potter, dikutip dari Reuters.

Gebrakan Isak

Isak jadi pemain yang menonjol pada laga tersebut. Pemain debutan Piala Dunia itu berkontribusi atas empat dari lima gol yang dicetak timnya. Pergerakan penyerang Liverpool ini sulit diantisipasi pertahanan Tunisia.

Kepiawaian Isak melepaskan diri dari jebakan offside jadi permulaan dari gol cepat Swedia menit ke-7. Penyerang 26 tahun itu memang tidak dapat menjangkau bola, tetapi aksi tersebut memicu kemelut di pertahanan Tunisia. Ayari lantas menyambut bola liar dengan tembakan roket yang bersarang di gawang kiper Abdelmouhib Chamakh. 

Aksi Isak kembali berujung gol pada menit ke-30. Gol ini tak kalah cantik dari gol pertama karena Isak memulai solo run dari tengah lapangan, melewati satu bek dengan gerakan memotong ke dalam, dan melepaskan tembakan keras mendatar ke sudut gawang. Isak kemudian menyumbang asis untuk gol Gyokeres dan Svanberg pada menit ke-59 dan 84. 

Untuk gol Gyokeres, Isak dengan cerdas mencuri bola dari Ellyes Skhiri di depan pertahanan Tunisia sebelum mengoper ke rekannya itu. Gol tersebut membangkitkan kembali dominasi Swedia setelah Tunisia sempat memperkecil skor jadi 2-1. Adapun pada gol Svanberg, sentuhan kecilnya menghindarkan gol itu dari offside. 

Tunisia Sweden WCup Soccer

Gyokeres yang meskipun beberapa kali salah paham dengan Isak juga tampil relatif baik. Penyerang yang baru merayakan gelar Premier League bersama Arsenal itu menyumbang asis pada gol Isak dan mencetak gol ketiga Swedia.

Penampilan Ayari yang mencetak dua gol pada laga ini juga mencuri perhatian. Tendangan keras gelandang Brighton itu terbukti sangat efektif karena membuahkan dua gol dari dua tembakan ke gawang. Gol kedua Ayari dari luar kotak penalti pada menit ke-90+6 menjadi penutup kemenangan Swedia.

Kekecewaan Tunisia

Di sisi lain, kekalahan 5-1 jadi hasil mengecewakan bagi Tunisia. Apalagi Pelatih Tunisia Sabri Lamouchi sempat menargetkan kemenangan dalam laga perdana mereka. Mencuri poin dari Swedia adalah yang paling masuk akal dibanding berharap dari hasil melawan Belanda dan Jepang.

Akan tetapi, laga perdana malah menjadi petaka untuk Tunisia. Gol cepat dari Swedia meruntuhkan kepercayaan diri tim. Sebelum laga, Lamouchi telah mewanti-wanti para pemainnya agar tidak kebobolan di menit-menit awal pertandingan. 

”Ini kekalahan yang sulit. Ini menyakitkan. Memulai kompetisi dengan kekalahan seburuk ini memang sulit,” kata Lamouchi, dikutip dari Reuters.

Reaksi pemain Tunisia setelah kalah dari Swedia, 1-5, dalam pertandingan Grup F Piala Dunia 2026 antara Swedia dan Tunisia di Stadion Monterrey, Meksiko, Senin (15/6/2026) WIB.

Lamouchi menyebut, Tunisia sadar akan ancaman dari duo penyerang Swedia, Isak-Gyokeres, tetapi gagal mengatasinya. Namun, selain ketajaman Swedia, ia juga menyoroti banyaknya kesalahan individu pada timnya.

Chamakh, kiper yang minim pengalaman internasional, setidaknya melakukan kesalahan pada gol pertama dan kedua Swedia. Sementara itu, kesalahan kapten Skhiri membuyarkan momentum timnya yang sempat memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1.

”Kami melakukan terlalu banyak kesalahan,” kata Lamouchi.

Kekalahan ini membuat peluang Tunisia untuk lolos fase grup Piala Dunia pertama mereka semakin kecil. Sebab, pada pertandingan berikutnya, mereka akan melawan Belanda dan Jepang.

Sementara itu, bagi Swedia, kemenangan telak ini membuat mereka memimpin klasemen sementara Grup F dan peluang untuk melaju ke babak gugur terbuka lebar. Swedia unggul atas Belanda dan Jepang karena kedua tim itu meraih hasil imbang 2-2.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yola Sastra
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Yuliana Karim