Sah, Senam Artistik Indonesia Masuk Peta Dunia

Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 membuktikan, Indonesia bukan lagi negara anonim di cabang ibu olahraga itu. Tugas Indonesia tinggal menciptakan juara dunia.

18 Okt 2025 18:09 WIB · Olahraga

Oleh Kelvin Hianusa, Rebiyyah Salasah

JAKARTA, KOMPAS — Filipina boleh saja memiliki bintang senam artistik sekaligus peraih emas Olimpiade, Carlos Yulo. Namun, Indonesia lebih dulu menjadi negara Asia Tenggara pertama yang menyelenggarakan Kejuaraan Dunia. Itu menandakan, persenaman Tanah Air mulai diperhitungkan.  

Senam artistik Indonesia mencatat dua sejarah baru dalam rentang setahun terakhir. Tahun lalu, Indonesia meloloskan pesenam pertama ke Olimpiade lewat Rifda Irfanaluthfi. Besok, Minggu (19/10/2025), Kejuaraan Dunia Senam Artistik ke-53 mulai digelar di Stadion Indonesia Arena, Jakarta.

Kejuaraan Dunia merupakan ajang paling prestisius setelah Olimpiade. Wajar jika para peraih emas Olimpiade Paris 2024, seperti Yulo dan Kaylia Nemour (Aljazair), berdatangan ke Jakarta. Banyak pesenam terbaik tetap hadir walaupun ajang itu tidak masuk untuk kualifikasi Olimpiade selanjutnya.

Sebelumnya, ajang senam terbesar yang digelar di Indonesia adalah saat Asian Games 2018. ”Saya pernah tampil di sini (Jakarta) 2018. Bedanya saat ini lebih meningkat. Tak hanya Indonesia, saya juga sangat bangga dengan kehadiran Kejuaraan Dunia. Ini pertama di Asia Tenggara,” kata Yulo.

Di Indonesia, senam artistik belum terlalu familiar. Ketua Umum Federasi Gimnastik Indonesia (FGI) Ita Yuliati berkali-kali mengatakan, senam masih identik dengan olahraga kebugaran masyarakat seperti zumba atau aerobik. Itu salah satu faktor yang memicu Persatuan Senam Indonesia menjadi FGI.

Presiden Federasi Gimnastik Internasional (FIG) Morinari Watanabe memiliki penilaian berbeda. Indonesia dipilih sebagai tuan rumah karena bisa sekaligus mendukung program pengembangan senam ke depan. Dengan penduduk lebih dari 280 juta jiwa dan ekosistem yang mulai berkembang, Indonesia sangat potensial.

Pesenam artistik putri Indonesia Salsabilla Hadi Pamungkas berlatih di Jakarta Convention Center (JCC), kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Rabu (15/10/2025). Para peserta Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 mulai berlatih untuk bertanding pada 19-25 Oktober. Pada latihan ini para pesenam artistik bergantian latihan sesuai jadwal yang telah ditentukan penyelenggara. Tim senam artistik Indonesia putra dan putri pun turut berlatih. Tim senam artistik Indonesia putra akan diperkuat Abiyu Raffi, Muhammad Aprizal, Satria Tri Wira Yudha, Agung Suci Tantio Akbar, dan Joseph Judah Hatoguan. Sementara tim senam artistik Indonesia putri diperkuat Alarice Mallica Prakoso, Salsabilla Hadi Pamungkas, dan Larasati Rengganis.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
15-10-2025

”Kejuaraan ini merupakan batu loncatan bagi senam di Indonesia. Dengan populasi yang ada, potensinya sangat besar. Senam salah satu olahraga terbaik bagi kaum muda. Senam membantu mereka mengembangkan kekuatan dan keseimbangan, dan bisa menjadi dasar bagi olahraga lain,” kata Watanabe dalam konferensi pers di Indonesia Arena, Sabtu.

Kejuaraan Dunia hadir pada saat paling tepat. Persenaman Tanah Air beranjak bangkit seiring penampilan Rifda di Olimpiade Paris 2024. Dia membuktikan, menjadi olimpian bukanlah hal mustahil bagi pesenam Merah Putih walaupun banyak keterbatasan dan tantangan yang dilalui.

Kisah inspiratif itu menjalar ke berbagai sasana di seisi negeri. Banyak pesenam muda yang bermimpi menjadi seperti Rifda. Harapannya, Kejuaraan Dunia bisa semakin memperbesar animo tersebut. Mereka berkesempatan menonton langsung para pesenam terbaik di bumi.

Itulah alasan pemilihan slogan ”Move to Inspire”. Kata Ita, Kejuaraan Dunia bukanlah titik puncak, melainkan titik awal. ”Kami membeli banyak alat untuk kejuaraan. Tujuannya setelah ini akan didonasikan ke provinsi untuk warisan. Senam tidak akan berkembang dengan baik tanpa fasilitas yang baik,” ujarnya. 

Sungguh disayangkan, Rifda yang membesarkan lagi nama senam artistik tidak turun di Kejuaraan Dunia. Dia resmi pensiun seusai tampil di Olimpiade dengan kondisi cedera. Namun, sang ”Ratu Senam” tetap mendukung keberlangsungan ajang dengan peran baru sebagai manajer lapangan. 

Saat bersamaan, delapan pesenam siap mewakili Indonesia, terdiri dari lima pesenam putra dan tiga pesenam putri. Mereka adalah Abiyu Rafi (23), Agung Akbar (31), Muhammad Aprizal (30), Joseph Judah Hatoguan (23), Tri Wira Yudha (22), Alarice Mallica Prakoso (17), Salsabilla Hadi Pamungkas (19), dan Larasati Rengganis (18).

Pesenam artistik putri Indonesia Larasati Rengganis berlatih di Jakarta Convention Center (JCC), kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Rabu (15/10/2025). Para peserta Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 mulai berlatih untuk bertanding pada 19-25 Oktober. Pada latihan ini para pesenam artistik bergantian latihan sesuai jadwal yang telah ditentukan penyelenggara. Tim senam artistik Indonesia putra dan putri pun turut berlatih. Tim senam artistik Indonesia putra akan diperkuat Abiyu Raffi, Muhammad Aprizal, Satria Tri Wira Yudha, Agung Suci Tantio Akbar, dan Joseph Judah Hatoguan. Sementara tim senam artistik Indonesia putri diperkuat Alarice Mallica Prakoso, Salsabilla Hadi Pamungkas, dan Larasati Rengganis.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
15-10-2025

Jangan berekspektasi terlalu besar terhadap wakil Merah Putih. Kualitas mereka masih jauh berada di bawah rerata pesenam dunia. Mereka juga minim jam terbang tampil di ajang besar seperti itu. Adapun prestasi terbaik dari pesenam andalan sektor putra, Abiyu, adalah perak SEA Games.

Eva Novalina Butar Butar, pelatih tim putri sekaligus mantan ”ratu senam” Indonesia, menilai, ekspektasi patut dijaga. ”Senam Indonesia belum ada di level itu. Selain karena fasilitas, cabang ini juga tidak populer di sini. Tinggal, setelah ini semua pihak bersama-sama melahirkan juara dunia ke depan. Kami lagi memulai itu,” ucapnya.

Salah satu debutan di Kejuaraan Dunia adalah Alarice. ”Sejauh ini semua berjalan lancar. Semoga nanti di hari-H bisa tampil yang terbaik. Nervous sih pasti ya, cuma I try to deal with it. Aku berdoa terus. Aku juga pasti banyak ngobrol sama orangtua, pelatih untuk for me to believe in myself more,” kata Alarice.

Kejuaraan Dunia sekaligus menjadi panggung persembahan untuk Naufal Takdir Al Bari, pesenam putra Indonesia yang meninggal pada 2 Oktober lalu. Naufal meninggal saat pemusatan latihan di Rusia, program yang dijalani bersama empat pesenam putra lain, dalam persiapan menuju Kejuaraan Dunia.

Sebanyak 256 atlet putra dan 174 atlet putri akan berlomba di Kejuaraan Dunia yang akan berlangsung pada 19-25 Oktober. Sejumlah 75 negara, ditambah perwakilan atlet independen, turut hadir. Salah satu yang berstatus independen adalah peraih emas Olimpiade asal Rusia, Angelina Melnikova.


Kerabat Kerja

Penulis:

Kelvin Hianusa, Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Amin Iskandar