Sama-sama Diperkuat Pemain Campuran, Timnas Putri Pantang Remehkan Pakistan

Timnas putri akan mempertimbangkan ulang rencana merotasi pemain melawan Pakistan, tim dengan peringkat dunia terendah di Grup D Kualifikasi Piala Asia 2026.

01 Jul 2025 13:57 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah

TANGERANG, KOMPAS — Pelatih timnas sepak bola putri Indonesia Satoru Mochizuki akan mempertimbangkan ulang rencana merotasi pemain saat melawan Pakistan pada lanjutan Kualifikasi Piala Asia 2026. Indonesia pantang meremehkan Pakistan. Apalagi, dengan pemain-pemain berdarah campuran dan berpengalaman bermain di kompetisi luar negeri, Pakistan bukan lawan mudah bagi ”Garuda Pertiwi” yang menargetkan poin penuh demi menjaga peluang lolos.

Pertandingan kedua timnas putri Indonesia di Kualifikasi Piala Asia 2026 melawan Pakistan akan dihelat pada Rabu (2/7/2026) pukul 20.00. Seperti semua pertandingan di Grup D, laga ini bakal dilaksanakan di Stadion Indomilk Arena, Kabupaten Tangerang, Banten.

Indonesia datang sebagai penghuni posisi kedua klasemen sementara Grup D berkat kemenangan 1-0 pada laga perdana kontra Kirgistan. Sementara itu, Pakistan saat ini menjadi juru kunci setelah kekalahan telak 0-8 dari Taiwan.

Jika melihat dari peringkat dunia per 12 Juni lalu, Pakistan juga menempati posisi terendah di antara tim lain di grup dengan peringkat ke-157. Kirgistan berada di posisi lebih baik dengan peringkat ke-136, Indonesia ke-95, dan Taiwan jadi tim dengan peringkat terbaik di grup, yakni ke-42.

Pemain timnas putri Indonesia, Gea Yumanda (tengah), berusaha menerobos pertahanan Kirgistan dalam laga Grup D Kualifikasi Piala Asia 2026 di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Banten, Minggu (29/6/2025). Indonesia mengalahkan Kirgistan dengan skor 1-0.

KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA)
29-06-2025

Peringkat dunia dihitung berdasarkan poin dari hasil pertandingan yang diakui oleh FIFA selama empat tahun terakhir. Namun, peringkat ini sering kali tidak mencerminkan kekuatan tim secara akurat sehingga bisa saja hanya menjadi angka di atas kertas.

Kirgistan yang peringkatnya di bawah Indonesia, misalnya, juga mampu menahan tekanan tuan rumah dan akhirnya hanya kalah dengan skor tipis. Menurut Mochizuki, Pakistan juga mampu memberikan perlawanan kepada Taiwan kendati akhirnya kalah telak.

Penampilan Pakistan itu membuat Mochizuki memikirkan ulang rencana untuk merotasi pemainnya. Pelatih asal Jepang ini awalnya berencana melakukan rotasi pemain.

Tujuannya, agar kondisi skuad terjaga menghadapi tiga pertandingan beruntun, terutama karena laga terakhir melawan tim terberat di grup, Taiwan. Laga kontra Pakistan pun akan jadi tantangan bagi Mochizuki untuk mencari keseimbangan antara memenuhi target menang dan menjaga kondisi pemain hingga laga terakhir.

”Saat melawan Taiwan, Pakistan tidak bermain buruk. Mereka bermain kuat. Kami harus memikirkan lagi soal rotasi pemain melawan Pakistan,” kata Mochizuki.

”Pemain Pakistan punya kemampuan individu yang bagus. Mereka bisa menggiring bola dengan baik, juga bisa mengincar ke pertahanan lawan. Kalau kami banyak pegang bola, kami juga harus siap dengan serangan balik mereka,” ucapnya menambahkan.

Pemain timnas putri Indonesia berfoto saat melawan Kirgistan dalam laga Grup D Kualifikasi Piala Asia 2026 di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Banten, Minggu (29/6/2025). Indonesia mengalahkan Kirgistan dengan skor 1-0.
Pemain timnas putri Indonesia merayakan gol yang dicetak Isa Guusje Warps saat melawan Kirgistan dalam laga Grup D Kualifikasi Piala Asia 2026 di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Banten, Minggu (29/6/2025). Indonesia mengalahkan Kirgistan dengan skor 1-0.
Pemain timnas putri Indonesia, Claudia Alexandra (tengah), menendang bola ke arah gawang Kirgistan dalam laga Grup D Kualifikasi Piala Asia 2026 di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Banten, Minggu (29/6/2025). Indonesia mengalahkan Kirgistan dengan skor 1-0.
Pemain timnas putri Indonesia, Felicia Victoria De Zeeuw (kiri), berebut menyundul bola dengan pemain Kirgistan, Baktygul Toktobolotova, dalam laga Grup D Kualifikasi Piala Asia 2026 di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Banten, Minggu (29/6/2025). Indonesia mengalahkan Kirgistan dengan skor 1-0.
Pemain timnas putri Indonesia, Isa Guusje Warps (tengah), berebut bola dengan pemain Kirgistan dalam laga Grup D Kualifikasi Piala Asia 2026 di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Banten, Minggu (29/6/2025). Indonesia mengalahkan Kirgistan dengan skor 1-0.
Pemain timnas putri Indonesia, Viny Silfianus (kanan), berebut bola dengan pemain Kirgistan, Adelaida Myrzalieva, dalam laga Grup D Kualifikasi Piala Asia 2026 di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Banten, Minggu (29/6/2025). Indonesia mengalahkan Kirgistan dengan skor 1-0.
Pemain timnas putri Indonesia merayakan gol yang dicetak Isa Guusje Warps saat melawan Kirgistan dalam laga Grup D Kualifikasi Piala Asia 2026 di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Banten, Minggu (29/6/2025). Indonesia mengalahkan Kirgistan dengan skor 1-0.

Dengan hanya satu tim, yakni juara grup, yang bisa lolos ke Piala Asia, baik Indonesia maupun Pakistan datang dengan motivasi tinggi pada laga kedua. Indonesia butuh meraih tiga poin untuk membuka peluang menyalip Taiwan yang memuncaki klasemen sementara, sedangkan Pakistan butuh kemenangan perdana demi membuka kans lolos.

Tekad Pakistan

Di sisi lain, Pakistan bertekad tampil lebih baik setelah kalah dari Taiwan. Pelatih Pakistan Adeel Mirza Rizki menegaskan, timnya akan belajar dari kekalahan telak laga perdana untuk bekal pertandingan kontra Indonesia.

Saat melawan Taiwan, kata Adeel, Pakistan menunjukkan mereka masih mencari bentuk permainan terbaik. Selain baru bermain bersama lagi setelah enam bulan, Pakistan juga menambahkan beberapa pemain anyar sehingga masih harus membangun chemistry di tim.

Tahun ini, Pakistan tercatat belum aktif dalam turnamen atau pertandingan resmi FIFA. Mereka terakhir kali bertanding dalam laga persahabatan melawan Arab Saudi yang berakhir imbang 1-1 pada Desember 2024. Dua bulan sebelumnya di Kejuaraan SAFF (Federasi Sepak Bola Asia Selatan), mereka juga bermain imbang 1-1 dengan Bangladesh dan kalah 2-5 dari India.

Pemain timnas putri Indonesia, Reva Octaviani (kedua dari kanan), berusaha mencetak gol ke gawang Kirgistan dalam laga Grup D Kualifikasi Piala Asia 2026 di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Banten, Minggu (29/6/2025). Indonesia mengalahkan Kirgistan dengan skor 1-0.

KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA)
29-06-2025

Adapun Indonesia menjalani tiga pertandingan persahabatan pada tahun ini. Indonesia memulainya dengan kemenangan 1-0 atas Arab Saudi pada Februari, lalu hasil imbang 1-1 dengan Jordania, dan imbang 0-0 dengan Bangladesh pada Mei.

Pada 2024, ”Garuda Pertiwi” cukup aktif dengan melakoni beberapa laga persahabatan, termasuk melawan timnas Belanda. Shafira Ika dan kawan-kawan juga mengikuti Piala AFF 2024, turnamen kualifikasi Kejuaraan ASEAN Putri 2025.

Meski begitu, Pakistan juga patut diwaspadai karena dihuni beberapa pemain yang berpengalaman bermain di luar negeri. Salah satunya Layla Banaras yang berdarah Pakistan dan Inggris.

Berdasarkan data elitefootball.com, Banaras juga memiliki kewarganegaraan ganda, Inggris dan Pakistan. Berbeda dengan Indonesia yang mencari para diaspora dan menaturalisasinya sebagai WNI untuk menjadi pemain timnas, Pakistan bisa menarik para pemain berdarah campuran tanpa melalui proses tersebut.

Pakistan mengakui kewarganegaraan ganda berdasarkan Undang-Undang Kewarganegaraan Pakistan tahun 1951. Undang-undang ini memungkinkan warganya untuk memiliki kewarganegaraan ganda dengan negara-negara tertentu, dengan ketentuan dan batasan tertentu. Pada April 2025, Pakistan mengesahkan RUU Kewarganegaraan (Amendemen) 2024, yang memungkinkan warga negara memiliki kewarganegaraan ganda dengan 22 negara lainnya, salah satunya Inggris.

Pemain timnas putri Indonesia menyanyikan lagu kebangsaan ”Indonesia Raya” saat melawan Kirgistan dalam laga Grup D Kualifikasi Piala Asia 2026 di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Banten, Minggu (29/6/2025). Indonesia mengalahkan Kirgistan, 1-0.
Pemain timnas putri Indonesia, Felicia Victoria De Zeeuw (kanan), berebut bola dengan pemain Kirgistan, Baktygul Toktobolotova, dalam laga Grup D Kualifikasi Piala Asia 2026 di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Banten, Minggu (29/6/2025). Indonesia mengalahkan Kirgistan dengan skor 1-0.

KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA)
29-06-2025
Pemain timnas putri Indonesia, Isa Guusje Warps (kedua dari kanan), berusaha menerobos pertahanan Kirgistan dalam laga Grup D Kualifikasi Piala Asia 2026 di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Banten, Minggu (29/6/2025). Indonesia mengalahkan Kirgistan dengan skor 1-0.

Banaras punya pengalaman bermain dengan klub putri Inggris, Birmingham City U-21, hingga musim 2023-2024. Sejak usianya 11 tahun, Banaras yang kelahiran 11 Februari 2006 ini sudah bergabung dengan akademi klub tersebut.

Selain itu, ada pula Aqsa Mushtaq yang kini memperkuat klub divisi pertama Liga Putri Yunani, OFI Crete Women Football Club. Pemain yang juga berkewarganegaraan Inggris dan Pakistan ini berpengalaman bermain di Italia bersama Napoli. Selain itu, Mushtaq pernah bermain di Inggris (Lewes FC) dan Amerika Serikat (Rochester United, Leoiner-Rhyne Bears).

”Yang penting adalah bagaimana kami bereaksi (setelah kekalahan dari Taiwan). Sebagai tim, kami harus bersatu dan bereaksi positif menatap pertandingan kedua,” tutur kapten Pakistan, Maria Khan, yang juga berpengalaman bermain di luar negeri. Saat ini, dia memperkuat klub Vietnam, Ho Chi Minh City.

Seperti Pakistan, Indonesia juga dihuni pemain-pemain berdarah campuran. Iris de Rouw, Emily Nahon, Felicia de Zeeuw, dan Isa Warps yang baru dinaturalisasi pada pertengahan Juni lalu juga masuk skuad. Mereka, yang punya pengalaman bermain di kompetisi luar negeri, menambah pemain diaspora di timnas setelah Noa Leatomu, Estella Loupattij, dan Sydney Hopper.

Selain para pemain diaspora, hanya beberapa pemain Indonesia yang berpengalaman bermain dengan klub di kompetisi luar negeri. Alumnus Liga Kompas Gramedia Zahra Muzdalifah, misalnya, pernah berkarier di klub Jepang, Corezo Osaka, sejak 2023 hingga musim ini. Ada pula Gea Yumanda dan Sheva Imut yang mencicipi kompetisi Liga Filipina bersama Makati musim ini.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji