Garuda Pertiwi akan melakoni laga perdana Kualifikasi Piala Asia Putri 2026 kontra Kirgistan. Mereka siap nikmati tantangan tampil di depan publik sendiri.
29 Jun 2025 09:48 WIB · Olahraga
KABUPATEN TANGERANG, KOMPAS — Timnas sepak bola putri Indonesia memanfaatkan status tuan rumah untuk tambahan motivasi di Kualifikasi Piala Asia 2026. Kondisi para pemain pun mendekati 100 persen untuk menghadapi Kirgistan pada laga perdana.
Indonesia bakal mengawali perjalanan di Grup D Kualifikasi Piala Asia 2026 dengan Kirgistan di Stadion Indomilk Arena, Kabupaten Tangerang, Banten, Minggu (29/6/2025) pukul 20.00 WIB. Timnas putri wajib meraih kemenangan untuk menjaga peluang lolos ke putaran final.
Hanya ada delapan tiket tersedia untuk ke Piala Asia. Delapan tiket itu diperebutkan 34 tim di delapan grup kualifikasi. Artinya, hanya tim terbaik di grup masing-masing yang bisa melaju ke turnamen empat tahunan level Asia ini.
Pada Kualifikasi Piala Asia 2026 ini, Indonesia mendapatkan keuntungan sebagai tuan rumah. Seluruh pertandingan di Grup D bakal dihelat di hadapan publik sendiri di Stadion Indomilk Arena.
”Jadi, karena kali ini adalah turnamen yang kita menjadi tuan rumah, makanya ini tantangan menyenangkan buat kami. Dan pasti kami punya target untuk bisa lolos jadi juara grup, kami ingin semangat dan berjuang untuk itu,” ujar pelatih timnas putri, Satoru Mochizuki, dalam konferensi pers menjelang laga, Sabtu (28/6/2026).
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/28/4381f19a-3520-41df-84b4-e08ad030189e_jpeg.jpg)
Dalam kesempatan sebelumnya saat sesi wawancara di sela-sela latihan, Mochizuki juga berharap para pendukung Indonesia bisa datang untuk memberikan suntikan motivasi kepada para pemain. Apalagi, Indonesia akan berjuang di grup yang menurutnya tidak mudah.
Selain dengan Kirgistan, Indonesia akan bersaing dengan Pakistan dan Taiwan. Berdasarkan peringkat dunia per 12 Juni 2025, Taiwan merupakan tim dengan peringkat dunia tertinggi saat ini (42). Indonesia menempati posisi ke-95.
Di atas kertas. Indonesia unggul atas Kirgistan (peringkat ke-136). Ini menjadi kesempatan berharga bagi Indonesia mencuri poin perdana di babak kualifikasi tersebut.
Mochizuki mengatakan, anak-anak asuhannya berada dalam kondisi baik jelang laga Kirgistan. Meski belum mencapai 100 persen, pelatih asal Jepang ini percaya para pemain akan bisa menuju kondisi tersebut.
“Memang, biasanya tim mana pun menuju pertandingan pasti susah untuk menuju kondisi 100 persen. Tapi, saya percaya pemain dengan pemahaman sepak bolanya dan kepintarannya mereka bisa mempersiapkan diri sehingga bisa mendekati kondisi 100 persen. Beberapa memang saat pemusatan latihan ada yang cedera, tapi sudah kembali semua kondisinya,” ujar Mochizuki.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/28/0705c130-36af-4abd-b1b1-228ea9275d85_jpeg.jpg)
Bek timnas putri, Shafira Ika Putri Kartini, mengatakan, para pemain sudah membangun chemistry, termasuk dengan empat pemain naturalisasi. Ika pun menekankan, mereka harus memanfaatkan status sebagai tuan rumah untuk bisa tampil baik.
”Aku berkomunikasi berkali-kali sama temen-temen bahwa ini adalah turnamen yang menjadi kesempatan kita. Apalagi, kita main di kandang dan kita harus menunjukkan yang terbaik untuk Indonesia,” kata Ika.
”Dan aku juga berkali-kali bilang ’Ini rumah kita, kita harus menang di sini’,” ujarnya lagi.
Sementara itu, pelatih Kirgistan, Zakirov Nematzhan, mengakui bahwa Indonesia bersama Taiwan merupakan tim yang kuat. Meski demikian, Kirgistan juga datang dengan motivasi tinggi untuk menang.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/28/047d68cb-c740-41a5-b5f6-5b4cb70b4c1e_jpeg.jpg)
Kirgistan juga tak gentar dengan Indonesia yang kini dihuni pemain-pemain naturalisasi. ”Kami di sini untuk menunjukkan permainan terbaik. Kami ingin memberikan 100 persen dari kemampuan dan upaya kami. Dan bagi kami, peringkat dunia itu tidak penting,” ucap Nematzhan.
Pemain Kirgistan, Alzhab Boronbekova, menyampaikan, mereka juga sudah menonton dan menganalisis permainan Indonesia. Dengan demikian, mereka sudah mengetahui apa kekuatan dan kelemahan Indonesia serta cara mengantisipasinya.
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Lucia Dwi Puspita Sari