Oklahoma City Thunder hanya butuh satu kemenangan lagi untuk ke final NBA. Hal itu akan segera terjadi. Senjata mereka terlalu komplet untuk Timberwolves.
27 Mei 2025 17:22 WIB · Olahraga
MINNESOTA, SELASA — Penampilan guard Oklahoma City Thunder, Shai Gilgeous-Alexander, pada gim keempat versus Minnesota Timberwolves memang istimewa, salah satu performa individu terbaik dalam sejarah playoff. Namun, ada alasan lebih mengapa Thunder masih menjadi tim terkuat sejak awal musim hingga final wilayah.
Shai berpesta dengan menciptakan 40 poin, 10 asis, dan 9 rebound di markas lawan, Stadion Target Center, pada Selasa (27/5/2025) WIB. Kontribusi itu mengantar Thunder menang dramatis 128-126 atas Timberwolves. Unggul 3-1 dalam seri final wilayah, Thunder hanya butuh satu kemenangan lagi untuk ke partai puncak NBA musim ini.
Shai, Most Valuable Player NBA musim ini, bangkit setelah hanya mencetak 14 poin dalam kekalahan telak 101-143 di gim ketiga. ”Saya berusaha tidak terlalu memikirkan poin atau asis, hanya mencoba lebih menikmati permainan, tampil agresif, dan berada di tempat yang tepat,” ujar Shai, yang sukses memperbarui rekor poin pribadi di playoff.
Aksi individu bintang tim nasional Kanada itu memang memukau. Namun, Thunder bisa mencuri kemenangan berkat banyak faktor. Di sisi ofensif, kontribusi Jalen Williams (34 poin) dan Chet Holmgren (21 poin) juga sangat penting. Adapun trio Thunder tersebut berhasil mengombinasikan total 95 poin.
Bantuan pemain lain sangat krusial untuk Shai, seperti terlihat saat Thunder unggul 113-109 pada pengujung kuarter keempat. Shai berupaya menerobos ke area dalam Timberwolves, tetapi tertahan oleh dua pemain sekaligus, yaitu Jaden McDaniels dan Rudy Gobert. Di tengah kesulitan itu, Williams sudah menanti di garis tiga angka.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/27/abddc030d00694aefe62df7cfa5295ba-APTOPIX_Thunder_Timberwolves_Basketball_1_.jpg)
Shai, yang sudah terjatuh, mengumpan bola kepada Williams. Penguasaan itu berujung tambahan tiga angka untuk tim tamu. Williams merupakan pemain paling ”wangi” di gim keempat dengan memasukkan enam dari sembilan tembakan tiga angka. Adapun pertahanan akan lebih terbuka untuk Shai ketika rekan-rekannya mampu berkontribusi.
Ada yang menarik dari statistik Shai di laga tadi. Dia menembak sebanyak 30 kali atau terbanyak sepanjang karier playoff. Akurasi tembakan guard 26 tahun tersebut sebenarnya tidak terlalu baik, hanya 43 persen. Akan tetapi, dia tetap percaya diri karena kesigapan para pemain lain dalam merebut bola rebound.
Sebenarnya tidak ada rahasia. Mereka tahu cara mengalahkan kami. Begitu juga dengan kami. (Nickeil Alexander-Walker)
Thunder menciptakan 19 kali offensive rebound. Dua pemain besar, Holmgren dan Isaiah Hartenstein, menyumbang masing-masing empat rebound yang berujung penguasaan kedua Thunder. ”Mereka mengungguli kami dalam rebound, mendapatkan lebih banyak bola 50-50,” kata bintang Timberwolves, Anthony Edwards.
Kemenangan Thunder juga diraih berkat faktor pertahanan. Di seri sebelumnya, versus Denver Nuggets, guard Alex Caruso memegang peranan penting di sisi defensif. Caruso sukses membatasi pergerakan center lawan yang sekaligus peraih MVP tiga kali, Nikola Jokic, dalam duel bertajuk ”David versus Goliath”.
Di gim keempat, tugas spesial diberikan kepada Lu Dort, yang baru terpilih masuk NBA All-Defensive First Team. Dort ditugaskan untuk menjaga ketat Edwards yang sedang berapi-api dengan total catatan 62 poin dalam dua laga terakhir. Hasilnya, Edwards hanya menyumbang 16 poin dan mencetak satu dari tujuh tembakan tiga angka.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/27/64789d2662da71a7de322f9cb71b2af7-Oklahoma_City_Thunder_v_Minnesota_Timberwolves_Game_Four.jpg)
Dort berhasil membatasi Edwards untuk menemukan zona nyaman di pertahanan Thunder. Dia menempel bintang lawan tersebut nyaris sepanjang laga. Dort bahkan sempat memancing dua offensive foul berkat agresivitas dan insting dalam bertahan. Edwards, yang biasa menarik gravitasi pertahanan lawan, kehilangan kontrol.
Nickeil Alexander-Walker, guard Timberwolves, berkata, Thunder punya terlalu banyak senjata dan konsistensi untuk dikalahkan. ”Sebenarnya tidak ada rahasia. Mereka tahu cara mengalahkan kami. Begitu juga dengan kami. Itu semua hanya ditentukan dari eksekusi siapa yang lebih baik,” ujar saudara sepupu dari Shai tersebut.
Komposisi skuad lengkap dengan begitu banyak senjata itu yang membuat Thunder begitu dominan musim ini. Terbukti, Shai dan rekan-rekan bisa memuncaki klasemen musim reguler Wilayah Barat dengan rekor 68 menang-14 kalah dan sekarang hanya terpaut satu kemenangan lagi untuk menggapai partai puncak.
Tidak seperti Thunder, konsistensi menjadi masalah besar untuk Timberwolves. Dua bintang mereka, Edwards dan Julius Randle, bisa menghilang tiba-tiba. Randle, contohnya, minim kontribusi di gim keempat (5 poin) dan gim kedua (6 poin). Padahal, dia mampu mencetak 20 poin lebih di gim pertama dan ketiga.
Adapun Timberwolves bisa bersaing ketat di gim tadi berkat bantuan dari skuad cadangan. Lebih dari separuh poin mereka (64 poin) disumbang oleh para pemain cadangan, antara lain Nickeil (23 poin) dan Donte DiVincenzo (21 poin). Kedua pemain itu sukses memasukkan total sepuluh tembakan tiga angka.
Tertinggal 1-3, sulit bagi Timberwolves untuk bangkit dalam seri ini. Mereka kalah dalam faktor pemain terbaik di lapangan dan skuad pendukung. Shai jauh mengungguli Edwards di seri ini ketika para pemain Thunder yang lain juga berkontribusi lebih besar. Timberwolves harus menyapu tiga laga beruntun jika ingin lolos, dua di antaranya di kandang Thunder. (AP)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti