Banyak Pemain Bintang Cedera, Playoff NBA Jadi Kurang Seru?

Cedera serius menimpa sejumlah bintang NBA, seperti Stephen Curry dan Jayson Tatum, pada babak playoff NBA musim ini. Perburuan gelar pun terancam kurang seru.

18 Mei 2025 08:00 WIB · Olahraga

Oleh Prasetyo Eko Prihananto

Cedera pemain menjadi masalah besar babak playoff NBA musim ini. Babak terpenting dalam penentuan juara kompetisi bola basket terbesar dunia itu kehilangan para pemain bintang terbesarnya.

Salah satu korban cedera pemain itu adalah juara bertahan Bolton Celtics, yang kehilangan pemain terbaiknya, Jayson Tatum. Tanpa diperkuat sang bintang, Celtics pun tersingkir pada semifinal Wilayah Timur, setelah kalah dari New York Knicks dalam enam gim.

Pada gim penentuan, Celtics kalah telak 81-119 sehingga terhenti dengan skor 2-4. Tatum yang berposisi sebagai power forward mengalami cedera achilles pada gim keempat. Mengingat cederanya parah dan terjadi di pengujung musim, Tatum tak hanya absen hingga akhir musim ini, tetapi juga kemungkinan harus absen sepanjang musim depan.

Kasus cedera lainnya adalah yang terjadi pada sang megabintang Stephen Curry. Cedera hamstring yang dialami penembak terbaik dalam sejarah NBA tersebut membuat Golden State Warriors, yang sempat diunggulkan melaju jauh di playoff, juga akhirnya tak mampu berbuat banyak ketika melawan Minnesota Timberwolves.

Warriors yang mendatangkan bintang lain pada bursa pemain, Jimmy Butler dari Miami Heat, demi mampu bersaing di playoff, kalah dengan skor 4-1. Kehadiran Butler tak berarti apa-apa bagi Warriors setelah Curry mengalami cedera yang terjadi pada gim pertama yang berakhir untuk kemenangan Warriors. Setelah Curry cedera, Warriors dilibas Timberwolves dalam empat gim tanpa balas.

Pemain Boston Celtics, Jayson Tatum, kesakitan memegangi kakinya yang cedera pada pertandingan keempat playoff NBA melawan New York Knicks di Madison Square Garden, 12 Mei 2025. Tanpa Tatum, sang juara bertahan pun tersingkir.

Pelatih Warriors Steve Kerr mengatakan, nasib timnya ditentukan oleh otot hamstring Curry. Ketika hamstring tersebut mengalami cedera grade 1 yang membuat Curry harus absen setidaknya hingga gim keenam, Warriors tak berdaya meski ada Butler.

Kepada wartawan, Kerr bahkan sangat yakin Warriors yang memenangi empat gelar NBA sejak 2015 akan juara jika tidak karena cedera yang dialami Curry. Kerr tak hanya mencari alasan, tetapi kenyataannya Curry sangat mematikan ketika memasuki babak playoff. Tidak ada tim yang akan dengan senang hati menghadapi Warriors saat playoff ketika Curry tengah fit.

Menurut Kerr, ia berusaha beradaptasi karena cedera, tetapi hal itu tidak membantu Warriors. ”Setiap tahun, playoff adalah soal adaptasi, apakah itu soal rencana permainan, cedera, atau lineup. Jadi, kami harus beradaptasi,” kata Kerr selepas menyaksikan Curry mengalami cedera.

Milwaukee Bucks juga harus menghapus mimpi melaju di playoff setelah cedera yang dialami sang point guard Damian Lillard. Sama seperti Tatum, Lillard mengalami cedera achilles pada gim keempat saat menghadapi Indiana Pacers pada putaran pertama playoff. Meski masih diperkuat Giannis Antetokounmpo, Bucks tak berdaya melawan Pacers sehingga tersingkir dengan skor 1-4.

Cedera yang dialami para pemain bintang pada saat babak playoff itu tidak hanya berakibat buruk terhadap tim, tetapi juga NBA secara keseluruhan. NBA selama ini ”memasarkan” pertemuan playoff bukan sebagai pertarungan antartim, melainkan lebih sebagai duel individu para pemain bintang.

MINNEAPOLIS, MINNESOTA - MAY 14: Stephen Curry #30 of the Golden State Warriors congratulates Anthony Edwards #5 of the Minnesota Timberwolves on their win after Game Five of the Western Conference Second Round NBA Playoffs at Target Center on May 14, 2025 in Minneapolis, Minnesota. NOTE TO USER: User expressly acknowledges and agrees that, by downloading and or using this photograph, User is consenting to the terms and conditions of the Getty Images License Agreement.   Ellen Schmidt/Getty Images/AFP (Photo by Ellen Schmidt / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Misalnya saat Warriors bertemu Timberwolves, itu adalah pertarungan di antara pemain bintang dua generasi, Curry melawan superstar baru Anthony Edwards. Atau, ketika Celtics bertemu Knicks, itu adalah duel Tatum versus Jalen Brunson. Maka, ketika Curry dan Tatum cedera, dua pertarungan tersebut kehilangan daya tariknya. Duel yang diharapkan berlangsung sengit pun tidak terjadi.

”Tentu saja kami ingin tampil dan bertanding. Namun, ketika pemain sekelasnya terjatuh dan kesakitan seperti itu, Anda tahu ada yang salah. Saya hanya bisa memberikan pikiran dan doa saya—karena Anda tidak ingin melihat hal seperti itu,” kata Jalen Brunson setelah melihat cedera Tatum.

Cedera juga terjadi pada sejumlah pemain bintang saat babak reguler. Pebasket Philadelphia 76ers, Joel Embiid, mengalami masalah lutut sepanjang musim. Kemudian guard Dallas Maverics, Kyrie Irving, mengalami cedera ACL menjelang playoff. Center San Antonio Spurs, Victor Wembanyama, juga mengalami pembekuan darah sehingga harus absen lama. Beberapa bintang lain, seperti Kawhi Leonard (Los Angeles Clippers) dan Zion Williamson (New Orleans Pelicans), juga cedera sehingga absen separuh musim lebih.

Saat playoff, selain kasus Curry dan Tatum, cedera juga dialami pemain bintang lain meski tidak terlalu parah. Denver Nuggets, yang masih terlibat duel seru dengan Oklahoma City Thunder di semifinal Wilayah Barat, juga didera masalah cedera pada Michael Porter Jr dan Aaron Gordon.

Seandainya Los Angeles Lakers mampu melewati Timberwolves pada babak pertama playoff Wilayah Barat, LeBron James kemungkinan juga tidak bisa bermain atau tidak sepenuhnya fit pada babak berikutnya karena mengalami cedera lutut.

Warriors Timberwolves Basketball

Mengapa kasus cedera pemain bintang itu berlanjut sampai memasuki babak playoff? Banyak yang menyalahkan hal itu terkait dengan masalah kelelahan yang dialami para pemain karena banyaknya pertandingan dalam satu musim. Dalam satu musim NBA, tim harus bertanding sebanyak 82 kali di babak reguler.

Untuk mengatasi masalah kelelahan itu, tim menemukan solusi dengan melakukan load management atau pengaturan waktu bertanding bagi para pemain bintang. Sederhananya, load management yang dilakukan oleh tim adalah dengan mengistirahatkan pemain bintang saat pertandingan babak reguler agar sang pemain bisa lebih segar ketika memasuki babak playoff. Dalam kasus LeBron James, misalnya, load management juga dipakai untuk memperpanjang karier sang pemain yang sudah berusia 40 tahun.

Masalahnya, penggemar basket dan pengelola NBA sangat menentang load management yang dilakukan sejumlah tim. Penggemar basket menentang load management karena mereka tak ingin kehilangan kesempatan menyaksikan aksi sang bintang.

Contohnya saja, penggemar LeBron James di New York ingin menyaksikan aksi sang bintang ketika LA Lakers bertemu Knicks. Namun, keinginan mereka bisa sirna ketika Lakers melakukan load management dengan mengistirahatkan James.

Oleh karena kedua kepentingan yang berbenturan itu, pihak NBA kemudian membuat aturan terkait load management ini. Protes itu memuncak sebelum musim 2023/2024 sehingga kemudian NBA menerapkan aturan baru yang disebut ”Player Participation Policy”.

Los Angeles Lakers' LeBron James (23) and Luka Doncic (77) watch action during the second half of an NBA basketball game against the New Orleans Pelicans Tuesday, March 4, 2025, in Los Angeles. (AP Photo/Jae C. Hong)

Aturan itu membatasi waktu istirahat bagi para pemain bintang (All-Stars) saat babak reguler, kemudian melarang istirahat bagi pemain bintang saat turnamen in-season dan laga yang disiarkan televisi secara nasional. Pihak liga juga mendorong agar tim mengistirahatkan pemain bintang saat laga kandang dan menghindarinya saat laga tandang. Tim yang melanggar aturan itu bisa dikenai denda mulai dari 100.000 dollar AS hingga 1 juta dollar AS, tergantung frekuensi pelanggaran.

Sanksi itu membuat tim pun kini lebih berhati-hati untuk melakukan load management. Sementara itu, studi yang dilakukan oleh NBA dari data cedera pemain selama beberapa dekade tidak bisa menunjukkan bukti atau membantah adanya korelasi antara load management dan pemain cedera atau tidak cedera.

Tidak ada yang tahu pasti mengapa Curry, Tatum, Lillard, dan para pemain lain mengalami cedera, atau mengapa pemain lain tidak cedera. Satu yang pasti, akibat ketidakhadiran para megabintang tersebut, playoff NBA bisa menjadi kehilangan daya tariknya. (MSNBC/AP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Editor:

Billy Khaerudin
 | 

Penyelaras Bahasa:

Priskilia Bintang Cornelia Sitompul