Tiga lawatan ke San Siro kontra Inter Milan selalu berbuah kemenangan untuk Liverpool. Kans ”Si Merah” lolos ke babak 16 besar terbuka.
10 Des 2025 09:52 WIB · Olahraga
AP Photo/Luca Bruno
MILAN, RABU — Semesta lebih mendukung Liverpool dibandingkan Inter Milan pada pertandingan Liga Champions, Rabu (10/12/2025) WIB, di Stadion San Siro, Italia. Skuad ”Si Merah” berlomba-lomba membuktikan diri bahwa mereka memiliki spirit untuk keluar dari periode sulit saat ini. Juga, mereka dinaungi keberuntungan untuk membawa pulang tiga poin berkat menang 1-0.
Sadar menjalani salah satu laga terberat di musim ini, performa kolektif Liverpool tersaji apik di San Siro. Manajer Arne Slot menurunkan formasi 4-4-2 yang keluar dari pakem favoritnya. Cedera Cody Gakpo hingga dibekukannya status Mohamed Salah menyebabkan Slot mencari alternatif taktik.
Curtis Jones dan Dominik Szoboszlai mengisi pos di kedua sisi sayap untuk menopang duet penyerang, Hugo Ekitike dan Alexander Isak. Khusus Jones, pertandingan di San Siro adalah laga keempat tampil sebagai pemain utama di Liga Champions musim ini.
Jumlah laga sebagai pemain utama itu setara yang didapatkannya dari 13 penampilan di Liga Inggris. Kontra Inter, Jones akhirnya ditempatkan sebagai gelandang serang. Pada tiga pertandingan di Eropa sebelumnya, Slot menempatkannya di bek sayap kanan dan gelandang bertahan.
Jones pun menghadirkan persentase operan akurat tertinggi di San Siro dengan 96 persen. Bahkan, catatan 67 operan akuratnya tidak ada yang bisa tandingi dari kedua tim.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/10/8f5f8ac59b0ddd3680d335bc9fb6665d-1000038589.jpg)
Selain itu, Szoboszlai kembali berkorban untuk bersedia tampil di sisi sayap. Peran itu berbeda dengan tugas murninya sebagai gelandang tengah yang menempati tugas nomor 10 atau 8.
Kapten tim nasional Hongaria itu melengkapi performanya dengan eksekusi penalti yang berbuah gol kemenangan Si Merah. Szoboszlai menaklukkan kiper Inter, Yann Sommer, pada menit ke-88.
Tiga poin dari San Siro membawa Liverpool masuk ke zona delapan besar berkat koleksi 12 poin. Mereka menyamai perolehan poin Inter yang masih duduk di peringkat kelima. Kedua tim hanya dipisahkan agresivitas selisih gol.
Secara khusus, Slot memuji performa Szoboszlai yang telah menunjukkan kelayakannya tampil dengan jersei Liverpool. Tidak hanya bermain gemilang, Slot senang dengan Szoboszlai karena bersedia mengikuti instruksinya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/10/f7d0e493978bdd218be96b78aadff5a7-1000038591.jpg)
”Saya telah meminta banyak hal kepadanya. Saya pikir yang istimewa lainnya adalah berapa banyak dia berlari. Dia adalah sedikit pemain yang bermain di empat laga kami dalam sepuluh hari,” tutur Slot seusai laga dilansir laman klub.
”Hal yang istimewa atas apa yang telah dilakukannya secara fisik dan dalam perspektif sepak bola, ia hadir di momen sulit. Itu adalah penalti pertamanya untuk Liverpool dan dia menjalaninya dengan baik,” tambahnya.
Kemenangan Liverpool di San Siro menegaskan dominasi mereka di kandang Inter. Itu artinya Si Merah selalu menang dan nirbobol dalam tiga pertandingan beruntun di Milan.
Sebelumnya, Liverpool menaklukkan Inter 2-0 pada babak 16 besar edisi 2021-2022. Si Merah juga unggu 0-1 pada babak 16 besar musim 2007-2008. Liverpool mampu meruntuhkan rekor Inter yang tak terkalahkan dalam 18 laga kandang di Liga Champions.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/10/67471e81834ebee7b7b2b7209d52057e-1000038587.jpg)
Meskipun tiga poin dari San Siro terasa dinaungi keberuntungan, bek sayap kiri Liverpool, Andy Robertson, menegaskan kemenangan itu sangat penting bagi skuadnya di masa-masa kelam saat ini. Hal itu disebabkan hukuman penalti kontroversi akibat tarikan tak signifikan Alessandro Bastoni kepada Florian Wirtz.
”Kami semua membutuhkan (kemenangan) ini. Kami tahu hasil dan performa tidak cukup baik. Ini penting bagi klub di Liga Champions dan hasil yang sangat besar untuk kami,” ujar Andy Robertson, bek sayap kiri Liverpool, dilansir BBC.
Di sisi lain, Liverpool juga tertolong dengan timpangnya kualitas Inter ketika babak pertama baru berjalan setengah jam. Pada periode itu, ”I Nerazzurri” sudah kehilangan dua pemain utama, yakni Hakan Calhanoglu dan Francesco Acerbi, yang menderita cedera.
Piotr Zielisnki yang menggantikan Calhanoglu gagal menduplikasi peran serta kualitas playmaker asal Turki itu. Keseimbangan Inter pun menghilang dan tidak ada pemain yang mampu mengatur tempo dengan baik.
”Kami seharusnya lebih tajam dalam menentukan beberapa pilihan di sepertiga akhir, tetapi kami benar-benar terdampak dengan dua perubahan di awal laga,” kata Pelatih Inter Cristian Chivu dilansir Sky Sport Italia.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/12/10/999374a6fde300ce8d83e20facb1c534-1000038592.jpg)
Terkait hukuman penalti untuk Liverpool, Chivu tidak ingin sepenuhnya menyalahkan keputusan wasit. Menurut dia, keputusan itu diambil dari sudut pandang berbeda antara wasit utama dan video asisten wasit (VAR).
”Saya jarang mengomentari keputusan wasit. Wasit berada di posisi yang bagus untuk melihat keseluruhan insiden. Awalnya, ia tidak menutuskan untuk penalti,” ujar Chivu.
”Ketika VAR mengintervensi, sebaiknya tim VAR juga memahami dinamika pertandingan. Kami harus menerima keputusan dan belajar untuk menghadapi ketidakadilan, kami harus lebih awas terhadap hal-hal seperti itu, dan fokus melakukan hal yang bisa kami lakukan,” katanya.
Dua kekalahan beruntun di Liga Champions, sebelumnya tumbang 1-2 dari Atletico Madrid, mengancam posisi Inter di zona delapan besar. Finalis Liga Champions musim lalu itu wajib mengemas poin maksimal menghadapi dua laga berat tersisa di fase grup. Mereka akan menghadapi Arsenal (kandang) dan Borussia Dortmund (tandang) di bulan Januari. (AFP)
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan