Kompas.id Brief

Sanggupkah Fluminense Melawan Dominasi Eropa?

Fluminense menjadi satu-satunya klub luar Eropa yang melaju ke semifinal Piala Dunia Antarklub. Klub Brasil ini menantang dominasi tiga raksasa Eropa.

07 Jul 2025 08:00 WIB · Olahraga

Oleh Redaksi

Apa yang bisa Anda pelajari dari artikel ini?

  1. Bagaimana Fluminense lolos ke semifinal?
  2. Mengapa Real Madrid sangat berambisi juara di Piala Dunia Antarklub?
  3. Apakah PSG sanggup melanjutkan dominasinya?
  4. Apa resep rahasia Chelsea melaju ke semifinal?

Fluminense menjadi satu-satunya klub dari luar Eropa yang melaju ke semifinal Piala Dunia Antarklub. Sanggupkah klub asal Brasil ini meruntuhkan dominasi klub Eropa di ajang ini?

Seperti telah diduga, raksasa Eropa menguasai gelaran Piala Dunia Antarklub format baru. Tiga wakil Eropa, yaitu Real Madrid, Paris Saint-Germain, dan Chelsea, lolos ke semifinal.

Sebenarnya ada dua klub kejutan dari luar Eropa yang sepanjang perjalanannya menjadi pembunuh raksasa. Sayangnya, kedua klub itu, Fluminense dan Al Hilal, harus bertemu di perempat final hingga hanya satu saja yang bisa tampil di semifinal.

Fluminense akhirnya berhasil lolos setelah menumbangkan Al Hilal, 2-1. Di semifinal, klub asuhan Pelatih Renato Gaúcho ini akan bertemu klub Inggris, Chelsea. Adapun Real Madrid akan bertemu PSG.

Bagaimana Fluminense lolos ke semifinal?

copy title

Fluminense benar-benar bernasib seperti si itik buruk rupa dalam dongeng karangan sastrawan Denmark, Hans Christian Andersen. Tidak lebih diunggulkan dibandingkan Al Hilal, Fluminense justru mengukir akhir bahagia dengan menang 2-1 pada laga perempat final Piala Dunia Antarklub di Stadion Camping World, Orlando, Florida, Amerika Serikat, Sabtu (5/7/2025) dini hari WIB.

Pelatih Fluminense Renato Gaucho dengan senang hati menerima status underdog timnya sebelum laga. Ia setuju bahkan menyebut Fluminense sebagai si titik buruk rupa di hadapan Al Hilal yang agung. Fluminense tidak lebih difavoritkan lantaran tidak memiliki kemewahan skuad sebagaimana Al Hilal. Nilai pasar skuad Fluminense dan Al Hilal bak bumi dan langit.

Al Hilal dengan sokongan Dana Investasi Publik (Public Investment Fund/PIF) mampu menghadirkan pemain-pemain mahal dengan pengalaman bermain di Eropa seperti Renan Lodi, Joao Cancelo, Ruben Neves, dan Sergej Milinkovic-Savic. Total nilai pasar skuad Al Hilal mencapai 161,58 juta euro. Ini jauh lebih tinggi dari Fluminense yang hanya 86,15 juta euro.

”Melihat semua tim ini (di perempat final), Fluminense adalah itik buruk rupa, setidaknya dalam hal finansial. Ini adalah kompetisi besar, menghadapi lawan yang besar. Mereka (Al Hilal) memiliki kekuatan finansial,” kata Gaucho sebelum laga.

Dalam dongeng itik buruk rupa, sang itik pada akhirnya berubah menjadi angsa yang cantik setelah melewati banyak pengucilan dan penderitaan. Alur cerita dongeng itu kemudian sesuai dengan yang dialami Fluminense. Berkat kolektivitas tim dan bermain lepas tanpa status unggulan, Fluminense merebut tiket semifinal lewat sumbangan gol dari Matheus Martinelli dan Hercules. Adapun gol balasan Al Hilal dilesakkan Marcos Leonardo.

Mengapa Real Madrid sangat berambisi juara di Piala Dunia Antarklub?

copy title

Bukan hanya trofi yang menjadi motivasi, tetapi hadia uang melimpah menanti setiap peserta di Piala Dunia Antarklub. Real Madrid pun sudah memimpin jumlah perolehan hadiah setelah mampu lolos ke semifinal. Seandainya menjadi juara, mereka akan kian kaya raya.

Real Madrid melengkapi empat tim terbaik di Piala Dunia Antarklub 2025. Sebelum menjalani laga semifinal kontra Paris Saint-Germain, Kamis (10/7/2025) WIB, ”Los Blancos” sudah memimpin perolehan bonus dari turnamen klub-klub terbaik di dunia itu. Dibandingkan kuartet tim tersisa, skuad asuhan Xabi Alonso dipastikan bakal membawa pulang uang lebih banyak seandainya menjadi kampiun.

Real mengunci tiket ke babak semifinal setelah memenangi laga dramatis kontra Borussia Dortmund, Minggu (6/7/2025), di Stadion MetLife, New Jersey, AS. Skor akhir 3-2 yang tersaji melalui drama tiga gol pada tambahan waktu babak kedua melanjutkan performa positif Real di AS.

Menyentuh semifinal sudah memberikan keuntungan finansial yang masif bagi Real. Merujuk Marca, Los Blancos sudah mengumpulkan pundi-pundi bonus yang diberikan FIFA sebesar 72,89 juta euro atau sekitar Rp 1,4 triliun.

Jumlah itu terdiri dari 32,8 juta euro (Rp 453,8 miliar) dari bonus partisipasi, 3,44 juta euro (Rp 65,6 miliar) dari koleksi dua kemenangan di fase grup, 860.000 euro (Rp 16,4 miliar) berkat sekali imbang di babak penyisihan, 6,45 juta euro (Rp 123 miliar) bermain di babak 16 besar, 11,28 juta euro (Rp 215 miliar) untuk partisipasi di perempat final, serta 18,06 juta euro (Rp 344,4 miliar) untuk hadiah lolos ke semifinal.

Apakah PSG sanggup melanjutkan dominasinya?

copy title

Kembali terbukti, Paris Saint-Germain adalah tim terkuat di dunia saat ini. Mereka masih mampu menang atas Bayern Muenchen walaupun menyudahi laga dengan sembilan pemain. Kualitas invididu di skuad PSG, seperti Desire Doue dan Ousmane Dembele, menjadi pembeda.

PSG menaklukkan Bayern 2-0 dalam perempat final Piala Dunia Antarklub di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, AS, Minggu (6/7/2025) WIB. Kemenangan itu diraih susah payah dengan sembilan pemain setelah bek Willian Pacho dan pemain pengganti Lucas Hernandez diganjar kartu merah di pengujung laga.

PSG baru unggul selama empat menit, lewat gol pembuka dari Doue, saat Pacho dihukum kartu merah langsung oleh wasit asal Inggris, Anthony Taylor, pada menit ke-82. Tidak lama berselang, Hernandez yang baru bermain sepuluh menit menyusul keluar lapangan pada awal injury time.

Alih-alih kehilangan kontrol, tim asuhan Pelatih Luis Enrique itu justru menghukum Bayern dengan gol kedua lewat situasi transisi. Percobaan pertama Dembele membentur mistar gawang. Bola kembali dikuasai PSG. Beberapa detik berselang, Dembele sukses menebus rasa penasarannya pada menit ke-90+6.

PSG, berstatus juara Liga Champions, tidak bisa terkejar lagi dengan waktu yang tinggal sedikit. Mereka tidak hanya menang, tetapi juga lebih berbahaya dibandingkan Bayern saat hanya dengan sembilan pemain.

Apa resep rahasia Chelsea melaju ke semifinal?

copy title

Pelatih Chelsea Enzo Maresca sempat berkata di awal Piala Dunia Antarklub 2025, mustahil menurunkan skuad sama di tengah cuaca ekstrem Amerika Serikat. Maresca berpegang dengan prinsip rotasi itu dan berhasil membawa Chelsea hingga semifinal.

Chelsea menyudahi trauma dari klub Brasil di Stadion Lincoln Financial Field, Philadelphia, Sabtu (5/7/2025) WIB. Sempat kalah dari Flamengo di babak grup, Cole Palmer dan rekan-rekan sukses menang atas Palmeiras 2-1 dalam laga perempat final yang berlangsung ketat hingga peluit panjang.

”Kami menguasai laga di paruh pertama dan bisa unggul lebih dari satu gol,” kata Maresca tentang dominasi Chelsea. ”Mereka lebih baik setelah turun minum, tetapi kami mengambil alih kontrol lagi pada 25 menit terakhir. Kami pantas menang dan bukan karena keberuntungan,” lanjutnya.

Chelsea memang baru bisa mencetak gol kemenangan pada menit ke-83. Itu pun lewat gol bunuh diri bek Palmeiras, Agustin Glay. Namun, seperti kata Maresca, ”Si Biru” pantas menang karena mampu mendominasi laga. Adapun dominasi itu datang dari strategi rotasi skuad ala Maresca.

Maresca tidak pernah menggunakan starter yang sama sejak babak grup hingga babak 16 besar. Itu kembali dipertahankan di laga tadi saat gelandang jangkar Moises Caicedo (akumulasi kartu) dan Romeo Lavia (cedera) terpaksa absen. Sebanyak empat pemain berbeda ditampilkan sebagai starter.


Kerabat Kerja

Penulis:

Redaksi
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan