Apa yang bisa dipelajari dari artikel ini?
- Bagaimana hasil pertandingan Manchester City di Liga Inggris?
- Apa yang terjadi dengan skuad Manchester City?
- Mengapa Guardiola sulit mengembalikan performa City?
- Bagaimana persaingan di Liga Inggris musim ini?
Bagaimana hasil pertandingan Manchester City di Liga Inggris?
Laga kontra Brentford yang berakhir imbang 2-2 kembali menyingkap kelemahan Manchester City. Laga antiklimaks itu turut menunjukkan performa Manchester City yang seolah mengingkari kebangkitan pada pertandingan-pertandingan sebelumnya.
Penampilan Manchester City yang mulai membaik kembali terhenti setelah bermain imbang kontra Brentford pada laga pekan ke-21 Liga Inggris 2024-2025, Rabu (15/1/2025) dini hari WIB. Keunggulan 2-0 menguap setelah mereka kebobolan dua gol mulai 10 menit terakhir laga.
Selepas Manchester City menorehkan kemenangan 8-0 atas Salford pada putaran ketiga Piala FA pada 11 Januari lalu, pelatih Pep Guardiola sempat mengatakan enggan larut euforia. Kemenangan itu adalah hasil positif ketiga setelah kemenangan 4-1 atas West Ham dan 2-0 atas Leicester di Liga Inggris. Hasil-hasil itu menjadi langkah yang bagus bagi Manchester
Manchester City unggul dua gol lewat Phil Foden (menit ke-66 dan 78’). Akan tetapi, lima menit berselang setelah gol kedua City, Brentford lewat Yoane Wissa memperkecil ketertinggalan. Sundulan Christian Norgaard pada masa tambahan waktu memastikan laga berakhir dengan skor imbang 2-2 sekaligus menunjukkan ada banyak pekerjaan rumah yang menanti sang juara bertahan.
Tak hanya rapuh di lini belakang, Manchester City juga masih kurang tajam dalam serangan. Padahal, mereka sukses memanfaatkan ruang-ruang untuk berlari dan mengancam gawang lawan lewat para pemainnya yang punya dinamisme dan kecepatan, seperti Foden, Kevin De Bruyne, Savinho, dan Erling Haaland.
Apa yang terjadi dengan skuad Manchester City?
Memasuki 1 Januari 2025, bursa transfer musim dingin kompetisi Eropa resmi dibuka. Di Liga Inggris, dua tim asal kota industri Manchester, City dan United, diselimuti kondisi tak ideal untuk memburu pemain anyar demi menutup kekurangan pada paruh pertama musim ini.
Tertinggal 14 poin dari Liverpool di puncak klasemen pada pengujung 2024 tentu tidak ada dalam pikiran Manajer City Pep Guardiola di awal musim 2024-2025. City, juara Liga Inggris empat musim terakhir, terbenam di peringkat keenam dengan catatan sembilan menang, empat imbang, dan enam kalah.
Koleksi kekalahan ”The Citizens” itu adalah jumlah terburuk bagi tim yang menghuni zona 10 besar pada paruh pertama Liga Inggris 2024-2025. Dalam era Guardiola yang dimulai sejak 2016-2017, City hanya dua musim merasakan kekalahan lebih dari enam gim.
Jumlah kekalahan terburuk itu tercipta pada musim 2019-2020 (9 kalah) serta 2020-2021 dan 2016-2017 (6 kalah). Dalam tiga musim itu, hanya musim 2020-2021 yang berakhir dengan raihan trofi Liga Inggris.
Musim ini yang masih menyisakan 19 gim membuat City dibayangi ancaman mencatatkan kuantitas kekalahan terbesar di era Guardiola. Meskipun menutup 2024 dengan kemenangan 2-0 atas Leicester, jumlah hasil negatif The Citizens di kompetisi domestik bisa kian memburuk pada dua bulan awal 2025. Mereka telah dinanti Chelsea, Arsenal, Newcastle United, Liverpool, dan Tottenham Hotspur dalam durasi Januari hingga Februari.
Demi menghindari tambahan kekalahan, Guardiola bertekad mendatangkan pemain baru pada Januari ini. Kehilangan Rodri, yang menderita cedera lutut parah, menyebabkan City tampil inkonsisten dan kehilangan mental pemenang.
Mengapa Guardiola sulit mengembalikan performa City?
Memasuki pengujung 2024, roda berputar bagi nasib guru dan murid di Liga Inggris. Sang guru adalah Pep Guardiola yang menangani Manchester City, sedangkan Enzo Maresca (Chelsea) adalah murid yang pernah menjadi asisten Guardiola pada musim 2022-2023. Dua tim itu mengalami situasi bertolak belakang dalam persaingan papan atas musim ini.
Semakin pekan berlalu, semakin dalam krisis yang dijalani Manchester City. Manajer City Pep Guardiola pun tidak lagi menutupi rasa frustrasinya dengan situasi ”The Citizens” dalam 11 laga terakhir.
Hanya satu kemenangan diraih City dalam periode pertandingan itu sejak 31 Oktober lalu. Terkini, City menelan kekalahan 1-2 dari Manchester United pada derbi di Stadion Etihad, Minggu (15/12/2024). Delapan kekalahan sudah dialami Erling Haaland dan kawan-kawan.
Sudah tujuh pertandingan dilalui City di Liga Inggris dengan performa sangat buruk. Mereka hanya bisa mengemas empat poin. City sekadar bisa menumbangkan Nottingham Forest, lalu ditahan Crystal Palace. Adapun MU mengikuti keberhasilan Liverpool, Tottenham Hotspur, Brighton & Hove Albion, dan Bournemouth, yang memberikan derita bagi penguasa Liga Inggris dalam empat musim terakhir itu.
Pada derbi Manchester, City hanya butuh lima menit lagi untuk mempertahankan keunggulan demi meraih tiga poin atas rival sekota. Namun, kesalahan lini belakang membuat ”The Citizens” menelan dua kekalahan beruntun dalam empat hari setelah tumbang 0-2 dari Juventus di Liga Champions.
Bagaimana persaingan di Liga Inggris musim ini?
Walaupun menjauh dari hasil positif, ”Si Merah” masih memimpin dan tak tergoyahkan di puncak klasemen Liga Inggris setelah hasil imbang 1-1 di kandang Nottingham Forest, Rabu (15/1/2025).
Imbang kontra Forest menjadi seri kedua beruntun Liverpool di dua gim awal Liga Inggris setelah pergantian tahun. Sebelumnya, mereka ditahan Manchester United 2-2 di Anfield, 5 Januari lalu.
Di tengah performa yang agak menurun, Liverpool dipastikan masih kokoh di puncak klasemen. Mereka masih unggul enam poin atas Forest yang duduk di peringkat kedua.
Keperkasaan Liverpool di puncak yang tak tergoyahkan, lalu Forest juga mulai kian nyaman di papan atas dipengaruhi oleh performa inkonsisten dua tim besar, yakni Chelsea dan Manchester City.
Chelsea perlu sumbangan gol Reece James pada menit 90+5 untuk terhindar dari kekalahan menghadapi Bournemouth di Stadion Stamford Bridge. Laga itu berakhir sama kuat 2-2. Adapun City melepas keunggulan dua gol lewat brace Phil Foden ketika ditahan dengan skor serupa ol
Gap poin Liverpool berpeluang didekati Arsenal yang baru menjalani gim ke-21 kontra Tottenham Hotspur, Kamis (16/1/2025) dini hari WIB. Meski begitu, Si Merah masih berpeluang menjaga selisih poin setara dua kemenangan karena masih menyimpan satu laga tunda derbi Merseyside kontra Everton.
Apa yang bisa dipelajari dari artikel ini?
- Bagaimana hasil pertandingan Manchester City di Liga Inggris?
- Apa yang terjadi dengan skuad Manchester City?
- Mengapa Guardiola sulit mengembalikan performa City?
- Bagaimana persaingan di Liga Inggris musim ini?
Bagaimana hasil pertandingan Manchester City di Liga Inggris?
Laga kontra Brentford yang berakhir imbang 2-2 kembali menyingkap kelemahan Manchester City. Laga antiklimaks itu turut menunjukkan performa Manchester City yang seolah mengingkari kebangkitan pada pertandingan-pertandingan sebelumnya.
Penampilan Manchester City yang mulai membaik kembali terhenti setelah bermain imbang kontra Brentford pada laga pekan ke-21 Liga Inggris 2024-2025, Rabu (15/1/2025) dini hari WIB. Keunggulan 2-0 menguap setelah mereka kebobolan dua gol mulai 10 menit terakhir laga.
Selepas Manchester City menorehkan kemenangan 8-0 atas Salford pada putaran ketiga Piala FA pada 11 Januari lalu, pelatih Pep Guardiola sempat mengatakan enggan larut euforia. Kemenangan itu adalah hasil positif ketiga setelah kemenangan 4-1 atas West Ham dan 2-0 atas Leicester di Liga Inggris. Hasil-hasil itu menjadi langkah yang bagus bagi Manchester
Manchester City unggul dua gol lewat Phil Foden (menit ke-66 dan 78’). Akan tetapi, lima menit berselang setelah gol kedua City, Brentford lewat Yoane Wissa memperkecil ketertinggalan. Sundulan Christian Norgaard pada masa tambahan waktu memastikan laga berakhir dengan skor imbang 2-2 sekaligus menunjukkan ada banyak pekerjaan rumah yang menanti sang juara bertahan.
Tak hanya rapuh di lini belakang, Manchester City juga masih kurang tajam dalam serangan. Padahal, mereka sukses memanfaatkan ruang-ruang untuk berlari dan mengancam gawang lawan lewat para pemainnya yang punya dinamisme dan kecepatan, seperti Foden, Kevin De Bruyne, Savinho, dan Erling Haaland.
Apa yang terjadi dengan skuad Manchester City?
Memasuki 1 Januari 2025, bursa transfer musim dingin kompetisi Eropa resmi dibuka. Di Liga Inggris, dua tim asal kota industri Manchester, City dan United, diselimuti kondisi tak ideal untuk memburu pemain anyar demi menutup kekurangan pada paruh pertama musim ini.
Tertinggal 14 poin dari Liverpool di puncak klasemen pada pengujung 2024 tentu tidak ada dalam pikiran Manajer City Pep Guardiola di awal musim 2024-2025. City, juara Liga Inggris empat musim terakhir, terbenam di peringkat keenam dengan catatan sembilan menang, empat imbang, dan enam kalah.
Koleksi kekalahan ”The Citizens” itu adalah jumlah terburuk bagi tim yang menghuni zona 10 besar pada paruh pertama Liga Inggris 2024-2025. Dalam era Guardiola yang dimulai sejak 2016-2017, City hanya dua musim merasakan kekalahan lebih dari enam gim.
Jumlah kekalahan terburuk itu tercipta pada musim 2019-2020 (9 kalah) serta 2020-2021 dan 2016-2017 (6 kalah). Dalam tiga musim itu, hanya musim 2020-2021 yang berakhir dengan raihan trofi Liga Inggris.
Musim ini yang masih menyisakan 19 gim membuat City dibayangi ancaman mencatatkan kuantitas kekalahan terbesar di era Guardiola. Meskipun menutup 2024 dengan kemenangan 2-0 atas Leicester, jumlah hasil negatif The Citizens di kompetisi domestik bisa kian memburuk pada dua bulan awal 2025. Mereka telah dinanti Chelsea, Arsenal, Newcastle United, Liverpool, dan Tottenham Hotspur dalam durasi Januari hingga Februari.
Demi menghindari tambahan kekalahan, Guardiola bertekad mendatangkan pemain baru pada Januari ini. Kehilangan Rodri, yang menderita cedera lutut parah, menyebabkan City tampil inkonsisten dan kehilangan mental pemenang.
Mengapa Guardiola sulit mengembalikan performa City?
Memasuki pengujung 2024, roda berputar bagi nasib guru dan murid di Liga Inggris. Sang guru adalah Pep Guardiola yang menangani Manchester City, sedangkan Enzo Maresca (Chelsea) adalah murid yang pernah menjadi asisten Guardiola pada musim 2022-2023. Dua tim itu mengalami situasi bertolak belakang dalam persaingan papan atas musim ini.
Semakin pekan berlalu, semakin dalam krisis yang dijalani Manchester City. Manajer City Pep Guardiola pun tidak lagi menutupi rasa frustrasinya dengan situasi ”The Citizens” dalam 11 laga terakhir.
Hanya satu kemenangan diraih City dalam periode pertandingan itu sejak 31 Oktober lalu. Terkini, City menelan kekalahan 1-2 dari Manchester United pada derbi di Stadion Etihad, Minggu (15/12/2024). Delapan kekalahan sudah dialami Erling Haaland dan kawan-kawan.
Sudah tujuh pertandingan dilalui City di Liga Inggris dengan performa sangat buruk. Mereka hanya bisa mengemas empat poin. City sekadar bisa menumbangkan Nottingham Forest, lalu ditahan Crystal Palace. Adapun MU mengikuti keberhasilan Liverpool, Tottenham Hotspur, Brighton & Hove Albion, dan Bournemouth, yang memberikan derita bagi penguasa Liga Inggris dalam empat musim terakhir itu.
Pada derbi Manchester, City hanya butuh lima menit lagi untuk mempertahankan keunggulan demi meraih tiga poin atas rival sekota. Namun, kesalahan lini belakang membuat ”The Citizens” menelan dua kekalahan beruntun dalam empat hari setelah tumbang 0-2 dari Juventus di Liga Champions.
Bagaimana persaingan di Liga Inggris musim ini?
Walaupun menjauh dari hasil positif, ”Si Merah” masih memimpin dan tak tergoyahkan di puncak klasemen Liga Inggris setelah hasil imbang 1-1 di kandang Nottingham Forest, Rabu (15/1/2025).
Imbang kontra Forest menjadi seri kedua beruntun Liverpool di dua gim awal Liga Inggris setelah pergantian tahun. Sebelumnya, mereka ditahan Manchester United 2-2 di Anfield, 5 Januari lalu.
Di tengah performa yang agak menurun, Liverpool dipastikan masih kokoh di puncak klasemen. Mereka masih unggul enam poin atas Forest yang duduk di peringkat kedua.
Keperkasaan Liverpool di puncak yang tak tergoyahkan, lalu Forest juga mulai kian nyaman di papan atas dipengaruhi oleh performa inkonsisten dua tim besar, yakni Chelsea dan Manchester City.
Chelsea perlu sumbangan gol Reece James pada menit 90+5 untuk terhindar dari kekalahan menghadapi Bournemouth di Stadion Stamford Bridge. Laga itu berakhir sama kuat 2-2. Adapun City melepas keunggulan dua gol lewat brace Phil Foden ketika ditahan dengan skor serupa ol
Gap poin Liverpool berpeluang didekati Arsenal yang baru menjalani gim ke-21 kontra Tottenham Hotspur, Kamis (16/1/2025) dini hari WIB. Meski begitu, Si Merah masih berpeluang menjaga selisih poin setara dua kemenangan karena masih menyimpan satu laga tunda derbi Merseyside kontra Everton.