Senja Pep Guardiola, Punca Enzo Maresca

Manchester City semakin menjauh dari persaingan gelar juara Liga Inggris. Chelsea menjalani performa terbaik sejak menjadi kampiun Inggris 2016-2017.

16 Des 2024 10:09 WIB · Olahraga

Oleh Muhammad Ikhsan Mahar

MANCHESTER, MINGGU — Memasuki pengujung 2024, roda berputar bagi nasib guru dan murid di Liga Inggris. Sang guru adalah Pep Guardiola yang menangani Manchester City, sedangkan Enzo Maresca (Chelsea) adalah murid yang pernah menjadi asisten Guardiola pada musim 2022-2023. Dua tim itu mengalami situasi bertolak belakang dalam persaingan papan atas musim ini.

Semakin pekan berlalu, semakin dalam krisis yang dijalani Manchester City. Manajer City Pep Guardiola pun tidak lagi menutupi rasa frustrasinya dengan situasi ”The Citizens” dalam 11 laga terakhir.

Hanya satu kemenangan diraih City dalam periode pertandingan itu sejak 31 Oktober lalu. Terkini, City menelan kekalahan 1-2 dari Manchester United pada derbi di Stadion Etihad, Minggu (15/12/2024). Delapan kekalahan sudah dialami Erling Haaland dan kawan-kawan.

Sudah tujuh pertandingan dilalui City di Liga Inggris dengan performa sangat buruk. Mereka hanya bisa mengemas empat poin. City sekadar bisa menumbangkan Nottingham Forest, lalu ditahan Crystal Palace. Adapun MU mengikuti keberhasilan Liverpool, Tottenham Hotspur, Brighton & Hove Albion, dan Bournemouth, yang memberikan derita bagi penguasa Liga Inggris dalam empat musim terakhir itu.

Pada derbi Manchester, City hanya butuh lima menit lagi untuk mempertahankan keunggulan demi meraih tiga poin atas rival se kota. Namun, kesalahan lini belakang membuat ”The Citizens” menelan dua kekalahan beruntun dalam empat hari setelah tumbang 0-2 dari Juventus di Liga Champions.

Striker Manchester City, Erling Haaland (tengah), berebut bola dengan pemain Manchester United, Manuel Ugarte, pada laga Liga Inggris di Stadion Etihad, Manchester, Senin (16/12/2024) dini hari WIB. MU menang 2-1.

Matheus Nunes melakukan kesalahan operan yang dilanjutkan dengan pelanggarannya kepada penyerang sayap MU, Amad Diallo, di kotak penalti sendiri. Insiden itu membuat Guardiola bereaksi dengan menutup wajahnya di sisi lapangan.

Penalti dieksekusi sempurna oleh kapten MU, Bruno Fernandes, pada menit ke-88. Dua menit berselang, Diallo lolos dari garis offside bek City untuk menaklukkan kiper City, Ederson, sekaligus kian membenamkan sang juara bertahan dalam krisis akut. Gol sundulan bek Josko Gvardiol pada babak pertama pun sia-sia.

Dalam 11 laga terakhir di seluruh kompetisi, City sudah lima kali gagal mempertahankan keunggulan ketika mencetak gol lebih dulu. Tiga laga berakhir kekalahan dari Bournemouth, Sporting Lisbon, Brighton, dan MU. Bahkan, sekali mereka alami nasib tragis ketika melepas keunggulan tiga gol atas Feyenoord sehingga hanya meraih hasil imbang 3-3.

Guardiola mengakui situasi buruk disebabkan penampilan kolektif timnya, alih-alih parade blunder individu, seperti dilakukan Nunes. Kata Guardiola, timnya terlalu mudah memberikan gol kepada lawan. Meskipun menyadari kondisi itu, Guardiola belum bisa menemukan solusi.

”Saya tidak cukup baik. Saya bos, manajer. Saya harus menemukan solusi dan sejauh ini saya belum mendapatkannya. Itu kenyataan,” tutur Guardiola kepada BBC.

Para pemain Manchester United merayakan gol Bruno Fernandes (kanan) ke gawang Manchester City pada laga Liga Inggris di Stadion Etihad, Manchester, Senin (16/12/2024) dini hari WIB. MU menang 2-1.

Guardiola menambahkan, ”Sebelumnya, kami tidak kalah begitu banyak dalam dua musim terakhir. Sekarang, kami sudah menelan delapan kekalahan. Ini situasi sulit karena kami telah kalah dalam banyak pertandingan. Kami butuh kemenangan untuk meningkatkan perasaan kami. Namun, situasi justru semakin buruk.”

Gelandang City, Bernardo Silva, juga menuturkan situasi City saat ini bukan lagi ketidakberuntungan. Ia menyebut ada masalah besar di dalam skuad City sehingga semua pihak di ”The Citizens” harus melakukan introspeksi diri untuk bangkit dari kondisi saat ini.

”Kami harus melihat diri sendiri karena sudah terlalu banyak pertandingan berakhir buruk. Anda tidak bisa menyebut periode ini tidak beruntung. Pada menit akhir laga ini (kontra MU), kami bermain seperti (tim) U-15,” tutur Silva kepada Sky Sports.

Kekalahan dalam derbi Manchester menyebabkan City untuk pertama kali terlempar dari zona empat besar. Mereka dilampaui Nottingham Forest.

Chelsea menuju puncak

Ketika Guardiola mulai kehabisan akal untuk memutar roda nasib City, Manajer Chelsea Enzo Maresca membawa timnya kian mendekati Liverpool di puncak klasemen. Keunggulan ”Si Biru” 2-1 dalam derbi London, Senin (16/12/2024) WIB, di Stadion Stamford Bridge, disumbangkan gol dari Marc Cucurella (43’) dan Nicolas Jackson (80’). Chelsea kecolongan satu gol dari Bryan Mbeumo (90’).

Manajer Chelsea Enzo Maresca mendampingi timnya menghadapi Brentford pada laga Liga Inggris di Stadion Stamford Bridge, London, Senin (16/12/2024) dini hari WIB. Chelsea menang, 2-1.

Maresca adalah tangan kanan Guardiola ketika City meraih treble winner, termasuk trofi Liga Champions pertama, pada musim 2022-2023. Setelah mendampingi Guardiola, Maresca membantu Leicester City menjadi juara Liga Championship Inggris 2023-2024 demi kembali ke Liga Primer Inggris.

Pada musim perdana melatih di kompetisi kasta tertinggi Inggris, Maresca mampu memaksimalkan potensi hebat pemain-pemain muda Chelsea. Mereka sudah mencatatkan tujuh kemenangan beruntun di semua ajang sejak akhir November.

Chelsea pun hanya tersisa dua poin dari Liverpool di puncak klasemen. Meskipun Liverpool masih memiliki tabungan satu laga, selisih poin menipis itu meningkatkan keyakinan skuad muda Chelsea.

Di sisi lain, mereka juga mulai berjarak dengan Arsenal di posisi ketiga. Chelsea sudah unggul empat poin atas rival terbesar mereka di London itu.

Maresca tetap rendah hati. Ia menganggap timnya belum siap untuk menjadi pesaing utama titel Liga Inggris musim ini.

”Pendukung bisa bermimpi dan berpikir. Namun, di dalam sebagai sebuah klub, skuad, pemain, dan staf pelatih, kami harus realistis. Banyak hal yang masih harus kami lakukan lebih baik terlepas rentetan kemenangan saat ini,” kata Maresca.

Jika mengamati performa Chelsea dalam 16 laga awal sejak terakhir kali menjadi juara Liga Inggris edisi 2016-2017, performa musim ini adalah yang terbaik. Belum pernah lagi mereka duduk di posisi dua besar dalam tujuh musim terakhir.


Kerabat Kerja

Penulis:

Muhammad Ikhsan Mahar
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji