Angin Santa Ana Berembus Kencang, Api di Los Angeles Sukar Dipadamkan

Kebakaran telah merenggut 11 nyawa. Sebanyak 12.300 bangunan hangus dan 13 orang dinyatakan hilang.

12 Jan 2025 09:45 WIB · Internasional

Oleh Laraswati Ariadne Anwar

LOS ANGELES, MINGGU — Prakiraan cuaca menyebutkan, angin Santa Ana terus berembus kencang selama pekan ini. Walhasil, pasukan pemadam kebakaran berjibaku memadamkan api yang melalap kota Los Angeles di California, Amerika Serikat. Bahkan, api terus bergerak ke utara menuju permukiman elite Bel Air dan Brentwood.

”Tidak ada hujan yang diperkirakan akan turun. Api akan terus membesar karena kondisi cuaca yang berangin dan kering,” kata Kepala Departemen Pemadam Kebakaran Los Angeles (LA) County Anthony Marrone, dikutip oleh Bloomerg, Sabtu (11/1/2025) waktu setempat atau Minggu (12/1/2025) pagi waktu Indonesia.

Angin Santa Ana, angin yang berembus dari Gurun Lembah Besar menuju pesisir Samudra Pasifik, adalah penyebab kebakaran lahan musiman di kawasan ini. Angin kering yang mengandung partikel pasir dan debu bergesekan dengan tanaman gersang sehingga memunculkan percikan api. Kecepatan embusannya mencapai 96 kilometer per jam sehingga api cepat menyebar, bahkan melompati wilayah ke wilayah lain.

Sejauh ini, luas wilayah yang terbakar mencapai 166 kilometer persegi. Sebanyak 11 orang meninggal akibat terbakar ataupun menghirup asap dan 13 orang dilaporkan hilang. Total rumah dan bangunan yang hangus ada 12.300 unit. Dari orang biasa sampai pesohor Hollywood─Anthony Hopkins, Mel Gibson, Mandy Moore, Milo Ventimiglia, dan Leighton Meester─kehilangan tempat tinggal.

Sejumlah tengara di kota LA dilalap api. Mayoritas adalah pertokoan dan tempat makan yang telah berdiri dan buka selama satu abad. Beberapa di antara tengara yang hangus adalah lokasi pengambilan gambar untuk berbagai film dan serial televisi, misalnya Topanga Ranch Motel, SMA Palisades Charter, dan Reel Inn. Gara-gara kebakaran hebat ini pula produksi film dan tayangan televisi di Hollywood ditangguhkan sementara.

LOS ANGELES, CALIFORNIA - JANUARY 11: Firefighters walk down a hill as they battle the Palisades Fire on January 10, 2025 in Los Angeles, California. The Palisades fire had grown to over 22,000 acres and has destroyed thousands of homes. The fire is currently 11 percent contained. Justin Sullivan/Getty Images/AFP (Photo by JUSTIN SULLIVAN / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Gubernur California Gavin Newsom mengumumkankan, pemerintah negara bagian menurunkan 14.000 personel untuk memadamkan api. Jumlah ini belum termasuk bantuan personel yang dikirimkan oleh negara-negara bagian lain, atara lain Oregon, Arizona, dan Nevada. Negara-negara tetangga AS, Kanada dan Meksiko, juga mengirim bantuan pasukan pemadam kebakaran dan beberapa unit pesawat pemadam api.

Pemerintah daerah memperluas perintah pemadaman listrik. Akibatnya, tidak hanya wilayah yang bersisian dengan lokasi kebakaran yang mati listrik, tetapi seluruh wilayah selatan LA. Pemerintah tidak mau mengambil risiko ada korsleting karena percikan api kecil bisa membesar dalam hitungan detik akibat cuaca kering dan berangin.

Terdapat tiga titik api terbesar di LA, yaitu Pacific Palisades, Eaton, dan Hurst. Menurut Newsom, kebakaran di Hurst sudah 76 persen tertangani. Akan tetapi, kebakaran di Pacific Palisades baru sekitar 11 persen tertangani dan Eaton baru 15 persen tertangani.

Di tengah musibah ini, terjadi perseteruan antara Wali Kota LA Kathy Bass dan Kepala Pemadam Kebakaran Kota LA Kristin Crowley. Kepada stasiun televisi Fox 11, Crowley mengeluhkan sulitnya penanganan api karena kekurangan alat. Penyebabnya, kantor wali kota memotong anggaran mereka.

Hal ini tidak dibantah oleh Bass karena ia memang mengurangi anggaran unit pemadam kebakaran kota sebesar 17 juta dollar AS. Alasannya, pada tahun anggaran 2024-2025, keuangan pemerintah kota seret sehingga banyak pengeluaran harus dibatasi.

In this photo provide by Maxar Technologies, the Palisades Fire burns south of the Encino Reservoir in Los Angeles, Saturday, Jan. 11, 2025. (Maxar Technologies via AP)

Pada saat yang sama, hidran-hidran di LA banyak yang kehabisan air sehingga proses pemadaman api terganggu. Bahkan, ada bendungan yang kering. Surat kabar LA Times melakukan liputan investigasi dan menemukan banyak hidran sedang di dalam perbaikan sehingga tidak maksimal kinerjanya.

Hidran memang tidak bisa memadamkan kobaran api yang luas, tetapi fungsinya penting menunjang proses pemadaman dan membuat lingkaran pencegahan persebaran api. Untuk pemadaman api beskala besar, perlu pesawat ataupun helikopter dengan bom air. Air tersebut sudah dicampur racun api sehingga kental seperti bubur dan menghalangi asupan oksigen bagi api.

”Semua hidran telah didorong empat kali melebihi kapasitasnya. Akibatnya, stok air langsung habis,” kata Kepala Insinyur Dinas Perairan dan Listrik Kota LA Janisse Quinones kepada Axios.

Terdapat pula warga yang tidak puas dengan cara penanganan kebakaran. Warga dari distrik Altadena, misalnya. Menurut mereka, para petugas datang terlambat ketika rumah-rumah mereka telah rata dengan tanah. Mereka menuduh para petugas bergerombol di kawasan permukiman elite, berusaha menyelamatkan hunian para pesohor, sementara para warga biasa berjuang dengan ember dan selang kebun.

Iklim dan tata kota

Selain persoalan krisis iklim yang kian meningkatkan suhu Bumi, ada pula persoalan tata kota di LA, LA County, San Diego, dan Ventura yang membuat kebakaran sukar ditangani. Berdasarkan penelitian Jon Wang, ahli biologi di Universitas Utah, kerusakan akibat kebakaran di California naik 30 persen pada periode 1980-2010. Penelitian itu diterbitkan di jurnal Environmental Research Letters edisi Oktober 2024.

Pada dasarnya, pohon-pohon tua dan besar umumnya bertahan dari kebakaran. Tanah gosong justru bermanfaat di dalam perputaran nutrisi yang kemudian menyuburkan masa tanam berikutnya. Akan tetapi, Wang menemukan bahwa saking seriusnya kebakaran di California, regenerasi vegetasi terhambat sehingga lahan hijau kian berkurang.

Penelitian itu juga menemukan bahwa wilayah hutan dan hijau lainnya kini 41 persen lebih rentan terpapar bahaya kebakaran. Semakin panas dan keringnya cuaca akibat perubahan iklim membuat fenomena tahunan angin Santa Ana sangat berbahaya.

Turut menyumbang masalah ialah ciri tata kota LA yang merupakan kawasan penyebaran (urban sprawl). Wilayah-wilayah perbukitan yang selama ini menjadi zona penyangga kebakaran berubah menjadi permukiman. Walhasil, pohon-pohon ditebangi. Tanaman yang tersisa umumnya adalah tanaman hias berupa perdu dan semak yang tidak bisa menahan api.

A Cal Fire S-2T firefighting tanker releases retardant while battling the Palisades Fire in the Mandeville Canyon neighborhood of Los Angeles, Calif., Saturday, Jan. 11, 2025. (Stephen Lam/San Francisco Chronicle via AP)

”Rumah-rumah di perbukitan, termasuk kawasan elite Pacific Palisades, terletak persis di jalur embusan angin Santa Ana yang membawa api,” kata Zeke Lunder, pakar pemetaan api, kepada Washington Post.

Mayoritas rumah yang terbakar juga dibangun sebelum tahun 1990. Artinya, dibangun tidak memakai bahan-bahan yang tahan api ataupun mengikuti standar pencegahan kebakaran modern. Warga pun tidak patuh pada aturan 2 meter area pertahanan dari api. Padahal, jika tinggal di daerah rawan kebakaran, aturan ini sangat penting.

Aturan ini memerintahkan area 2 meter di sekeliling rumah harus bersih dari pagar kayu maupun tanaman hias, perdu, dan semak. Tujuannya, jika ada kebakaran, pada radius 2 meter dari rumah warga tidak ada benda-benda yang bisa terbakar. Kenyataannya, warga jarang patuh karena menganggap aturan itu menghalangi keindahan rumah.

(AP/AFP).


Kerabat Kerja

Penulis:

Laraswati Ariadne Anwar
 | 

Editor:

Fransisca Romana Ninik W
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .