Bangkit dari cedera betis, Haliburton menularkan spirit tinggi dan kebersamaan ke para pemain hingga pendukung Pacers. Gim ketujuh final NBA pun berhasil dipaksakan.
20 Jun 2025 17:49 WIB · Olahraga
INDIANA, KAMIS — Guard Tyrese Haliburton seolah hanya membutuhkan satu kaki dan satu babak untuk mengembalikan asa juara Indiana Pacers di NBA. Sempat dikhawatirkan absen akibat cedera betis, Halibuton tetap turun pada hari pertandingan dan menginspirasi kemenangan Pacers dengan performa dominan di paruh pertama.
Bagi Pacers, kegagalan juara terasa sangat dekat. Menjelang gim keenam, tertinggal 2-3 dalam seri final versus Oklahoma City Thunder, mereka hanya terpaut satu kekalahan lagi untuk kehilangan segalanya. Realitas itu diperparah dengan kondisi Haliburton yang mengalami cedera otot betis kanan sejak awal gim lima.
Haliburton sempat memaksa tampil di gim kelima setelah cedera, Selasa, tetapi hasilnya tidak sesuai harapan. Dia kehilangan sentuhan dan gagal memasukkan satu poin pun dari permainan terbuka. Menurut ESPN, cedera itu cukup serius. Pemain tim nasional bola basket Amerika Serikat itu harus menepi selama beberapa minggu.
Namun, Haliburton menepati janjinya. Sebelumnya, dia berkata akan tetap tampil selama masih bisa berjalan. Haliburton pun turun dan menginspirasi kemenangan Pacers atas Thunder 108-91 dalam gim keenam di Stadion Gainbridge Fieldhouse, Indiana, Amerika Serikat, Jumat (20/6/2025) WIB. Seri final NBA itu pun imbang 3-3. Pacers memaksakan perebutan gelar juara ke laga ketujuh.
”Saya hanya ingin bermain dan berada di lapangan dengan saudara-saudara saya (pemain lain),” kata Haliburton tentang rahasia bisa kembali di gim keenam. ”Mereka adalah orang-orang yang akan saya inginkan untuk pergi berperang. Kami punya ikatan spesial. Saya akan menyalahkan diri sendiri jika tidak mencoba,” ujarnya kemudian.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/20/6a0f1c6c010f2be66788118f456e9d01-NBA_Finals_Thunder_Pacers_Basketball_5_.jpg)
Haliburton menebus dosanya di gim kelima, yaitu saat Pacers takluk 109-120. Dia tidak perlu bermain lama, hanya dua setengah kuarter awal, tetapi berhasil menyumbang 14 poin, 5 asis, 2 steal. Adapun nyaris seluruh kontribusi itu dicatat di paruh pertama, yaitu saat dirinya membawa Pacers unggul jauh 22 poin.
Haliburton, peraih emas Olimpiade Paris 2024, hanya bermain selama 23 menit. Namun, dia menjadi pemain dengan catatan statistik plus minus terbaik (+25). Artinya, Pacers mampu lebih unggul 25 poin atas tim lawan selama sang pengatur serangan itu berada di lapangan. Pengaruhnya tidak bisa disangkal.
Mereka bermain lebih tangguh. Ketika itu terjadi, sulit mengubah keadaan. - Shai Gilgeous-Alexander -
Pelatih Pacers Rick Carlisle turut menyanjung Haliburton yang mengutamakan kepentingan tim di atas segalanya. ”Dia sangat penting untuk kami. Hal terbaik darinya adalah tidak banyak drama. Dia terus terang dan tidak butuh perhatian lebih. Dia hanya melakukan segalanya agar bisa kembali bermain,” ujarnya.
Haliburton berpesan kepada Carlisle untuk segera menggantikannya jika tampil buruk seperti di gim kelima. Dia tidak ingin ambisinya tetap bermain mengganggu keseimbangan tim. Spirit tinggi dan semangat kebersamaan itu ternyata menular ke para pemain lain dan pendukung tuan rumah.
Pemain 25 tahun itu seperti tidak terlihat sedang cedera. Di pengujung paruh kedua, Haliburton mencuri bola dari forward lawan, Jalen Williams. Dia berlari memimpin serangan balik dan mengumpan ke Pascal Siakam. Skema itu berujung dunk eksplosif Siakam di depan wajah Williams. Seisi stadion bergemuruh.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/20/fa58350b0f331acb34a1b8fe47df7cda-2025_NBA_Finals_Game_Six.jpg)
Nyaris semua pemain Pacers tampil apik. Enam pemain menyumbang dua digit angka, antara lain Siakam (16 poin) dan Andrew Nembhard (17 poin). Penampilan solid juga ditunjukkan guard veteran TJ McConnell yang total menyumbang 12 poin, 9 rebound, 6 asis, dan 4 steal dari cadangan.
McConnell menjalankan peran sebagai pelapis Haliburton dengan sangat sempurna. Dia membuat Haliburton tidak perlu kembali lagi ke lapangan setelah keluar pada paruh kuarter ketiga. Haliburton bisa beristirahat dan mengompres betisnya di bangku cadangan. Adapun Pacers sudah unggul 90-60 di akhir kuarter ketiga.
Energi besar di kandang Pacers tidak sanggup dibendung Shai Gilgeous-Alexander dan rekan-rekan. Thunder sudah menyerah pada awal kuarter keempat. Pelatih Thunder Mark Daigneault mengerahkan seluruh pemain cadangan untuk menggantikan skuad inti. ”Mereka bermain lebih tangguh. Ketika itu terjadi, sulit mengubah keadaan,” kata Shai.
Shai tampil jauh di bawah standar walaupun masih mampu mencatat 21 poin. Dia terlalu banyak melakukan kesalahan dengan membuat delapan kali turnover. Jumlah turnover itu merupakan yang terbanyak dalam kariernya. Catatan kesalahan Shai bahkan nyaris mencapai total dari seluruh pemain Pacers (10 turnover).
Williams (16 poin), opsi kedua Thunder, juga tidak bisa berbuat banyak setelah menjadi pahlawan kemenangan di gim kelima dengan sumbangan 40 poin. Sang forward justru menjadi pemain dengan catatan plus minus terburuk, yaitu -40. Artinya, Thunder tertinggal 40 poin dari Pacers selama Williams berada di lapangan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/06/20/5d30750304993588c99957b2a040f8c4-NBA_Finals_Thunder_Pacers_Basketball_6_.jpg)
Efisiensi dari tembakan tiga angka menjadi faktor pembeda di laga tadi. Akurasi lemparan jauh Thunder hanya 26 persen (8-30), di bawah Pacers 35,7 persen (15-42). Perbedaan itu terlihat lebih drastis di paruh pertama. Seluruh pemain Thunder hanya memasukkan sekali tembakan tiga angka ketika Haliburton sudah menciptakannya tiga kali.
Alhasil, tim juara musim ini akan ditentukan lewat duel pamungkas di gim ketujuh atau terakhir. Laga itu akan berlangsung di kandang Thunder, Stadion Paycom. Siapa pun yang menang, Thunder atau Pacers, akan menjadi juara NBA untuk pertama kali dalam sejarah klub masing-masing. (AP)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Didik Durianto