Satu Kemenangan Berarti untuk Leo/Bagas

Tiga ganda putra Indonesia memenangi babak pertama Hylo Terbuka. Salah satunya adalah Leo/Bagas yang tersisih pada babak pertama tiga turnamen sebelumnya.

29 Okt 2025 09:16 WIB · Olahraga

Humas PP PBSI

Oleh Yulia Sapthiani

SAARBRUCKEN, SELASA — Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana dan dua ganda putra Indonesia lainnya memenangi babak pertama turnamen bulu tangkis Hylo Terbuka di Saarbrucken, Jerman. Walaupun baru melewati satu babak, kemenangan tersebut bisa memberi dampak positif bagi Leo/Bagas.

Ganda putra Indonesia ranking ke-15 dunia itu menang atas pasangan Malaysia, Ong Yew sin/Teo Ee Yi, dengan skor 21-16, 21-17 pada pertandingan yang berlangsung di Saarlandhalle, Saarbrucken, Selasa (28/10/2025) malam. Pasangan Malaysia lainnya yang menjadi unggulan ketiga, Man Wei Chong/Tee Kai Wun, akan menjadi lawan pada babak kedua.

Dalam laga yang berlangsung Rabu (29/10/2025) dini hari waktu Indonesia, kemenangan didapat ganda putra Indonesia lainnya. Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani menang atas Eloi Adam/Leo Rossi (Perancis) 22-20, 21-13. Adapun Muhammad RianArdianto/Rahmat Hidayat menang atas Rasmus Espersen/Andreas Soendergaard 17-21, 21-14, 21-14 dan mereka akan melawan unggulan kedelapan, Lee Jhe Huei/Yang Po Hsuan, pada babak kedua.

Bagi Rian/Rahmat, Hylo Terbuka yang berlevel Super 500 menjadi turnamen ketiga sebagai pasangan. Mereka menjalani debut di Denmark Terbuka pada 14-19 Oktober dengan hasil perempat final, lalu bermain di Perancis Terbuka dan kalah pada babak kedua. Dua turnamen tersebut berlevel lebih tinggi dibandingkan Hylo Terbuka, yaitu Super 750.

Walaupun menang dua gim, Leo/Bagas tak begitu mudah mendapatkan kemenangan mereka. Apalagi, Ong/Teo adalah pasangan berpengalaman yang berduet di turnamen BWF sejak 2016. Prestasi terbaik mereka adalah ketika menjadi semifinalis Kejuaraan Dunia 2021 di Spanyol.

Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana tersingkir pada babak pertama turnamen Korea Terbuka. Di Suwon Gymnasium, Korea Selatan, Rabu (24/9/2025), mereka kalah dari Lee Jong-min/Wang Chan 18-21, 21-17, 22-24.

Kemenangan tersebut sangat berarti bagi Leo/Bagas meski mereka berpengalaman meraih hasil lebih baik, seperti final All England 2025. Ini karena Leo/Bagas selalu tersingkir pada babak pertama, yaitu Korea Terbuka, 23-28 September, lalu Denmark dan Perancis Terbuka yang berlangsung dua pekan beruntun sebelum Hylo Terbuka. Pada turnamen Korea Terbuka, Leo/Bagas berstatus sebagai juara bertahan.

Di Denmark dan Perancis, mereka selalu kalah dua gim. Dalam dua pertandingan itu, Leo/Bagas seringkali kebingungan dalam menembus pertahanan lawan. Permainan mereka tak padu dalam menyerang maupun bertahan.

Sebagai pemain yang paling lama berpasangan (sejak Agustus 2024) di antara pasangan lain di pelatnas utama ganda putra, duet mereka diharapkan berlangsung dalam jangka panjang. Namun, setelah mencapai final All England dan semifinal Kejuaraan Asia, performa Leo/Bagas menurun. Mereka delapan kali tersingkir pada babak pertama atau kedua dari sembilan turnamen.

”Beban pasti ada di pertandingan tadi karena hasil kurang baik di dua turnamen beruntun dengan terhenti di babak pertama. Namun, kami tahu, kami bisa melewatinya dengan lebih baik. Kami terus mencari bagaimana cara bermain yang baik, tidak hanya saat latihan tapi di pertandingan,” tutur Leo.

Setelah memenangi satu babak, performa Leo/Bagas akan diuji saat melawan Man/Tee. Dalam dua pertemuan sebelumnya, mereka berbagi kemenangan dalam pertandingan yang, masing-masing, berjalan tiga gim.

Selain Leo/Bagas, Sabar/Reza, dan Rian/Rahmat, Indonesia masih memiliki ganda putra lain yang bersaingn di Hylo Terbuka, yaitu Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri. Pasangan yang ditempatkan sebagai unggulan kelima ini akan berhadapan dengan Nur Mohd Azryn Ayub/Tan Wee Kiong (Malaysia), Rabu.

Muhammad Shohibul Fikri mengembalikan pukulan lawan pada semifinal Denmark Terbuka di Odense, Sabtu (18/10/2025). Fajar Alfian/Fikri mengalahkan Liang Wei Keng/Wang Chang (China).

Tantangan bagi Fajar/Fikri adalah bermain dalam kondisi fisik yang terkuras setelah mencapai final Denmark dan Perancis Terbuka. Tak hanya fisik, bertanding dalam intenstias tinggi selama tiga pekan beruntun dan selalu mencapai final juga bisa berdampak pada fokus yang berkurang.

Pelatih ganda putra pelatnas, Antonius Budi Ariantho, menilai, Fajar/Fikri masih memiliki pekerjaan rumah untuk meningkatkan kecepatan dan kekuatan serta mempertahankannya untuk menjalani laga panjang dan intens. Kemampuan mempertahankan kecepatan dan kekuatan menjadi faktor kunci permainan ganda putra yang berlangsung dalam ritme cepat. ”Apalagi, turnamen berlangsung beruntun dengan hanya sedikit jeda,” kata Antonius.

Di samping empat ganda putra, Indonesia diwakili pemain lain, kecuali dari sektor ganda putri. Mereka yang akan mengawali penampilan pada Rabu di antaranya Putri Kusuma Wardani, Jonatan Christie, dan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Yovita Arika