Pebola voli Indonesia, Megawati Hangestri, hanya berjarak satu kemenangan lagi untuk membawa pulang trofi juara Liga Bola Voli Korea Selatan bersama Red Sparks.
06 Apr 2025 18:58 WIB · Olahraga
DAEJEON, MINGGU — Setelah kekalahan beruntun pada dua laga awal babak final Liga Bola Voli Korea 2024-2025, Megawati Hangestri Pertiwi mengantar Daejeon Jung Kwan Jang Red Sparks bangkit dengan menyapu dua pertandingan kandang. Megawati hanya berjarak satu kemenangan untuk meraih gelar juara pada musim keduanya di Korea.
Megawati dan Red Sparks kian dekat dengan gelar juara setelah mereka memastikan kemenangan pada laga keempat babak final Liga Bola Voli Korea atau V League atas Heungkuk Life Insurance Pink Spiders, Minggu (6/4/2025). Seperti laga ketiga yang sama-sama digelar di markas mereka, Gimnasium Chungmu, Daejeon, Megawati menjadi pencetak poin terakhir sekaligus pemain yang memastikan kemenangan dengan skor 3-2 (25-20, 24-26, 36-34, 22-25, 15-12).
Berkat kemenangan itu, agregat babak final menjadi 2-2. Red Sparks dan Pink Spiders sama-sama meraih kemenangan dalam dua laga kandang. Dalam fase puncak yang memakai format best of five, penentuan juara pun harus dilakukan lewat pertandingan kelima untuk mendapatkan tim terbaik dengan tiga kemenangan.
Dengan keberhasilan memaksakan laga kelima ini juga, Megawati dan Red Sparks kini hanya berjarak satu kemenangan lagi untuk meraih gelar juara. Red Sparks, terutama, telah menanti selama 13 tahun untuk kembali ke babak final sekaligus memenangi trofi. Ini merupakan kesempatan terbaik mereka setelah lebih dari satu dekade.
Saya pikir dia (Megawati) akan dikenang dalam sejarah V-League (Pelatih Red Sparks, Ko Hee-jin).
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/05/09cdcc46bdcd11d75f21b96d588b2b55-media_image_62751_111__11_1.png)
”Para pemain menunjukkan konsentrasi dalam situasi sulit. Mereka benar-benar hebat,” kata pelatih Red Sparks, Ko Hee-jin, dikutip dari media Korea, MHN Sports.
Ko Hee-jin secara khusus juga memuji Megawati yang kembali tampil impresif dengan menyumbang 38 poin, tertinggi dalam pertandingan tersebut. Pemain yang dijuluki ”Megatron” oleh para penggemar juga mencatatkan tingkat kesuksesan serangan sebesar 47,37 persen.
”Lutut kanan Megawati masih belum pulih. Meskipun demikian, saya pikir dia adalah pemain hebat yang menyerang di set kelima. Saya pikir dia akan dikenang dalam sejarah V-League,” ujar Ko Hee-jin.
Pemain asing Red Sparks lainnya, Vanja Bukilic, membuntuti perolehan poin Megawati dengan 28 poin. Adapun tingkat kesuksesan serangannya lebih besar, yakni 50,98 persen.
Secara tim, Red Sparks memimpin, baik dalam aspek serangan maupun pertahanan. Megawati dan kawan-kawan mencatatkan efektivitas serangan 47,4 persen, unggul dari Pink Spiders dengan catatan 46,58 persen. Dalam aspek penerimaan bola, Red Sparks menorehkan efektivitas 28,18 persen, sedangkan Pink Spiders 22,61 persen.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/05/e106a34ad31282879fab76986db94ba8-media_image_62751_243_96_55.png)
Pertandingan keempat selama 2 jam 35 menit itu berlangsung dramatis. Sebagai tuan rumah, Red Sparks mengambil momentum sejak awal mengingat mereka harus menang untuk menjaga peluang juara.
Megawati mencetak 9 poin, sementara Bukilic serta Park Eun-jin masing-masing menambah 4 poin untuk memenangkan set pertama dengan mudah 25-20. Memasuki set kedua, Megawati dan kawan-kawan memimpin sejak awal dan memperlebar jarak skor menjadi 23-18. Tiket ke Incheon, markas Pink Spiders sekaligus tempat gim kelima digelar, tampak semakin dekat.
Namun, kondisi mulai berbalik. Pink Spiders bangkit dengan mencatatkan 6 poin berturut-turut untuk membalikkan skor menjadi 24-23. Suasana di lapangan berubah dalam sekejap. Pink Spiders terpaut 1 poin untuk memenangkan set tersebut, tetapi tuan rumah berhasil menyamakan skor menjadi 24-24. Walakin, Pink Spiders pada akhirnya berhasil merebut set kedua.
Dengan kedua tim sama-sama mengoleksi satu kemenangan set, pertarungan kian sengit. Pada set ketiga, giliran Red Sparks berjuang lebih gigih dengan perebutan deuce hingga akhirnya menang 36-34.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/05/fb5b93eaa15fcec4d36f9800ab0496a8-media_image_62751_226__13.png)
Sementara Pink Spiders memenangi set keempat, Red Sparks akhirnya memenangkan set kelima yang telah lama ditunggu-tunggu, yang memastikan perjalanannya ke Incheon untuk laga penentuan pada Selasa (8/4/2025). Sebanyak 3.405 penggemar Red Sparks yang memenuhi stadion pun bersorak dan melambaikan bendera tim.
”Pertandingan tadi akhirnya menjadi pertarungan servis. Itulah yang terjadi ketika Anda sama-sama kehilangan stamina,” tutur Ko Hee-jin.
Adapun pelatih Pink Spiders, Marcello Abbondanza, sebelum laga mengatakan, timnya sulit untuk mencoba inovasi baru dalam permainan. Itu tak lepas dari jadwal yang ketat selama semusim.
Di sisi lain, menurut Abbondanza, evaluasi timnya sejak kekalahan pada laga ketiga adalah aspek serangan dan penerimaan bola yang tidak maksimal. ”Penting untuk terus menunjukkan bola voli bagus yang bisa kami mainkan. Faktanya, dengan jadwal yang ketat, kami tidak dapat mencoba hal baru. Kami harus berpikiran kuat dan fokus pada apa yang perlu kami lakukan masing-masing,” ujarnya lagi.
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra