Manchester City hanya butuh satu kesalahan lawan untuk merilis potensi terbaik dari para pemain mereka. Liverpool memberikan panggung itu lewat kesalahan Van Dijk.
05 Apr 2026 05:58 WIB · Olahraga
AP
LONDON, SABTU — Kekalahan telak 0-4 Liverpool dari Manchester City disebabkan oleh dua hal yang berhubungan. Pertama adalah kesalahan fatal bek Liverpool Virgil van Dijk yang mengubah drastis momentum pertandingan. Selebihnya, itu berkat skuad City yang memiliki begitu banyak senjata berbahaya.
Laga terakhir Mohamed Salah dalam agenda Liverpool versus City berakhir getir. Sudah kalah dengan skor memalukan, penyerang legendaris Liverpool itu juga gagal mengeksekusi penalti dalam laga perempat final Piala FA di Stadion Etihad, Manchester, Sabtu (4/4/2026) malam WIB.
Jika hanya melihat setengah jam awal laga, hasil itu terasa sangat tidak adil bagi Liverpool. Namun, selama 90 menit, City memang pantas untuk lolos ke semifinal dengan kemenangan dominan. ”Luar biasa. Kami kesulitan di awal laga, tetapi berhasil untuk terus melaju setelah 30 menit,” kata penyerang Erling Haaland yang mencetak hattrick.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/04/07e6c7fa7aac398e6067c8fc0783ff0c-wires_photo_23_.jpg)
Liverpool sangat menjanjikan pada awal laga. ”Si Merah” berkali-kali mengancam pertahanan tim tuan rumah dengan serangan balik kilat yang mengandalkan umpan panjang. Mereka memanfaatkan garis tinggi pertahanan City. Peluang terus berdatangan, termasuk dari Salah yang sempat terbebas di kotak penalti.
Namun, momentum laga berbalik pada menit ke-39. City tiba-tiba mendapatkan hadiah penalti setelah bek sayap Nico O’Reilly dilanggar oleh Van Dijk. Sang kapten Liverpool itu salah waktu dalam mengantisipasi pergerakan O’Reilly ke dalam kotak penalti. Haaland pun membuat City unggul lewat penalti.
Moral skuad Liverpool yang sedang rendah akibat tren inkonsistensi kembali kolaps setelah tertinggal. Sebaliknya, skuad City yang baru mengangkat trofi Piala Liga Inggris semakin berapi-api. Alhasil, hanya butuh waktu sekitar lima menit berselang bagi City untuk menggandakan keunggulan.
City menyudahi paruh pertama dengan keunggulan 2-0. ”Setelah tertinggal satu gol, Anda masih percaya (bisa bangkit). Setelah kemasukan lagi menjelang jeda, peluang itu semakin kecil dan kecil. Daya juang kami tidak cukup, begitu juga dengan mentalitas kami,” kata gelandang Liverpool Domininik Szoboszlai.
Dalam situasi unggul, bakat besar para pemain City semakin terpancar dari sisi ofensif. Tim asuhan Pep Guardiola itu tidak ragu mengekspresikan diri di pertahanan lawan. Lihat saja dalam proses gol kedua, gelandang kreatif Rayan Cherki mengeluarkan trik unik untuk membuka ruang di sisi kanan.
Selain Cherki, O’Reilly dan penyerang sayap Antoine Semenyo juga berkontribusi besar dengan masing-masing berkontribusi untuk dua gol. Mereka sama-sama menyumbang asis untuk Haaland lewat umpan silang. Saat O’Reilly menginspirasi hadiah penalti di gol pembuka City, Semenyo mencetak gol ketiga tuan rumah.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/04/1f0cc16c722394f9893d078cae40186a-Britain_FA_Cup_Soccer_2_.jpeg)
Dari semua itu, Haaland mencuri sorotan terbesar karena berhasil menciptakan hattrick pertama di klub pada musim ini. Dia memulai musim dengan berapi-api, tetapi tiba-tiba menghilang di paruh kedua musim, tepatnya setelah pergantian tahun. Sang ”mesin gol” akhirnya kembali ke versi terbaik di laga tadi.
”Sudah cukup lama sejak saya melakukan itu (hattrick) untuk City. Karena itu, hasil ini spesial dan membuat saya sangat senang. Musim ini (performa saya) terlalu banyak naik dan turun. Itu tentunya tidak cukup baik,” kata Haaland yang sudah mencetak 33 gol untuk City di semua kompetisi musim ini.
City memulangkan Liverpool dalam 57 menit. Mereka sudah unggul empat gol sebelum tepat satu jam. Mereka pun menjaga tradisi klub untuk berangkat ke Stadion Wembley, tempat berlangsungnya semifinal dan final. ”The Citizens” berhasil lolos ke semifinal kompetisi domestik tertua di dunia itu dalam delapan musim beruntun, dua kali berujung menjadi juara.
Guardiola hanya bisa merayakan hasil sempurna itu dari tribune penonton. Sang manajer terkena sanksi larangan mendampingi tim karena sudah menerima enam kartu kuning pada musim ini. ”Dia sangat bahagia karena itu pencapaian spesial, bisa delapan kali ke Wembley dalam delapan musim beruntun,” kata Asisten Pelatih City Pepijn Lijnders.
Malam Liverpool semakin ”gelap” karena kegagalan penalti Salah. Saat sudah tertinggal empat gol, mereka sempat mendapatkan penalti seusai penyerang Hugo Ekitike dilanggar. Sayangnya, tembakan Salah berhasil dihentikan kiper James Trafford. Salah yang berpotensi mencetak hattrick lewat berbagai peluang di laga itu harus pulang dengan kekecewaan.
Dengan hasil itu, City akan semakin percaya diri untuk mengakiri musim dengan tambahan dua gelar juara lagi. Mereka masih bersaing di Liga Inggris dan Piala FA. Sementara itu, tengah pekan depan, Liverpool harus bertandang ke markas Paris Saint-Germain dalam laga pertama perempat final Liga Champions untuk menjaga satu-satunya kans juara mereka. (AP/REUTERS)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Nur Adji