Kisah Sembilan Kudeta Militer di Dunia

Pada Rabu (26/11/2025), tiga hari setelah pemilu, tentara di Guinea-Bissau merebut kekuasaan. Berikut kisah sembilan kudeta militer yang terjadi di dunia.

01 Des 2025 08:11 WIB · Internasional

AFP/Patrick MEINHARDT

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Para tentara di Guinea-Bissau muncul di televisi pemerintah pada hari Rabu (26/11/2025). Mereka mengatakan telah merebut kekuasaan di negara itu, menyusul laporan penembakan di dekat istana presiden, tiga hari setelah pemilihan umum nasional. 

”Komando Militer Tinggi untuk pemulihan ketertiban umum dan nasional memutuskan untuk segera memberhentikan presiden, menangguhkan, hingga ada perintah baru, semua lembaga Republik Guinea-Bissau,” ujar juru bicara Dinis N'Tchama dalam pernyataannya.

Sementara pada saat yang sama, presiden  petahana Umaro Sissoco mengatakan, ”Saya telah digulingkan,” katanya kepada jaringan televisi Perancis, France 24. 

Tentara bersenjata berjaga di dekat Istana Kepresidenan di Bissau pada Rabu (26/11/2025). Tembakan terdengar di luar istana presiden Guinea-Bissau hanya tiga hari setelah pemilihan presiden dan legislatif negara itu.
Anggota pasukan keamanan Guine Bissau berpatroli di dekat kediaman pemimpin oposisi Fernando Dias da Costa di Bissau setelah bentrokan dengan pendukung Partai Pembaruan Sosial pada Kamis (27/11/2025). Militer Guinea-Bissau menunjuk seorang jenderal sebagai pemimpin baru negara itu pada hari Kamis selama satu tahun, sehari setelah merebut kekuasaan.
Anggota tentara Guinea Bissau berjaga di luar ruangan tempat Jenderal Tentara Guinea Bissau Horta N'Tam dilantik sebagai pemimpin transisi dan pemimpin Komando Tinggi di Bissau pada Kamis (27/11/2025).
Jenderal Angkatan Darat Guinea Bissau Horta N'Tam berdiri di samping potret Presiden Guinea Bissau yang digulingkan Umaro Sissoco Embalo saat upacara pelantikan sebagai pemimpin transisi dan pemimpin Komando Tinggi di Bissau pada Kamis (27/11/2025).
Pemimpin junta baru Guinea-Bissau Jenderal. Horta Inta-A, mengambil sumpah jabatan di Bissau, Guinea-Bissau, Kamis (27/11/2025)
Seorang pejalan kaki berjalan melewati mural di Bissau, pada Kamis (27/11/2025).

Ini adalah kudeta terbaru dari beberapa kudeta yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir di Afrika Barat. Guinea-Bissau, negara kecil berpenduduk 2,2 juta jiwa di pesisir Atlantik ini mengikuti pola kudeta militer yang terlihat di seluruh dunia. Pemilihan umum yang disengketakan, pergolakan konstitusional, ketidakpuasan pemuda, dan diakhiri dengan pengambilalihan militer.

Berikut adalah sembilan kudeta militer terakhir di dunia:

Kolonel Assimi Goita yang telah menyatakan dirinya sebagai pemimpin Komite Nasional untuk Keselamatan Rakyat, tiba untuk bertemu dengan delegasi tingkat tinggi dari blok regional Afrika Barat yang dikenal sebagai ECOWAS, di Kementerian Pertahanan di Bamako, Mali, Sabtu, 22 Agustus 2020.

Mali, Agustus 2020 dan Mei 2021

Sejak Agustus 2020, Mali telah mengalami dua kudeta berturut-turut. Sekelompok tentara memberontak dan menangkap perwira militer senior di luar ibu kota Bamako setelah berminggu-minggu protes warga sipil yang menuntut pengunduran diri presiden saat itu, Ibrahim Keita. Korupsi dan kegagalan menindak kelompok bersenjata menjadi dasar gerakan ini.

Pemimpin militer Kolonel Assimi Goita menandatangani perjanjian pembagian kekuasaan dengan Bah Ndaw, seorang presiden sipil. Goita menjabat sebagai wakil presiden pada masa pemerintahan transisi. Pada Mei tahun 2021, Goita menggulingkan Ndaw setelah serangkaian perselisihan dan mengangkat dirinya sendiri sebagai presiden. Ia menunda pemilihan umum yang dijadwalkan pada tahun 2022 menjadi tahun 2027.

Mali adalah salah satu dari kelompok tripartit negara-negara Afrika Barat yang terkurung daratan termasuk Burkina Faso dan Niger. Dua negara terakhir dipimpin oleh junta militer yang kini telah membentuk blok sendiri setelah memisahkan diri dari Komunitas Ekonomi negara-negara Afrika Barat. Mereka telah dengan tegas menyatakan keberatan terhadap kembalinya demokrasi.

Presiden Sementara Chad dan Ketua Dewan Militer transisi, Jenderal. Mahamat Idriss Deby, melambaikan tangan saat disambut oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk pertemuan tentang krisis Sahel di Istana Elysee di Paris, Jumat, 12 November 2021. Ketika Presiden Idriss Deby, terbunuh saat bertarung melawan pemberontak di wilayah utara, putranya, Jenderal. Mahamat Idriss Deby, mengambil alih kekuasaan yang bertentangan dengan ketentuan konstitusi.

Chad, April 2021

Setelah kematian ayahnya pada tahun 2021, Mahamat Idris Deby, seorang jenderal angkatan darat, dengan cepat merebut kekuasaan, memperpanjang kekuasaan keluarganya selama tiga dekade di negara Afrika tengah itu.

Tiga tahun kemudian, ia menyelenggarakan pemilu yang ia janjikan saat merebut kekuasaan. Deby dinyatakan sebagai pemenang pemilu yang diklaim oleh pihak oposisi telah dicurangi. Sejak itu, ia terus membungkam para kritikus. Mantan Perdana Menteri Succes Masra, seorang tokoh oposisi, dijatuhi hukuman 20 tahun penjara awal tahun 2025 ini.

Presiden Junta Guinea Kolonel Mamady Doumbouya, meninggalkan pertemuan dengan delegasi ECOWAS di Conakry, Guinea, 10 September 2021. Afrika Barat sedang bergulat dengan gelombang kudeta militer selama 18 bulan terakhir.

Guinea, September 2021

Setelah 11 tahun menjabat, Presiden Alpha Conde digulingkan oleh sekelompok tentara yang dipimpin oleh Mamady Doumbouya. Sebelumnya, pada tahun 2020, Conde mengubah konstitusi agar ia dapat mencalonkan diri untuk masa jabatan ketiga.

Doumbouya mencalonkan diri dalam pemilihan bulan Desember dan berupaya melepaskan diri dari tuntutan militernya. Ia berhasil memenangi referendum tahun ini, yang memungkinkan pemimpin junta ini untuk mencalonkan diri dalam pemilihan umum dan memperpanjang batas masa jabatan presiden dari lima menjadi tujuh tahun.

Sudan, Oktober 2021

Militer Sudan, yang dipimpin oleh Jenderal Abdel-Fattah Burhan, melancarkan kudeta pada Oktober 2021, menggulingkan Presiden Omar al-Bashir, yang telah memerintah negara itu selama 26 tahun.

Burhan kemudian berbagi kekuasaan dengan Muhammad Dangalo, yang dikenal sebagai Hedmeti, pemimpin Pasukan Dukungan Cepat paramiliter. Pada bulan April 2023, perseteruan yang membara di antara mereka menyebabkan salah satu konflik paling dahsyat di dunia, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Pemimpin kudeta Burkina Faso Kapten Ibrahim Traore berpartisipasi dalam sebuah upacara di Ouagadougou, Oktober. 15, 2022. Traore, pemimpin militer Burkina Faso, dan akan menjabat selama lima tahun lagi setelah penandatanganan piagam.


AP/Kilaye Bationo

Burkina Faso, Januari dan September 2022

Seperti negara tetangganya, Mali, Burkina Faso juga mengalami dua kudeta berturut-turut. Pada Januari 2022, Roch Kabore digulingkan oleh Letnan Kolonel Paul-Henri Damiba. Pada bulan September, Kapten Ibrahim Traore, kepala unit artileri tentara Burkina Faso, menggulingkan Damiba dengan dalih yang sama seperti kudeta sebelumnya, seiring memburuknya keamanan.

Traore kemudian memerintah negara itu. Pada bulan Juli, ia membubarkan komisi pemilihan independen.

Jenderal Abdourahmane Tchiani membuat pernyataan pada hari Jumat, 28 Juli 2023, di Niamey, Niger. Televisi pemerintah Niger mengidentifikasi dia sebagai pemimpin Dewan Nasional untuk Perlindungan Negara, kelompok tentara yang mengatakan mereka melakukan kudeta terhadap Presiden Mohamed Bazoum. 


AP/ORTN

Niger, Juli 2023

Jenderal Abdourahamane Tchiani menggulingkan Mohamed Bazoum, mengakhiri transisi demokrasi yang langka di Niger. Kudeta dramatis tersebut memicu krisis di blok regional ECOWAS, yang mengancam akan menginvasi Niger jika Bazoum tidak diangkat dan negara tersebut kembali ke demokrasi. Krisis tersebut memecah belah kawasan. Niger bekerja sama dengan Burkina Faso dan Mali untuk membentuk Aliansi Negara-Negara Sahel yang memisahkan diri dari ECOWAS.

Tentara mengangkat Jenderal Brice Clothaire Oligui Nguema  di Libreville, Gabon, Rabu 30 Agustus 2023. Tentara yang memberontak mengumumkan bahwa mereka telah merebut kekuasaan dan membatalkan hasil pemilihan presiden.


AP/Gabon24

Gabon, Agustus 2023

Kejadiannya tak lama setelah Presiden Ali Bongo, yang telah berkuasa selama 14 tahun, mencalonkan diri untuk masa jabatan ketiga dan dinyatakan sebagai pemenang pemilu berikutnya pada tahun 2023. Sekelompok tentara muncul di televisi dan mengatakan mereka merebut kekuasaan. Mereka membatalkan pemilu dan membubarkan semua lembaga negara.

Brice Oligui Nguema, sepupu Bongo, mengambil alih kekuasaan. Sejak itu, dia memerintah Gabon dan diumumkan sebagai pemenang pemilihan presiden pada bulan April.

Tentara menjaga mobil Kolonel Michael Randrianirina setelah dia dilantik sebagai presiden di Mahkamah Konstitusi Tinggi di Antananarivo, Madagaskar, Jumat, (17/10/2025).



AP/Brian Inganga

Madagaskar, Oktober 2025

Mengungkapkan rasa frustrasi atas kekurangan air dan pemadaman listrik yang kronis, kaum muda di Madagaskar turun ke jalan menuntut pengunduran diri mantan Presiden Andry Rajoelina. Rajoelina justru membubarkan pemerintahannya dan menolak mengundurkan diri. Ini kemudian memicu pengambilalihan militer atas negara di Afrika bagian selatan tersebut.

Jenderal Angkatan Darat Guinea Bissau Horta N'Tam (C) berpose dengan para pemimpin militer lainnya setelah dilantik sebagai pemimpin transisi dan pemimpin Komando Tinggi di Bissau pada Kamis (27/11/2025).

Guinea-Bissau, November 2025

Negara Afrika Barat ini memiliki sejarah kudeta. Embalo sedang berusaha menjadi presiden pertama yang memenangi masa jabatan kedua ketika militer merebut kekuasaan. Embalo akhirnya berhasil menyelamatkan diri ke negara tetangganya, Senegal. Saat yang bersamaan, militer mengumumkan pemimpin junta baru pada Kamis (27/11/2025) dengan melantik Jenderal Horta Inta-a sebagai kepala pemerintahan militer. (AP/REUTERS/AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Demitrius Wisnu Widiantoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti