SCO Semakin Berperan Menjaga Perdamaian

China menggelar KTT SCO awal pekan ini. Presiden China Xi Jinping menegaskan peran SCO yang semakin besar, salah satunya dalam menjaga perdamaian.

01 Sep 2025 19:02 WIB · Internasional

Oleh Helena Fransisca Nababan

TIANJIN, SENIN - Presiden China Xi Jinping menyatakan Organisasi Kerja Sama Shanghai atau SCO berperan semakin besar sebagai penjaga perdamaian dan stabilitas regional. Xi juga mengajak setiap anggota SCO untuk meneruskan Semangat Shanghai di masa yang penuh tantangan dan perubahan serta memanfaatkan potensi organisasi dengan lebih baik.

Dalam pembukaan KTT SCO, Senin (1/9/2025), Xi menyatakan, SCO merupakan organisasi pertama yang membentuk mekanisme pembangunan kepercayaan militer di wilayah perbatasan dan meluncurkan Inisiatif Sabuk dan Jalan (BRI).

“SCO menjadi yang pertama menandatangani perjanjian tentang hubungan bertetangga baik, persahabatan, dan kerja sama jangka panjang, yang menyatakan komitmen untuk menjalin persahabatan yang langgeng dan menghindari permusuhan," ujarnya.

Saat ini, dunia tengah menghadapi transformasi cepat dengan faktor-faktor ketidakstabilan, ketidakpastian, dan situasi yang tidak terprediksi. “Dengan demikian, SCO memikul tanggung jawab yang lebih besar untuk menjaga perdamaian dan stabilitas regional serta mendorong pembangunan dan kemakmuran semua negara," ujar Xi.

Menurut Xi, pengaruh dan daya tarik internasional SCO semakin meningkat dari hari ke hari. SCO juga memiliki pencapaian inovatif dan bersejarah dalam pengembangan kerja sama.

Negara-negara anggota SCO, disebut Xi, juga merupakan yang pertama mengajukan visi tata kelola global yang mencakup konsultasi ekstensif dan kontribusi untuk kepentingan bersama. Hal itu merupakan upaya untuk mempraktikkan multilateralisme sejati.

"Kita harus mengadvokasi dunia multipolar yang setara dan tertib serta globalisasi ekonomi yang inklusif dan bermanfaat secara universal, dan menjadikan sistem tata kelola global lebih adil dan setara," tambahnya.

Xi mendesak negara-negara anggota SCO untuk tetap setia pada misi pendirian organisasi. Xi juga mendorong negara-negara anggota untuk mengembangkan SCO yang sehat dan berkelanjutan dengan tekad lebih besar dan langkah-langkah yang lebih praktis.

Jurnalis menyimak jalannya Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Kerja Sama Shanghai (KTT SCO) di Tianjin, China pada Senin (1/9/2025). Ribuan jurnalis dari berbagai negara, termasuk China yang jadi tuan rumah KKT SCO 2025, hadir di Tianjin untuk meliput. Ada lebih dari 20 kepala negara dan 10 organisasi internasional yang hadir di KTT ini, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin. Presiden Indonesia Prabowo Subianto sedianya hadir, namun batal dan digantikan Menteri Luar Negeri Sugiono.

Untuk itu, menurut Xi, negara-negara anggota SCO harus mencari titik temu sambil mengesampingkan perbedaan, mengejar keuntungan bersama dan hasil yang saling menguntungkan. Selain itu, juga memperjuangkan keterbukaan dan inklusivitas, menjunjung tinggi keadilan dan kesetaraan, serta mengupayakan hasil nyata dan efisiensi tinggi.

Hal itu sesuai dengan Semangat Shanghai. Di dalamnya, setiap negara anggota diharapkan menjunjung nilai-nilai saling percaya, saling menguntungkan, kesetaraan, konsultasi, menghormati keberagaman, dan mengejar pembangunan bersama.

"Semua negara anggota SCO adalah sahabat dan mitra," ujarnya. Ia menyerukan negara-negara anggota untuk saling menghormati perbedaan, menjaga komunikasi strategis, membangun konsensus, serta memperkuat solidaritas dan kolaborasi.

Xi mengatakan negara-negara anggota harus memanfaatkan kekuatan pasar mereka yang sangat besar dan saling melengkapi secara ekonomi. Negara-negara anggota juga perlu meningkatkan fasilitasi perdagangan dan investasi.

Xi juga mengharapkan peningkatan kerja sama di bidang-bidang seperti energi, infrastruktur, industri hijau, ekonomi digital, inovasi sains-teknologi, dan kecerdasan buatan.

Ia mendesak pemanfaatan Pusat Universal SCO untuk Penanggulangan Ancaman dan Tantangan Keamanan dan Pusat Antinarkoba SCO. Sejalan dengan itu, dimanfaatkan pula pembentukan bank pembangunan SCO sesegera mungkin. Hal itu akan memberikan landasan yang lebih kuat bagi kerja sama keamanan dan ekonomi antarnegara anggota.

Dalam pembukaan, Xi juga mengumumkan China akan memberikan hibah sebesar 2 miliar yuan kepada negara-negara anggota SCO untuk memastikan perkembangan SCO yang lebih baik. China juga akan memberikan pinjaman tambahan sebesar 10 miliar yuan kepada bank-bank anggota Konsorsium Antarbank SCO selama tiga tahun ke depan.

Selain itu, China berencana untuk melaksanakan 100 proyek di negara-negara anggota yang membutuhkan. Dalam lima tahun ke depan, China akan mendirikan 10 Lokakarya Luban di negara-negara tersebut dan menyediakan 10.000 kesempatan pelatihan sumber daya manusia.

Sejauh ini, investasi China di negara-negara anggota SCO telah melampaui 84 ​​miliar dolar AS. Sementara perdagangan bilateral tahunannya dengan negara-negara anggota SCO telah melampaui 500 miliar dolar AS.

Terkait dengan KTT SCO, Presiden Prabowo Subianto semula dijadwalkan hadir di Tianjin. Namun, Presiden Prabowo membatalkan kehadirannya di Tianjin untuk memantau dan mengelola situasi di Tanah Air. Sepekan ini, demonstrasi besar-besaran merebak di berbagai kota di Indonesia.

Jurnalis mendengarkan keterangan Presiden China Xi Jinping dari layar saat Konferensi Tingkat Tinggi Organisasi Kerja Sama Shanghai (KTT SCO) berlangsung di Tianjin, China pada Senin (1/9/2025). KTT yang berlangsung pada 31 Agustus-1 September 2025 ini dihadiri lebih dari 20 kepala negara dan 10 organisasi internasional. SCO semula adalah forum kerja sama antara negara Asia Tengah dan Asia Tengah di bidang keamanan. Kerja sama SCO kini meluas di berbagai sektor dan anggotanya pun bertambah dari 6 negara menjadi 10 negara.

Global Times melaporkan, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Guo Jiakun mengatakan China telah memperhatikan perubahan situasi domestik Indonesia. China meyakini di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, Pemerintah Indonesia akan mampu menangani situasi dengan baik dan memulihkan stabilitas sesegera mungkin.

Ia menambahkan bahwa China juga berharap Indonesia akan mengambil langkah-langkah efektif untuk memastikan keselamatan institusi dan personel China di Indonesia.

China, menurut Guo, memahami dan menghormati pembatalan Pemerintah Indonesia atas rencana perjalanan Presiden Prabowo karena kebutuhan domestik. “China menyambut baik Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono sebagai perwakilan presiden untuk menghadiri KTT SCO Tianjin dan untuk acara-acara peringatan 80 tahun kemenangan Perang Perlawanan Rakyat Tiongkok melawan Agresi Jepang dan Perang Anti-Fasis Dunia,” ujar Guo.

KTT SCO tahun ini digelar di kota pelabuhan Tianjin. Pemilihan Kota Tianjin sebagai tempat penyelenggaraan KTT SCO 2025 cukup beralasan.

Sejak zaman dahulu Tianjin dikenal sebagai pintu gerbang ke Beijing. Tianjin juga dikenal karena keterbukaan dan inklusivitasnya. Sebagai kota pelabuhan, Tianjin menjadi pelopor dalam reformasi dan keterbukaan China.

"Dalam beberapa tahun terakhir, Tianjin menerapkan strategi nasional pembangunan terkoordinasi Beijing-Tianjin-Hebei dan menuliskan babak baru yang dinamis dalam memajukan modernisasi China. Kami yakin, sebagai tuan rumah KTT ini, Tianjin akan memberikan dorongan baru bagi pembangunan berkelanjutan organisasi SCO," ujar Xi kepada para tamu KTT SCO dalam jamuan, Minggu (31/8/2025), seperti dikutip China Daily.

Didirikan di Shanghai pada tahun 2001, SCO berkembang dari organisasi regional beranggotakan enam negara menjadi organisasi trans-regional. SCO saat ini  terdiri dari 10 anggota, dua pengamat, dan 14 mitra dialog yang tersebar di Asia, Eropa, dan Afrika.

SCO mewakili hampir separuh populasi dunia dan seperempat ekonomi global. Adapun kerja sama SCO mencakup lebih dari 50 bidang dan total output ekonomi hampir 30 triliun dolar AS. (REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Helena Fransisca Nababan
 | 

Editor:

Nur Hidayati
 | 

Penyelaras Bahasa:

Apolonius Lase