Ditahan Juventus menyebabkan Atalanta harus mulai melupakan ”scudetto”. Meski belum kalah, penampilan Juve menurun drastis dibandingkan dengan musim lalu.
15 Jan 2025 10:52 WIB · Olahraga
BERGAMO, RABU — Masa-masa Atalanta untuk memimpikan trofi Liga Italia alias scudetto berakhir prematur. Setelah sempat memuncaki klasemen selama tiga pekan, ”Si Dewi” semakin sulit mengimbangi kecepatan laju kemenangan dua tim teratas, Napoli dan Inter Milan.
Atalanta menelan tiga hasil imbang beruntun setelah ditahan Juventus, 1-1, di Stadion Gewiss, Rabu (15/1/2025) dini hari WIB. Gol ke-13 penyerang tengah Mateo Retegui di Liga Italia 2024-2025 menghindari Atalanta dari kekalahan. Retegui menyamakan kedudukan di papan skor pada menit ke-78.
Sebelumnya, Juve unggul lebih dulu melalui gol perdana bek Pierre Kalulu pada menit ke-54. Itu adalah kali pertama Kalulu mencetak gol dengan seragam ”Si Nyonya Besar” setelah hijrah dari AC Milan, awal musim ini.
Hasil laga tunda pekan ke-19 itu memang tidak membuat Atalanta beranjak dari peringkat ketiga. Namun, mereka gagal memangkas jarak poin dengan Napoli.
Atalanta masih berjarak empat poin dari Napoli. Di sisi lain, mereka dengan 43 poin mengemas poin setara dengan Inter Milan yang duduk di posisi kedua. Adapun Inter menjalani dua pertandingan lebih sedikit dari Atalanta.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/15/79a1cf3107e634cd9fec6a3f50a268bb-wires_photo_55_.jpg)
Tak ayal, Si Dewi gagal mempertahankan superioritas mereka di puncak klasemen, termasuk untuk kali pertama dalam sejarah klub menyabet predikat juara paruh musim Liga Italia. Mereka sempat menguasai klasemen pada pekan ke-15 hingga ke-18.
Namun, sejak ditahan Lazio, 1-1, yang disusul bermain imbang tanpa gol melawan Udinese, Atalanta mulai harus berpikir realistis untuk tidak terbebani ambisi mengejar gelar Liga Italia perdana.
Pelatih Atalanta Gian Piero Gasperini mengakui peluang scudetto telah menipis bagi skuadnya, apalagi dengan mempertimbangkan konsistensi Napoli dan Inter. Meski begitu, ia mengingatkan target utama Atalanta adalah meraih tiket Liga Champions.
”Kami telah memainkan 20 laga, jadi kami masih akan menjalani 18 gim lagi. Jika kali ini berpikir (kans) scudetto, harus dikatakan kami sudah ada di persimpangan jalan. Namun, kami masih di jalur yang tepat untuk target utama kami menuju Liga Champions,” ujar Gasperini dilansir Corriere dello Sport.
Melawan Juve, Atalanta telah mengerahkan seluruh daya dan upaya untuk mengakhiri tren seri. Mereka mengkreasi 17 tembakan, lalu tampil lebih mendominasi dengan catatan 60 persen penguasaan bola.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/15/92baca9930cf8f250ea67ec8627a8fbe-wires_photo_53_.jpg)
Kekurangan Atalanta adalah operan final di sepertiga zona pertahanan Juve. Itu membuat mereka kesulitan membongkar pertahanan Si Nyonya Besar.
Secara akumulasi, jumlah tembakan kedua tim setara. Namun, Si Dewi hanya menghasilkan lima tembakan tepat sasaran dan dua peluang emas. Mereka pun sekadar hasilkan 1,4 expected goals (xG).
Dua peluang terbaik Atalanta tercipta setelah Gasperini memasukkan Retegui dan Nicola Zaniolo untuk menggantikan Charles De Ketelaere dan Ademola Lookman. Retegui mencetak gol penyama kedudukan, sedangkan Zaniolo nyaris membuat Atalanta berbalik unggul pada menit ke-84. Sepakan kaki kirinya masih bisa diantisipasi kiper Juve, Michele Di Gregorio.
Di sisi lain, Juve yang tampil lebih reaktif untuk melancarkan serangan balik cepat menciptakan delapan tembakan mengarah ke gawang. Tiga peluang dikreasi Juve yang mencatatkan probabilitas gol lebih baik dengan 1,54 xG.
Atalanta pun patut mengapresiasi performa kiper mereka, Marco Carnesecchi. Sebanyak tujuh penyelamatan dicatatkan kiper berusia 24 tahun itu, termasuk sundulan Kalulu pada menit ke-50 yang dihalau Carnesecchi hanya beberapa milimeter sebelum seluruh bagian bola melewati garis gawang.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/15/8249a2d419be7d86382668e9b650051b-wires_photo_54_.jpg)
Kiper asal Italia itu juga membuat dua pemain Juve, yaitu Weston Mckennie dan Nico Gonzalez, frustrasi. Carnesecchi masing-masing menghalau dua tembakan dua pemain Juve itu.
”Ia memiliki performa mengagumkan dan membuat penyelamatan yang penting untuk hasil akhir laga. Ia sudah menjadi kiper yang penting dan siap menghadapi serangan lawan,” ucap Gasperini.
Sementara itu, McKennie kecewa sekali lagi gagal membantu Juve menang. Serupa dengan Atalanta, Si Nyonya Besar juga telah mencatatkan tiga hasil imbang beruntun.
Satu hal yang menyesakkan, bagi McKennie, tiga hasil imbang itu diawali kegagalan Juve mempertahankan keunggulan.
”Kami menciptakan banyak kesempatan, tetapi pada akhirnya itu tidak berarti jika kami gagal mencetak gol atau terus kebobolan. Kami berada dalam momen yang sulit, tetapi kami tetap bersatu sebagai tim. Harapannya, kami bisa meraih tiga poin di gim selanjutnya sebab kami bermain untuk menang,” tutur McKennie yang berpaspor Amerika Serikat.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/15/90683e63eb7eaba4e3073229f125b19f-wires_photo_56_.jpg)
Juve menjadi satu-satunya tim yang belum terkalahkan di Liga Italia musim ini. Namun, mereka terlalu banyak meraih imbang ketimbang menang. Sebanyak 13 hasil seri telah dicatatkan Si Nyonya Besar. Sementara mereka baru meraih tujuh kemenangan.
Kondisi itu membuat Juve berada di peringkat kelima dengan 34 poin. Mereka berjarak 13 poin dari Napoli di puncak klasemen.
Dibandingkan dengan musim lalu dalam periode laga yang sama, Juve mengalami penurunan 15 poin. Pada kompetisi edisi 2023-2024, Juve duduk di peringkat kedua pada pekan ke-20.
”Kami tidak bisa senang dengan imbang karena anak-anak bekerja setiap hari untuk menang. Namun, semangat mereka untuk menang tidak pernah berkurang,” ucap Motta kepada Sky Sport Italia.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .