SEA Games 2025: Peringkat Kedua Indonesia dan Prestasi Cabang Atletik

Indonesia tampil kompetitif di SEA Games 2025. Atletik menjadi cabang olahraga yang mampu memberi kejutan dengan melampaui target perolehan medali.

21 Des 2025 06:01 WIB · Olahraga

KOMPAS/Adrian Fajriansyah 

Oleh Andreas Yoga Prasetyo

SEA Games Thailand 2025 berakhir pada 20 Desember 2025. Tuan rumah Thailand berhasil menjadi juara umum setelah merebut 233 medali emas. Peringkat kedua ditempati Indonesia yang berhasil meraih 91 medali emas, 111 perak, dan 131 perunggu.

Capaian Indonesia ini memperbaiki peringkat pada dua SEA Games sebelumnya. Indonesia berada di peringkat ketiga pada SEA Games 2021 dan 2023. Indonesia mengumpulkan 87 medali emas pada SEA Games 2023 dan 69 medali emas di SEA Games 2021. Meski belum berhasil menjadi juara umum, atlet-atlet Indonesia mampu tampil kompetitif pada SEA Games 2025.

Terakhir kali Indonesia meraih juara umum pada SEA Games 2011. Setelah itu, Indonesia belum mampu kembali merebut gelar juara umum, bahkan belum dapat menempati peringkat kedua yang terakhir diraih pada SEA Games 1995.

Tumpuan medali emas Indonesia pada SEA Games 2025 kali ini berasal dari cabang olahraga atletik (9 emas). Selain atletik, cabang lain penyumbang medali ialah panahan (6 emas), wushu (5 emas), serta panjat tebing, judo, pencak silat, perahu naga, dan menembak yang masing-masing mempersembahkan 4 emas.

Istimewanya, cabang olahraga atletik menutup gelaran SEA Games dengan catatan prestasi yang ciamik. Meski tidak menjadi juara umum, cabang olahraga ini mampu melampaui target raihan 7 medali emas yang diusung. Rangkaian persaingan yang dimulai sejak 11-16 Desember 2025 mampu memperlihatkan catatan prestasi Indonesia dengan meraih 9 emas, 5 perak, dan 6 perunggu.

Dari sisi perolehan medali, Indonesia masih kalah dibandingkan dengan Thailand dan Vietnam pada cabang olahraga atletik. Thailand menguasai dengan raihan 13 medali emas, 13 perak, dan 4 perunggu. Capaian ini sekaligus mengunci posisi Thailand sebagai juara umum cabang olahraga atletik. Sementara Vietnam menempel posisi Thailand dengan raihan 12 emas, 12 perak, dan 10 perunggu. Vietnam gagal meraih dominasi dengan hanya terpaut satu medali emas dari Thailand.

Meski belum mampu menyaingi raihan medali Thailand dan Vietnam, Indonesia tetap menunjukkan dominasi pada beberapa nomor. Pada lari gawang 100 meter putri, misalnya, Indonesia mampu meraih medali emas berkat catatan waktu 13,21 detik yang diraih oleh Dina Aulia. Indonesia menguasai cabang olahraga ini setelah atlet lainnya, Emilia Nova, meraih medali perak.

Pelari Indonesia, Dina Aulia (kanan) dan rekan senegaranya, Emilia Nova, berfoto setelah partai final nomor lari gawang 100 meter putri SEA Games 2025 di Stadion Nasional Suphachalasai, Bangkok, Thailand, Jumat (12/12/2025). Dina Aulia meraih medali emas dengan catatan waktu 13,21 detik, disusul rekan senegaranya Emilia Nova yang mendapatkan medali perak dengan catatan waktu 13,27 detik. Sementara itu medali perunggu diraih pelari Vietnam Thi My Tien Huynh dengan catatan waktu 13,43 detik.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
12-12-2025

Medali emas juga berhasil diraih oleh Hendro, atlet senior, pada nomor jalan cepat 20 km putra. Dengan catatan waktu 1 jam 35 menit 25 detik, Hendro berhasil mengungguli atlet Myanmar dan Thailand yang finis pada peringkat kedua dan ketiga. Raihan ini menunjukkan bahwa atlet senior Indonesia juga masih memiliki taji dibandingkan dengan atlet lainnya di Asia Tenggara.

Sama halnya dengan Hendro, pada nomor jalan cepat 20 km putri, Indonesia juga mengunci satu medali emas. Capaian ini diraih berkat keberhasilan Violine Intan Puspita finis dengan catatan waktu 1 jam 46 menit 52 detik. Violine mampu mengungguli atlet tuan rumah yang harus rela finis pada urutan ketiga.

Lagu ”Indonesia Raya” juga kembali berkumandang berkat raihan prestasi kedua atlet pada nomor maraton putra dan putri. Robi Syianturi dan Odekta Elvina Naibaho berhasil membawa harum nama Indonesia pada nomor maraton dan mengungguli atlet tuan rumah. Robi meraih medali emas dengan catatan waktu 2 jam 27 menit 33 detik, sementara Odekta Elvina Naibaho berhasil mencatatkan waktu 2 jam 43 menit 13 detik.

Atlet putri Indonesia kembali menunjukkan dominasi pada nomor lompat galah putri, lompat jangkit putri, dan saptalomba putri. Diva Renatta Jayadi, Maria Natalia Londa, dan Emilia Nova masing-masing menyumbang satu medali emas. Prestasi ini semakin membuktikan bahwa atlet putri Indonesia pada cabang olahraga atletik masih sangat disegani di kancah regional Asia Tenggara.

Terakhir, Abdul Hafiz juga turut menyumbang medali emas pada nomor lempar lembing. Jarak lemparan sejauh 72,82 meter lebih cari cukup untuk mengukuhkan lemparan terbaik dibandingkan dengan atlet lainnya dalam ajang SEA Games 2025.

Infografik-Perolehan Medali Cabang Olahraga Atletik SEA Games 2025

Catatan lebih baik

Catatan prestasi ini lebih baik dibandingkan dengan tiga gelaran SEA Games sebelumnya. Pada SEA Games 2019 di Filipina, misalnya, Indonesia mampu meraih 5 medali emas, 6 perak, dan 5 perunggu. Sementara pada SEA Games 2021 di Vietnam, cabang olahraga atletik hanya membawa 2 medali emas, 5 perak, dan 4 perunggu. Terakhir, pada SEA Games 2023 di Kamboja, Indonesia meraih 7 medali emas, 3 perak, dan 9 perunggu.

Pada SEA Games 2023, Indonesia berhasil mencatatkan medali emas pada beberapa nomor seperti lari jarak jauh 10.000 meter putra, estafet 4x100 meter putra, maraton putra, maraton putri, jalan cepat 20 km putra, lompat jauh putri, dan lempar lembing putra. Capaian ini dianggap sebagai kebangkitan cabang olahraga atletik saat itu.

Kini, beberapa nomor serupa kembali mencatatkan raihan medali. Menariknya, terdapat beberapa atlet yang konsisten mempertahankan raihan medali emas. Pada nomor jalan cepat 20 km putra, Hendro berhasil mempertahankan dominasi. Maria Natalia Londa juga berhasil memperoleh medali emas pada SEA Games 2023 dan 2025 pada nomor lompat jauh.

Catatan serupa juga diperoleh Abdul Hafiz. Pada SEA Games 2023, Abdul Hafiz mampu meraih medali emas dengan catatan lemparan sejauh 69,6 meter. Catatan ini berhasil diperbaiki dalam SEA Games 2025 menjadi 72,82 meter. Keberhasilan ini sekaligus mengukuhkan prestasi Abdul Hafiz sebagai atlet lempar lembing putra terbaik di Asia Tenggara.

Perbaikan catatan waktu juga diraih oleh Odekta Elvina Naibaho pada nomor maraton putri. Pada SEA Games 2023, Odekta mencatatkan waktu 2 jam 48 menit 14 detik. Pada SEA Games 2025, catatan waktu yang diraih lebih baik menjadi 2 jam 43 menit 13 detik.

Menariknya, terdapat nomor yang mencatatkan perbaikan prestasi. Pada jalan cepat 20 km putri, misalnya, Violine Intan Puspita yang sebelumnya mendapatkan medali perak dengan catatan 1 jam 55 menit 14 detik, kini berhasil memperbaiki catatan waktu menjadi 1 jam 46 menit 52 detik.  

Pelari Indonesia Emilia Nova berlari pada nomor sapta lomba 200 meter SEA Games 2025 di Stadion Suphachalasai, Bangkok, Thailand, Senin (15/12/2025). Emilia Nova mencatatkan waktu 25.14 pada sapta lomba 200 meter dan meraih poin 874KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)15-12-2025

 

Pembinaan atlet muda

Menilik capaian perbaikan ini, terdapat evaluasi dari para atlet sehingga dapat mempertahankan medali, bahkan meraih medali emas yang sebelumnya gagal diraih. Hal inilah yang menjadi faktor dan kunci keberhasilan Indonesia dalam meraih banyak medali dalam cabang olahraga SEA Games.

Perpaduan atlet senior dan yunior juga menjadi salah satu kunci keberhasilan cabang olahraga atletik. Beberapa atlet muda seperti Aulia Dina (22 tahun) dan Diva Renatta Jayadi (23 tahun) mendapat kepercayaan sebagai atlet andalan Indonesia. Para atlet muda juga kerap memperoleh kesempatan dalam berbagai ajang sebelum pelaksanaan SEA Games. Aulia Dina, misalnya, atlet muda ini telah mencicipi Piala Dunia atletik U-20 pada nomor lari gawang 100 meter. Aulia bahkan mampu melaju ke babak semifinal hingga menembus tiga besar.

Selain atlet muda, atlet senior seperti Emilia Nova (30 tahun), Odekta Elvina Naibaho (34 tahun), hingga Maria Natalia Londa (35 tahun) masih menjadi andalan dan berhasil mencatatkan prestasi. Para atlet ini sebelumnya telah mencatatkan ragam prestasi bagi Indonesia di kancah internasional.

Emilia Nova, misalnya, pada Asian Games 2018 berhasil memperoleh medali perak pada nomor lari gawang 100 meter. Catatan prestasi ciamik juga diraih oleh Maria Natalia Londa dengan meriah medali emas pada Asian Games 2014. Hal ini menunjukkan bahwa perpaduan atlet senior dan yunior dapat menghasilkan catatan prestasi ciamik.

Meski kembali menunjukkan prestasi, evaluasi perlu dilakukan untuk beberapa nomor. Pada nomor estafet 4x100 meter putra, misalnya, Indonesia yang sebelumnya meraih medali emas, kini gagal meraih capaian serupa. Zohri dan kawan-kawan pada SEA Games tahun ini memperoleh medali perunggu setelah kalah catatan waktu dari Thailand dan Vietnam.

Nomor ini memang kerap menjadi andalan bagi Indonesia. Pada Asian Games 2018, misalnya, nomor estafet 4x100 meter putra berhasil menyumbangkan medali perak. Pada Kejuaraan Atletik Asia Grand Prix 2019 nomor estafet 4x100 meter putra juga berhasil menyumbang medali perunggu. Berkaca pada catatan prestasi ini, evaluasi perlu segera dilakukan demi menjaga konsistensi prestasi dan mampu meningkatkan prestasi olahraga Indonesia di pentas dunia. (LITBANG KOMPAS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Andreas Yoga Prasetyo
 | 

Editor:

Yohan Wahyu
 | 

Infografik:

Dimas Tri Adiyanto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Didik Durianto