SEA Games 2025 Sebulan Lagi, Kekuatan Kontingen Indonesia Belum Diketahui

Kemenpora masih perlu mereviu 17 dari total 52 cabang olahraga sampai 31 Oktober 2025. SEA Games Thailand 2025 dimulai pada 9 Desember.

30 Okt 2025 07:24 WIB · Olahraga

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN

Oleh Rebiyyah Salasah

JAKARTA, KOMPAS — Lebih kurang sebulan menuju SEA Games Thailand 2025, 9-20 Desember, Kementerian Pemuda dan Olahraga masih belum bisa memastikan kekuatan kontingen Indonesia dan potensi perolehan medali. Kemenpora mengaku masih mereviu cabang-cabang olahraga yang telah melakukan pemusatan latihan nasional.

Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga, Surono, menyampaikan, hingga Rabu (29/10/2025), sudah ada 35 cabang olahraga yang menjalani reviu. Peninjauan akhir ini melibatkan tim pakar, praktisi olahraga, serta perwakilan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI).

Dari 35 cabang olahraga yang sudah direviu itu, 12 di antaranya merupakan cabang olahraga unggulan, seperti angkat besi, panjat tebing, atletik, dan akuatik. Adapun dua cabang olahraga unggulan lain, yaitu senam artistik dan karate, termasuk ke dalam 17 cabang olahraga yang masih akan direviu hingga batas waktu 31 Oktober 2025.

”Jadi, belum bisa disimpulkan lebih awal berapa potensi perolehan medali karena kami masih terus menyisir dan berkoordinasi dengan para PB (pengurus besar) cabang olahraga yang menjalankan pelatnas agar hasil akhirnya komprehensif,” kata Surono, Rabu (29/10/2025) sore.

Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Surono.

Potensi perolehan medali yang masih belum disimpulkan itu sejalan dengan belum ditentukannya kekuatan kontingen Indonesia. Artinya, ketidakjelasan masih membayangi, setidaknya sampai proses reviu rampung pada akhir Oktober.

Surono mengklaim, proses reviu berjalan positif sehingga menjadi modal penting bagi Kemenpora dalam memetakan arah pembinaan prestasi. Dia pun berharap, target mempertahankan posisi tiga besar pada klasemen akhir perolehan medali bisa tercapai.

Pada September lalu, tim reviu sebenarnya sudah melakukan tugasnya dengan peninjauan terhadap 52 cabang olahraga yang diproyeksikan tampil di SEA Games 2025. ”Dari hasil reviu, diperkirakan kontingen Indonesia akan terdiri dari sekitar 1.110 atlet dan 440 pelatih,” ucap Ketua Tim Reviu Yunyun Yudiana, dikutip dari laman resmi Kemenpora.

”Kami menekankan seleksi yang ketat agar atlet yang diberangkatkan benar-benar memiliki peluang meraih medali, tidak hanya di SEA Games, tetapi juga berkelanjutan hingga Asian Games dan Olimpiade,” tutur Guru Besar Bidang Ilmu Kepelatihan Olahraga Bola Voli di Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan UPI ini.

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir memberikan keterangan pers soal persiapan SEA Games Thailand 2025 di Wisma Kemenpora, Jakarta, Kamis (16/10/2025).

Adapun Kemenpora melakukan reviu ulang setelah Menpora Erick Thohir mengatakan pada 16 Oktober 2025, Indonesia bisa mengirimkan total 700-800 atlet. Akan tetapi, Erick belum bisa menjabarkan jumlah pasti kontingen Indonesia dan kejelasan soal cabang olahraga mana saja yang dikirim serta atlet siapa saja yang bertanding.

Menurut Erick Thohir, kepastian itu akan tergantung hasil evaluasi dan reviu bersama-sama. Yang pasti, kata Erick, pemerintah berharap semua pihak punya komitmen untuk memprioritaskan atlet yang benar-benar punya potensi medali agar bisa kembali meraih minimal peringkat tiga lagi.

Di sisi lain, Erick juga menilai, target minimal tiga besar akan sulit dicapai karena hilangnya 41 potensi medali di Thailand mendatang. Saat ini baru terdeteksi sekitar 78 potensi emas, sedangkan untuk masuk tiga besar, Indonesia harus mengamankan sedikitnya 82 medali emas. 

Potensi 41 medali emas yang hilang di Thailand sebelumnya disumbangkan, antara lain, dari wushu (4 emas), balap sepeda (5 emas), e-sport (2 emas), gulat (2 emas), dan senam artistik (2 emas) di Kamboja. Namun, ada potensi tambahan 32 medali emas di Thailand dari cabang olahraga, antara lain rowing (4 emas), kano (5 emas), panahan (3 emas), menembak (7 emas), woodball (3 emas), dan panjat tebing (4 emas).

Atlet woodball, Noya, berlatih di kawasan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (24/9/2025). Sebanyak 23 atlet  woodball Indonesia menggencarkan latihan menjelang perhelatan SEA Games 2025. Olahraga woodball mempertandingkan enam nomor yakni, single stroke putra, single stroke putri, fairway putra, fairway putri, team stroke putra, dan team stroke putri. Pada SEA Games tahun ini menjadi pertama kalinya cabang olahraga woodball dipertandingkan.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
24-09-2025

”Kita mau target ini tetap paling tidak kita bisa ranking 3 lagi. Tetapi, kalau realitas hari ini, tidak (bisa). Artinya, kita harus sama-sama berjibaku menata bagaimana target-target kita yang setransparan mungkin,” ucap Erick.

Jika Indonesia benar-benar akan mengirimkan total 700-800 atlet ke Thailand, jumlah ini akan menjadi kekuatan terbesar Merah Putih setelah SEA Games Filipina 2019. Selepas Filipina, kontingen Indonesia bahkan tidak pernah mencapai 600 atlet. Sebab, mulai edisi Vietnam 2021, SEA Games bukan prioritas utama atau hanya sasaran antara.

Prioritas utama adalah Olimpiade, ajang multicabang sedunia. Alhasil, hanya 499 atlet dari 31 cabang yang dikirim ke Vietnam, menurun sebesar 43,4 persen dari 841 atlet dari 52 cabang ketika edisi Filipina. Ke Kamboja 2023, Indonesia berkekuatan 599 atlet untuk 31 cabang olahraga.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Galih Rudanto