SEA Games Thailand 2025, Batu Loncatan Para Pemanjat Tebing Muda

Puncak yang ingin kembali digapai tim panjat tebing Indonesia adalah Olimpiade, pesta olahraga tertinggi. SEA Games Thailand 2025 batu loncatan menuju puncak itu.

06 Des 2025 07:00 WIB · Olahraga

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN

Oleh Rebiyyah Salasah, Kelvin Hianusa

Tidak seperti persiapan menjelang ajang multicabang sebelumnya, pemusatan latihan nasional panjat tebing Indonesia di Hotel Santika Premier Kota Harapan Indah, Bekasi, Senin (1/12/2025), begitu ramai. Pemanjat speed, boulder, dan lead; pemanjat senior-yunior; para olimpian ataupun debutan, semua berlatih hari itu.

Peraih medali emas nomor speed di Olimpiade Paris 2024, Veddriq Leonardo, juga ikut berlatih bersama yunior dan teman ”seangkatan”. Mereka berlatih dengan tujuan utama yang sama, yakni menggapai Olimpiade.

Namun, untuk mencapai ajang multicabang tertinggi dunia itu, para pemanjat Indonesia menjalani tahap yang berbeda. Para pemanjat muda bersiap menjalani tahap awal di SEA Games Thailand 2025. Sementara itu, pemanjat lebih senior bersiap untuk level Asia, yakni Asian Games Aichi-Nagoya 2026, dan kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028.

”Kami menurunkan atlet yang rata-rata usianya masih muda. SEA Games ini menjadi kawah candradimuka mereka,” kata pelatih kepala tim panjat tebing Indonesia, Hendra Basir.

Pelatih panjat dinding disiplin speed Hendra Basir memantau latihan anak didiknya di Hotel Santika Premiere, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (1/12/2025). Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) akan menurunkan para pemanjat muda untuk tanding di SEA Games Thailand 2025. Adapun jumlah atlet yang akan berangkat berjumlah 18 atlet. Ketua Umum FPTI, Yenny Wahid, mengungkapkan adanya keberatan dari negara-negara peserta lain jika Indonesia tetap menurunkan atlet kelas dunia karena sulit ditandingi oleh negara tetangga.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
01-12-2025

Keputusan menurunkan sebagian besar atlet muda itu bertujuan agar mereka mendapatkan jam terbang di ajang multicabang. Semua pemanjat yang akan berlaga sebenarnya adalah debutan di SEA Games. Namun, tidak berarti mereka tanpa pengalaman bertanding di level internasional.

Beberapa atlet muda bahkan sudah debut internasional sebelumnya. Atlet lead putri, Alma Ariella Tsany (16), misalnya, menjalani kompetisi internasional pertamanya di Kejuaraan Asia Remaja 2024 di India. Pada ajang itu, Alma meraih medali perak.

Namun, menurut Hendra, atmosfer multicabang berbeda dengan ajang tunggal seperti Kejuaraan Asia. Para atlet muda tetap membutuhkan pengalaman mencicipi atmosfer tersebut. Di sisi lain, kehadiran atlet senior seperti Alfian Muhammad Fajri (28) yang punya pengalaman di multicabang seperti Asian Games pun dibutuhkan sehingga tetap dilibatkan.

Apalagi berdasarkan aturan teknis perlombaan, setiap negara memang dibolehkan mengirimkan maksimal tiga atlet pada tiap-tiap nomor, yakni speed, lead, dan boulder, yang terdiri dari atlet senior dan remaja. Panjat tebing Indonesia memaksimalkan kuota per negara itu dengan mengirimkan total 18 atlet untuk tiga nomor putra dan putri.

Atlet panjat tebing disiplin lead Alma Ariella Tsany berlatih di Hotel Santika Premiere, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (1/12/2025). Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) akan menurunkan para pemanjat muda untuk tanding di SEA Games Thailand 2025. Adapun jumlah atlet yang akan berangkat berjumlah 18 atlet. Ketua Umum FPTI, Yenny Wahid, mengungkapkan adanya keberatan dari negara-negara peserta lain jika Indonesia tetap menurunkan atlet kelas dunia karena sulit ditandingi oleh negara tetangga.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
01-12-2025
Quote

Selama saya bisa maksimal dan cuek dari ambisi menang, saya optimistis bisa raih prestasi maksimal juga.

Hendra mengatakan, komposisi tim panjat tebing Indonesia yang didominasi pemain muda itu bagian dari regenerasi yang berjalan baik. Alhasil, ada banyak lapisan kekuatan yang bisa dibagi fokusnya ke berbagai ajang.

Maka, Hendra pun tak mengkhawatirkan perkara prestasi. Dia meyakini para atlet muda bisa menenuhi target 2-3 medali emas di Thailand.

Dengan kekuatan berlapis itu juga, persaingan di tim panjat tebing Indonesia bisa semakin ketat. Bukan tidak mungkin jika para atlet muda berhasil di SEA Games, mereka jadi pesaing kuat para seniornya guna mengisi tempat di tim untuk Asian Games.

Para atlet muda ini juga bagian dari rencana jangka panjang tim panjat tebing Indonesia. Sasaran utamanya adalah kesetaraan prestasi di seluruh nomor, tidak hanya speed, pada Olimpiade 2044.

Atlet panjat tebing disiplin speed Naura Jasmine Rayya Syafiqa berlatih di Hotel Santika Premiere, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (1/12/2025).
Atlet panjat tebing disiplin lead Sukma Lintang Cahyani berlatih di Hotel Santika Premiere, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (1/12/2025). Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) akan menurunkan para pemanjat muda untuk tanding di SEA Games Thailand 2025. Adapun jumlah atlet yang akan berangkat berjumlah 18 atlet. Ketua Umum FPTI Yenny Wahid mengungkapkan adanya keberatan dari negara-negara peserta lain jika Indonesia tetap menurunkan atlet kelas dunia karena sulit ditandingi oleh negara tetangga.
Atlet panjat tebing disiplin speed Alfian Muhammad Fairi berltih di Hotel Santika Premiere, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (1/12/2025). Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) akan menurunkan para pemanjat muda untuk tanding di SEA Games Thailand 2025. Adapun jumlah atlet yang akan berangkat berjumlah 18 atlet. Ketua Umum FPTI, Yenny Wahid, mengungkapkan adanya keberatan dari negara-negara peserta lain jika Indonesia tetap menurunkan atlet kelas dunia karena sulit ditandingi oleh negara tetangga.
Para atlet panjata tebing berlatih pada papan disiplin speed di Hotel Santika Premiere, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (1/12/2025). Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) akan menurunkan para pemanjat muda untuk tanding di SEA Games Thailand 2025. Adapun jumlah atlet yang akan berangkat berjumlah 18 atlet. Ketua Umum FPTI, Yenny Wahid, mengungkapkan adanya keberatan dari negara-negara peserta lain jika Indonesia tetap menurunkan atlet kelas dunia karena sulit ditandingi oleh negara tetangga.
Atlet panjat dinding disiplin speed Puja Lestari berlatih di Hotel Santika Premiere, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (1/12/2025). Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) akan menurunkan para pemanjat muda untuk tanding di SEA Games Thailand 2025. Adapun jumlah atlet yang akan berangkat berjumlah 18 atlet. Ketua Umum FPTI, Yenny Wahid, mengungkapkan adanya keberatan dari negara-negara peserta lain jika Indonesia tetap menurunkan atlet kelas dunia karena sulit ditandingi oleh negara tetangga.
Atlet panjat dinding disiplin lead Ardana Cikal Damarwulan beratih di Hotel Santika Premiere, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (1/12/2025). Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) akan menurunkan para pemanjat muda untuk tanding di SEA Games Thailand 2025. Adapun jumlah atlet yang akan berangkat berjumlah 18 atlet. Ketua Umum FPTI, Yenny Wahid, mengungkapkan adanya keberatan dari negara-negara peserta lain jika Indonesia tetap menurunkan atlet kelas dunia karena sulit ditandingi oleh negara tetangga.
Atlet panjat dinding disiplin speed Puja Lestari berlatih di Hotel Santika Premiere, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (1/12/2025). Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) akan menurunkan para pemanjat muda untuk tanding di SEA Games Thailand 2025. Adapun jumlah atlet yang akan berangkat berjumlah 18 atlet. Ketua Umum FPTI, Yenny Wahid, mengungkapkan adanya keberatan dari negara-negara peserta lain jika Indonesia tetap menurunkan atlet kelas dunia karena sulit ditandingi oleh negara tetangga.
Atlet panjat dinding disiplin speed Haddan Malk Baqmuhyibar berlatih di Hotel Santika Premiere, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (1/12/2025). Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) akan menurunkan para pemanjat muda untuk tanding di SEA Games Thailand 2025. Adapun jumlah atlet yang akan berangkat berjumlah 18 atlet. Ketua Umum FPTI, Yenny Wahid, mengungkapkan adanya keberatan dari negara-negara peserta lain jika Indonesia tetap menurunkan atlet kelas dunia karena sulit ditandingi oleh negara tetangga.

”SEA Games inilah salah satu batu loncatannya. Atlet-atlet muda kita, kan, sudah mulai bertransformasi. Empat tahun lalu, mereka masih yunior, sekarang mereka sudah jadi atlet tim nasional. Dalam beberapa tahun ke depan, mereka akan menjadi tumpuan tim nasional,” ujar Hendra.

”Saya sudah sampaikan ke-18 orang yang berangkat bahwa ini adalah SEA Games pertama dan terakhir mereka. Pilihannya, setelah SEA Games, mereka naik level, atau keluar dari pelatnas karena tidak bisa berkembang,” ucapnya lagi.

Paradigma itu pun tertanam di diri para atlet yang nanti berlaga. Pemanjat speed, Antasyafi Robby Al Hilmi (18), misalnya, dengan tegas berkata bahwa dia memaknai SEA Games sebagai batu loncatan ke ajang yang lebih besar, yakni Asian Games dan Olimpiade.

infografik
Panjat Tebing SEA Games Thailand 2025

Robby meyakini jalannya menuju Asian Games dan Olimpiade harus dilalui dari tingkatan paling pertama, yakni SEA Games. Hal serupa dialaminya di ajang tunggal, dengan mengawali di Kejuaraan Asia—meski di level yunior, sebelum menjajal seri Piala Dunia.

Lantaran ini batu loncatan, Robby pun ingin memaksimalkannya sebagai ajang pembuktian sekaligus uji kemampuan. Namun, pemanjat yang menunjukkan perkembangan pesat dalam setahun terakhir dengan mulai konsisten memanjat dalam waktu di bawah lima detik itu tetap mencoba mengatur pola pikirnya.

”Selama saya bisa maksimal dan cuek dari ambisi menang. Saya optimistis bisa meraih prestasi maksimal juga. Dari pengalaman sebelumnya, karena merasa peluang menang besar, ambisi menang juga besar, justru konsentrasi buyar dan akhirnya kalah,” ucap Robby.

Atlet panjat dinding disiplin speed Antasyafi Robby Al Hilmi berlatih di Hotel Santika Premiere, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (1/12/2025). Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) akan menurunkan para pemanjat muda untuk tanding di SEA Games Thailand 2025. Adapun jumlah atlet yang akan berangkat berjumlah 18 atlet. Ketua Umum FPTI, Yenny Wahid, mengungkapkan adanya keberatan dari negara-negara peserta lain jika Indonesia tetap menurunkan atlet kelas dunia karena sulit ditandingi oleh negara tetangga.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
01-12-2025

SEA Games Thailand 2025 adalah momen panjat tebing kembali lagi ke panggung pesta olahraga se-Asia Tenggara itu setelah menghilang dalam tujuh edisi. Cabor ini terakhir dilombakan di SEA Games Jakarta-Palembang 2011. Saat itu, Indonesia keluar sebagai juara umum dengan meraih 9 medali emas dan 5 perak.

Tak ada target yang muluk untuk kembali menjadi juara umum. Target ”minimalis” 2-3 medali emas dinilai paling realistis mengingat panjat tebing Thailand pun berkembang dengan baik. Namun, satu yang pasti, tujuan utamanya memang bukan meraih sebanyak-banyaknya medali, melainkan melihat para pemanjat ini kelak menembus level tertinggi.

Sampaikan dukungan Anda untuk atlet Indonesia

Pembaca yang budiman, Harian Kompas membuka rubrik Surat untuk Atlet, yang berisi pendapat, penyemangat, atau komentar terkait penampilan atlet Indonesia di SEA Games Thailand 2025. Kirimkan komentar singkat Anda, minimal dua kalimat dan maksimal enam kalimat, dengan mengisi kolom di bawah ini. Komentar yang terpilih akan kami muat di Harian Kompas saat pelaksanaan SEA Games 2025.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah, Kelvin Hianusa
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari