Barca di ambang juara liga seiring kemenangan 2-1 atas Osasuna. Mereka bergantung pada Espanyol untuk mencegah Real Madrid menang demi menyegel gelar secara dini.
03 Mei 2026 09:06 WIB · Olahraga
AP
PAMPLONA, MINGGU — Dengan empat pertandingan tersisa, keunggulan 14 poin Barcelona atas Real Madrid hampir mustahil dikejar. Namun, Real Madrid sudah pasti akan berusaha melawan hingga titik darah penghabisan. Maka dari itu, Barca perlu berharap kepada seteru sekota, Espanyol, untuk menyudahi perlawanan Real. Kondisi ini menciptakan efek segitiga rumit bagi Real, Barca, dan Espanyol.
Bagi Barca, ”tugas” Espanyol amat sederhana. Mereka minimal hanya perlu mencegah Real menang saat kedua tim bertemu pada Senin (4/5/2026) dini hari WIB. Namun, tugas itu terasa dilema bagi Espanyol yang juga membutuhkan kemenangan demi mengakhiri 16 rentetan laga tanpa kemenangan.
Terasa dilematis karena Espanyol berpotensi secara langsung membantu Barca menjuarai liga. Selama ini, rivalitas antara Espanyol dan Barca juga cukup kuat dalam derbi Catalan. Apalagi kiper sekaligus pemain terbaik Espanyol, Joan Garcia, musim ini dibajak Barca. Meski tidak sehebat El Clasico, aroma dendam pada derbi Catalan juga tidak bisa diremehkan. Laga itu selalu berlangsung sengit demi menentukan siapa penguasa Catalan yang sesungguhnya.
”Kami sudah menyelesaikan tugas kami dengan menang di sini (atas Osasuna). Sekarang semuanya bukan di tangan kami. Kami harus menunggu pertandingan besok (Real Madrid) melawan Espanyol, jadi itu tidak bergantung pada kami. Apa yang penting adalah memenangi gelar dan kami akan merayakannya ketika kami bisa memenanginya,” kata Pelatih Barca Hans Flick saat konferensi pers pascalaga di Stadion El Sadar, Pamplona, Minggu (3/5/2026) dini hari WIB.
Kemenangan 2-1 di markas Osasuna, Stadion El Sadar, kian mendekatkan Barca pada gelar juara kedua dalam dua musim beruntun. Hanya saja, itu bukan berarti Real sudah kalah. ”Los Blancos” masih memiliki kesempatan menunda pesta juara Barca jika mampu mengalahkan Espanyol. Mencegah Barca memastikan gelar juara sebelum El Clasico pada laga berikutnya sangat penting bagi Real.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/03/c6b3ef9a30fd7a02a7f969963f6aafc9-APTOPIX_Spain_La_Liga_Soccer.jpeg)
Secara tradisi, Real seharusnya memberikan guard of honour (berbaris memberi penghormatan) kepada Barca yang sudah dipastikan menjuarai Liga Spanyol saat El Clasico. Sebuah prosesi yang kemungkinan besar akan ditolak Real mengingat akar kuat rivalitas kedua klub. Satu-satunya cara bagi Real terhindar dari momen memalukan itu adalah dengan menang atas Espanyol.
”Motivasi utama saya adalah memenangi tiga poin karena itulah yang dibutuhkan tim, itu yang dituntut oleh lambang (klub) ini, dan itulah yang kami butuhkan setelah hasil yang belum berhasil kami raih dalam pertandingan-pertandingan terakhir. Itulah motivasi utama saya. Saya tidak menemukan motivasi yang lebih besar daripada menang besok melawan Espanyol,” kata Pelatih Real Madrid Alvaro Arbeloa dalam konferensi pers jelang menghadapi Espanyol.
Bisa diperkirakan Real akan mengeluarkan seluruh kemampuan terbaiknya untuk menang dan mencegah mereka melakukan guard of honour kepada Barca. Di sisi lain, Barca berkepentingan mengunci gelar liga sesegera mungkin atau tidak berlarut-larut. Dalam situasi seperti ini, Barca mau tidak mau menyandarkan harapan agar Espanyol mampu minimal mencegah Real menang. Hasil imbang antara Espanyol dan Real saja sudah cukup mengantarkan Barca juara.
Meski laga antara Espanyol dan Real berdampak besar bagi Barca, Flick belum memastikan akan mengamatinya. Flick enggan mengomentari laga tim lain. Ia merasa sudah cukup puas dengan performa timnya saat membekap Osasuna.
”Saya tidak tahu (apakah saya akan menonton Real). Mungkin saya akan pergi bersama istri saya untuk menonton El Mago Pop,” ujar Flick setengah bergurau, dikutip dari Football Espana.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/05/03/3f25d622f175bb63060ebedf288d95ad-wires_photo_3_.jpg)
Kemenangan penting 2-1 Barca atas Osasuna diraih dengan susah payah. Meski kedua tim berjarak sembilan peringkat, Osasuna memberikan perlawanan sengit. Meski mendikte laga dengan 70 persen penguasaan bola, Barca harus menunggu hingga menit ke-81 untuk bisa mencetak gol berkat sundulan Robert Lewandowski.
Barca sukses menggandakan keunggulan melalui Ferran Torres tujuh menit berselang. Namun, situasi sempat berbahaya bagi Barca saat Osasuna mencetak gol balasan lewat sundulan Raul Garcia.
”Ini adalah Barcelona yang sedang dalam performa terbaiknya, sebuah tim yang terus berkembang setiap bulan. Secara pribadi, saya juga merasa sangat baik. Bagi seorang penyerang, mencetak banyak gol itu penting, dan belakangan ini saya tampil lebih baik,” ucap Ferran. (REUTERS)
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Amin Iskandar