LIGA SPANYOL

Barcelona Hitung Mundur Gelar Juara

Dengan keunggulan sembilan poin, Barcelona pada posisi yang sulit dikejar Real Madrid. Satu tangan Barca sudah menggenggam trofi Liga Spanyol.

12 Apr 2026 10:41 WIB · Olahraga

AP/Joan Monfort

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

BARCELONA, MINGGU — Kemenangan telak 4-1 atas Espanyol, Sabtu (11/4/2026), membawa Barcelona semakin dekat untuk mempertahankan gelar juara Liga Spanyol. Tambahan tiga poin memperlebar jarak antara Barca dan Real Madrid jadi sembilan poin. Dengan kondisi ini, ”Blaugrana” merancang pertunjukan istimewa saat menjamu Real di markas sendiri bulan depan.

Keunggulan sembilan poin atas Real membuat Barca kini di atas angin lantaran Liga Spanyol hanya menyisakan tujuh pekan laga. Jika jarak sembilan poin terus bertahan, Barca sudah bisa dinobatkan sebagai juara dengan syarat bisa mengalahkan Real pada pekan ke-35 di Stadion Camp Nou.

Pada situasi tersebut, keunggulan 13 poin Barca nyaris mustahil dikejar Real. Stadion Camp Nou pun berpotensi menjadi gelanggang pesta perayaan gelar juara di hadapan rival abadi, Real.

Barca bahkan sudah bisa dipastikan menyegel gelar tanpa menunggu el clasico atau pada pekan ke-34. Syaratnya, Real harus terus terpeleset dalam tiga laga ke depan melawan Deportivo Alaves, Real Betis, dan Espanyol.

Meskipun lebih difavoritkan, Pelatih Barca Hansi Flick menyampaikan timnya belum memenangi apa pun. Pelatih asal Jerman itu bermaksud menjaga pemainnya agar tidak terbuai dengan situasi dan tetap waspada karena Real pasti akan melakukan apa pun untuk mengejar Barca.

Barcelona's Spanish midfielder #16 Fermin Lopez fights for the ball with Espanyol's Spanish defender #22 Carlos Romero and Espanyol's Uruguayan defender #06 Leandro Cabrera during the Spanish league football match between FC Barcelona and RCD Espanyol at the Camp Nou stadium in Barcelona on April 11 , 2026. (Photo by Josep LAGO / AFP)

”Ini belum selesai. Kami harus mengerjakan tugas kami. Kami tidak bisa mengatakan semuanya sudah selesai. Sikap ini salah dan saya tidak akan menerimanya. Sampai semuanya beres dan aman, kami harus bermain sebaik mungkin. Apa yang terpenting adalah mentalitas tim ini dan kami akan terus berusaha,” ujar Flick dalam konferensi pers seusai laga, Minggu (12/4/2026) dini hari WIB, dikutip dari Sport.

Flick membuktikan kata-katanya itu dengan hanya sedikit merotasi pemainnya menjelang laga penting melawan Atletico Madrid pada pertemuan kedua perempat final Liga Champions Eropa. Meskipun jarak antara Real dan Barca sudah terpaut cukup jauh, enam poin, Flick tetap memainkan para pemain andalannya, seperti Gerard Martin, Eric Garcia, Pedri, Fermin Lopez, dan Lamine Yamal.

Keputusan tetap memainkan pemain kunci di tengah laga krusial melawan Atletico memperlihatkan Flick tetap memandang penting Liga Spanyol terlepas dari apa pun situasinya. Jika mau, ia bisa saja menurunkan pemain pelapis melawan Espanyol agar pemain kuncinya bugar kala melawat ke markas Atletico.

Memprioritaskan laga kontra Espanyol secara tidak langsung membuktikan kata-kata Flick yang ingin bermain semaksimal mungkin di detik-detik akhir Liga Spanyol kendati timnya sudah unggul jauh atas Real.

Dengan mentalitas serta kewaspadaan seperti itu, gelar juara bagi Barca seperti hanya persoalan waktu. Kemenangan atas Espanyol tiada ubahnya titik awal hitung mundur untuk Barca dalam mendapatkan trofi.

Barcelona's Marcus Rashford celebrates after scoring his side's fourth goal during the Spanish La Liga soccer match between Barcelona and Espanyol in Barcelona, Spain, Saturday, April 11, 2026. (AP Photo/Joan Monfort)

Mengembalikan ketajaman

Sempat seret gol dalam tiga pertandingan terakhir, Barca akhirnya bisa mengembalikan ketajaman dengan mencetak empat gol ke gawang Espanyol. Gol-gol Barca dilesakkan Ferran Torres (dua gol) dan masing-masing satu gol oleh Yamal dan Marcus Rashford. Adapun gol hiburan Espanyol dicetak Pol Lozano pada babak kedua.

Kombinasi Yamal dan Ferran di lini depan kembali padu. Pergerakan tanpa bola Ferran serta umpan penuh visi dari Yamal begitu merepotkan pertahanan Espanyol yang tampil dalam formasi 4-2-3-1. Absennya bek tangguh Clemens Riedel sangat terasa bagi Espanyol. Sepanjang laga, Barca melepaskan hingga 10 tembakan tepat sasaran.

”Di babak pertama, kami perlu mengubah sistem kami dan kami melakukannya saat jeda. Mereka mengalami masalah. Di babak kedua, mereka tidak menciptakan terlalu banyak peluang. Ini adalah pertandingan yang ditandai dengan kurangnya ketegasan kami dalam situasi satu lawan satu,” ujar Pelatih Espanyol Manolo Gonzalez.

Hasil ini memperpanjang tren negatif Espanyol yang belum pernah menang dalam 14 laga terakhir. Mereka bahkan belum merasakan hasil positif sepanjang 2026.

Adapun bagi Barca, kemenangan di derbi Catalan ini memberi dorongan besar untuk membalikkan defisit dua gol dari Atletico pada ajang Liga Champions. Flick dengan sangat percaya diri mengatakan timnya bahkan tidak memerlukan keajaiban untuk menyingkirkan Atletico jika mempertahankan performa seperti saat mengalahkan Espanyol.

Klasemen sementara Liga Spanyol hingga Minggu (12/4/2026) pagi waktu Indonesia.

”Bagi saya, apa yang harus kami lakukan pada hari Selasa (melawan Atletico) bukanlah menunggu sebuah keajaiban. Kami perlu bermain sebaik mungkin, itu saja. Saya tahu mereka tim yang hebat, tetapi kami juga. Kami akan berjuang untuk para penggemar,” kata Flick. (REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji