Sejauh Mana ”Garuda Pertiwi Muda” Bisa Terbang di Asia Tenggara?

Tim putri U-16 Indonesia mengawali perjalanan Kejuaraan ASEAN Putri U-16 2025 dengan menghadapi Timor Leste dan Malaysia. Ajang ini jadi parameter kualitas mereka.

20 Agt 2025 08:06 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah

Persaingan turnamen sepak bola kelompok umur, terutama paling belia seperti U-16, bagai misteri bagi tim-tim peserta. Namun, di turnamen seperti Kejuaraan ASEAN U-16 Girls Championship atau Kejuaraan ASEAN Putri U-16 2025 ini, kualitas dan posisi tim belia Indonesia di kancah Asia Tenggara nantinya bisa terbaca. ”Garuda Pertiwi Muda” bisa terbang sejauh mana? 

Buta kekuatan lawan dan belum bisa memetakan persaingan. Hal itu bisa disimpulkan dari pandangan para pelatih tim yang tergabung dalam Grup A Kejuaraan ASEAN Putri U-16 2025 saat ditanya potensi persaingan. Timo Scheunemann (Pelatih Indonesia), Emral Abus (Timor Leste), dan Leila Chua Pak Ling (Malaysia) sepakat, sulit untuk menganalisis persaingan dalam turnamen kelompok umur, terutama U-16. 

Pandangan itu dapat dipahami mengingat Kejuaraan ASEAN Putri U-16, yang dulu bernama Kejuaraan AFF Putri U-16, juga baru digelar lagi setelah enam tahun. Setelah pertama kali dihelat pada 2009, turnamen ini baru muncul lagi pada 2017 dan sempat digelar rutin setiap tahun hingga terakhir pada 2019.

”Apalagi, masih U-16, ya, yang setiap berubah pemainnya sehingga peta kekuatannya tidak terbaca. (Persaingan) U-20 pun sama, tetapi sudah bisa lebih terbaca,” ujar Timo dalam konferensi pers bersama Emral Abus dan Leila Chua menjelang kejuaraan, Selasa (19/8/2025). 

Pelatih sepak bola Timo Scheunemann KOMPAS/RADITYA HELABUMI 15-11-2023

Indonesia mengawali turnamen dengan menghadapi Timor Leste di Stadion Manahan, Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (20/8/2025) pukul 19.30 WIB. Empat hari berselang, Indonesia melawan Malaysia di tempat yang sama.

Terdapat sembilan tim peserta yang terbagi dalam tiga grup. Vietnam, Myanmar, dan Kamboja berada di Grup B, sedangkan Thailand, Singapura, dan Australia menghuni Grup C. Mereka bertanding dengan format round robin, yakni semua tim saling bertemu untuk mencari juara grup dan satu runner up terbaik yang meraih tiket ke semifinal. 

Menurut Timo, dengan peta kekuatan yang masih samar-samar ini, persaingan bisa lebih dinamis. Mereka tidak bisa mengukur kemampuan lawan dengan membandingkannya lewat kualitas tim senior. Alhasil, mentalitas para pemain akan sangat berperan penting ketika bertanding. 

Untuk itu, kata Timor, para pemain tidak boleh menganggap remeh lawan yang pada level seniornya merupakan tim unggulan. Tidak boleh juga merasa rendah diri ketika menemui lawan yang tim seniornya punya rekam jejak gemilang. 

”Jadi, kalau ditanya peluang, ditanya siapa yang paling diwaspadai, semuanya sama, 50-50. Semua pertandingan, (peluangnya) 50-50,” tutur Timo, yang tidak menetapkan target khusus di turnamen itu selain menyiapkan tim untuk tujuan lebih tinggi, yakni timnas senior. 

Tim sepak bola putri Indonesia U-16 berdoa sebelum berlatih menjelang ASEAN U-16 Girls Championship atau Kejuaraan ASEAN Putri U-16 2025 di Surakarta, Jawa Tengah, Senin (18/8/2025).

Bagi Indonesia, ini adalah keikutsertaan keempat dari lima edisi. Hanya pada edisi 2019 Indonesia absen. Dari semua partisipasi itu, Garuda Pertiwi Muda selalu terhenti pada fase grup. Adapun Thailand merupakan tim tersukses dengan tiga kali juara. 

Namun, jika memakai cara pandang Timo dan dua pelatih lainnya, rekam jejak semua tim di ajang yang sama pada edisi-edisi sebelumnya tidak berarti apa-apa. Artinya, Kejuaraan ASEAN Putri U-16 2025 adalah momentum peserta, khususnya tim belia Indonesia, untuk menguji dan mengukur kualitas tim mudanya di antara tim Asia Tenggara lain.

Apalagi, tim ini dibentuk lewat sistematis dengan berbagai tahapan karena didorong dengan kehadiran turnamen. Semua pemain yang dipanggil pada seleksi pertama, misalnya, adalah pesepak bola yang berlaga di turnamen Hydroplus Piala Pertiwi U-14 dan U-16 2025 sepanjang April hingga Juli. 

Sebelum Piala Pertiwi U-14 dan U-16, para pemain ”diseleksi” untuk masuk tim atau klub masing-masing yang berlaga di level regional. Turnamen ini terbagi dalam dua kelompok umur yang digelar di Banten, Jakarta, Jawa Barat (Bandung dan Cirebon), Jawa Tengah (Semarang, Solo, dan Kudus), Jawa Timur (Surabaya dan Malang), Kalimantan, Nusa Tenggara dan Bali, Sulawesi, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, serta Papua. 

Pemain Sumatera Utara (kiri) dan Malang berlari mengejar bola pada perempar final Piala Pertiwi U-14 dan U-16 2025 All Stars, Jumat (11/7/2025) di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah. 

Dengan demikian, tim yang terbentuk pun merupakan skuad terbaik dengan filter berlapis. Skuad juga ”berwarna” terutama dari segi asal daerah. Sebab, para pemain datang dari beragam tempat, tidak hanya terpusat di Jawa. 

”Tidak ada target, tetapi dari kami pasti membebani diri sendiri, tidak perlu lagi diberi target. Pelatih mana sih yang mau kalah, pemain mana yang mau kalah, apalagi mereka juga sampai ke posisi ini lewat beberapa tahapan,” tutur Timo. 

Fakta Kejuaraan ASEAN Putri U-16 2025 akan jadi parameter kualitas tim juga memantik antusiasme Pelatih Timor Leste Emral Abus. Pelatih asal Indonesia yang juga menangani tim putri Timor Leste pada seluruh level ini sudah mengetahui persaingan di tingkat senior. Namun, dengan bertanding di level kelompok umur termuda, semua pengetahuan itu tak berlaku. 

”Di U-16 ini, kita tidak punya bahan (analisis lawan). Jadi, yang terpenting, kita asyik dengan diri kita sendiri, bagaimana kita bermain, menyerang, transisi, dan lainnya. Ketika berhadapan, kita baru akan beradaptasi dengan lawan,” ujar Emral.

Tim sepak bola putri Indonesia U-16 merayakan kemedekaan RI di sela-sela persiapan menuju ASEAN U-16 Girls Championship atau Kejuaraan ASEAN Putri U-16 2025 di Surakarta, Jawa Tengah, Minggu (17/8/2025).

”Kami punya modal daya juang yang tinggi dan talenta yang bagus seperti anak-anak Papua dan NTT di Indonesia. Seperti itu talenta mereka yang sedang kami kembangkan untuk jadi pemain berkualitas,” tutur mantan Pelatih PSBS Biak ini.

Di Kejuaraan ASEAN Putri U-16, Garuda Pertiwi Muda akan mengepakkan sayapnya. Sebagian besar pemain akan menandai debut di turnamen internasional. Di ajang ini pula kita akan tahu, sejauh mana mereka bisa terbang di kancah Asia Tenggara. 


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Galih Rudanto