Sekolah Rakyat dan Mimpi Anak-anak dari Keluarga Kurang Mampu ”Naik Kelas”

Lewat pendidikan gratis, anak-anak dari keluarga miskin punya harapan untuk mewujudkan cita-cita dan punya peluang bisa ”naik kelas”.

13 Mei 2025 14:28 WIB · Nusantara

Oleh Vina Oktavia

Program Sekolah Rakyat yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto menjadi kabar baik bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Lampung. Lewat program pendidikan gratis itu, mereka punya harapan mewujudkan cita-cita dan punya peluang untuk bisa ”naik kelas”.

Senin (12/5/2025) pagi, Husnul Mubarok Arafa (15) bersiap menyambut kedatangan Menteri Sosial Saifullah Yusuf di depan rumahnya. Siswa SMP Negeri 44 Bandar Lampung itu mengenakan seragam putih biru dan peci hitam. Tak banyak senyum yang tersungging dari bibirnya.

Rafa, sapaan akrabnya, akan lulus SMP tahun ini. Ia adalah salah satu calon siswa yang akan melanjutkan pendidikan jenjang SMA di Sekolah Rakyat. Hari itu, Saifullah bersama Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela dan Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana berkunjung ke rumah keluarga Rafa. Mereka berbincang di dalam rumah yang sempit.   

Selama ini, Rafa diasuh oleh bibinya, Meliana (37). Ibunya meninggal karena sakit tifus saat Rafa masih berusia lima tahun. Sementara sang ayah pergi meninggalkannya begitu saja tanpa pesan ataupun kabar. Adapun kakaknya baru lulus SMK dan masih berjuang mencari pekerjaan.

Kondisi perkampungan miskin di Bandar Lampung, Senin (12/5/2025)

Bersama Meliana, Rafa tinggal di rumah semipermanen dengan dinding dan atap seng di Kelurahan Gunung Sulah, Kecamatan Way Halim, Kota Bandar Lampung. Rumah itu didirikan di lahan sewa berukuran 4 meter x 6 meter. Persis di depan rumah mereka, ada empat makam milik keluarga sang pemilik tanah.

”Kami enggak takut tinggal di depan kuburan, lebih takut dapat cobaan hidup. Rasanya enggak berhenti-berhenti,” ucap Meliana sembari menahan tangis.

Selain rumah bedeng milik keluarga Meliana, di sana juga ada sekitar 20 rumah bedeng serupa. Tumpukan barang rongsokan di depan rumah-rumah bedeng membuat permukiman itu tampak kumuh.

Sejumlah orang itu memilih bertahan karena biaya sewa tanah di sana relatif murah, hanya Rp 1,5 juta per tahun. Dengan penghasilan tak tentu, mereka tak punya cukup uang untuk membeli hunian layak, sekalipun rumah subsidi.

Meliana bercerita, ibu kandungnya yang juga nenek Rafa baru saja meninggal karena sakit jantung. Di saat bersamaan, ia juga harus bolak-balik mengurus adiknya yang dirawat di rumah sakit karena sakit radang paru-paru.

Meliana pun mempunyai tanggungan dua anak yang masih duduk di bangku SD. Suaminya bekerja sebagai buruh rongsok, sementara dia bekerja sebagai buruh pemanggang kemplang. ”Saya kerja kalau ada pesanan saja. Upahnya hanya Rp 20.000-Rp 30.000 per hari,” ujarnya.

Makam yang berada persis di depan rumah keluarga Husnul Mubarok Arafa (15), anak dari keluarga kurang mampu yang akan melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat.

Jangankan memikirkan biaya sekolah untuk dua anak dan keponakannya, untuk makan sehari-hari saja keluarga Meliana masih sangat kekurangan.

Semula, Meliana ragu apakah mampu membantu Rafa melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA. Namun, beberapa hari lalu, kabar baik itu datang dari ketua RT setempat dan tenaga pendamping dari Dinas Sosial Lampung.

Rafa mendapat tawaran untuk melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat. Baginya, melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat dan tinggal di asrama jauh lebih baik daripada putus sekolah.

”Kami sangat bersyukur karena Rafa bisa melanjutkan pendidikan SMA di Sekolah Rakyat. Dia dapat sekolah gratis dan bisa tinggal di asrama yang lebih layak. Makan dan minum juga katanya gratis,” kata Meliana.

Rafa pun mengaku senang bisa melanjutkan sekolah sampai jenjang SMA. Bahkan, remaja itu punya mimpi untuk bisa melanjutkan pendidikan di jenjang perguruan tinggi dan mewujudkan cita-citanya menjadi dokter.

Kepergian ibu dan neneknya karena sakit menjadi alasan kuat Rafa ingin sekali menjadi tenaga kesehatan. ”Aku pengin jadi dokter supaya bisa bantu menyembuhkan orang lain,” ucap Rafa.

Siswa lain, Rizki Mubarok (15), juga senang mendapat tawaran untuk melanjutkan SMA di Sekolah Rakyat. Dengan akses pendidikan gratis itu, ia punya harapan untuk punya masa depan yang lebih baik dan meningkatkan taraf perekonomian keluarganya.

”Saya pengin sekolah setinggi-tingginya dan punya masa depan yang lebih cerah,” ujarnya.    

Kondisi tempat tinggal salah satu calon siswa sekolah rakyat di Bandar Lampung, Senin (12/5/2025).

Sehari-hari, ayah Rizki bekerja sebagai pengemudi ojek daring. Sementara itu, ibunya bekerja sebagai petugas kebersihan di salah satu mal di Bandar Lampung.

Vera Oktavia (35), ibunda Rizki, mengatakan, semula dirinya ragu apakah mampu membiayai pendidikan anaknya sampai jenjang SMA. Tawaran melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat ia nilai sebagai jalan terbaik bagi Rizki.

”Kalau dia harus tinggal di asrama demi mendapat pendidikan yang lebih baik, kami sebagai keluarga akan mendukung,” katanya.

Quote

Kami sangat bersyukur karena Rafa bisa melanjutkan pendidikan SMA di Sekolah Rakyat. Dia dapat sekolah gratis dan bisa tinggal di asrama yang lebih layak. Makan dan minum juga katanya gratis.

Tinjau fasilitas

Kedatangan Menteri Sosial Saifullah Yusuf ke Lampung untuk meninjau kesiapan fasilitas dan mengunjungi calon siswa Sekolah Rakyat. Lokasi yang akan dijadikan sekolah rakyat di Lampung adalah gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Lampung yang berada di Desa Hajimena, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan.

Lokasi itu dilengkapi sejumlah fasilitas, antara lain ruang kelas, kamar atau asrama sebanyak 80 unit, aula pertemuan, ruang praktikum, dan tempat ibadah. ”Hari ini kami meninjau secara langsung calon tempat penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Lampung untuk tahun ajaran 2025/2026,” kata Saifullah di sela-sela kunjungan.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf didampingi Wakil Gubernur Lamppung JIhat Nurlela saat meninjau kesiapan fasilitas sekolah rakyat di Provinsi Lampung, pada Senin (12/4/2025).

Meski tahun ajaran baru tinggal dua bulan lagi, Saifullah optimistis pemerintah bisa segera menyelenggarakan Sekolah Rakyat pada tahun ajaran 2025/2026. Dalam waktu dekat, Kementerian Pekerjaan Umum akan melakukan pemeriksaan kelayakan gedung dan fasilitas di BPSDM.

Selain menyiapkan fasilitas Sekolah Rakyat, pemerintah juga tengah menyeleksi calon siswa dan guru Sekolah Rakyat di Lampung. Semua calon siswa sekolah rakyat harus masuk dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dan masuk dalam desil 1 atau kelompok rumah tangga dengan tingkat kesejahteraan paling rendah atau miskin ekstrem.

Selain harus menjalani proses administrasi dan survei lapangan, calon siswa juga harus menjalani tes kesehatan. Selanjutnya, mereka baru akan ditetapkan secara resmi sebagai siswa Sekolah Rakyat.

Pembelajaran di Sekolah Rakyat di Lampung akan dimulai pada Juli 2025. Adapun kurikulum pendidikan Sekolah Rakyat disusun oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Secara nasional, saat ini sudah ada sekitar 65 lokasi yang siap menyelenggarakan program Sekolah Rakyat. Sekolah Rakyat yang siap dibuka tahun ini mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Pembangunan Sekolah Rakyat adalah bagian dari upaya pengentasan rakyat dari kemiskinan. Karena itu, Kementerian Sosial turut menyiapkan penyelenggaraan Sekolah Rakyat di daerah-daerah, termasuk di Lampung.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung, pada tahun 2024, jumlah penduduk miskin di Lampung sebanyak 941.230 jiwa. Jumlah itu menurun dibandingkan tahun 2023 yang tercatat 970.670 jiwa.

Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Lampung yang berada di Desa Hajimena, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung. Lokasi itu akan dijadikan sekolah rakyat di Lampung.

Beasiswa

Dalam jangka panjang, pemerintah juga akan mengupayakan beasiswa pendidikan bagi siswa yang sudah lulus SMA dan ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi. Sementara siswa yang ingin langsung bekerja setelah lulus SMA juga diupayakan mendapat pekerjaan.

Saifullah menambahkan, pemerintah pun berencana mempersiapkan program rumah layak huni bagi keluarga siswa Sekolah Rakyat. Lewat program itu, tidak hanya anak-anak dari keluarga miskin yang dapat memperbaiki kehidupan. Keluarga mereka juga diharapkan bisa mendapat tempat tinggal yang lebih layak.

Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengatakan, tahun ini pihaknya merencanakan ada sekitar empat rombongan belajar siswa jenjang SMA atau sekitar 100 siswa yang akan menjadi siswa Sekolah Rakyat. Pemprov Lampung juga menyiapkan lahan kosong seluas 10 hektar di kawasan Kota Baru, Lampung Selatan, untuk lokasi pembangunan Sekolah Rakyat.

Di tengah pro dan kontra tentang program ini, Sekolah Rakyat memberi harapan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang ingin sekali melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.


Kerabat Kerja

Penulis:

Vina Oktavia
 | 

Editor:

Haris Firdaus
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti