Kehadiran Sekolah Rakyat pada wilayah kepulauan menunjukkan komitmen untuk mewujudkan pemerataan akses pendidikan.
16 Okt 2025 20:32 WIB · Pendidikan & Kebudayaan
JAKARTA, KOMPAS – Wakil Presiden Gibran Rakabuming menyempatkan waktu meninjau “Sekolah Rakyat” selama melaksanakan kunjungan kerja ke Maluku Utara. Keberadaan program itu lebih dari sekadar membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga tak mampu. Ini sekaligus wujud pemerataan layanan pendidikan karena menjangkau pula wilayah-wilayah kepulauan yang kondisinya serba sulit.
Peninjauan itu salah satunya dilakukan Wakil Presiden (Wapres) Gibran di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) IPWL 28 Akekolano, di Desa Akekolano, Kecamatan Oba Utara, Tidore Kepulauan, Maluku Utara, Kamis (16/10/2025). Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda dan jajaran forum komunikasi pemimpin daerah turut mendampinginya pada kesempatan itu.
Sejumlah titik yang ditinjau antara lain ruang kelas, asrama putra dan putri, laboratorium komputer dan MIPA (matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam), ruang makan, hingga mushola. Selama berada di ruang kelas, sesekali Wapres Gibran juga tak lupa berinteraksi dengan para murid dari sekolah tersebut.
“Kehadiran Wapres menegaskan komitmen pemerintah untuk menghadirkan pemerataan pendidikan hingga ke daerah kepulauan. Melalui program Sekolah Rakyat, diharapkan anak-anak di wilayah terpencil dapat tumbuh menjadi generasi cerdas, berkarakter, dan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan gemilang,” sebut keterangan tertulis dari Biro Pers, Media, dan Informasi (BPMI) Sekretariat Wakil Presiden, yang diterima, Kamis sore.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/16/8d714ded15023c0729bc66c16789e1cb-IMG_20251016_WA0071.jpg)
Siswi Kelas X dari SRMA IPWL 28 Akekolano, Sarlina bersyukur bisa memperoleh kesempatan untuk melanjutkan pendidikannya di sekolah itu. Memang, salah satu konsekuensinya, ia harus tinggal berjauhan dari orangtuanya. Tetapi, sekadar tinggal asrama tidak menjadi masalah baginya asalkan ia bisa terus bersekolah.
“Terima kasih, sudah membuat program ini,” sebut Sarlina sehubungan dengan diadakannya layanan pendidikan gratis itu.
Bukan hanya SRMA IPWL 28 Akekolano yang ditinjau Wapres Gibran selama berada di Maluku Utara. Sehari sebelumnya, Rabu (15/10/2025), ia juga menyempatkan waktu untuk mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 26 Sentra Wasana Bahagia Ternate, di Kota Ternate, Maluku Utara.
Walaupun kunjungan itu berlangsung malam hari, sambutan siswa disebut cukup hangat. Interaksi antara Wapres Gibran dan para siswa terjadi sembari maakan malam di ruang makan sekolah. Obrolan yang mengalir terbilang ringan karena hanya menanyakan kegiatan siswa sehari-harinya. Tak lupa dorongan semangat juga diberikan agar siswa terus bersemangat belajar.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/16/f59caa50e46dc9c4188797f661c2f162-IMG_20251016_WA0144.jpg)
Sembari mengelilingi meja makan, Wapres Gibran sesekali melempar senyum ke para siswa. Bukan hanya tersenyum, ia juga mengingatkan mereka untuk selalu menjaga kesehatan dan makan yang cukup. Dengan begitu, mereka bisa belajar sebaik-baiknya.
“Dibilang makan yang banyak,” ujar Zahwan, siswa kelas VII, sambil tersipu setelah disapa Wapres Gibran.
Tak melulu canda yang mengemuka. Ada juga siswa yang terharu dengan kehadiran Wapres Gibran. Perasaan haru itu dialami siswi kelas VII lainnya, yakni Haura. Ia membuat gambar wajah Wapres Gibran.
Haura menyiapkan gambar itu sejak sehari sebelumnya. Ternyata, gambar itu diberi tanda tangan langsung oleh Wapres Gibran, serta tulisan berisi pesan singkat, “Belajar yang rajin”. Respons semacam itu membuat sang siswa merasa bangga.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/16/d2d9f00c2994ad930bb4dab6997bf65b-IMG_20251016_WA0142.jpg)
Setelah rampung berkeliling, Wapres Gibran juga meninggalkan pesan pada selembar kanvas. Pada kanvas itu, ia menulis, “Semangat Terus Sekolah Rakyat Ternate”. Pesan singkat iitu menjadi bentuk dukungan moral bagi seluruh sisawa dan pengajar di sekolah tersebut.
Dalam kunjungan itu, Wapres menegaskan, keberadaan sekolah rakyat berperan strategis dalam membentuk generasi muda yang disiplin, mandiri, dan berjiwa sosial. Tak kalah penting, kolaborasi antara guru, masyarakat, dan pemerintah daerah, juga mesti terjalin agar sekolah semacam itu mampu melahirkan generasi tangguh dan berdaya saing.
“Kunjungan ini membawa misi Presiden Prabowo Subianto dalam memperluas jaringan Sekolah Rakyat sebagai wujud nyata pemerataan pendidikan di seluruh penjuru Indonesia, terutama di wilayah timur. Melalui program ini, pemerintah berkomitmen menghadirkan akses pendidikan yang setara dan berkualitas bagi anak-anak bangsa, tanpa terkecuali,” tulis keterangan dari BPMI Sekretariat Wakil Presiden.
Penulis:
Nino Citra AnugrahantoEditor:
A. Ponco AnggoroPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase