Mengacu data Badan Pusat Statistik yang dirilis Januari lalu, jumlah penduduk miskin pada September 2024 mencapai 24,06 juta orang.
08 Jul 2025 19:03 WIB · Politik & Hukum
JAKARTA, KOMPAS — Pemerintah akan meluncurkan program Sekolah Rakyat, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, dan Cek Kesehatan Gratis di sekolah pada Juli ini. Ketiga program tersebut menjadi ”senjata” pemerintah untuk pemerataan pembangunan dan penanggulangan kemiskinan.
Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi mengatakan, ada tiga program penting pemerintah yang akan diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto sepanjang Juli ini. Ketiga program tersebut adalah Sekolah Rakyat, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, dan Cek Kesehatan Gratis di sekolah.
Menurut dia, ketiga program itu merupakan ”trisula” yang menjadi senjata pemerintah untuk pemerataan pembangunan dan penanggulangan kemiskinan. Ketiganya merupakan program-program yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya kelompok masyarakat miskin ekstrem.
”Ini yang disebut sebagai Trisula Presiden Prabowo untuk memutus rantai kemiskinan. Kita berharap dengan diluncurkannya program-program ini, pembangunan makin dirasakan merata dan kemerdekaan juga kita rasakan semakin nyata,” ujarnya saat konferensi pers di Jakarta, Selasa (8/7/2025).
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/08/275ec1c83447bdcfce55ba973bd4f77d-IMG_1768.jpeg)
Program Sekolah Rakyat, menurut rencana, akan diluncurkan pada akhir Juli. Pada tahap pertama, ada 100 sekolah rakyat yang bakal segera beroperasi yang khusus menerima siswa dari anak-anak keluarga miskin ekstrem.
Selain mendapatkan pendidikan sesuai kurikulum pendidikan nasional, siswa di sekolah rakyat juga akan tinggal di asrama. Siswa-siswa tersebut diberikan fasilitas makan hingga tempat tinggal yang layak. Dengan demikian, orangtua tidak perlu memikirkan biaya-biaya lain yang dibutuhkan untuk mendukung kegiatan sekolah anaknya.
”Walaupun pendidikan reguler sudah gratis, mereka betul-betul dalam keadaan yang sangat sulit sehingga tanggung jawab ini harus diambil alih oleh negara dan mereka dimasukkan ke sekolah rakyat,” kata Hasan.
Selanjutnya, lanjut Hasan, pemerintah akan memperluas cakupan program Cek Kesehatan Gratis hingga ke sekolah. Program ini akan menyasar siswa sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas. Para siswa akan mendapatkan beberapa jenis pemeriksaan, antara lain pemeriksaan gigi, telinga, tekanan darah, skrining tuberkulosis, dan termasuk pemeriksaan kejiwaan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/11/9246d175-7c38-4937-a6f3-7596d020b648_jpg.jpg)
Melalui program ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang memeriksakan kondisi kesehatan karena tidak hanya dapat dilakukan di puskesmas. Para siswa pun nanti dapat mengetahui kondisi kesehatan sehingga mampu melakukan tindakan-tindakan antitipasi sejak dini.
”Ini merupakan bagian dari program pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, tidak hanya diberikan pendidikan yang bagus, tapi juga kesehatan mereka harus terjaga dengan baik,” ujar Hasan.
Ia melanjutkan, program ketiga yang akan diluncurkan oleh pemerintah adalah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Akan ada sekitar 80.000 koperasi yang akan mulai beroperasi bulan ini. Presiden Prabowo Subianto direncanakan meluncurkan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Klaten, Jawa Tengah, pada 19 Juli mendatang.
Mengacu data Badan Pusat Statistik yang dirilis Januari lalu, jumlah penduduk miskin pada September 2024 mencapai 24,06 juta orang. Angka ini menunjukkan penurunan 1,16 juta orang atau 0,46 persen dibandingkan dengan Maret 2024 dan turun 1,84 juta orang atau 0,79 persen ketimbang Maret 2023.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/02/21/24e77581-21cd-46d0-a6cc-64bdfeeebcc5_jpg.jpg)
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Paramadina, Ariyo DP Irhamna, mengatakan, program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan langkah besar yang mengafirmasi peran ekonomi rakyat berbasis kolektivitas, gotong royong, dan kemandirian usaha lokal.
Langkah ini harus dilihat sebagai titik balik dari pendekatan kebijakan yang selama ini cenderung meminggirkan koperasi dalam arsitektur ekonomi nasional.
”Setelah sekian lama terpinggirkan, koperasi kembali mendapat ruang dalam rancangan pembangunan ekonomi bangsa,” katanya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/29/fcd71b32-b2eb-4e23-8dab-88a1b0b99439_jpeg.jpg)
Namun, ia mengingatkan, pendirian koperasi harus diikuti dengan dukungan pendampingan dan strategi operasional yang tepat. Sebab, persiapan operasionalisasi 80.000 koperasi dilakukan hanya dalam waktu kurang dari setahun. Apalagi, koperasi-koperasi akan mendapatkan dukungan pembiayaan hingga Rp 3 miliar.
”Jika tidak, target 80.000 unit Koperasi Merah Putih bukan tidak mungkin akan menjadi warisan buruk rezim pertama Presiden Prabowo yang membebani sistem perbankan nasional dan merusak semangat koperasi,” katanya.
Penulis:
Iqbal BasyariEditor:
A. Ponco AnggoroPenyelaras Bahasa:
Retma Wati