Sekolah yang Menjadi Monumen Perang Iran

Setelah 191 hari berlalu, bangunan sekolah yang menjadi target serangan Amerika Serikat di Iran diusulkan menjadi monumen peringatan perang.

07 Sep 2026 10:45 WIB · Internasional

AP/Vahid Salemi

Oleh Ignatius Danu Kusworo

Pada 28 Februari 2026, serangan udara Amerika Serikat mengubah Sabtu pagi yang biasanya ceria menjadi tragedi. Aktivitas belajar anak-anak berubah menjadi jerit ketakutan. Serangan pertama ini selanjutnya menjadi pembuka lembaran Perang Iran. 

Akibat serangan rudal itu, setidaknya 156 orang dilaporkan tewas, termasuk 120 anak-anak. Amerika membantah militernya sengaja menyerang target sipil. Bangunan sekolah diklaim terletak bersebelahan dengan kompleks Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) sehingga menjadi imbas serangan pertama saat itu.

Bangunan sekolah yang hancur usai terkena serangan pertama Amerika di Iran di kota Minab, Sabtu (5/9/2026).

AP/Vahid Salemi
Gambar yang diperoleh dari kantor berita ISNA Iran ini menunjukkan lokasi serangan terhadap sekolah anak perempuan di Minab, di provinsi Hormozgan selatan Iran, pada Sabtu (28/2/2026).
Sejumlah perempuan memegang potret anak-anak sekolah yang terbunuh dalam serangan di sebuah sekolah di kota Minab, Iran selatan pada 28 Februari 2026 lalu, saat unjukrasa. AP/Mukhtar Khan

191 hari telah berlalu sejak serangan itu, tempat ini tidak akan pernah menjadi sekolah lagi. Gerbang birunya yang cerah masih dicat dengan simbol-simbol yang dulunya menyambut anak-anak.

Gambar peta iran, pensil berukuran besar, dan potret tokoh-tokoh legendaris dalam sains dan sastra masih tersisa disebagian temboknya. Kini, jalan setapak di baliknya mengarahkan pengunjung melewati deretan foto. 

Foto-foto yang menunjukkan anak-anak yang sibuk menjalani kehidupan, di pesta ulang tahun dan banyak moment lainnya. Kemudian muncul wajah-wajah kecil yang sama di spanduk hitam tanda berkabung.

<p>Bendera Iran di depan bangunan sekolah yang menjadi target serangan pertama Amerika di Iran, di kota Minab, Sabtu (5/9/2026).</p><p>AP/Vahid Salemi</p><p>Para wanita berjalan di kuburan anak-anak sekolah yang terbunuh setelah sekolah mereka terkena serangan pada 28 Februari 2026 lalu di kota Minab di Iran selatan, Sabtu (5/9/2026).</p><p>AP/Vahid Salemi</p><p>Pelayat menangis selama pemakaman anak-anak yang terbunuh dalam serangan di sekolah dasar di provinsi Hormozgan Iran, di Minab pada Selasa (3/3/2026). Media Iran telah melaporkan ratusan korban Iran, termasuk di sekolah perempuan.</p><p>AFO/AMIRHOSSEIN KHOR</p>

Bendera Iran di depan bangunan sekolah yang menjadi target serangan pertama Amerika di Iran, di kota Minab, Sabtu (5/9/2026).

AP/Vahid Salemi

Para wanita berjalan di kuburan anak-anak sekolah yang terbunuh setelah sekolah mereka terkena serangan pada 28 Februari 2026 lalu di kota Minab di Iran selatan, Sabtu (5/9/2026).

AP/Vahid Salemi

Pelayat menangis selama pemakaman anak-anak yang terbunuh dalam serangan di sekolah dasar di provinsi Hormozgan Iran, di Minab pada Selasa (3/3/2026). Media Iran telah melaporkan ratusan korban Iran, termasuk di sekolah perempuan.

AFO/AMIRHOSSEIN KHOR

Ini adalah tugu peringatan yang sedang dibangun untuk mengenang anak-anak sekolah yang tewas dalam serangan di awal perang yang dimulai Amerika Serikat dan Israel di Iran. Serangan yang menghantam sekolah Shajareh Tayyebeh di Minab.

Berbulan-bulan kemudian, pemerintahan Trump masih belum secara langsung menerima tanggung jawab atas serangan itu atau merilis temuan Pentagon. Bahkan ketika investigasi Associated Press menemukan bukti bahwa setidaknya satu rudal AS menghantam sekolah tersebut.

Pecahan proyektil bertuliskan peringatan dalam bahasa Inggris di sebuah bangunan Iran terkena yang serangan AS di Kuhestak, Iran selatan, Rabu (2/9/2026).

AP/Masoud Mohammadi
Sebuah lubang di dinding terlihat di dalam sebuah rumah usai terkena serangan AS saat perayaan pernikahan di Kuhestak, Iran selatan, Jumat (4/9/2026).

AP/Vahid Salemi
Seseorang memegang pecahan proyektil yang ditemukan usai serangan AS di Kuhestak, Iran selatan, Rabu (2/9/2026).

AP/Masoud Mohammadi

Dan perhatian kembali tertuju pada Minab pekan lalu ketika serangkaian serangan udara Amerika Serikat di sepanjang pantai selatan Iran kembali menghantam sebuah pesta pernikahan dan area lainnya. Puluhan korban tewas dan luka-luka kembali memenuhi rumah sakit setempat.

Saat ini, gedung dua lantai sekolah itu masih sama, rusak parah. Ruang kelasnya masih membeku dengan meja-meja setengah terkubur oleh langit-langit yang runtuh. Telah muncul seruan untuk melestarikan reruntuhan tersebut sebagai catatan sejarah. Gubernur Hormozgan, Mohammad Ashouri Taziani, mengatakan bahwa bangunan itu akan diubah menjadi museum perang dan monumen peringatan.

<p>Bendera Iran didepan banguna. sekolah yang menjadi targer serangan pertama Amerika di Iran,di kota Minab, Sabtu (5/9/2026).</p><p>AP/Vahid Salemi</p><p>Warga dan petugas penyelamat mencari korban di reruntuhan setelah serangan di sekolah dasar di Minab, Iran, Sabtu, 28 Februari 2026.</p><p>AP/Abbas Zakeri/Kantor Berita Mehr </p><p>Warga menghadiri pemakaman anak-anak korban serangan Israel-AS pada 28 Februari di sekolah dasar anak perempuan di Minab, Iran, Selasa (3/3/2026).</p><p>AP/Abbas Zakeri</p>

Bendera Iran didepan banguna. sekolah yang menjadi targer serangan pertama Amerika di Iran,di kota Minab, Sabtu (5/9/2026).

AP/Vahid Salemi

Warga dan petugas penyelamat mencari korban di reruntuhan setelah serangan di sekolah dasar di Minab, Iran, Sabtu, 28 Februari 2026.

AP/Abbas Zakeri/Kantor Berita Mehr

Warga menghadiri pemakaman anak-anak korban serangan Israel-AS pada 28 Februari di sekolah dasar anak perempuan di Minab, Iran, Selasa (3/3/2026).

AP/Abbas Zakeri

Di dekat situ, sebagian dari pemakaman Minab telah didedikasikan untuk mereka yang tewas. Keluarga dan orang lain berjalan dengan tenang melintasi rumput buatan yang ditandai dengan nisan. Warga setempat mengatakan tiga jenazah masih belum ditemukan. (AP/AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Ignatius Danu Kusworo
 | 

Editor:

Demitrius Wisnu Widiantoro
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji