Selain Kapal Induk, Inilah Persenjataan AS di Sekitar Iran

Jet tempur sampai pesawat pengebom ditempatkan AS untuk membantu pertahanan Israel. Ada ratusan pesawat dan puluhan ribu tentara.

17 Jun 2025 17:00 WIB · Internasional

Oleh Kris Mada

Di tengah serangan Israel ke Iran, Amerika Serikat mengirimkan kapal induk tambahan ke Timur Tengah. Amerika Serikat punya banyak persenjataan di wilayah yang berada 12.000 kilometer dari Washington DC tersebut.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, Senin (16/6/2025) sore waktu Washington DC atau Selasa pagi WIB, mengungkap pengerahan kapal induk tambahan itu. ”Kami waspada, kami siap, kami mengirim pesan secara konsisten sejak awal bahwa kami di kawasan untuk mempertahankan warga dan aset kami,” kata Hegseth.

Dari Laut China Selatan, gugus tempur laut (guspurla) USS Nimitz diminta bergerak ke Timur Tengah. Pengumuman disampaikan setelah kapal induk tertua AS yang masih beroperasi itu melintasi Selat Malaka.

Kapal induk

Kepada CNN, Brigadir Jenderal (Purn) Steven Anderson mengatakan bahwa ada satu kapal perusak kelas Arleigh Burke dan satu kapal penjelajah kelas Ticonderoga dalam Guspurla Nimitz. Guspurla juga mengangkut total sembilan skuadron jet tempur, helikopter, dan pesawat lain.

Anderson, mantan Wakil Kepala Staf Pasukan Gabungan di Irak pada 2007, menyebut guspurla Nimitz akan bergabung dengan guspurla Carl Vinson. Seperti Nimitz, Carl Vinson juga didampingi kapal perusak kelas Arleigh Burke dan kapal penjelajah kelas Ticonderoga. Sebelum Nimitz, Carl Vinson bertugas bersama Harry Truman di Timur Tengah.

Guspurla Carl Vinson juga didampingi Skuadron Perusak 1. Seperti Nimitz, total ada sembilan skuadron udara di Carl Vinson. Pesawat yang diangkut termasuk jet tempur F-35 dan F/A-18.

240823-N-SW048-1293 ATLANTIC OCEAN (Aug. 23, 2024) An F/A-18F Super Hornet, attached to the “Red Rippers” of Strike Fighter Squadron (VFA) 11, takes off from the flight deck of the Nimitz-class aircraft carrier USS Harry S. Truman (CVN 75), Aug. 23. The Harry S. Truman Carrier Strike Group is underway in the Atlantic Ocean completing integrated naval warfighting training. Composite Unit Training Exercises are an intense, multi-week exercise designed to fully integrate a carrier strike group as a cohesive, multi-mission fighting force, to assess their ability to carry out sustained combat operations from the sea, and drive future warfighting development. (U.S. Navy Photo by Mass Communication Specialist 3rd Class Logan McGuire)

Dalam kondisi optimum, kedua guspurla itu bisa mengangkut total 160 pesawat dan helikopter beragam jenis. Bedanya, di Nimitz hanya ada F/A-18 dan aneka jenis helikopter.

Dalam formasi standar guspurla Angkatan Laut AS, setiap kapal induk biasanya didampingi satu kapal penjelajah dan hingga enam kapal perusak. Guspurla juga diikuti satu kapal selam dan satu kapal logistik.

Sementara di geladak kapal-kapal guspurla bisa ditempatkan hingga 44 jet tempur dan 30 unit aneka jenis pesawat dan helikopter.

Total awaknya mencapai 7.500 orang. Mereka termasuk pilot, marinir, dan pelaut aneka perang. Guspurla adalah pangkalan tempur terapung.

Kapal lain

Seperti dikatakan Anderson, AS punya kapal lain di sekitar Iran. Di pangkalan Bahrain, terpantau lima kapal perang dan satu kapal pendukung tempur. AS menempatkan USS Canberra, USS Sentry, USS Devastator, USS Gladiator, dan USS Dextrous di pangkalan Bahrain.

Di sana juga ditempatkan MV Ocean Trader yang merupakan kapal pendukung tempur khusus. MV Ocean Trader dioperasikan Komando Lintas Laut Militer Angkatan Laut AS. AS terutama menjadikan kapal itu sebagai tangsi terapung untuk pasukan khusus.

Sementara di Laut Arab hingga Samudra Hindia, terpantau total satu kapal induk dan 10 kapal perang lain. Terpantau pula setidaknya satu kapal selam, USS Georgia.

240607-N-MW930-2023 RED SEA (June 7, 2024) Components of the Dwight D. Eisenhower Carrier Group (IKECSG), Nimitz-class aircraft carrier USS Dwight D. Eisenhower (CVN 69) and Arleigh Burke-class guided-missile destroyers USS Laboon (DDG 58) and USS Gravely (DDG 107), steam in formation with the Italian aircraft carrier ITS Cavour (CVH 550), the Carlo Bergamini-class frigate ITS Alpino (F 594), and the Horizon-class frigate FS Forbin (D 620) in the Red Sea, June 7. The IKECSG is deployed to the U.S. 5th Fleet area of operations to support maritime stability and security in the Middle East region. (Official U.S. Navy photo)

Kapal perang yang terlacak adalah USS Princeton, USS Sullivan, USS Milius, USS Truxtun, USS Sterett, USS Wayne Meyer, dan USS Ralph Johnson. Selain itu, terlacak pula USS Amelia Earhart, USS Cesar Chavez, dan USS Guadalupe.

Bersama USS Carl Vinson, mereka di bawah kendali Komando Tengah AS (Centcom). Komando itu bertanggung jawab pada operasi militer AS di Timur Tengah dan Afrika Utara.

Selain di Laut Arab, AS juga mengerahkan sejumlah kapal perang di pesisir barat Israel. Kapal-kapal itu siaga membantu Israel menangkis aneka serangan rudal dan pesawat nirawak.

Pesawat tempur

Pesawat tempur AS di sekitar Iran bukan cuma di geladak Nimitz dan Carl Vinson. AS punya Skuadron A-10 Thunderbolt II di pangkalan darat di Timur Tengah.

AS juga menyiagakan jet tempur F-16 dan F-15E di kawasan itu. Sampai Desember 2024, AS pernah menempatkan F-22 di Timur Tengah selama setahun. Lalu, AS memulangkan jet tempur itu.

AS juga mengoperasikan sejumlah pesawat nirawak baik untuk intai maupun serbu. Pesawat MQ-9 AS bolak-balik dijatuhkan Houthi dari Yaman.

AS kini sedang mengirimkan tambahan pesawat tanker udara. Laman pelacak pergerakan pesawat menunjukkan 31 pesawat tanker udara AS menuju Timur Tengah pada Senin. Mayoritas pesawat itu adalah KC-135 dan KC-46.

Tanker-tanker itu bisa mengisi bahan bakar untuk sekitar 240 jet tempur. Tanker memungkinkan jet tempur beroperasi berkali lipat jarak tempuh maksimumnya.

In this photo provided by the U.S. Air Force via South Korea Defense Ministry, a U.S. Air Force B-52H bomber, center, F-16 fighter jets, South Korean Air Force F-15K fighter jets, left top, and Japanese Air Force F-2 fighter jets, left bottom, fly in formation during a joint air drill near Korean Peninsula on Sunday, Oct. 22, 2023. The South Korean, U.S. and Japanese militaries conducted their first-ever trilateral aerial exercise on Sunday in response to evolving North Korean nuclear threats, South Korea's air force said. (The U.S. Air Force/South Korea Defense Ministry via AP)

Bukan cuma di pangkalan-pangkalan Timur Tengah, AS juga menempatkan aset udara di Samudra Hindia. Sebelum Israel menyerang Iran, AS mengerahkan puluhan pesawat pengebom ke pangkalan Diego Garcia di Samudra Hindia.

Pada Mei 2025, sejumlah pesawat meninggalkan pangkalan milik Inggris itu. Kini, AS mempertahankan sejumlah pesawat pengebom B-2 dan B-52 di pangkalan tersebut.

Pesawat itu, antara lain, bisa menjatuhkan GBU-57. Bom itu bisa menembus bunker yang berada hingga 60 meter di bawah tanah. Beratnya 1,5 ton dan panjangnya 6 meter.

Senjata itu yang sangat diharapkan Israel diberikan AS untuk menyerang Iran. Sementara ini, AS baru memberikan antara lain 300 rudal Hellfire. Rudal itu tiba pada Selasa pekan lalu di Israel.

Sejak Sabtu pekan lalu, sejumlah pejabat Israel dikabarkan terus membujuk AS melepaskan bom itu ke Iran. Sasaran utamanya adalah gudang bawah tanah reaktor Fordow. Israel tak punya senjata menembus gudang itu.

Rudal dan bom

Pesawat pengebom B-52 bukan cuma bisa meluncurkan GBU-57. Pesawat itu juga bisa menembakkan AGM-86 dan AGM-158. Jet tempur F-16, F/A-18, dan F-15 juga bisa menembakkan rudal AGM-158.

Ada tiga rudal paling terkenal AS: Tomahawk, Hellfire, dan Harpoon. Tomahawk bisa ditembakkan dari peluncur darat dan laut. Versi lautnya bisa diluncurkan dari kapal perang dan kapal selam. AS berulang kali menembakkan Tomahawak untuk menyerang berbabai lokasi di Yaman.

Sementara Hellfire ditembakkan dari berbagai pesawat tempur, berawak atau tidak. AS mengirimkan 300 rudal Hellfire ke Israel pada Selasa pekan lalu.

<p>(FILES) This file handout picture downloaded from the US Navy website and taken on March 29, 2011 shows the Arleigh Burke-class guided-missile destroyer USS Barry (DDG 52) launching a Tomahawk cruise missile to support Joint Task Force Odyssey Dawn in the Mediterranean Sea. &#8211; Australia&#8217;s Prime Minister Scott Morrison announced on September 16, 2021 the country would acquire long-range US Tomahawk cruise missiles, as it strengthens military defences in the face of a rising China. (Photo by Jonathan Sunderman / US NAVY / AFP) / &#8212;&#8211;EDITORS NOTE &#8212; RESTRICTED TO EDITORIAL USE &#8211; MANDATORY CREDIT &#8220;AFP PHOTO / US NAVY &#8211; Jonathan Sunderman&#8221; &#8211; NO MARKETING &#8211; NO ADVERTISING CAMPAIGNS &#8211; DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS</p>

Adapun Harpoon terutama untuk menyerang kapal. Rudal Harpoon ada varian peluncur darat dan peluncur laut.

Sementara pesawat nirawak paling sering menembakkan rudal hellfire. Untuk menyasar kapal, ada rudal AGM-84 Harpoon.

Sementara dari kapal perangnya, AS kerap menembakkan rudal tomahawk. Selain untuk menyerang, rudal itu bisa untuk menangkis serangan. Rudal lain adalan RIM-7 Sea Sparrow, RIM-66, hingga RIM-156A.

AS telah mengembangkan varian terbaru Sea Sparrow, disebut RIM-162. Rudal supersonik itu untuk menyasar kapal.

Untuk artileri pertahanan udara (Arhanud), AS mengandalkan MIM-104A. Rudal ini dipakai di arhanud paling terkenal, Patriot.

Pangkalan darat

Selain di laut, AS punya aset militer di setidaknya 19 pangkalan darat di Timur Tengah. Kecuali Yaman, tidak ada negara Arab tanpa kehadiran pangkalan AS. Di Arab Saudi pun ada pangkalan militer AS. Yaman dipantau dari pangkalan AS di Djibouti, negara di seberang Yaman.

Sejumlah pangkalan dibuat dan dipertahankan AS tanpa persetujuan pemerintah setempat. Hal itu terjadi di Suriah dan Irak.

AS bertahap menempatkan tentara di Timur Tengah sejak 1958. Kini, setidaknya ada 40.000 tentara AS di Timur Tengah. Mereka berada di Bahrain, Arab Saudi, Oman, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Jordania, Irak, dan Suriah.

AS juga menempatkan tentara di Israel. Mereka mengoperasikan sejumlah artileri pertahanan udara (arhanud). AS menempatkan dua baterai THAAD, pencegat rudal jarak jauh. Setiap baterai diawaki setidaknya 100 tentara. Dengan demikian, untuk THAAD saja ada 200 tentara AS di Israel.

Masih ada arhanud lain yang ditempatkan AS di Israel dan pangkalan di negara lain. Arhanud juga ditempatkan di kapal perang.

U.S. Army Capt. Riley Campbell points out the components of the Terminal High Altitude Area Defense, or &acirc;€œTHAAD&acirc;€ missile defense system to Airmen of the 23rd Expeditionary Bomb Squadron during a site visit to Task Force Talon, Feb. 23, 2024. The site is home to the island&acirc;€™s Terminal High Altitude Area Defense, or &acirc;€œTHAAD&acirc;€ missile defense system, overseen by the 3rd Air Defense Artillery Regiment. During the visit, Airmen learned about the intricacies of the system&acirc;€™s ability to thwart adversarial ballistic missile attacks and how it compliments. Members of the 23rd EBS are deployed to Guam in support of a B-52 bomber task force and are based in Minot Air Force Base, North Dakota. Bomber missions help familiarize aircrews with air bases and operations in different geographic combatant commands and their areas of operations. Brines is the battery executive officer for Echo Battery, 3rd ADA Regiment. (U.S. Air Force photo by Capt. Stephen J. Collier)

Pertahanan udara

Dari kapal-kapal perangnya, AS terutama mengandalkan Phalanx CIWS untuk menangkis serangan udara. Jika proyektil penyerang masih jauh, AS menjatuhkannya dari rudal yang ditembakkan Aegis versi laut.

AS mengembangkan Aegis versi laut dan darat sebagai pertahanan. Pada Oktober 2024, kapal perusak USS Bulkeley menggunakan Aegis laut untuk menjatuhkan rudal Iran.

Sementara di pangkalan darat, AS antara lain mengandalkan C-RAM. Arhanud jarak pendek itu untuk menangkis mortar, pesawat nirawak, hingga rudal ke pangkalan. Pada 2024, C-RAM mempertahankan pangkalan AS di Irak dan Suriah dari serangan milisi setempat.

AS tentu saja mengoperasikan baterai-baterai arhanud Patriot di sejumlah pangkalan Timur Tengah. Arhanud andalan AS itu tersebar dari Jordania sampai Arab Saudi.

Untuk membantu Israel, AS tidak hanya mengandalkan arhanud di darat. Jet-jet AS-Jordania kerap berpatroli menembaki rudal dan pesawat nirawak ke Israel. (AP/AFP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Kris Mada
 | 

Editor:

Bonifasius Josie Susilo H
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti