Di tengah serangan Israel ke Iran, Amerika Serikat mengirimkan kapal induk tambahan ke Timur Tengah. Amerika Serikat punya banyak persenjataan di wilayah yang berada 12.000 kilometer dari Washington DC tersebut.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, Senin (16/6/2025) sore waktu Washington DC atau Selasa pagi WIB, mengungkap pengerahan kapal induk tambahan itu. ”Kami waspada, kami siap, kami mengirim pesan secara konsisten sejak awal bahwa kami di kawasan untuk mempertahankan warga dan aset kami,” kata Hegseth.
Dari Laut China Selatan, gugus tempur laut (guspurla) USS Nimitz diminta bergerak ke Timur Tengah. Pengumuman disampaikan setelah kapal induk tertua AS yang masih beroperasi itu melintasi Selat Malaka.
Kapal induk
Kepada CNN, Brigadir Jenderal (Purn) Steven Anderson mengatakan bahwa ada satu kapal perusak kelas Arleigh Burke dan satu kapal penjelajah kelas Ticonderoga dalam Guspurla Nimitz. Guspurla juga mengangkut total sembilan skuadron jet tempur, helikopter, dan pesawat lain.
Anderson, mantan Wakil Kepala Staf Pasukan Gabungan di Irak pada 2007, menyebut guspurla Nimitz akan bergabung dengan guspurla Carl Vinson. Seperti Nimitz, Carl Vinson juga didampingi kapal perusak kelas Arleigh Burke dan kapal penjelajah kelas Ticonderoga. Sebelum Nimitz, Carl Vinson bertugas bersama Harry Truman di Timur Tengah.
Guspurla Carl Vinson juga didampingi Skuadron Perusak 1. Seperti Nimitz, total ada sembilan skuadron udara di Carl Vinson. Pesawat yang diangkut termasuk jet tempur F-35 dan F/A-18.
Dalam kondisi optimum, kedua guspurla itu bisa mengangkut total 160 pesawat dan helikopter beragam jenis. Bedanya, di Nimitz hanya ada F/A-18 dan aneka jenis helikopter.
Dalam formasi standar guspurla Angkatan Laut AS, setiap kapal induk biasanya didampingi satu kapal penjelajah dan hingga enam kapal perusak. Guspurla juga diikuti satu kapal selam dan satu kapal logistik.
Sementara di geladak kapal-kapal guspurla bisa ditempatkan hingga 44 jet tempur dan 30 unit aneka jenis pesawat dan helikopter.
Total awaknya mencapai 7.500 orang. Mereka termasuk pilot, marinir, dan pelaut aneka perang. Guspurla adalah pangkalan tempur terapung.
Kapal lain
Seperti dikatakan Anderson, AS punya kapal lain di sekitar Iran. Di pangkalan Bahrain, terpantau lima kapal perang dan satu kapal pendukung tempur. AS menempatkan USS Canberra, USS Sentry, USS Devastator, USS Gladiator, dan USS Dextrous di pangkalan Bahrain.
Di sana juga ditempatkan MV Ocean Trader yang merupakan kapal pendukung tempur khusus. MV Ocean Trader dioperasikan Komando Lintas Laut Militer Angkatan Laut AS. AS terutama menjadikan kapal itu sebagai tangsi terapung untuk pasukan khusus.
Sementara di Laut Arab hingga Samudra Hindia, terpantau total satu kapal induk dan 10 kapal perang lain. Terpantau pula setidaknya satu kapal selam, USS Georgia.
Kapal perang yang terlacak adalah USS Princeton, USS Sullivan, USS Milius, USS Truxtun, USS Sterett, USS Wayne Meyer, dan USS Ralph Johnson. Selain itu, terlacak pula USS Amelia Earhart, USS Cesar Chavez, dan USS Guadalupe.
Bersama USS Carl Vinson, mereka di bawah kendali Komando Tengah AS (Centcom). Komando itu bertanggung jawab pada operasi militer AS di Timur Tengah dan Afrika Utara.
Selain di Laut Arab, AS juga mengerahkan sejumlah kapal perang di pesisir barat Israel. Kapal-kapal itu siaga membantu Israel menangkis aneka serangan rudal dan pesawat nirawak.
Pesawat tempur
Pesawat tempur AS di sekitar Iran bukan cuma di geladak Nimitz dan Carl Vinson. AS punya Skuadron A-10 Thunderbolt II di pangkalan darat di Timur Tengah.
AS juga menyiagakan jet tempur F-16 dan F-15E di kawasan itu. Sampai Desember 2024, AS pernah menempatkan F-22 di Timur Tengah selama setahun. Lalu, AS memulangkan jet tempur itu.
AS juga mengoperasikan sejumlah pesawat nirawak baik untuk intai maupun serbu. Pesawat MQ-9 AS bolak-balik dijatuhkan Houthi dari Yaman.
AS kini sedang mengirimkan tambahan pesawat tanker udara. Laman pelacak pergerakan pesawat menunjukkan 31 pesawat tanker udara AS menuju Timur Tengah pada Senin. Mayoritas pesawat itu adalah KC-135 dan KC-46.
Tanker-tanker itu bisa mengisi bahan bakar untuk sekitar 240 jet tempur. Tanker memungkinkan jet tempur beroperasi berkali lipat jarak tempuh maksimumnya.
Bukan cuma di pangkalan-pangkalan Timur Tengah, AS juga menempatkan aset udara di Samudra Hindia. Sebelum Israel menyerang Iran, AS mengerahkan puluhan pesawat pengebom ke pangkalan Diego Garcia di Samudra Hindia.
Pada Mei 2025, sejumlah pesawat meninggalkan pangkalan milik Inggris itu. Kini, AS mempertahankan sejumlah pesawat pengebom B-2 dan B-52 di pangkalan tersebut.
Pesawat itu, antara lain, bisa menjatuhkan GBU-57. Bom itu bisa menembus bunker yang berada hingga 60 meter di bawah tanah. Beratnya 1,5 ton dan panjangnya 6 meter.
Senjata itu yang sangat diharapkan Israel diberikan AS untuk menyerang Iran. Sementara ini, AS baru memberikan antara lain 300 rudal Hellfire. Rudal itu tiba pada Selasa pekan lalu di Israel.
Sejak Sabtu pekan lalu, sejumlah pejabat Israel dikabarkan terus membujuk AS melepaskan bom itu ke Iran. Sasaran utamanya adalah gudang bawah tanah reaktor Fordow. Israel tak punya senjata menembus gudang itu.
Rudal dan bom
Pesawat pengebom B-52 bukan cuma bisa meluncurkan GBU-57. Pesawat itu juga bisa menembakkan AGM-86 dan AGM-158. Jet tempur F-16, F/A-18, dan F-15 juga bisa menembakkan rudal AGM-158.
Ada tiga rudal paling terkenal AS: Tomahawk, Hellfire, dan Harpoon. Tomahawk bisa ditembakkan dari peluncur darat dan laut. Versi lautnya bisa diluncurkan dari kapal perang dan kapal selam. AS berulang kali menembakkan Tomahawak untuk menyerang berbabai lokasi di Yaman.
Sementara Hellfire ditembakkan dari berbagai pesawat tempur, berawak atau tidak. AS mengirimkan 300 rudal Hellfire ke Israel pada Selasa pekan lalu.
Adapun Harpoon terutama untuk menyerang kapal. Rudal Harpoon ada varian peluncur darat dan peluncur laut.
Sementara pesawat nirawak paling sering menembakkan rudal hellfire. Untuk menyasar kapal, ada rudal AGM-84 Harpoon.
Sementara dari kapal perangnya, AS kerap menembakkan rudal tomahawk. Selain untuk menyerang, rudal itu bisa untuk menangkis serangan. Rudal lain adalan RIM-7 Sea Sparrow, RIM-66, hingga RIM-156A.
AS telah mengembangkan varian terbaru Sea Sparrow, disebut RIM-162. Rudal supersonik itu untuk menyasar kapal.
Untuk artileri pertahanan udara (Arhanud), AS mengandalkan MIM-104A. Rudal ini dipakai di arhanud paling terkenal, Patriot.
Pangkalan darat
Selain di laut, AS punya aset militer di setidaknya 19 pangkalan darat di Timur Tengah. Kecuali Yaman, tidak ada negara Arab tanpa kehadiran pangkalan AS. Di Arab Saudi pun ada pangkalan militer AS. Yaman dipantau dari pangkalan AS di Djibouti, negara di seberang Yaman.
Sejumlah pangkalan dibuat dan dipertahankan AS tanpa persetujuan pemerintah setempat. Hal itu terjadi di Suriah dan Irak.
AS bertahap menempatkan tentara di Timur Tengah sejak 1958. Kini, setidaknya ada 40.000 tentara AS di Timur Tengah. Mereka berada di Bahrain, Arab Saudi, Oman, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Jordania, Irak, dan Suriah.
AS juga menempatkan tentara di Israel. Mereka mengoperasikan sejumlah artileri pertahanan udara (arhanud). AS menempatkan dua baterai THAAD, pencegat rudal jarak jauh. Setiap baterai diawaki setidaknya 100 tentara. Dengan demikian, untuk THAAD saja ada 200 tentara AS di Israel.
Masih ada arhanud lain yang ditempatkan AS di Israel dan pangkalan di negara lain. Arhanud juga ditempatkan di kapal perang.
Pertahanan udara
Dari kapal-kapal perangnya, AS terutama mengandalkan Phalanx CIWS untuk menangkis serangan udara. Jika proyektil penyerang masih jauh, AS menjatuhkannya dari rudal yang ditembakkan Aegis versi laut.
AS mengembangkan Aegis versi laut dan darat sebagai pertahanan. Pada Oktober 2024, kapal perusak USS Bulkeley menggunakan Aegis laut untuk menjatuhkan rudal Iran.
Sementara di pangkalan darat, AS antara lain mengandalkan C-RAM. Arhanud jarak pendek itu untuk menangkis mortar, pesawat nirawak, hingga rudal ke pangkalan. Pada 2024, C-RAM mempertahankan pangkalan AS di Irak dan Suriah dari serangan milisi setempat.
AS tentu saja mengoperasikan baterai-baterai arhanud Patriot di sejumlah pangkalan Timur Tengah. Arhanud andalan AS itu tersebar dari Jordania sampai Arab Saudi.
Untuk membantu Israel, AS tidak hanya mengandalkan arhanud di darat. Jet-jet AS-Jordania kerap berpatroli menembaki rudal dan pesawat nirawak ke Israel. (AP/AFP/REUTERS)
Di tengah serangan Israel ke Iran, Amerika Serikat mengirimkan kapal induk tambahan ke Timur Tengah. Amerika Serikat punya banyak persenjataan di wilayah yang berada 12.000 kilometer dari Washington DC tersebut.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, Senin (16/6/2025) sore waktu Washington DC atau Selasa pagi WIB, mengungkap pengerahan kapal induk tambahan itu. ”Kami waspada, kami siap, kami mengirim pesan secara konsisten sejak awal bahwa kami di kawasan untuk mempertahankan warga dan aset kami,” kata Hegseth.
Dari Laut China Selatan, gugus tempur laut (guspurla) USS Nimitz diminta bergerak ke Timur Tengah. Pengumuman disampaikan setelah kapal induk tertua AS yang masih beroperasi itu melintasi Selat Malaka.
Serial Artikel
Trump Kirim Senjata Tambahan dan Ultimatum Pengosongan Teheran
Seperti sekutu di Surabaya 1945, kini Trump mengultimatum warga Teheran mengungsi. Trump juga mengirimkan armada tambahan ke Timur Tengah
Kepada CNN, Brigadir Jenderal (Purn) Steven Anderson mengatakan bahwa ada satu kapal perusak kelas Arleigh Burke dan satu kapal penjelajah kelas Ticonderoga dalam Guspurla Nimitz. Guspurla juga mengangkut total sembilan skuadron jet tempur, helikopter, dan pesawat lain.
Anderson, mantan Wakil Kepala Staf Pasukan Gabungan di Irak pada 2007, menyebut guspurla Nimitz akan bergabung dengan guspurla Carl Vinson. Seperti Nimitz, Carl Vinson juga didampingi kapal perusak kelas Arleigh Burke dan kapal penjelajah kelas Ticonderoga. Sebelum Nimitz, Carl Vinson bertugas bersama Harry Truman di Timur Tengah.
Guspurla Carl Vinson juga didampingi Skuadron Perusak 1. Seperti Nimitz, total ada sembilan skuadron udara di Carl Vinson. Pesawat yang diangkut termasuk jet tempur F-35 dan F/A-18.
Dalam kondisi optimum, kedua guspurla itu bisa mengangkut total 160 pesawat dan helikopter beragam jenis. Bedanya, di Nimitz hanya ada F/A-18 dan aneka jenis helikopter.
Dalam formasi standar guspurla Angkatan Laut AS, setiap kapal induk biasanya didampingi satu kapal penjelajah dan hingga enam kapal perusak. Guspurla juga diikuti satu kapal selam dan satu kapal logistik.
Sementara di geladak kapal-kapal guspurla bisa ditempatkan hingga 44 jet tempur dan 30 unit aneka jenis pesawat dan helikopter.
Total awaknya mencapai 7.500 orang. Mereka termasuk pilot, marinir, dan pelaut aneka perang. Guspurla adalah pangkalan tempur terapung.
Serial Artikel
AS Tambah Jet Tempur dan Kapal Induk demi Bela Israel
Ada belasan kapal serta puluhan jet tempur dan helikopter Amerika Serikat disiapkan untuk membela Israel.
Seperti dikatakan Anderson, AS punya kapal lain di sekitar Iran. Di pangkalan Bahrain, terpantau lima kapal perang dan satu kapal pendukung tempur. AS menempatkan USS Canberra, USS Sentry, USS Devastator, USS Gladiator, dan USS Dextrous di pangkalan Bahrain.
Di sana juga ditempatkan MV Ocean Trader yang merupakan kapal pendukung tempur khusus. MV Ocean Trader dioperasikan Komando Lintas Laut Militer Angkatan Laut AS. AS terutama menjadikan kapal itu sebagai tangsi terapung untuk pasukan khusus.
Sementara di Laut Arab hingga Samudra Hindia, terpantau total satu kapal induk dan 10 kapal perang lain. Terpantau pula setidaknya satu kapal selam, USS Georgia.
Kapal perang yang terlacak adalah USS Princeton, USS Sullivan, USS Milius, USS Truxtun, USS Sterett, USS Wayne Meyer, dan USS Ralph Johnson. Selain itu, terlacak pula USS Amelia Earhart, USS Cesar Chavez, dan USS Guadalupe.
Bersama USS Carl Vinson, mereka di bawah kendali Komando Tengah AS (Centcom). Komando itu bertanggung jawab pada operasi militer AS di Timur Tengah dan Afrika Utara.
Selain di Laut Arab, AS juga mengerahkan sejumlah kapal perang di pesisir barat Israel. Kapal-kapal itu siaga membantu Israel menangkis aneka serangan rudal dan pesawat nirawak.
Serial Artikel
Jet F-22 Tiba, AS Tambah Kekuatan di Uni Emirat Arab
Pengiriman kapal perang dan jet tempur merupakan jalan tengah sengketa AS-UEA. Mereka berselisih setelah pemerintahan Joe Biden tidak memproses kesepakatan penjualan senjata senilai 23 miliar dollar AS.
Pesawat tempur AS di sekitar Iran bukan cuma di geladak Nimitz dan Carl Vinson. AS punya Skuadron A-10 Thunderbolt II di pangkalan darat di Timur Tengah.
AS juga menyiagakan jet tempur F-16 dan F-15E di kawasan itu. Sampai Desember 2024, AS pernah menempatkan F-22 di Timur Tengah selama setahun. Lalu, AS memulangkan jet tempur itu.
AS juga mengoperasikan sejumlah pesawat nirawak baik untuk intai maupun serbu. Pesawat MQ-9 AS bolak-balik dijatuhkan Houthi dari Yaman.
AS kini sedang mengirimkan tambahan pesawat tanker udara. Laman pelacak pergerakan pesawat menunjukkan 31 pesawat tanker udara AS menuju Timur Tengah pada Senin. Mayoritas pesawat itu adalah KC-135 dan KC-46.
Tanker-tanker itu bisa mengisi bahan bakar untuk sekitar 240 jet tempur. Tanker memungkinkan jet tempur beroperasi berkali lipat jarak tempuh maksimumnya.
Bukan cuma di pangkalan-pangkalan Timur Tengah, AS juga menempatkan aset udara di Samudra Hindia. Sebelum Israel menyerang Iran, AS mengerahkan puluhan pesawat pengebom ke pangkalan Diego Garcia di Samudra Hindia.
Pada Mei 2025, sejumlah pesawat meninggalkan pangkalan milik Inggris itu. Kini, AS mempertahankan sejumlah pesawat pengebom B-2 dan B-52 di pangkalan tersebut.
Pesawat itu, antara lain, bisa menjatuhkan GBU-57. Bom itu bisa menembus bunker yang berada hingga 60 meter di bawah tanah. Beratnya 1,5 ton dan panjangnya 6 meter.
Senjata itu yang sangat diharapkan Israel diberikan AS untuk menyerang Iran. Sementara ini, AS baru memberikan antara lain 300 rudal Hellfire. Rudal itu tiba pada Selasa pekan lalu di Israel.
Sejak Sabtu pekan lalu, sejumlah pejabat Israel dikabarkan terus membujuk AS melepaskan bom itu ke Iran. Sasaran utamanya adalah gudang bawah tanah reaktor Fordow. Israel tak punya senjata menembus gudang itu.
Serial Artikel
Israel Makin Mudah Capai Iran dengan Duet F-35 dan KC-46
Pesawat pengisi bahan bakar KC-46 memiliki jangkauan terbang hingga 11.000 kilometer. Jika duet dengan KC-46, F-35 bisa terbang selama 12 jam di wilayah udara musuh secara permanen dengan suntikan bahan bakar di udara.
Pesawat pengebom B-52 bukan cuma bisa meluncurkan GBU-57. Pesawat itu juga bisa menembakkan AGM-86 dan AGM-158. Jet tempur F-16, F/A-18, dan F-15 juga bisa menembakkan rudal AGM-158.
Ada tiga rudal paling terkenal AS: Tomahawk, Hellfire, dan Harpoon. Tomahawk bisa ditembakkan dari peluncur darat dan laut. Versi lautnya bisa diluncurkan dari kapal perang dan kapal selam. AS berulang kali menembakkan Tomahawak untuk menyerang berbabai lokasi di Yaman.
Sementara Hellfire ditembakkan dari berbagai pesawat tempur, berawak atau tidak. AS mengirimkan 300 rudal Hellfire ke Israel pada Selasa pekan lalu.
Adapun Harpoon terutama untuk menyerang kapal. Rudal Harpoon ada varian peluncur darat dan peluncur laut.
Sementara pesawat nirawak paling sering menembakkan rudal hellfire. Untuk menyasar kapal, ada rudal AGM-84 Harpoon.
Sementara dari kapal perangnya, AS kerap menembakkan rudal tomahawk. Selain untuk menyerang, rudal itu bisa untuk menangkis serangan. Rudal lain adalan RIM-7 Sea Sparrow, RIM-66, hingga RIM-156A.
AS telah mengembangkan varian terbaru Sea Sparrow, disebut RIM-162. Rudal supersonik itu untuk menyasar kapal.
Untuk artileri pertahanan udara (Arhanud), AS mengandalkan MIM-104A. Rudal ini dipakai di arhanud paling terkenal, Patriot.
Serial Artikel
Kerahkan THAAD dan Patriot, AS Tambah Pertahanan di Timur Tengah
Seiring meningkatnya ”ancaman oleh Iran” sebagai imbas perang Hamas-Israel, AS kembali menempatkan sistem pertahanan di kawasan.
Selain di laut, AS punya aset militer di setidaknya 19 pangkalan darat di Timur Tengah. Kecuali Yaman, tidak ada negara Arab tanpa kehadiran pangkalan AS. Di Arab Saudi pun ada pangkalan militer AS. Yaman dipantau dari pangkalan AS di Djibouti, negara di seberang Yaman.
Sejumlah pangkalan dibuat dan dipertahankan AS tanpa persetujuan pemerintah setempat. Hal itu terjadi di Suriah dan Irak.
AS bertahap menempatkan tentara di Timur Tengah sejak 1958. Kini, setidaknya ada 40.000 tentara AS di Timur Tengah. Mereka berada di Bahrain, Arab Saudi, Oman, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Jordania, Irak, dan Suriah.
AS juga menempatkan tentara di Israel. Mereka mengoperasikan sejumlah artileri pertahanan udara (arhanud). AS menempatkan dua baterai THAAD, pencegat rudal jarak jauh. Setiap baterai diawaki setidaknya 100 tentara. Dengan demikian, untuk THAAD saja ada 200 tentara AS di Israel.
Masih ada arhanud lain yang ditempatkan AS di Israel dan pangkalan di negara lain. Arhanud juga ditempatkan di kapal perang.
Pertahanan udara
Dari kapal-kapal perangnya, AS terutama mengandalkan Phalanx CIWS untuk menangkis serangan udara. Jika proyektil penyerang masih jauh, AS menjatuhkannya dari rudal yang ditembakkan Aegis versi laut.
AS mengembangkan Aegis versi laut dan darat sebagai pertahanan. Pada Oktober 2024, kapal perusak USS Bulkeley menggunakan Aegis laut untuk menjatuhkan rudal Iran.
Sementara di pangkalan darat, AS antara lain mengandalkan C-RAM. Arhanud jarak pendek itu untuk menangkis mortar, pesawat nirawak, hingga rudal ke pangkalan. Pada 2024, C-RAM mempertahankan pangkalan AS di Irak dan Suriah dari serangan milisi setempat.
Serial Artikel
Hampir 100 Peluncur THAAD untuk Melindungi Israel
Israel kini dilindungi 96 peluncur THAAD. Seperti Arrow, THAAD untuk menghancurkan rudal pada ketinggian di atas 100 km.
AS tentu saja mengoperasikan baterai-baterai arhanud Patriot di sejumlah pangkalan Timur Tengah. Arhanud andalan AS itu tersebar dari Jordania sampai Arab Saudi.
Untuk membantu Israel, AS tidak hanya mengandalkan arhanud di darat. Jet-jet AS-Jordania kerap berpatroli menembaki rudal dan pesawat nirawak ke Israel. (AP/AFP/REUTERS)