Dari pemetaan wilayah, terdapat setidaknya 39 titik jalan nasional di Lampung yang rawan longsor.
25 Mar 2025 17:01 WIB · Nusantara
BANDAR LAMPUNG, KOMPAS — Perbaikan jalan nasional yang rusak dan berlubang di Lampung diklaim telah rampung. Jalan dengan panjang lebih dari 1.200 kilometer itu kini disebut siap menyambut kedatangan para pemudik.
Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung Susan Novelia menyampaikan, penutupan lubang-lubang di ruas jalan nasional, baik Lintas Barat Sumatera, Lintas Tengah Sumatera, maupun Lintas Timur Sumatera telah selesai. Mereka juga sudah merampungkan perbaikan jalan nasional di ruas jalan nonlintas dan lintas penghubung.
”Progres terbaru per 21 Maret 2025 sudah 100 persen ditutup lubang-lubangnya. Kalau ada lubang baru akan kami lakukan penanganan lebih lanjut,” kata Susan saat konferensi pers bertema Persiapan Arus Mudik Lebaran Tahun 2025 di Kantor BPJN Lampung, Selasa (25/3/2025).
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/25/41b2bb9be12d5a284b7dc51aa7241f8e-DSC00769.JPG)
Data BPJN Lampung menyebutkan, total panjang jalan nasional di Lampung mencapai 1.298 kilometer. Berdasarkan survei tahun 2024 semester II, presentase kemantapan jalan nasional di lampung sebesar 93,75 persen. Sebesar 6,25 persen jalan disebut belum mantap.
Persentase kondisi kemantapan jalan paling rendah terdapat di jalan lintas tengah sebesar 88,71 persen. Adapun jalan lintas barat 93,81 persen dan jalan lintas timur 97,75 persen. Sementara persentase kemantapan di jalan lintas penghubung 93,63 persen dan jalan nonlintas sebesar 99,87 persen.
Susan juga mengatakan telah memetakan ruas-ruas jalan yang rawan bencana longsor ataupun banjir. Hal tersebut penting berkaitan dengan prediksi BMKG Lampung yang memperkirakan musim hujan masih akan berlangsung hingga April 2025.
Setidaknya ada 39 titik jalan nasional yang rawan longsor di Lampung. Lokasi terbanyak di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung Barat, dan Tanggamus. Titik banjir ada di Bandar Lampung, Lampung Tengah, dan Pringsewu.
Selain memastikan kondisi jalan lintas Sumatera siap dilalui pemudik, BPJN Lampung juga mendirikan 11 posko mudik di ruas jalan nasional dan 1 posko mudik di Rest Area Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar. Lokasinya di Rest Area Km 87.
Posko mudik disiagakan untuk melayani pemudik yang membutuhkan informasi terkait kondisi jalur mudik ataupun pemudik yang ingin beristirahat. Posko tersebut akan dibuka 24 Maret-10 April 2025.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/09/eb7714932bf110122faa87ec069e64f3-20250309_110922.jpg)
Sebelumnya diberitakan, anggaran perbaikan jalan nasional dan jembatan yang ada di Provinsi Lampung tahun 2025 terdampak efisiensi anggaran sehingga jauh berkurang dari pagu awal yang ditetapkan.
Pagu awal penanganan pembangunan dan preservasi jalan dan jembatan semula sekitar Rp 400 miliar mengalami efisiensi menjadi Rp 82,6 miliar.
Dengan anggaran tersebut, BPJN Lampung mengupayakan agar anggaran yang tersedia cukup untuk perbaikan jalan selama satu tahun. Perbaikan diprioritaskan dengan cara menambal lubang-lubang yang muncul.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2022/04/28/efff3ce4-34ce-4caa-9b1a-54c17d8d1e6e.jpg)
Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Lampung Nur Rakhman Yusuf mengatakan, pemerintah harus tetap mengupayakan agar berbagai program yang menyangkut kepentingan publik tetap menjadi prioritas untuk dijalankan. Tujuannya, memastikan pelayanan publik bagi masyarakat tetap berjalan dengan baik di tengah adanya kebijakan efisiensi anggaran.
Berdasarkan data Ombudsman Lampung, masalah infrastruktur memang paling banyak dikeluhkan masyarakat. Sepanjang 2024, Ombudsman Lampung menerima 136 laporan berkaitan dengan aspek perhubungan dan infrastruktur.
Persoalan jalan rusak menjadi yang paling sering dikeluhkan warga. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat menginginkan infrastruktur jalan yang baik.
Pengajar di Program Studi Teknik Sipil Institut Teknologi Sumatera, Muhammad Abi Berkah Nadi, berpendapat, kebijakan efisiensi anggaran semestinya tidak menghilangkan budget penting, terutama untuk perbaikan infrastruktur jalan. Menjelang masa mudik Lebaran, kesiapan infrastruktur jalan sangat krusial karena mobilitas warga meningkat.
Penulis:
Vina OktaviaEditor:
Cornelius Helmy Herlambang