Bergantung pada Bukayo Saka selama beberapa musim terakhir, Arsenal dihadapkan pada kenyataan pahit setelah ia cedera. Potensi munculnya wajah baru Arsenal.
26 Des 2024 19:11 WIB · Olahraga
LONDON, KAMIS — Apa yang terjadi jika suatu tim kehilangan nyawa lini serangnya? Kondisi itulah yang dihadapi Arsenal setelah Bukayo Saka cedera. Perannya yang sangat vital membuat Saka sangat jarang dicadangkan. Arsenal kemungkinan tampil dengan gaya permainan atau wajah baru saat menjamu Ipswich Town di Stadion Emirates, London, Sabtu (28/12/2024) pukul 03.15 WIB.
Setelah melalui 10 laga tanpa kekalahan, nasib buruk akhirnya menyapa Arsenal. Saka yang menjadi andalan selama beberapa musim terakhir menderita cedera saat menghadapi Crystal Palace pekan lalu. Belum dapat dipastikan kapan Saka akan kembali. Namun, Manajer Arsenal Mikel Arteta menyampaikan Saka setidaknya akan absen selama berminggu-minggu ke depan.
Menjamu Ipswich, Arteta pun memastikan timnya akan tampil cukup berbeda seiring absennya Saka.
”Saya sedang menyusun beberapa ide. Saya belum sampai ke sana (penentuan), tetapi saya punya beberapa. Kemudian, saya ingin berbicara dengan mereka juga, untuk memahami bagaimana kita akan menghasilkannya dan menanggapinya dengan cara yang positif. Karena kami akan (tampil) berbeda,” kata Arteta dalam konferensi pers menjelang pertandingan, Kamis (26/12/2024).
Sejauh ini, serangan Arsenal lebih banyak bertumpu pada kemampuan menggiring bola serta kreativitas Saka. Musim ini, Saka tampil gemilang dengan mencetak sembilan gol dan 13 asis di seluruh kompetisi. Tidak ada pemain Arsenal lain yang bisa mencatatkan jumlah gol dan asis sebanyak Saka.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/26/467f5139350820b6658a65f00b357722-Britain_Soccer_Premier_League_126160575.jpg)
Begitu vitalnya peran Saka bahkan membuat ia sangat jarang dicadangkan. Selama tiga musim terakhir, ia hanya absen dalam 10 dari 172 pertandingan Arsenal di semua kompetisi. Musim ini pun serangan Arsenal lebih banyak dimulai dari sisi sayap kanan, tempat Saka beroperasi. Data Whoscored menunjukkan, Arsenal menjadi tim yang paling banyak memulai serangan dari sisi sayap kanan di Liga Inggris, yaitu sebesar 45 persen.
Dengan begitu, kehadiran Saka adalah wajah klasik Arsenal. Saking seringnya rencana Arteta bertumpu padanya, semua harus dirombak ulang saat Saka cedera. Pertanyaannya sekarang, siapa yang akan menjadi pilihan Arteta sebagai pengganti sepadan Saka? Siapa pun yang terpilih, ia setidaknya sudah memikul beban berat untuk menyamai performa Saka di sayap kanan serangan Arsenal.
Sejumlah pemain digadang-gadang mampu menjadi pengganti Saka. Mereka antara lain Kai Havertz, Ethan Nwaneri, dan Leandro Trossard.
Masalahnya, tiada satu pun dari para kandidat pengganti Saka itu yang merupakan penyerang sayap kanan murni. Trossard lebih nyaman bermain sebagai penyerang sayap kiri. Adapun Nwaneri lebih berposisi asli sebagai gelandang serang. Di sisi lain Havertz sering mengemban peran sebagai penyerang.
Raheem Sterling yang dipinjam Arsenal dari Chelsea bisa menjadi jawaban kegundahan Arteta. Sebagaimana Saka, Sterling sangat nyaman bermain di sayap kanan. Namun, Sterling juga turut dibekap cedera.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/26/7b45fdb4061357fac4a51cb168b92c5c-Britain_Soccer_League_Cup_126252525.jpg)
Opsi rasional lainnya bagi Arteta adalah menggeser Gabriel Martinelli dari kiri ke sayap kanan. Martinelli tampil cukup bagus saat mengisi posisi Saka setelah ia cedera dan langsung mencetak satu gol serta satu asis. Apalagi, karakter permainan Saka dan Martinelli cukup serupa. Seperti Saka, Martinelli juga cenderung suka bergerak melebar.
Gabriel Jesus juga masuk dalam rencana Arteta. Hanya saja, selama beberapa pekan terakhir, Jesus tampil gemilang sebagai penyerang tengah Arsenal. Ia sudah mencetak lima gol dalam dua laga terakhir. Akan sangat dilematis bagi Arteta menggeser Jesus yang sudah menemukan kenyamanan bermain sebagai penyerang tengah.
Pertimbangan lain dari Arteta adalah kaki terkuat dari Jesus dan Martinelli. Kedua pemain tersebut tidak kidal sebagaimana Saka. Bermain dengan kaki kiri di posisi sayap kanan membuat manuver-manuver Saka sangat berbahaya. Hasil berbeda tentu akan diperoleh jika mencoba Jesus dan Martinelli yang dominan bermain dengan kaki kanan di sayap kanan.
”Saya memastikan bahwa kami memanfaatkan setiap pemain dengan potensi terbaik. Setiap orang harus merasa menjadi bagian dari itu. Anda perlu menemukan kembali pemain di posisi dan hubungan yang berbeda. Itu hal yang hebat. Itu latihan yang sangat bagus dan para pemain bersedia melakukan apa pun yang kami minta,” tutur Arteta.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/26/4777f0938aa3929c9f1b052a4b5c4146-Britain_Soccer_League_Cup_126253180.jpg)
Tanda tanya terkait susunan pemain pilihan Arteta sudah melampaui prediksi hasil akhir Arsenal menghadapi Ipswich. Banyak pihak yang lebih penasaran bagaimana Arteta menyikapi kondisi kehilangan Saka.
Di atas kertas, Ipswich semestinya bukan lawan yang terlalu sulit untuk Arsenal. Apalagi, tim besutan Manajer Kieran McKenna tersebut saat ini tenggelam di zona degradasi serta selalu kebobolan dalam 13 laga terakhir.
Hal paling menarik dinantikan adalah bagaimana Arsenal akan tampil dengan wajah baru serangan tanpa Saka. Laga melawan Ipswich adalah kesempatan membuka selubung wajah baru itu.
(Reuters)
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Prasetyo Eko Prihananto