Fadia akan menjalani perempat final ganda putri dan campuran dalam turnamen Malaysia Masters. Dia dan pasangannya mengalahkan unggulan pada babak kedua.
22 Mei 2025 19:01 WIB · Olahraga
KUALA LUMPUR, KAMIS — Ungkapan third time lucky bisa mewakili perjuangan Siti Fadia Silva Ramadhanti/Lanny Tria Mayasari dalam menghadapi salah satu ganda putri top dunia, yakni Nami Matsuyama/Chiharu Shida. Setelah kalah dalam dua pertemuan, Fadia/Lanny mengalahkan pebulu tangkis Jepang itu pada usaha ketiga.
Seperti dua pertemuan sebelumnya, Fadia/Lanny harus bekerja keras selama lebih dari 1 jam saat berhadapan dengan Matsuyama/Shida pada babak kedua turnamen Malaysia Masters di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (22/5/2025). Mereka bahkan hampir kalah untuk ketiga kali setelah kehilangan gim pertama dan tertinggal pada gim kedua, yang akhirnya menang atas unggulan kedua itu dengan skor 19-21, 21-19, 21-15.
Ganda putri nomor dua Indonesia itu tertinggal hingga selisih lima poin pada gim kedua, yaitu pada posisi 5-10, 6-11, dan 12-17. Meski demikian, juara Thailand Masters ini pantang menyerah. Seperti prinsip yang selalu dipegang atlet, mereka tetap berjuang sebelum pertandingan benar-benar berakhir.
Fadia/Lanny menyamakan skor menjadi 17-17, lalu merebut tiga poin beruntun setelah tertinggal 18-19. Momentum kemenangan pada gim kedua dipertahankan pada gim berikutnya dan Fadia/Lanny pun menang atas peraih perunggu Olimpiade Paris 2024 itu setelah bertanding selama 1 jam 4 menit.
Meskipun berlangsung lebih dari 1 jam, pertandingan itu menjadi yang paling singkat pada pertemuan Fadia/Lanny dan Matsuyama/Shida. Dua pertemuan sebelumnya, pada babak pertama Kumamoto Masters dan Piala Uber 2024, berlangsung 1 jam 6 menit dan 1 jam 12 menit.
Bagi Fadia, kerja keras pada babak kedua menghantarkannya pada perempat final dalam dua nomor. Dia juga memenangi babak kedua ganda campuran yang berlangsung pada Kamis pagi. Berpasangan dengan Dejan Ferdinansyah, Fadia menyingkirkan pasangan China unggulan keempat yang merupakan juara All England, yakni Guo Xin Wa/Chen Fang Hui, dengan skor 21-15, 24-22.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/04/08/a5c15c9758c22c4eba33302a813653e2-LannyFadia_Latihan_BAC2025_PBSI_20250407.jpg)
”Kami sudah tahu pola permainan mereka. Alhamdulillah, walaupun terjadi kejar-kejaran pada gim pertama, kami bisa memenangi gim pertama. Pada awal gim kedua, saya banyak melakukan kesalahan. Saya mencoba fokus dan mengontrol emosi untuk mengontrol permainan,” kata Dejan.
Sejak berpasangan pada Januari 2025, perempat final Malaysia Masters menjadi perjalanan terjauh Dejan/Fadia pada turnamen di atas level Super 300. Di India Terbuka, Indonesia Masters, dan Thailand Terbuka, mereka tersingkir pada babak pertama atau kedua.
Dengan lawan yang semakin berat pada perempat final, Fadia harus menjaga fisik, fokus, dan perasaan hatinya. Apalagi, Malaysia Masters menjadi kejuaraan keempat beruntun baginya sejak ajang beregu campuran, Piala Sudirman, di China, 27 April-4 Mei. Kecuali di Taiwan Terbuka, ketika hanya bermain pada ganda campuran, Fadia selalu bermain dalam dua nomor di Piala Sudirman, Thailand Terbuka, dan Malaysia Masters.
Pada perempat final ganda putri Malaysia Masters, Fadia/Lanny akan berhadapan dengan Jia Yi Fan/Zhang Shu Xian (China). Di ganda campuran, Dejan/Fadia juga akan melawan pemain China, Cheng Xing/Zhang Chi.
Selain Fadia/Lanny, ganda putri Indonesia meloloskan dua pasangan lain ke perempat final, yaitu Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi dan Apriyani Rahayu/Febi Setianingrum. Perempat final melawan unggulan kedelapan, yakni Hsu Yin Hui/Lin Jhih Yun (Taiwan), menjadi yang pertama bagi Apriyani/Febi sejak debut di Taiwan Terbuka, dua pekan lalu. Di antara Taiwan Terbuka dan Malaysia Masters, mereka tampil di Thailand Terbuka dan tersingkir pada babak pertama.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/01/4bcefc69a629682296bda9eedd7e8478-WhatsApp_Image_2025_05_01_at_15.16.09.jpeg)
Dua ganda campuran lainnya, yakni Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah dan Verrell Yustin Mulia/Lisa Ayu Kusumawati, kalah dari pemain China. Meski demikian, Amri/Nita tetap bisa melihat sisi positif dari penampilan mereka ketika melawan pasangan peringkat kedua dunia, yakni Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping. Sementara Verrel/Lisa kalah dari unggulan ketujuh, Cheng/Zhang , dengan skor 15-21, 18-21, yang akan melawan Dejan/Fadia pada perempat final.
Penampilan Amri/Nita saat kalah dengan skor 21-19, 11-21, 11-21 lebih baik dibandingkan ketika mereka bertemu pada semifinal Thailand Terbuka, pekan lalu. Ketika itu, salah satu dari tujuh ganda campuran pelatnas utama itu kalah 18-21, 13-21.
”Saya bersyukur bisa mengeluarkan kemampuan yang sudah dilatih selama ini, jadi saya bisa tahu kualitas saya sampai di mana. Banyak yang perlu saya tingkatkan dari sisi teknis dan keyakinan untuk menerapkan strategi,” ujar Amri.
Pada nomor tunggal, Indonesia tinggal menyisakan Putri Kusuma Wardani di tunggal putri setelah Alwi Farhan kalah dari Weng Hong Yang. Meski demikian, Alwi bisa memaksa pemain senior China itu bermain tiga gim dengan skor 21-19, 16-21, 17-21.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/03/76d20dd33aeaf1f9002996dd8bbb716e-WhatsApp_Image_2025_05_03_at_19.41.44.jpeg)
Chico Aura Dwi Wardoyo juga tersingkir pada babak kedua setelah kalah dari Kodai Naraoka, 11-21, 16-21. Untuk pertama kali, Chico tampil sebagai pemain profesional setelah mundur dari pelatnas, pekan lalu. Dia pun tampil di Malaysia Masters tanpa pelatih.
Putri akan berhadapan dengan pemain China ranking ketiga dunia, Han Yue, pada perempat final. Itu akan menjadi pertemuan kelima mereka setelah Putri selalu kalah pada empat persaingan lain. Dari empat pertandingan tersebut, Putri hanya bisa memenangi satu gim ketika berjumpa pada babak kedua Hong Kong Terbuka 2023.
Namun, Putri bisa membawa pengalaman saat tampil dalam Piala Sudirman. Ketika Indonesia melawan Thailand, Putri mengalahkan Pornpawee Chochuwong, pemain ranking ketujuh dunia yang selalu mengalahkannya dalam delapan pertemuan sebelumnya.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
FX Sukoto