Semen Padang FC Tertahan, Persaingan di Zona Degradasi Berlanjut hingga Pekan Terakhir

Semen Padang, PSS Sleman, dan Barito Putera akan bersaing hingga pekan pamungkas untuk dapatkan satu tiket bertahan pada Liga 1 musim depan.

18 Mei 2025 21:27 WIB · Olahraga

Oleh Yola Sastra

PADANG, KOMPAS — Semen Padang FC membuang kesempatan emas untuk memastikan lolos dari zona degradasi seusai ditahan 1-1 oleh Persik Kediri pada laga BRI Liga 1 2024/2025 di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Sumatera Barat, Minggu (18/5/2025). Persaingan di zona degradasi pun berlanjut hingga pekan ke-34 atau pekan terakhir kompetisi.

Gol Persik dalam pertandingan pekan ke-33 Liga 1 ini dicetak oleh Jose Valente pada menit ke-12. Sementara itu, gol balasan dari Semen Padang FC dicetak oleh Bruno Gomes pada menit ke-62.

Semen Padang menargetkan kemenangan dalam pertandingan ini. Raihan tiga poin akan memastikan tim berjuluk ”Kabau Sirah” ini bertahan di kasta teratas liga Indonesia sekaligus memastikan pesaing, PSS Sleman dan Barito Putera, degradasi menyusul PSIS Semarang.

Akan tetapi, perjuangan Semen Padang mencapai target tak berjalan mulus meski disaksikan 12.000 pendukung. Semen Padang tampil dominan, tetapi kesulitan membongkar pertahanan lawan. Bahkan, tuan rumah sempat kebobolan terlebih dahulu.

”Kami melakukan segala kemungkinan. Kami mencetak gol penyama, tetapi tidak bisa mencetak gol kedua. Para pemain berupaya keras, kami mengontrol permainan, tetapi inilah sepak bola,” kata Pelatih Kepala Semen Padang FC Eduardo Almeida, Minggu.

Hasil pertandingan tersebut membuat pertarungan di zona degradasi berlanjut hingga pekan terakhir kompetisi. Satu posisi aman diperebutkan Semen Padang, PSS, dan Barito. Musim ini, tiga tim peringkat terbawah akan degradasi ke Liga 2, yaitu peringkat ke-16-18.

Suasana pertandingan antara Semen Padang FC melawan Persik Kediri pada pekan ke-33 BRI Liga 1 2024/2025 di Stadion Haji Agus Salim, Kota Padang, Sumatera Barat, Minggu (18/5/2025). Pertandingan ini berakhir dengan skor 1-1.

Semen Padang tertahan di peringkat ke-15 klasemen sementara liga dengan perolehan 33 poin hasil dari delapan kemenangan, sembilan imbang, dan 16 kekalahan. Posisi ini rentan disalip oleh PSS dan Barito yang berada pada peringkat ke-16 dan ke-17.

Pada pekan terakhir liga, Semen Padang bertandang melawan Arema FC di Malang, 24 Mei 2025. Laga pamungkas ini tidak mudah. Selain bermain di markas lawan, Semen Padang selalu kesulitan melawan Arema, yaitu hanya satu kemenangan dalam lima pertemuan terakhir dan sisanya kalah. 

Quote

Kami melakukan segala kemungkinan, kami mencetak gol penyama, tetapi tidak bisa mencetak gol kedua.

Sementara itu, PSS yang mengumpulkan 31 poin akan melawan Madura United, yang sudah bebas dari zona degradasi, pada laga pamungkas. Adapun Barito yang juga mengumpulkan 31 poin akan melawan PSIS yang sudah pasti degradasi ke Liga 2.

Kemenangan atas Arema menjadi hal yang mutlak diraih Semen Padang jika ingin bertahan di Liga 1. Hasil imbang tidak cukup karena Kabau Sirah kalah head to head dari Barito. 

”Kami harus fokus untuk pertandingan berikutnya karena tiga poin sangat penting. Kami harus melakukan apa pun untuk meraihnya,” ujar Almeida.

Penyerang Semen Padang FC, Cornelius Stewart (kiri), berupaya melewati hadangan pemain Persik Kediri pada laga pekan ke-33 BRI Liga 1 2024/2025 di Stadion Haji Agus Salim, Kota Padang, Sumatera Barat, Minggu (18/5/2025).

Jalannya pertandingan

Sebagaimana disinggung Almeida, Semen Padang mengontrol pertandingan melawan Persik. Liga 1 mencatat, Semen Padang memenangi 57 persen penguasaan bola. Tuan rumah mengkreasikan 10 peluang dan melepaskan 19 tembakan dengan enam di antaranya tepat sasaran. 

Sementara itu, Persik hanya mencatatkan 43 persen penguasaan bola. Tim tamu ini mengkreasikan tujuh peluang dan melepaskan 11 tembakan dengan empat di antaranya tepat sasaran. 

Meskipun Semen Padang mendominasi, serangan demi serangan yang dilancarkan tidak membuahkan hasil. Kelengahan pemain tuan rumah justru membuat Persik mencetak gol lebih dahulu melalui tendangan bebas Jose Valente dari jarak jauh pada menit ke-12.

Biasanya, dalam jarak tendangan bebas tidak ideal, pemain akan mengirimkan umpan ke kotak penalti. Namun, Valente melihat pemain lawan tidak siap. Alih-alih mengirimkan umpan, Valente menendang langsung ke gawang. Kiper Arthur Augusto yang terkejut tidak mampu menghalau tendangan keras itu.

Quote

Kami terus mencoba, ke kiri, ke kanan. Kami lakukan dengan sabar, dari crossing, dari berbagai sisi. Tapi, sentuhan terakhir tidak bisa menjadi gol.

Setelah tertinggal, Semen Padang tampil ngotot. Dari sekian banyak peluang, gol baru tercipta pada menit ke-62 melalui tendangan Gomes dari dalam kotak penalti. Gomes dengan leluasa melepaskan tembakan seusai mendapatkan bola pantul dari tepisan kiper.

Semen Padang terus berupaya mencari gol kedua. Namun, Persik bisa meredamnya dengan taktik pertahanan rendah (low block). Kabau Sirah tampak kesulitan membongkar pertahanan lawan. Hasil 1-1 bertahan hingga akhir.

Bek Semen Padang FC, Kim Min-gyu, berupaya menyundul bola di dalam kotak penalti Persik pada pertandingan pekan ke-33 BRI Liga 1 2024/2025 di Stadion Haji Agus Salim, Kota Padang, Sumatera Barat, Minggu (18/5/2025).

Menurut Almeida, seusai Valente mencetak gol, Persik terlihat lebih bertahan dan merasa hasil imbang sudah cukup. Itu terlihat dari taktik pertahanan rendah yang lawan terapkan.

”Kami terus mencoba, ke kiri, ke kanan. Kami lakukan dengan sabar, dari crossing, dari berbagai sisi. Tapi, sentuhan terakhir tidak bisa menjadi gol,” ujarnya.

Pelatih Kepala Persik Kediri Divaldo Alves mengatakan, seusai mencetak gol, timnya memang tampil bertahan. Strategi ini tak lepas dari cuaca panas di Padang yang membuat para pemain kelelahan.

Lima belas menit terakhir pertandingan, Persik pun terpaksa memecah timnya menjadi dua, yaitu sektor depan dan sektor belakang. Hal ini dilakukan karena sulit mengorganisasi permainan akibat kelelahan.

”Tapi, target minimal hari ini kami dapat, satu poin, untuk memastikan posisi kami di peringkat ke-12,” kata Alves. Persik memperoleh 41 poin hasil dari 10 kemenangan, 11 imbang, dan 12 kekalahan. Koleksi 41 poin itu tidak mungkin digusur tim lain.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yola Sastra
 | 

Editor:

Irma Tambunan
 | 

Penyelaras Bahasa:

Didik Durianto